Inti dari buku ini adalah mengajarkan manusia tidak luput dari kesalahan sehingga ada baiknya kita segera meminta maaf dan segera memperbaiki kesalahan yang ada.
Contoh buku non-fiksi yang bagus untuk remaja. Kalau saya ditakdirkan menjadi penulis buku non-fiksi, saya mesti banyak belajar dari buku ini. Tidak hanya memberikan ide tapi menyertakan dengan kisah-kisah unik dari segala penjuru dunia. A Irfan Amalee emang jagonya menawarkan sesuatu yang sederhana dengan cara yang berbeda.
Kita manusia, bisa salah dan lupa. Buku ini bukan untuk malaikat karena malaikat tidak pernah salah, bukan juga untuk iblis karena iblis selalu salah dan tak pernah berniat untuk berubah. Setelah membaca buku ini ada perasaan yang melegakan di dada. Salah berpasangan dengan maaf. Kita sering melakukan kesalahan, sering menzalimi diri sendiri dengan berbuat bodoh baik sengaja atau pun tidak sengaja. Langkah pertama untuk berubah adalah memaafkan diri sendiri lalu meminta maaf pada orang yang terkena dampak kesalahan dan tentu saja minta maaf kepada Allah. Bebaskan diri dari segala rasa bersalah, maafkan diri.
Sejarah dunia dimulai dengan kesalahan. Adam dan Hawa memakan buah Khuldi. Colombus mendarat di Amerika bukan India. Kertas post-it dari lem terkuat yang gagal. Jangan takut dengan salah, dari salah kita menjadi lebih dewasa dan belajar. "Your greatest teacher is your last mistake"
Pagi ini, saya gak sengaja browsing. Kemudian sampailah saya di tautan berikut http://www.mizan.com/ebooks.html . Disitu terdapat buku yang lumayan menarik sepertinya, berjudul "Boleh dogn salah" yang dapat di unduh secara gratis. Dilihat dari judulnya sih udah keliatan menggelitik. Tulisan "dong" diplesetkan menjadi "dogn" menimbulkan kesan tersendiri.
Overall bukunya bagus. Ceritanya juga mudah dicerna. Cocok untuk bacaan selingan di tengah-tengah kesibukan. Di dalamnya juga diselipkan kalimat-kalimat mutiara, seperti "Kalau kamu melakukan sebuah kesalahan, jangan terlalu menghukum diri kamu sendiri. Maafkanlah dan perbaikilah." Kalau mau tau lebih lanjut, silahkan dibaca aja bukunya.
Judulnya emang salah eja dari sononya, bukan nggak sengaja.
Well, ternyata selain isinya ngebahas kesalahan-kesalahan (beberapa ngutip dari kelirumologi-nya Jaya Suprana), ada cukup banyak juga salah ketik di halaman-halamannya. Tapi yang ini nggak tahu sengaja salah atau nggak sengaja...
Kita harus selalu punya stok maaf yang buanyak, yang selalu siap untuk dibagikan kepada setiap orang yang melakukan kesalahan kepada kita. Makanya, untuk masalah maaf-memaafkan, nggak ada istilah "tiada maaf bagimu".