Using philosophical analysis, this book explores the construction of gender in Muslim societies and its implication to the constitution of the self. The root of the existing discourse of the hierarchical principle is examined as is the extent to which the process of human reproduction, especially the role of women in conception, contributes to an anti-egalitarian theory of gender. The author analyzes the theological, cultural and political apparatus of the masculine conception of femininity and seeks to unfold the process of the alienation of the self from a woman’s sense of individuality, agency, and autonomy. Incorporating traditional Islamic sources, Western feminist texts and Christian texts, Gender and Self in Islam seeks to restructure the contradictory claims of gender hierarchy and egalitarianism and elaborate an alternative set of interpretations that is friendly and inclusive of women.
Kebenaran Al-Qur'an bersifat absolut namun penafsirannya terikat pada diri manusia yang terbatas. Penafsiran dalil populer mengenai kedudukan wanita pun juga dipengaruhi oleh keterbatasan tersebut. Hal ini bisa dipengaruhi oleh banyak hal mulai dari latar belakang budaya, sosial, politik, dan lain sebagainya. Maka dari itu untuk memahami kedudukan perempuan perlu dilakukan penelaahan yang lebih mendalam atas sebuah penafsiran dan juga membandingkannya dengan tafsir-tafsir yang lain.
Judul Buku: Jati Diri Perempuan Dalam Islam (Saya coba search di goodreads, tapi tidak muncul). Finaly, selesai juga buku ini. Saya beri rating 4,5/5. Buku ini bagus banget! Bangga rasanya dapat membaca buku bertemakan kesetaraan gender dari salah satu profesor top di Amerika, dan juga berasal dari tanah sunda. Buku ini mengupas tuntas mengenai kesetaraan gender yang berbasis pada realita dan landasan penciptaan manusia. Bahasanya cenderung akademis dan juga komprehensif. Dengan keterbatasan pemahaman saya, terkadang harus coba untuk mengulang suatu frase untuk dapat betul2 memahami konteksnya. Ketika sudah paham, saya baru sadar betapa kayanya tulisan beliau, karena memang menggunakan filsafat sebagai metode penelitian gender dan jati diri dalam menghasilkan buku ini. Saya merekomendasi semua membaca buku ini terutama para muslimah dan juga muslim, karena pembahasannya yang begitu komprehensif mengaitkan pada seluruh aspek kehidupan (sosial, budaya, politik, pendidikan) maupun aktivitas sehari-hari.