Subjek: Federic Sawa alias Eric. Terlahir sebagai pangeran kegelapan, pewaris takhta Kaerajaan Setan Malvera. Tertangkap basah melakukan dosa terbesar kaum setan: berbuat baik. Dihukum turun ke bumi. Tugasnya mendapatkan nyawa cewek remaja, tapi harus dengan kesukarelaan cewek itu.
Target: Alexandra Alfarez, lebih sering disapa Alex, 15 tahun. Hobi naik motor sport dan ikut balapan liar. Jengkel dengan hidupnya yang menyebalkan. Nggak punya Papa dan kerjanya ribut terus sama Mama. Di sekolah dia nggak dianggap penting oleh siapa pun, termasuk sama Kian, cowok gebetannya.
Situasi: Alex berhasil dibujuk Eric nandatanganin kontrak kematiannya dengan imbalan tiga permintaan. Tapi ada satu kesalahan kecil yang luput dari perhatian Eric. Satu kesalahan yang mengancam kesuksesan misinya. Kesalahan yang bisa membatalkan kontrak kematian dan membuat Alex mendapatkan kembali hidupnya...
Sebenernya bintang 2,5 sih.. tapi saya lebih memilih untuk mengklik bintang 2 dibandingkan 3 karena banyaknya minus dalam novel ini wk.
Alex's Wish bercerita tentang Alexa alias Alex yang benci dengan hidupnya karena menurutnya ia tidak pernah merasakan bahagia.
Alex adalah gadis tomboy yang suka menggunakan motor (yang sepertinya Kawasaki Ninja) untuk balap liar. Dia memiliki sahabat bernama Mimi dan Elmo. Di sekolah Alex dan kedua sahabatnya kerap dicap aneh dan tak terlihat. Dia benci sekolah, selain karena dikucilkan teman-temannya, dia juga sering kali bertengkar dengan seorang cowok bernama Kian.
Di rumahnyapun, Alex merasa tidak senang karena selalu dimarahi oleh Mamanya. Selain itu, dia juga merasa sendirian karena Rian, kakaknya kost dan jauh dari rumah. Ditambah lagi dengan perceraian orang tuanya beberapa tahun lalu membuat Alexa merasa sangat terpuruk.
Kian adalah saingan Alex dalam bidang balap. Dia cowok yang keren, tampan, jago basket, cool dan banyak disukai cewek. Yes, basic character of teenlit actually. Alex manyukai Kian walaupun mereka sering adu mulut. Tapi Kian yang yang populer hampir tidak pernah melirik Alex.
Disisi lain ada Federic Sawa alias Eric, sang pangeran kegelapan, calon penerus tahta kerajaan setan bernama Malvera. Dia dihukum turun ke bumi karena kedapatan berbuat kebaikan dan menyimpan bunga pemberian manusia.
Eric ditugaskan untuk mempengaruhi Alex agar mau menandatangani kontrak kematian dengan cara memenuhi 3 keinginan gadis tersebut.
Lalu apakah Alex mau menandatangani kontrak itu agar bisa hidup bahagian selama 30 hari sebelum kematiannya?
Bagi saya pribadi ide ceritanya cukup bagus. Hanya saja eksekusi dan penjabaran masalahnya yang kurang ditambah dengan narasi yang cukup berantakan membuat ide cerita di novel ini jadi terasa sia-sia.
Apalagi di bab-bab awal, gemes saya tuh bacanya. Bahasa campur aduk, pengulangan kata dimana-mana. Untungnya makin kesini ceritanya makin menarik. Tapi tetep aja sih banyak banget hal nggak masuk akalnya. Plot hole dimana-mana. Walaupun saya tau ini genre fantasi tapi otak saya susah nerimanya.
- Kecelakaan parah, koma 2 hari, begitu bangun, besoknya sekolah.
- Eric turun ke bumi tepat pada saat Alexa kecelakaan, tapi dihari itu juga dia menyamar menjadi murid baru di sekolah Alexa. Terus kapan daftarnya?? Ngurus surat-suratnya? Dia baru ke bumi hari itu juga!
- Alex yang dekil, kusam dan berdebu tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik yang glowing, shining, shimmering, splandid hanya dalam hitungan hari! Sumpah skin carenya apa?? Kusam itu susah loh cerahinnya T,T
Oke, oke sabar ini fantasi (bayangkan lagi nonton drakor)
Ya intinya begitulah. Dibilang suka juga engga, dibilang engga juga suka. Mungkin saya lebih tertarik ke ide ceritanya sih yang cukup out of the box. Selebihnya biasa aja, cenderung kurang. :)
Oh iya satu lagi, tokoh utama prianya tidak ada yang menonjol sama sekali! Baik Kian maupun Eric mereka hanya dijelaskan seadanya.
Reaksi waktu baca blurb: Federic Sawa siapanya Devon Sawa? 🤔😁
Berhubung iPusnas versi baru kurang ramah buat cari buku random, sekarang cara saya adalah mengetik kata acak di kolom pencarian dan pilih satu/beberapa buku dari hasilnya. Waktu saya ketik kata 'wish', ternyata saya dapat buku ini.
Mengusung premis yang high concept ditambah penulisan yang rapi, Alex's Wish cukup menghibur saya saat kurang enak badan begini, dan berhasil membuat saya menamatkannya. Faustian bargain but make it teenlit? I'm sold. Dua tokoh utamanya, Alex dan Eric, punya ciri khas yang bikin saya penasaran gimana interaksi mereka selanjutnya. Saya juga senang bahwa alih-alih cinta-cintaan (biasanya ada aja cerita serupa yang makhluk gaibnya jatuh cinta ke manusia), perkembangan karakter Alex-lah yang jadi fokus cerita.
Meski ada unsur fantasi urbannya, melihat jumlah halamannya yang sedikit, sudah bisa diprediksi fantasinya bakal sangat ringan. Namun, ke-fantasi-an yang ditanam di awal berkembang dengan baik. Apalagi ada tokoh kayak Slash wkwk. Di sini Eric suka dengerin musik semacam Korn, tapi jadinya kayak musik rock itu musik kesukaan setan nggak, sih 😭 nggak ding, kan Eric [redacted].
Akhirnya tersimpulkan dengan puas buat saya pribadi. Nggak ada plot twist, tapi kita pembaca dapat pengalaman kita-tahu-tapi-si-tokoh-belum-tahu (lupa istilahnya apa) yang buat saya pribadi lagi, juga sama menyenangkannya. Cukup cepat menyelesaikan ini, tapi jujur saya pengin berlama-lama, pengin lebih merasakan galaunya Alex yang tahu kapan akan mati sementara masih banyak di dirinya yang belum selesai, dan Eric yang harus lulus ujian meski hatinya berkata sebaliknya. Waktu Alex dan cowok yang disukainya, Kian, jalan bareng, tulisannya literally "Nggak lama kemudian mereka berciuman." Kayak, kapan deg-degannya? Mana tatap-tatapannya? Rasanya gimana?
Di awal ada informasi tentang unsur fantasinya yang lumayan panjang, tapi kalau mau diskip/skim juga nggak apa-apa, karena saya skimming dan masih paham ke sananya. Paling di nama kerajaannya.
Kayaknya cowok yang ada di kover itu Kian ya, bukan Eric, soalnya Eric pasti pakai kacamata silver. Sengaja mengecoh? Hehe.
Hidup adalah hal terkompleks di dunia. Hidup memiliki banyak sisi. Hidup kadang terasa menyenangkan, tetapi bisa juga terasa menyedihkan. Bisa terasa memuakkan, tetapi ternyata sangat berharga. Apa sih arti hidup itu sebenarnya?
Salah satu novel yang berjudul Alex’s Wish ini mengungkapkan makna hidup yang sesungguhnya. Novel ini menceritakan tentang Federic Sawa yang merupakan pewaris takhta kerajaan setan, tetapi tertuduh melakukan perbuatan baik yang terlarang di kerajaannya. Ayahnya yang awalnya merupakan pewaris takhta menikah dengan seorang malaikat dan memilih tinggal di kerajaan malaikat. Karena itulah takhta kerajaan setan diwariskan ke anaknya, Eric. Karena memiliki darah malaikat di tubuhnya, ia diragukan sebagai penerus kerajaan setan.
Karena itu, Eric turun ke bumi untuk menjalankan ujian. Ia ditugaskan untuk mendapatkan nyawa seorang gadis bernama Alexandra Alfarez. Demi menyelesaikan tugasnya itu, Eric menawarkan tiga permintaan untuk Alex sebagai ganti nyawanya.
Alex, yang merasa hidupnya memuakkan, menerima tawaran itu. Mereka mengira semuanya akan berakhir dengan mulus. Namun, nyatanya, tidak berakhir sesuai rencana. Eric menemukan jati dirinya yang asli, dan Alex baru memahami arti hidup yang sebenarnya.
Novel ini menggunakan bahasa sehari-hari sehingga mudah diserap dan sesuai dengan sasarannya, yaitu para remaja. Novel ini menggabungkan dua dunia, yaitu dunia nyata/realita dan dunia maya/fantasi. Kedua dunia yang sangat berbeda itu dapat dikombinasi dengan baik oleh penulis.
Watak tokoh yang dipaparkan juga konsisten, dimana seorang setan haruslah menjunjung tinggi nilai-nilai yang buruk, lalu gadis popular di sekolah haruslah cantik, kaya, angkuh, dan suka berhura-hura. Watak-watak tersebut membuat tokoh-tokohnya hidup dan terasa nyata.
Novel ini juga sarat akan pesan moral, mengenai persahabatan, cinta, keluarga, dan nilai-nilai hidup lainnya. Kita harus menghargai hidup kita. Walaupun hidup ini kadang terasa menjengkelkan, kita harus belajar melihat sisi positifnya dan mensyukurinya, ‘cause you don’t know what you got until it’s gone. Kita baru menyadari dan menyayangkan segala hal yang kita miliki ketika segalanya itu akan hilang. Jangan sampai kita menyesal di akhir.
Alurnya cukup menarik. Walaupun ada beberapa adegan yang terkesan sia-sia atau tidak perlu, namun nyatanya setiap adegan yang diciptakan saling berkaitan satu sama lain dan bahu-membahu membentuk satu cerita yang utuh.
Pemberian informasinya sedikit menumpuk di awal, namun kemudian penulis berhasil memunculkan beberapa rahasia yang membangkitkan rasa penasaran pembaca, yang kemudian disingkap di bab berikutnya.
Namun, ada beberapa hal yang dapat ditebak pembaca, membuat ceritanya agak membosankan. Selain itu, penjelasan/deskripsi yang diberikan sedikit berlebihan, artinya, penulis menjelaskan hal-hal yang sudah diketahui pembaca dan terkadang mengulang-ulang suatu informasi, sehingga dapat membuat pembaca merasa jemu.
Above it all, novel ini memberikan banyak pelajaran bagi para pembacanya. Novel ini memaparkan berbagai nilai hidup yang sering terlupakan oleh masyarakat. Selain itu, novel ini menyingkap makna hidup yang sesungguhnya. Novel ini memang lebih ditujukan kepada para remaja, mengingat genrenya, yaitu teenlit, tetapi bukan berarti pembaca dewasa tidak boleh membacanya. Saya rasa novel ini cocok untuk semua kalangan, karena pesan moral yang disampaikannya sangat berarti (:
Judul: Alex's Wish Penulis: Elcy Anastasia Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Halaman: 200 halaman Terbitan: Februari 2009
Federic Sawa, alias Eric, adalah pangeran kegelapan yang akan menjadi raja kegelapan selanjutnya. Hanya saja ada gosip yang mengatakan bahwa dia berhati malaikat dan bahkan menolong seorang anak kecil yang nyaris kecelakaan. Anak kecil itu lalu memberikannya bunga dan Eric menyimpan bunga itu. Gosip itu membuat Eric menjalani ujian kelayakan. Dia harus turun ke bumi dan memperoleh nyawa seorang gadis. Hanya saja gadis itu harus secara sukarela menandatangani kontrak kematiannya.
Alexandra Alfarez, alias Alex, adalah seorang gadis 15 tahun yang merasa bahwa hidupnya menyebalkan. Dia tidak tahu ayahnya di mana dan dia terus-terusan bertengkar dengan ibunya. Di sekolah dia tidak dianggap, bahkan oleh gebetannya, Kian.
Eric mencoba membujuk Alex untuk menandatangani perjanjian dengannya. Alex akan memperoleh tiga permintaan, tapi dia akan mati dalam waktu 30 hari sesudahnya. Alex menyetujui kontrak itu. Apakah yang akan terjadi dengan kehidupan Alex sesudahnya? Benarkah dia akan memperoleh kebahagiaan yang dia inginkan dalam 30 hari itu?
Review
Secara mengejutkan novel ini cukup bagus. Di bagian awal saya merasa novel ini bakalan gawat ke belakangnya. Ternyata saya keliru. Novel ini, untungnya, membaik di bagian belakang.
Narasi jadi poin terlemah novel ini. Khususnya di bagian depan, narasinya terasa berantakan. Rasanya kadang ada bagian yang hilang atau lepas, sehingga saya kadang terpatah-patah dalam membaca narasinya. Selain itu penggunaan kata 'nggak' dan 'kalo' dalam narasi di bab-bab awal jga cukup mengganggu buat saya.
Ide ceritanya sebenarnya lumayan bagus. Agak mengingatkan saya sama salah satu film yang menceritakan seorang setan wanita yang memberikan perjanjian pada seorang pria. Si pria bisa mengajukan beberapa permintaan (lupa berapa, tapi kayaknya lebih dari 3), tapi sebagai gantinya jiwa pria itu akan jadi miliknya. Cuma bedanya kalau di situ permintaannya selalu kacau, di sini terpenuhi.
Perjalanannya Alex menarik untuk diikuti. Kontemplasinya setelah menerima permintaan-permintaannya masuk akal dan cocok untuk disajikan bagi remaja.
Satu hal yang saya sayangkan sih soal permintaan yang tidak terpenuhi. Satu permintaan itu menjadi tanda tanya besar buat saya. Apa permintaan yang soal gebetannya yang tidak terpenuhi? Kalau pun iya, kenapa tidak terpenuhi? Tidak sengaja tidak terpenuhi, atau sengaja tidak Eric kabulkan? Ataukah saya melewatkan sesuatu? Hmm...
Aku kurang sreg dg covernya, tp brhubung pas bc sinopsisnya dan kedengarannya mnarik, jd kuambil jg akhirnya.
Agak sulit msk ke dalam crita. Latarnya yeah, msh kurang. Alurnya bisa dibilang agk lumayan, walaupun ada bbrapa kjadian yg membingungkan. Intinya, aku nggak mrasakan apa yg ada di buku ini. Yah, mungkin pendapat orng beda2, tp ini bukan seleraku saja. Font-nya bagus dan enak dibaca. Tutur bahasanya lumayan. Tp, aku gak bisa masuk ke alurnya.
Alex itu kepangjangannya Alexandra, cuma dipanggil Alex. Maco kan? naik motor gede pula! Penulis nyeritain tentang surga nerakanya aneh, jadi kerasa biasa aja. Daaann aneh pokoknya. hehepis. Tapi pas udah ke bumi lumayan asyik lah, suka sama Eric (fyi, dia ini setan)yang sebenernya punya hati malaikat. Kirain antara kisah cinta mereka tapi ternyata tidak. Tapi tetep bagus sih, terus masalah temennya juga, terus masalah ortunya. Cuma ya itu, aneh di bagian nerakanya, cara ngobrol pas kena hukuman juga._.
sudah lama banget nggak baca buku ini, pertama kali baca waktu masih kelas 1 SMP (5 tahun yg lalu) dan langsung jatuh cinta sama buku ini, mungkin karena waktu itu belum terlalu kuat Passion baca nya dan jarang baca cerita semacam ini jadinya langsung kesemsem banget sama ceritanya.
berencana untuk baca ulang, tapi berhubung buku ini punya teman jadi rencananya di tunda aja dulu, mau tau gimana reaksi baca ini lagi, masih tetap cinta atau bekurang sedikit, entahlah, tapi untuk sekarang sensasinya masih bertahan dan dengan sukarela ngasih 5 bintang :)
awalnya alex memang anak nakal, bukan anak nakal. tapi dia anak yang suka memberontak. sampai dia bertemu dengan eric, pangeran kegelapan yang merupakan keturunan setan dan malaikat. alex rela menukar waktu hidupnya untuk 3 permintaan yang ditawarkan eric. namun hanya 2 permintaan yang ia mohon. sampai pada batas waktunya, alex akhirnya menyadari apa yang ia lakukan itu salah, dan ia meminta 1 permintaan untuk mamanya. hal itu menyebabkan eric gagal menjalani tugasnya dan ia harus kembali ke negerinya sebagai malaikat.
Buku ini berhasil membuat saya jatuh cinta. Penulis berhasil membuat perasaan saya campur aduk. menceritakan gadis yang sangat menyukai sepeda motor, berantakan dan akhirnya menginginkan kepopuleran. tanpa disadari semua yang dia ingini sudah ada didepan mata. namun dia tidak menyadarinya. novel ini membuat saya mengerti banyak hal
Sebenarnya, cerita yang diangkat novel ini lumayan menarik. Akan tetapi, eksekusinya menurut saya kurang pas. Saya kurang setuju dengan akhirnya, perubahan Alex pun terkesan terburu-buru dan permintaannya terlalu cheesy. Saya jadi kurang menikmati cerita ini.