Ada kalanya cinta yang dalam sekalipun akan tiba pada satu titik jenuh. Inilah yang dirasakan oleh Fenny terhadap Wid, suaminya. Dan kedatangan Harris, teman lamanya, mengantarnya kembali ke sebuah jalan penuh bunga, tawa, dan romantisme yang telah lama ia rasakan memudar dari kehidupan pernikahannya.
Sementara, Sarah, pegawai Fenny yang cantik dan masih single di sebuah radio swasta terpikat oleh figur yang ia idamkan pada diri Idris, yang notabene adalah suami dari sahabat Fenny, Alita. Makin rumit ketika fakta menunjukkan bahwa Idris dan Wid pernah sama-sama mengikuti pengajian rutin di SMA mereka, dan Fenny pun belakangan berteman dengan Irma, istri Harris. Belitan saling berhubungan yang membuat dunia makin menyempit.
Lantas, apa yang terjadi ketika kabar cinta Idris akhirnya berembus ke hadapan Alita? Dan bagaimana langkah Fenny, si ibu manajer radio ketika pergulatan batin semakin menderu perasaan bersalahnya karena telah menjalin cinta kedua dari sang suami?
Cinta Semusim berusaha memaparkan fenomena selingkuh yang saat ini seakan sudah menjadi gaya hidup. Ditulis dengan gaya chicklit, tapi tetap menyajikan moral of the story yang kuat, novel ini juga mengajak kita untuk mereposisi pemikiran terhadap pasangan kita, serta memaparkan sebuah open solution yang indah dan bijak.
Hmmm... Setelah sukses membuat saya suka dengan Facebook on Love-nya, akhirnya Mbak Ifa berhasil membuat saya lanjut beli dan baca buku ini.
Tapi sayang, sayang sayang seribu kali sayang *nyanyi mode ON* :D Saya harus bilang klo saya lumayan kecewa di buku ini.
Cinta semusim bercerita tentang wanita yang selingkuh hati dari pasangannya. Fenny yang telah menikah dengan Widodo, bertemu dengan Harris teman masa kuliahnya dulun yang juga sudah menikah dan punya anak. Keduanya menjalin hubungan tanpa diketahui pasangan masing2.
Ada lagi Sosa yang mencintai Idris, pria yang sudah beristri dan memiliki 4 anak. Idris malah meminta Sosa menjadi istrinya yang kedua. Sosa yang single curhat dan meminta pencerahan dari Fenny yang kebetulan Bosnya Sosa di radio LiteFM.
Memang cinta seperti ini hanya cinta semusim yang saya sudah bisa menebak bagaimana akhirnya. Tema yang dibuat sebenernya menarik, saya suka dengan solusi yang dihadirkan, tidak muluk2 dan sederhana juga mudah dipahami bagi semua pasangan, entah itu pihak istri maupun suami.
Tapi seperti yang saya bilang, saya kecewa karena saya mengira saya akan melihat sesuatu yang mencampur adukan emosi di dalam cerita ini, atau paling tidak ada air mata yang menetes ketika membaca halaman demi halaman akhir buku ini hingga solusi yang akhirnya ditawarkan. Ah, ekspektasi saya mungkin berlebihan ya.
Penulis menjadi orang pertama dan bercerita dengan berbagai tokoh. Maksudnya, bercerita dari sisi Fenny terus Sosa, Wid, Idris, jadi kita tau bagaimana perasaan masing-masing. Disini saya menemukan kejayusan tingkat tinggi yang mbikin saya males duluan nerusin baca. Berasa kayak baca teenlit gitu, padahal disini harusnya lebih dewasa, lebih bijak, bukan malah banyakan ngalor ngidulnya. Ntar lagi seru2 dialog, eh ceritanya pindah kemana trus baru balik lagi ke dialog tadi.
Akhir kata *halah kayak pidato* saya harus bilang klo saya cukup memberikan 2,5 bintang yang dibuletin jadi bintang 3 untuk buku ini :)
Baca ulang buku ini. Entah dulu bacanya kapan. Yang jelas pas baca ulang, lebih 'nampol' karena udah nikah. jadi bener-bener kebayang lah.
Temanya cukup long lasting, tentang 'perselingkuhan', cuma karena tulisannya gaul banget pada kala itu, ya pas dibaca sekarang kerasa jadul. Kayak komunikasi masih via SMS, nge-blog masih pake Multiply, dan semacamnya.
Selalu suka sih dengan tulisannya Ifa Avianty yang ngalir banget. cuma di cerita ini, efek 'kebetulan'nya terasa banget. Kebetulan si ini temennya si anu, si anu tetangganya si ono, dll. Gitu deh.