Yaampun, ternyata ceritanya kelam dan berat. Capek mental bacanya haha.... Makanya ditunda dulu, gak mood baca beginian pas sakit, khawatir malah makin demam /heh
Ceritanya tentang cowok, udah mahasiswa, sering "dipakai" sama ayah tirinya sendiri sebagai pelampiasan stres dan karena mirip ibunya. Si tokoh utama ini juga sering "dipakai" sama kolega-kolega ayahnya (yang padahal ayahnya sendiri gak rela saking terobsesinya dia ke putranya ini). Terus, suatu malam si tokoh utama ini pulang naik taksi dalam keadaan mabuk dan baru ditidurin. Dibantu sama sopir taksinya meski si sopir kena tonjok sih wkwk. Enw, singkat cerita, si sopir taksi ini ternyata juga punya masa lalu kelam. Hadeeeehhhh.... Jadi dua-duanya kayak saling menjilat luka masing-masing? Tapi overall pace-nya enak, gak terasa terburu-buru. Penyelesaian konfliknya agak dramatis yang bikin terkejut-kejut, tapi saya rasa di kenyataan pun bisa terjadi sesuatu yang dramatis yang mengubah hidup seseorang--jadi kenapa di fiksi gak bisa? Tapi gegara ending yang seperti itu, saya jadi kepingin baca kelanjutan kisah mereka berdua. Soalnya kalau cuma segitu, rasa-rasanya ikatan mereka masih terlampau "tipis"? Ingin lihat mereka menjajaki hubungan dengan hati yang sama-sama rapuh itu perlahan-lahan. Duh, banyak mintanya elo, Gie!
Begitulah. Ini bacaan yang bagus. Klo di mood yang pas (saya gak nyaranin baca ini pas kalian lagi capek dan butuh istirahat, karena baca ini bikin capek mental lolol).
Pues, para ser tan cuestionable, no me generó mucho de nada. Ya este año he leído dos historias que tocan temas bastante fuertes y además son explícitamente abusivos, pero con un drama humano que te revuelve las emociones. Aquí ese factor está ausente.
Sí, estuvo fuerte, pero no me gustó el ritmo ni como se desarrolló, y la relación entre los protas me dejó bastante indiferente.
Lindo arte, expresivo, pero he leído mejores historias.