Jump to ratings and reviews
Rate this book

Iluminasi

Rate this book
Manusia, dengan kode genetik yang terus mengalami perkembangan unik dalam tubuhnya, berderap selangkah dengan pencarian makna kehidupan dan jati diri yang lebih mendalam. Perkembangan fisik, mendorong perkembangan spiritual dan juga sebaliknya. Karena itulah semakin tua bumi, maka semakin banyak manusia yang memiliki kekuatan-kekuatan dalam dirinya sendiri. Kekuatan tersebut didapatkan dengan menyatukan energi mereka dengan energi alam.
Kisah dalam Iluminasi adalah cerita sekumpulan manusia yang memiliki beragam kekuatan (power). Lakonnya adalah Ardhanareswari. Seorang perempuan introvert berusia 29 tahun yang sebenarnya menyimpan kekuatan mampu berpindah dimensi dan meramalkan masa depan. Kekuatan itu diteruskan secara generasi ke generasi dalam keluarganya, terbenam dalam jejak DNA dan dikekalkan sebuah pendulum warisan. Ia tak pernah tahu kekuatannya karena sang nenek, keluarga yang merawatnya tak pernah memberitahunya, demi keselamatannya. Hingga ia bertemu dengan Shaman, seorang pemuda yang menariknya berkenalan dengan kelompok White Light.
White Light adalah perkumpulan manusia yang ternyata memiliki kekuatan diri, mulai dari telepati, pyrokinesis, menguasai mesin, meniupkan angin dingin, hingga bergerak sangat cepat. Mereka terus berkelindan dan terkoneksi untuk menjawab pertanyaan tentang makna hidup di balik kekuatan yang mereka miliki. Ardhanareswari, telah ditakdirkan sebagai manusia istimewa yang mampu memberikan jawaban itu.
Tarik menarik terjadi ketika White Light harus menghadapi Pure Black, sebuah kelompok yang juga beranggotan manusia istimewa yang tidak berhenti ingin menggagalkan usaha White Light mencari jawaban. Karena Pure Black memang memiliki misi yang berbeda.
Ini menempatkan Ardhanareswari berada di antara Shaman dan Zero, ketua kelompok Pure Black. Ia berjalan tertatih-tatih, mengalami pencerahan dan transformasi spiritual dalam dirinya, sekaligus menanggung beban sebagai pemberi jawaban bagi kedua kelompok.
Novel ini tidak hanya bercerita tentang pergulatan baik dan jahat, hitam dan putih, tetapi juga filsafat hidup untuk apa kita lahir di dunia ini?

Ardhanareswari. Hidup dalam kesendirian sejak Omanya meninggal. Tak ada kawan dekat atau pun kerabat. Ia menghabiskan waktu di galeri lukis yang didedikasikan untuk Omanya. Dari tubuhnya menguar energi yang membuat banyak orang menyukainya. Bertahun-tahun ia berusaha mencari makna jati dirinya. Ketika ia sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, Ardhanareswari justru dihadapkan pada takdir yang telah ditorehkan di dahinya sejak ia lahir. Ia pun harus berani menghadapi kekuatan hitam dan putih. Meskipun semua takdir menyerbunya, Ardhanareswari harus di mana ia harus berdiri ketika takdir itu datang.
Manusia dengan kode genetik yang terus mengalami perkembangan unik dalam tubuhnya, berderap selangkah dengan pencarian makna kehidupan dan jati diri yang lebih mendalam. Kekuatan itu didapat dari penyatuan energi tubuh dengan energi alam.

Novel ini bercerita tentang sekumpulan manusia yang memiliki beragam kekuatan. Ardhanareswari, perempuan introvert menyimpan kekuatan yang diteruskan dari generasi ke generasi dalam keluarganya, terbenam dalam jejak DNA dan dikekalkan dalam sebuah pendulum warisan. Ia tak pernah tahu “kekuatannya” itu karena keluarga yang merawatnya tak pernah memberitahunya. Hingga ia bertemu Shaman, pemuda yang mengajaknya berkenalan dengan kelompok White Light (perkumpulan manusia yang memiliki kekuatan diri—telepati’ pyrokinesis, menguasai mesin, meniupkan angin dingin, hingga bergerak sangat cepat). Mereka berkelindan dan terkoneksi untuk menjawab pertanyaan tentang makna hidup di balik kekuatan yang mereka miliki. Ardhanareswari, ditakdirkan sebagai manusia istimewa yang mampu memberikan jawaban itu...
Ardhanareswari, White Light, dan Pure Black bertemu dalam konflik panjang yang tidak pernah berhenti. Tetapi takdir tetap harus dijalani.

“Novel ini bukan hanya mengeksplor realitas cerita yang begitu liat gamit-menggamit antara konflik tokoh, ketegangan suasana, kerumitan motif, dan penjelajahan spiritual; namun juga memberi wadah olah imaji bagi pembacanya. Membahasakan persoalan fisika-metafisika, lompatan kuantum, linga sarira, pecat-sukma yang rumit dideskripsikan dalam bahasa awam (ordinary); namun dengan cerdas (didukung kekayaan terminologi, perlambangan, dan tuturan bahasa yang cantik) penulis mampu menjerat rasa penasaran pembaca dari awal hingga akhir cerita. Menurut saya, novel ini tak cukup berhenti di “iluminasi” saja, masih diperlukan “eksplorasi” berikutnya.” (Darminto M. Sudarmo, penulis, wartawan, dan peminat seni humor)

“Novel Iluminasi akan membawa Anda pada suatu penjelajahan dan perenungan tentang dimensi lain dari eksistensi manusia, lewat kisah seru manusia unordinary. Mungkin saja Anda adalah bagian dari mereka... Who knows? Temukan jawabnya dalam novel ini.” (F.X. Rudy Gunawan, penulis novel)

444 pages, Paperback

First published January 1, 2009

2 people are currently reading
45 people want to read

About the author

Lisa Febriyanti

1 book14 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (27%)
4 stars
8 (27%)
3 stars
10 (34%)
2 stars
2 (6%)
1 star
1 (3%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Truly.
2,768 reviews13 followers
April 4, 2010
Jika kau mendengarkan suara alam, kau akan tahu tentang kehidupanmu. Kau akan menyadari jati dirimu

Perempuan itu sudah tidak lagi ordinary!


Hidup memang penuh dengan pilihan. Kemana kita akan melangkah tergantung pada pilihan kita di awal perjalanan. Ardhanareswari, biasa dipanggil Ar, memang tidak bisa memilih dari mana ia berasal. Ia tidak bisa memilih untuk menerima atau menolak kelebihan yang dimilikinya. Ia tidak bisa menolak atau meminta untuk menjadi istimewa, menjadi tidak ordinary.

Ordinary adalah manusia yang tertidur di tengah realitas dan rutinitas yang mereka jalani. Setiap ordinary membutuhkan sebuah pematik untuk mengetahui jati dirinya. Untuk Ar, pendulum warisan Oma Amara adalah pematiknya.

Pendulum warisan Oma Amara dianggap merupakan kunci guna membuka portal bagi evolusi manusia istimewa di masa depan. Sementara Ar belum sepenuhnya memahami keistimewaan dirinya, ada dua kelompok manusia istimewa yang memperebutkan perhatiannya.

Kelebihannya melekat menjadi DNA dalam kehidupannya. Ia hanya bisa memilih untuk menjadi bagian dari White Light atau Pure Black. Memilih untuk membantu mempercepat evolusi manusia super atau membiarkannya terjadi dengan sendirinya. Tidak ada yang tahu kapan waktu yang tepat. Sensornya adalah Ar, peraba di masa depan. Instuisi Ar akan bekerja menjawab keputusan apa yang akan dilakukannya dengan keisitmewaannya.

Selain bingung menghadapi sikap White Light yang menekannya serta sikap Pure Black yang merendah memohon, Ar juga dihadapkan akan kebimbangan hatinya. Haruskah ia memilih Shaman, yang memiliki sepasang bola mata hitam berkilat sekaligus kelam. Berwajah kaku dan beku dengan kulit putih bersih.Tinggi 170 dan berpostur ceking. Mengendarai Scuderia Spider Ferari . Atau Zero yang justru bertolak belakang dengan Shaman. Zero merupakan sosok konvensional dengan pembawaan yang membumi. Matanya yang teduh menawarkan sebuah kedamaian

Buku ini juga mengetengahkan aneka manusia istimewa seperti Black Bird manusia yang memiliki sayap dan Jack yang mampu terbang. Abistha yang mampu menghasilkan angin, Astro si tangan seribu dan Speedy yang mampu menggerakan seluruh tubuhnya dengan cepat. Ada Cora yang memiliki kemampuan absorsi hanya dengan menyentuhkan tangannya. Dewandaru yang bisa berubah menjadi apapun juga. Masih banyak tokoh unik lainnya. Manusia super ini mengingatkan saya pada Film X-Man, film tentang para mutan yang tergabung dalam dua kelompok.

Lisa Febriyanti meramu dengan apik pertempuran antara kedua kubu. Sesuai dengan perkembangan jaman, genjatan senjata dilakukan dengan cara yang moderen. Pertempuran dilakukan secara terbuka dengan adu kekuatan diantara kedua kelompok. Masing-masing kelompok mengirim anggotanya untuk adu kekuatan satu lawan satu. Andai buku ini dijadikan film,pasti spesial efeknya sungguh menakjudkan!

Selain disuguhi kisah sepak terjang aneka manusia istimewa, saya juga mendapatkan pengetahuan mengenai makanan. Apa yang kita makan mempengaruhi galiat jiwa kita. Saat makan berarti kita mengambil enegi dari bahan makanan itu. Tumbuhan membawa serta energi yang berisi nutrisi, pertumbuhan dan reporduksi. Sementara hewan menyimpan energi hasrat, perspektif dan sense. Juga aneka macam teh serta manfaatnya.

Membaca buku ini, membuat saya merasa kian "kaya" dengan aneka kata baru. Kalimat-kalimat yang ditulis sering menggunakan kata-kata yang kurang akrab di telinga saya yang bukan penggiat sastra. Misalnya kata "Merepih" dan "Ripuh" Namun jika dibaca sebagai sebuah rangkaian kalimat serasa indah, walau sejujurnya saya masih beraba-raba apa artinya yang pas.

Keunikan lain dari buku yang terdiri dari 14 bab ini adalah gambar ilustrasi yang ada di awal bab serta kalimat yang ada dibawahnya. Kalimat-kalimat tersebut seakan saripati dari isi bab tersebut. Misalnya pada bab Khatimah, yang tertulis dibawah ilustrasi adalah kalimat, " Tidak akan pernah ada akhir. Karena setiap akhir adalah awal" Cocok untuk menandakan ini adalah bab terakhir dan mungkin akan ada buku selanjutnya, siapa yang tahu.

Sedangkan bicara mengenai kekurangan, saya hanya menemukan kekurangan yang sama seperti buku kakilangit yang terdahulu,pemenggalan kalimat yang tidak pada tempatnya. Serta penulisan sinopsis di halaman belakang yang kurang begitu terbaca karena tertumpuk dengan cover.

Tapi secara keseluruhan, saya menyukai buku ini, yang menurut pengarangnya hanya dibuat dalam waktu yang sangat singkat.
Profile Image for Yuli.
15 reviews3 followers
December 23, 2009
Sebagai pecinta genre paranormal, urban fantasy & teman-temannya, saya langsung tertarik dengan buku ini. Pada awal membaca, saya pikir ceritanya rada-rada miriplah seperti x-men, tapi ternyata nggak sama kok. Plotnya nggak rumit tapi cukup menarik dengan cara bertutur yang indah. Ceritanya menghibur sekaligus memberi pesan spiritual dan pengetahuan tentang hal-hal seperti lompatan kuantum, dimensi yang berlapis-lapis, dsb. Salut dengan risetnya! Dan saya juga puas dengan ending ceritanya.

Tetapi, kalau boleh saya mengkritik satu-dua hal (boleh ya boleh? hehehe), saya merasa kisah romance yang disisipkan ke dalamnya agak sedikit dipaksa. Untuk waktu yang sekian pendek sejak mereka bertemu (berhari-hari saja bukan?), masak 3 orang langsung jatuh cinta (spoiler, maaf!) sama tokoh utama? Infatuation/having a crush, maybe, but falling in love? Kedua, walaupun saya bisa membedakan karakter masing-masing tokoh, tapi mereka sering berbicara dalam "bahasa" yang sama, jadi tidak kelihatan perbedaannya saat mereka berbicara. Ketiga, adegan pertempuran seharusnya bisa dibuat lebih seru lagi, dan yang terakhir, saya agak geli dengan beberapa nama mereka (shaman, speedy, zero, black bird, dsb). Itu aja sih, nggak banyak kan?

But overall, I really like this novel and am definitely waiting for the author's next work! :D
Profile Image for F.A. Purawan.
Author 3 books21 followers
December 30, 2009
Basic setting sangat mirip dengan serial Heroes (kemungkinan terinspirasi sangat besar di sini), terutama pada jenis-jenis kekuatan istimewa yang dimiliki serta sebab musabab kekuatan itu dimiliki seseorang, yaitu dari kode genetik. Penulis memberi perluasan pada konsepnya, bahwa kekuatan ekstra itu sesungguhnya dimiliki oleh semua orang, dan akan bangkit apabila terjadi suatu proses pencerahan (iluminasi).

Pengaruh lainnya kayaknya datang dari pandangan new age spirituals, terutama dari serial celestine Phropecies.

Sebetulnya secara basic setting dan pengolahan alur, buku ini sangat saya nikmati, termasuk model-model action pertarungan antara kelompok White Light vs Pure Black, serta kemampuan pengarang mengolah issue spiritual yang 'high level' buat saya. Namun satu kekurangan yang menyebabkan saya sulit memberikan satu bintang lagi, yaitu penggunaan gaya bahasa yang cenderung kurang komunikatif. Dalam pandangan saya, penulis terlampau banyak menggunakan (merevitalisasi, sesungguhnya) kosa-kata yang jarang terpakai, sehingga teks novel ini terasa berjarak, setidaknya bagi saya.

Review lebih fokus akan saya tuangkan di fikfanindo. Meanwhile, selamat mbak Lisa, it's a well recommended read buat yang suka spiritualisme modern :)

Salam

FA Pur
Profile Image for Luz Balthasaar.
87 reviews69 followers
January 19, 2010
Buku ini mengusung konsep yang 'tinggi', yaitu pencerahan spiritual dengan cara meningkatkan energi untuk membangunkan potensi yang sudah ada di dalam DNA manusia. Kalau diibaratin lumpia, ini adalah X-Men dengan bumbu Celestine Prophecy dan kulit Heroes.

Sebetulnya menarik. Namun, konflik spiritual yang disajikan novel ini kurang dalam untuk membuatku tergerak merenung. Elemen-elemen spiritualnya hanya berupa baris-baris penjelasan tentang vibrasi, energi, dan pencapaian spiritual, plus teori relativitas, yang sudah sering dipakai di banyak literatur sains-fiksi dan new age.

Porsi utama konflik justru diberikan pada masalah cinta segibanyak dan kecemburuan yang hampir ke-ABG-ABG-an. Ditambah satu narasi tentang ciuman yang --maaf-- sedikit picisan dalam pendapatku, aku rasanya agak berat kalau mau bilang "menyukai" buku yang barangkali bagus ini...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Syafruddin.
10 reviews17 followers
November 24, 2009
I really love and value this novel. Lisa Febriyanti membuktikan kekuatan imajinasi dan pencerahan spiritualnya lewat novel Iluminasi, dalam menembus ruang dan waktu...
Profile Image for Fanny Roswita Ria.
582 reviews10 followers
June 22, 2011
I'm so happy,,baca buku ini menjadi pengalaman yang baru. bagaimana seorang Lisa Febriyanti menggambarkan manusia sebagai ordinary dan extraordinary. Alur ceritanya yang berlatarbelakangkan imajinasi campur sentuhan fisika membuat gue bertanya apakah benar manusia mengalami fase waking sleep. Istilah-istilah yang digunakan pengarang pun lebih ke baku karena amat sangat jarang sekali gue mendengar kata jumawa, lindap, dan sebagainya.

Dari novel ini gue menyimpulkan kalo Socrates, Aritoteles ataupun buku filsafat lainnya gue baca bakal bisa ketiduran karena begitu banyak istilah. Dimensi, momentum, relativitas,,hahahahaha,,berharap ada buku lanjutannya agar kita tahu White Light dan Pure Black bisa sinkron utk masa depan:-)
Profile Image for Calvin.
Author 4 books154 followers
December 15, 2011
2/3 buku ini isinya drama sinetron. Konflik yang terjadi antara Shaman dan Zero, dua love interest sang tokoh utama (Ar) terjadi karena ini. Plot tersusun dengan sangat rapi, klimaks novel ini juga lumayan epic dan membuat saya bisa memaafkan segala unsur sinetron yang terjadi di sepanjang buku.

Pengarang juga melakukan penelitian dengan baik pada topik-topik dalam novel ini (evolusi DNA, enlightenment, string theory, etc) sehingga setting urban fantasy di novel ini sangat believeable.

Ada penggunaan istilah bahasa inggris, tapi masih pada kadar yang bisa dimaklumi (untunglah tidak ada penggunaan nama2 jurus).

Secara keseluruhan, saya cukup enjoy novel ini dan cukup bisa merekomendasikannya pada pembaca lain yang mencari tema urban fantasy.
Profile Image for NRifa.
10 reviews
June 21, 2012
Membacanya agak kilat, karena menyenangkan, otak kita dibuat hanyut dengan karakter yang muncul dalam novel Iluminasi karya Lisa Febriyanti ini, merasa jadi salah satu tokoh, dan tidak mau berhenti bacanya hehehe, pokoknya seru, membayangakan jika novel ini dibuat komik mungkin lebih asyik karena bisa melihat atraksi atraksi tokoh tokoh di dalamnya, atau dibuat film animasi pasti Naruto kalah deh .. :)
Profile Image for Astari Ramadhanti.
3 reviews
March 4, 2015
ceritanya hampir mirip sm the mortal instrument -city of bones- yaa..
perbedaan orang" spesial/istimewa, mundane/ordinary, gadis biasa yang kini ternyata punya kekuatan istimewa dan jatuh cinta dengan pemuda yg menemukan jati dirinya..
Tapi overall ceritanya cantik, pilihan kata-kata kak febri juga cantik :3
sebuah cerita fantasy yang memberikan pesan emosional spiritual yang kuat..
Jadi kepengen menyerap energi dari alam biar punya keistimewaan sendiri... hehe
1 review
January 10, 2010
Saya belum membacanya sih!!!
cuma saya ingin bertanya bagi yang tinggal di Surabaya...
ditoko buku mana saya dapat membeli novel Iluminasi ini karena saya benar-benar tertarik untuk membacanya...
mohon bantuannya..
karena saya suda mencari-cari di gramedia tapi tidak ada....
Saya benar ingin membacanya...
Profile Image for Sari Nursita.
24 reviews2 followers
December 27, 2010
Kereeeen :D :D sy suka cerita ttg manusia yg punya super power (kayak serial Heroes gitu lho). Salah satu cerita yg sering sy tulis (just for fun, not published) juga setting nya mirip buku ini, jadi sempet ngayal wah kalo di merge aja gimana :)) jadi fanfiction dong? Anyway, salah satu yg sy suka dari buku ini adalah bahasanya yg indah/hampir puitis, tanpa sulit dimengerti.
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.