Di anak tangga ke-1, ada setangkai mawar kering... Di anak tangga ke-2 ada boneka beruang yang kehilangan kepalanya... Di anak tangga ke-7 ada anak perempuan yang tertidur... Di anak tangga ke-8 ada kucing yang menggigit ekornya... Di anak tangga ke-9 ada anak laki-laki yang mencari teman bermain... Di anak tangga ke berapa kamu akan berhenti?
Ketika saya melihat buku ini, saya tertarik akan covernya yang hitam legam, dengan ilustrasi gothic. Jauh lebih tertarik ketika tahu ini buatan Indonesia! Awesome! Ilustrasi bagus, buatan Indonesia, apa yang salah?
Banyak. Tapi mari kita mulai dari sisi positif: Ilustrasi bagus (+20).
1. Saya membaca edisi berlabel "Extended Version". Bagi yang sudah membeli buku versi sebelumnya, tidak usah kecewa. Saya tidak tahu apa yang di-extend di versi ini, tapi yang jelas bukan plotnya. (-1)
2. Mungkin susah dilihat, tapi komik ini ada nomor halamannya. Saya baru sadar pas baca kedua kalinya. OK, mari kita gunakan nomor halaman saja. (+1)
[6] Saya paham kalau namanya Uriel, Auriel, atau Aeriel. Tapi Oriel? (-1)
[9] Nama kakaknya Eris? Dewi perselisihan? Masa sih nama ini dipilih karena hubungannya dengan orang lain?
[9] "Sayangnya kakak benci kamu!" (-1)
[9] Also, klise kakak membenci adik. (-1)
[14] Dari stasiun kereta ke rumah ini, yang notabene ada rumah lain dan ada sekolah dan ada banyak anak di sekolah, jalannya hanya SATU? (-1)
[15] Pertengkaran ayah ibu yang tidak jelas siapa bilang apa. (-1)
[15] Mungkin karena namanya Eris, hingga ortunya juga harus berselisih? (-1)
[23] Oriel pendidikannya apa ya? SD atau SMP? Jelas gedung yang dimaksud Eris adalah Gedung SMA, tapi gedung SD juga ada di depan gedung SMA. Entah Oriel adalah anak SD yang cukup tinggi, atau dia adalah anak SMP yang sangat pendek. (-1)
[24-26] Eris langsung terkenal sebagai anak kota yang pindah ke desa tanpa alasan yang jelas. What is this, f**king Twilight? (-1)
[25] Karen memberi pengetahuan tentang seragam sekolah yang merupakan point penting. Tanpa ini, saya pasti menganggap setting komik ini di Indonesia (+1)
[25] Penampilan Karen terlalu nakal. Ini adalah dosa untuk anak SMA. Dan untuk pria. Dan untuk wanita. Dan untuk semua orang. Dan untuk saya. (-1)
[25] Karen menantang Eris uji nyali yang tidak mungkin di verifikasi kebenarannya (-1).
[28] Untuk standar manga, Eris dan Oriel sama menariknya. Penampilan Oriel yang manis kontras dengan Eris yang berantakan, tapi tetap manis juga. Dialog dua perempuan yang mengejek Eris ini cuman ada untuk menambah angst Eris. (-1)
[31] Kalu nama anak ini bukan Reed yang mengingatkan saya pada tokoh pria Tales of Eternia, saya pasti sudah mencap dia sebagai wanita (-1)
[33] Susunan paragraf yang tak jelas harus baca dari mana ke mana. Tapi masih lebih baik daripada halaman itu... (-1)
[34] Yaoi (-1)
[35] Reaksi Eris di panel keempat bukannya marah, tapi lebih mirip kalau dia diganggu chikan. (-1)
[36] Saya tadinya berharap gadis yang bajunya senakal Karen memiliki peran lebih banyak, tapi sayangnya dia cuman punya 1 tugas di seluruh komik. (-1)
[38] Eris juga ternyata dipanggil oleh rumah. Misteri cerita ini terasa makin pekat! (+1)
[46] Di sini kita disuguhkan puisi yang cukup menakutkan. Plus besar untuk pengarang. (+10)
[49] Lagi-lagi balon yang tak jelas harus baca dari mana ke mana.
[50] OK, saya suka adegan ini. Sayangnya Reed melihat ke bangku seberang, bukan ke arah Eris (-1).
[53] "Kamu tahu kadang-kadang aku membencinya sampai setengah mati." Eris mengharapkan Reed mengetahui sesuatu yang baru kali ini diketahui Reed. (-1)
[54] Pria tidak berpose seperti ini! Apakah Reed adalah seme dari Bard yang uke? (-1)
[62] Paman tidak menyapa balik Eris. What an asshole. (-1)
[67] L (+10)
[68] Huh? Paman dan Bibi akan pergi setidaknya selama sebulan. Tak ada alasan mengusir oriel dengan alasan selemah ini! (-1)
[68] Kecuali entah Oriel atau Eris adalah pria saya rasa harusnya paman dan bibi tidak mempermasalahkan mereka tidur bersama. Bagus malah. (-1)
[73] Wow. Paman ini marah karena Ayah Oriel memilih untuk membesarkan Eris yang merupakan anak selingkuhan istrinya? If anything, Ayah Oriel wajib dapat penghargaan atas kebesaran hati. Sayangnya sang Ayah ini juga tekanan darahnya tinggi karena marahnya ga peka. Untungnya poin ini memeperjelas pertangkaran orangtua di awal buku. Tampaknya seimbang, tapi tunggu, paman ini tanpa alasan jelas tidak mau dipanggil paman sama Eris? What the f**k? Ayah Oriel adalah masalah keluarga Bibi Ellen, dan si paman ini nimbrung cuman demi nambahin angst ke Eris? (-1)
[73] "Anak yang enggak ketahuan asal-usulnya lebih baik dari anak hasil hubungan gelap." What the f**k?! Logika dari mana itu? (-1)
[78] Untuk mengendurkan baut roda mobil bukannya ga bisa pakai kunci yang itu?
[79-82] Ini ortunya kenapa ya? Kalo sudah pilih akan besarkan anak ya tanggung jawab dong! (-1)
[82] Ini bikin pusing, bukannya yang anak orang lain adalah Eris? (-1)
[85] Eris marah karena plot memerlukan dia marah sehingga Oriel yang kecewa bisa masuk ke rumah hantu. (-1)
[87] Klise 'Kamu tidak tahu perasaanku' (-1)
[90-93,95] Penataan paragraf ini tidak jelas harus baca dari mana ke mana. Ini kegagalan penataan terbesar di buku ini dan berhak pendapatkan poin ekstra (-10).
[98] "Meski Ori anak angkat, Ori paling sayang sama Kak Eris." Jadi Oriel anak angkat? Yang pamannya maksud "anak angkat" sebelumnya adalah Oriel? Tunggu, jadi dia mau menerima Eris, terus adopsi Oriel, kemudian membesarkan mereka berdua dengan melimpahkan kasih sayang ke Oriel dan memperlakukan Eris seperti Keluarga Dursley memperlakukan Harry Potter? What a f**king asshole! Saya tarik kata-kata saya tentang seberapa besar hati sang Ayah. (-1)
[103] Halaman ini seram dan keren. saya rasa wajib mendapatkan poin extra (+10).
[107] Ini kemunculan Karen yang kedua dan dia tetap hanya memiliki 1 tugas. (-1)
[109] Bibi Ellen menelpon Reed, orang yang tidak ia kenal, ketimbang menelpon polisi. (-1)
[111] Huh!? Apakah Reed belajar detektif dari Sekolah Detektif C*nan? (-1)
[113] Dua senter dan keduanya mati, seperti yang diinginkan plot. (-1)
[114] Dari diagram pikiran Reed, seharusnya dia sudah pingsan kalau jatuh dari ketinggian segitu, pantat duluan lagi.
[123] Siapa yang mengiris selang oli rem mobil paman dan bibi? Apakah Oriel selamat. Kurang jelas di sini (-1)
[123] Ini ibunya Eris kan? Kok bisa-bisanya dia pikir yang mengiris itu Eris? Saya berasumsi paman dan bibisanya selamat, cuman mobilnya saja yang kecelakaan, tapi ya... (-1)
[124] Polisi bilang "ketiganya menghilang", tapi hanya membawa 2 lembar kertas orang hilang. (-1)
[126] What the f**k? Reed udah jadi hantu? (-1)
[128] What the f**k?! (-1)
[131] WHAT THE F**K?! SELESAI?! Lah? Terus itu halaman yang dibuang buat cerpen dan puisi buat apaaan? OK, masih ada tambahan halaman, mungkin buat epilog. (-10)
[133] Ini prolog?! Maaf, buku ini lorenya bagus, tapi kalau diakhiri cliffhanger seperti ini tanpa adanya closure yang jelas, makna dari ceritanya jadi nol. Ending seperti ini merupakan dosa terbesar di seluruh buku. (-100)
Singkatnya: Gambar bagus, lore bagus tapi ending sekelas White Knight Chronicles II.
not my cup of tea. Sebenarnya saya bisa membaca komik misteri ataupun horror, hanya saja komik ini terlalu banyak plot holes yang mungkin memang disengaja oleh komikusnya sehingga terkesan loncat-loncat, khususnya bab terakhir. ada halaman dimana tata teks yang tidak rapi sehingga agak susah membacanya.
Hmm... sebenarnya komik ini punya cerita yang lumayan menarik. Gambarnya juga cukup oke. Cuma, rasanya komik ini terlalu pendek. Akhir ceritanya membingungkan dan ada terlalu banyak hal yang perlu dijelaskan lebih lanjut lagi.
Konon katanya ada versi extended dari komik ini. Ya, semoga jodoh dengan versi extendednya.
Ini komik bikinan orang bandung lho.... Memang uda banyak kemajuan ya komikus karya lokal. Gambarnya okelah walo gak sempurna, ceritanya gelap, gloomy, misterius, dan memang begitulah yang saya suka hihihihi. Banyak hal yang dibiarkan misteri oleh mangaka nya jadi bikin greget dan memaksa pembaca nyambung2in sendiri. Tapi plotnya sendiri sudah bagus. Jadi komik ini layak dapet 3 bintang. :D
Ini komik horor yang butuh konsentrasi tinggi untuk memahami ceritanya. Komik-komik dari Ekyu emang gak pernah mengecewakan terutama Morte ini. Grrrrrrr...begitu sampai halaman terakhir berasa seperti di ujung tebing udah keliatan ada jembatan yang terputus.
This book is dark. And a bit confusing. It's like the author wanted to fill a small cup with a bucket full of water. Not enough space. There are things unexplained or half-explained, and it hurts my head to fill all those plot holes with assumptions.
pertama baca karya ekyu dulu kalo ga salah di tabloid anak2 (kalo bukan fantasi pastinya hoplaa) - gambarnya rapi dan clamp-esque banget. ceritanya unik dan ga maksa.