Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jonggrang: Seribu Tahun Kutukan Dendam dan Cinta

Rate this book
Saat Jawa tengah digagahi banyak kerajaan dengan penuh persaingan dan pertumpahan darah, pertempuran maut antara kerajaan Peking dan Prambanan melahirkan peristiwa cinta tragis antara Bandung Bondowoso dan Loro Jonggrang. Bandung yang sakti itu amarahnya meluap tak terbendung hingga blar! Seketika meledak menjadi kutukan yang membuat Jonggrang, sang ratu dari Kraton Prambanan yang diporandakannya—yang demi mengejar cintanya ia mengerahkan kesaktian untuk membangun prambanan—menjelma menjadi patung cantik menawan di candi Prambanan.

Saat Data mengambil cuti dari kebisingan kerjanya di Jakarta, berlibur ke Bali dan Jogja menikmati indahnya kejayaan masa silam, terpukau oleh relief-relief dan patung Prambanan serta pesona “ritual” pertunjukkan seni, tiba-tiba matanya terbius oleh kecantikan wanita misterius bernama Jonggrang. Elektra sang tunangan yang ia anggap tercantik pun tiba-tiba runtuh menjadi tidak apa-apanya. Satu pengalaman yang membuat Data pontang panting antara Jakarta dan Jogja, terbanting-banting antara alam Elektra dan Jonggrang, mengembara di dalam sebuah misteri akan betapa Jonggrang jiwanya masih nyalang ribuan tahun lamanya akibat dendam kesumat dan cintanya…dan kenyataan-kenyataan lainnya.

270 pages, Paperback

First published January 1, 2009

1 person is currently reading
24 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (7%)
4 stars
2 (7%)
3 stars
10 (35%)
2 stars
11 (39%)
1 star
3 (10%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Stebby Julionatan.
Author 16 books55 followers
September 21, 2011
PUTUSAN FINAL... KASIH BINTANG SATU SAJA DAH BUAT JONGGRANG.


sementara kasih bintang 2 dulu. masih banyak yang ga sreg. sangat banyak malah...

(itu sih dulu, (sambil meniru suara Omezh dalam sebuah iklan minuman kesehatan) waktu aku bacanya masih belum selesai, masih sampai halaman 197. tapi sekarang... yaaahh... tau sendiri lah, bintang satu alias I DON'T LIKE IT.)

pertama, masak ada cowok dandan??? "Aku hanya berendam selama sepuluh menit. Setelah itu aku segera berdandan dan berangkat ke rumah Elektra di kawasan Kemang"(hal. 29) OMG!!! bukan cowok ga boleh dandan sih, tapi... apa nggak bisa diganti kata yang lain ya??? ini ga salah memilih diksi kan? diganti kata bersiap-siap kek... diganti kata merapikan diri kek... atau kata apa lah, yang penting bukan DANDAN.

dua, teknik penceritaan yang dipakai penulis aneh. tidak konsisten. bercerita sebagai tokoh aku. si Data yang seorang manager pemasaran sebuah perusahaan sofware di Jakarta. Tapi dengan detail pula, dia bisa merasakan dan menggambarkan apa yang di luar dirinya. bercerita mengenai bagaimana persaan Elektra, kekasihnya... mengenai saat-saat bergosip Elektra dengan teman sekantornya, Roos, dan entah apa lagi yang menurutku sangat aneh.

tiga, Data juga bukan gambaran pria yang cowok banget. deskirpsinya tentang Data kubayangkan sebagai seorang "bencong" yang sedang menjalin hubungan dengan cewek. atau malah seperti lesbian. (terus terang, ini membuatku berpikir, apa yang dicari Jonggrang dari seorang Data?) maksudnya gini, mmmm.... kayaknya ini alesan ke tiga titik satu deh, apa spesialnya Data sehingga ia menjadi korban pembalasan dendam dan kutukan cinta seorang Jonggrang??? plz, Bimo... kalo ngarang itu mbok ya agak realistis dikit githu lho. apa dia itu keturunannya si Bandung, ambu-ambu darahnya (kalau katar orang jawa), atau dia itu jadi orang terpilih karena "apa". (bisa kau pilih dah silahkan isi sendiri. sebagai pria yang kepribadiannya sempurna, pria setia, atau malah Jonggrang bakal balas dendam pada sosok-sosok pria mata keranjang)

empat, OMG, lihatlah cara pacaran Data dan Elektra... Hellooo... mereka adalah kaum sosialite di Jakarta, (buktinya, tempat tongkrongan mereka aja di lokasi-lokasi mentereng macam Kem Chick, Gran Cafe, Puri Saraswati, Cafe Lotus, Hotel Garuda, Sekar Kedaton, Izzi Pizza, dll) tapi kenapa cara pacaran mereka kaya anak SMA aja ya? tiap-tiap menit telepon, tiap-tiap menit telepon...(langsung muncul tanda seru gedhe2 di jidat. OMG, ga salah tuh Bimo mendeskripsikan tokohnya.)

lima, terus terang aku juga ga suka diksinya tentang para PSK (hal. 133) "melenggak lenggokkan pinggul mereka dengan nakal dan murah". NAKAL DAN MURAH??? sungguh... Data sangat tidak menghargai profesi pelacur, yang padahal, mungkin juga kita ketahui secara bersama, siapa di atas dunia ini yang dilahirkan bercita-cita sebagai pelacur??? tak seorang pun, Data? nasib pastinya yang membuat mereka seperti itu.

enam, lalu mengenai parfum aroma melati sedikit wangi pisang itu... ini sebenarnya wangi apaan? apa bangsawan-bangsawan Jawa itu senantiasa beraroma seperti itu? atau memang kesukaan Jonggrang adalah menguntal melati bersama pisang bak Suzanna (alm.), aktris film-film kolosal Indonesia bernuansa spookey??

tujuh, pembenaran apa lagi yang bisa kau lakukan atas terlepasnya ratusan orang dari balik bilik utara Candi Siwa? (hal. 251 dan 253) korban-korban Jonggrang. mereka yang mungkin berusia ratusan tahun atau mungkin korban BARU, bisa-bisanya mereka itu serempak terlepas dan berjalan tegak sambil terbingung-bingung bertanya "dimana aku?" ealah, iya kalo korbanya masih baru, kayak si dua wujud dua arkeolog, Dewi dan Aksara, yang terperangkap longsor saat melakukan penggalian... nah, kalo yang umurnya dah ratusan tahun, bukannya dia dah mati cuma sisa kulit ma tengkorak aja. (itupun kalo sihirnya Jonggrang bekerja pada orang-orang ini. kita tidak bisa mengharapkan hal yang sama seperti Ashabul Kahfi kan...)

delapan, cerita tentang Jonggrang, tapi kenapa kok Jonggrang menempati sudut terkecil (jadi hantu jadi-jadian pula) dalam novel ini.

sembilan, aku orang Kristen... sama seperti latar belakang Data dan Elektra, tapi aku baru tahu tuh kalo Doa Bapa Kami bisa jadi doa tolak bala dan tolak segala setan hantu dan jin. ilmu agama dari mana itu?


well, setidaknya itulah 9 cacat yang aku catat dari Jonggrang-nya Bimo dan Gerry. dan... tentu tak berimbang kalo saya tidak memberikan komentar positif, kan? dan satu-satunya yang (menurut saya) menarik dari novel ini adalah ketika bercerita tentang "denting" (hal.35)

--------
"Cheers ya, Tra" Kataku sambil mengangkat gelasku dan menyentuhkannya ke gelas Elektra.
"Cheers. Buat cuti kamu ya, sayang." Jawab Elektra.
Kamipun kemudian meminum sedikit white wine yang kami pesan.
"Kamu tau kenapa ada tradisi saling menyentuhkan gelas kita masing-masing sampai ada bunyi ting?" Tanya Elektra.
"Nggak, kenapa?" Jawabku.
"Wine atau minuman beralkohol lainnya itu kan kita bisa lihat warnanya. Kita bisa mencium baunya. Tapi kita nggak bisa dengar suaranya. Jadi untuk menjadi lengkap kita harus saling menyentuhkan gelas kita sampe bunyi ting. Jadi ada suaranya kan?" Kata elektra menjelaskan kepadaku mengenai tradisi bersulang.
--------

dah cuma itu saja. FIN.
Profile Image for Truly.
2,765 reviews13 followers
November 28, 2009

Ratu Ida Sang Hyang Widhi.Titiang nunas pangampura pang banget seantukan titiang akeh sampun melaksana sane akon sane nenten manut ring dharma. Dumogi Ratu Betara suweca ring sikian titiang lan ngincen pangapura mangda leteh ring sikian titiang prasida kasucian

Angin kencang berhembus dari semua penjuru begitu Jongrang selesai mengucapkan kata-katanya. Perlahan-lahan ia berubah menjadi sosok aslinya cantik dan anggun.Angin pun mereda seiring perubahan dirinya.

Elektra dan Data sepasang kekasih yang hidup di kota metropolis. Dari pilihan lokasi untuk makan malam, pilihan menu, cara mengisi akhir pekan hingga topik yang sering dibicarakan,menunjukkan mereka berdua merupakan pasangan sukses dengan kehidupan mapan.

Data menghabiskan cutinya selama beberapa hari di Bali dan Yogyakarta. Di Yogyakarta, ia terpikat dengan kecantikan seorang wanita misterius yang belakangan diketahuinya bernama Jonggrang. Saat akhirnya berhasil berkenalan dan makan malam dengan Jonggrang, Data benar-benar tidak bisa melepaskan pikirannya dari sosok Jonggrang yang misterius.

Saat Jonggrang telah pergi, bau wangi melati campur wangi pisang masih sedikit tertinggal di area dimana Jonggrang duduk. Data mengambil gelas yang dipergunakan Jonggrang untuk minum. Di gelas itu masih tersimpan bekas lipstiknya.

Sejak itu,setiap malam sekitar pukul 23.00 suara kentungan akan terdengar ramai dari dalam lemari pakaian, tempat Data menyimpan gelas tersebut. Sekitar jam 03.00 suara gaduh itu akan terdengar lagi. Tidak hanya itu, selama beberapa hari Data selalu bangun kesiangan dengan kondisi yang letih dan lesu.

Tidak hanya itu saja! Suatu hati Data merasa bermimipi mengenai gempa. Saking kerasnya ia dapat merasakan kerasanya gempa itu sampai-sampai terbangun, dan mendapati kenyataan bahwa tempat tidurnya berguncang keras ....!Jadi bukan mimipi! Sementara itu ia bisa mendengar suara gaduh dari bunyi tumbukan padi serta mencium bau wangi melati dan pisang. Ia benar-benar tidak bisa bergerak. Semacam medan gravitasi yang sangat kuat yang menahannya untuk tetap berada di tempat tidur.

Menurut sahabatnya, ia mengalami Poltergeist. Poltergeist adalah gangguan spiritual yang sifatya mengganggu kehidupan manusia, sampai kadang-kadang melukai atau bahkan sampai membunuh. Asal katanya berasal dari Bahasa Jerman, yang artinya hantu yang membuat kegaduhan. Jenis-jenis gangguan kayak gini memang sifatnya membuat kegaduhan suara, barang-barang bergerak atau berpindah tempat sampai kadang-kadang menyakiti dan membunuh orang.

Suatu hari, tanpa sadar ia mengemudikan mobilnya menuju Yogyakarta untuk menemui Jonggrang, pujaan hatinya. Perubahan sikapnya itu disadari Elektra yang bergegas menyusulnya ke Yogyakarta dengan hanya berbekal cerita-cerita yang pernah diutarakan Data.

Di Yogyakarta, Elektra juga sempat membuang gelas yang ada bekas lipstik Jonggrang ke Sungai Opak. Dengan susah payah akhirnya Elektra bisa menemukan Data. Namun sikap Data seakan tidak mengenalnya.

Banyak hal aneh yang ditemui Elektra. Dipelataran candi, Elektra melihat sebuah kereta kencana berwarna hitam yang ditarik oleh enam ekor kuda hitam menembus pintu pagar besi yang tertutup rapat. Menurut petugas ronda, itu merupakan kereta kencana Putri Loro Jonggrang. Mereka yang melihat kereta itu lewat akan menundukkan kepala sebagai tanda menghormati. Dan Data terlihat duduk didalamnya!

Pesan Aksara dan Dewi, sepasang ahli pubakala muda, kenalan barunya berpesan agar jangan melawan dengan emosi,dendam ataupun kemarahan, namun lawan dengan cinta. Pesan itu benar-benar diingat Elektra. Itu juga yang menjadi kekuatan saat ia menghadapi Jonggrang dan pasukannya.

Novel ini dibuka dengan adegan peperangan yang sungguh luar biasa! Pelajaran sejarah saya hanya sampai pada peperangan antara Bandung Bondowoso dengan Prabu Boko lalu soal janji membuatkan 1000 candi. Tidak ada adegan pertempuran dan pembataian.

Terlihat sekali kalau novel ini dibuat oleh dua orang. Misalnya pada halaman 184, berisi pertemuan anatar Elektra dengan Gunawan sahabat Data. Ada dialog antara elektra dan Gunawan, ” Ngak apa-apa. Kamu mau minum apa?” Tanya Gunawan sambil memberikan cim pipi kiri kananku” Bukannya pipi kanan Elektra? Mungkin pada bagian ini dikerjakan oleh salah satu penulis yang mengambil porsi Elektra.

Biar bagaimana juga, novel ini memberi saya pengetahuan mengenai sejarah. Termasuk salah ketik di halaman belakang Kerajaan Pengging yang ditulis Peking, serta kesalahan penulisan tahun. Plus rasa penasaran, bukannya salah satu planet sudah dieliminasi yah...apa ya namanya kok jadi lupa!


Profile Image for Naili ^^.
43 reviews
June 8, 2022
Baca ini pas smp dan masih terngiang sampe sekarang
Profile Image for Bimo & Gerry Nimpuno.
2 reviews
March 9, 2010
Mungkin banyak yang penasaran kenapa kami sebagai penulis JONGGRANG membubuhi Akselerasi sebagai tokoh samar yang bergerak dari kesunyian dan kegelapan antariksa. Sekalipun hanya terkesan sepintas dan muncul hanya pada bagian awal dan akhir dari cerita ini, namun sebenarnya tokoh samar inilah justru yang mengandung penuh dengan inti filsafatnya. Simaklah, antariksa yang dingin, sunyi dan penuh dengan misteri kosmologis dan merupakan suatu ruang yang menampung milyaran benda-benda antariksa diantaranya Bumi kita sendiri. Sedangkan Bumi kita adalah salah satu keluarga dari Antariksa yang sangat kecil namun penuh warna corak kehidupan dari mulai perang dan saling membunuh, cinta dan bahkan terdapat satu ruang dimensi lain yang tidak di mengerti oleh penghuninya sendiri yang mana semua elemen jagat kecil itu tidak kalah misteriusnya dengan jagat besarnya itu sendiri yakni Sang Antariksa.
Seperti apa yang dikatakan oleh Steven Hawking bahwa semua unsur kehidupan di dunia ini saling terikat dan terkait dengan tali yang sangat halus dan tidak kasat mata (Theory Of Everything) dengan seluruh ciptaan Tuhan di ruang jagat raya yang teramat maha luas ini. Begitu juga seperti apa yang dikatakan didalam Serat Dewaruci.
Begitu kira-kira penjelasan dari kami mengenai keberadaan tokoh Akselerasi dalam buku JONGGRANG.
Sedangkan untuk susunan planet-planet anggota Tata Surya memang ada kekeliruan dan mis-edit. Yang benar bila dipandang dari barisan terluar Tata Surya adalah : Pluto (Saat ini sudah di eliminasi sebagai Planet), Neptunus, Uranus, Saturnus, Jupiter, Mars dan Bumi ( dan maasih ada dua planet berikutnya sebelum sampai ke Matahari yakni Venus dan Merkurius.). Hal ini sudah di ralat via Mbak Nita.

Salam,

Bimo&Gerry
Profile Image for Alexandra.
2,079 reviews123 followers
April 29, 2015
sumpah aku berharap banget sama isi cerita novel ini pas liat di salah satu os buku. udah lama mencari buku lokal dengan muatan legenda yang bener-bener bagus, dan joggrang dan bandawasa adalah faveku.

buku ini punya storyline yang terlalu sederhana dan seklise film horror indonesia. 60 persen halaman dipenuhi dengan adegan romance ala sinetron dari hero dan pacarnya.

pov yang tidak konsisten antara pov 1 org, pov 2 org ato pov 3 serba tahu. chemistri antara jonggrang dan datapun tidak tergali. mungkin contoh romansa ala serial mandarin siluman ular putih dan cerita yang menggambarkan kisah cinta 2 dunia bs lbh menggambarkan hubungan mereka dan jauh lebih terasa emosi nya.

legenda dan data real ttg prambanan sbg fakta history adalah satu-satunya hal menarik yang kubaca detail.

buku ini selesai dalam 2 jam, dan tidak membuatku bahagia dan puas.
Profile Image for Nita Taufik.
13 reviews28 followers
November 14, 2009
Perpaduan cerita sejarah dengan kondisi modern yang menarik...
Profile Image for Ramli C.
9 reviews4 followers
Read
December 15, 2009
asyik tentang pergumulan panjang benderang cinta
Profile Image for Ardin Makarim.
22 reviews6 followers
July 10, 2011
tidak banyak menceritakan kisah Roro Jonggrang itu sendiri. Agak kecewa sih. Soalnya yang diharapkan kan sejarahnya.
Profile Image for Mahfudz D..
Author 1 book21 followers
May 27, 2013
Novel ini cuma menang di cover doang.
Sori, Tema lokal yang diambil gak bisa ngedongkrak nilai novel ini...
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.