Charles Perrault was a French author who laid foundations for a new literary genre, the fairy tale, and whose best known tales, offered as if they were pre-existing folk tales, include: Little Red Riding Hood, Sleeping Beauty, Puss in Boots, Cinderella, Bluebeard, Hop o' My Thumb), Diamonds and Toads, Patient Griselda, The Ridiculous Wishes...
Perrault's most famous stories are still in print today and have been made into operas, ballets (e.g., Tchaikovsky's Sleeping Beauty), plays, musicals, and films, both live-action and animation.
The Brothers Grimm retold their own versions of some of Perrault's fairy tales.
Dongeng-dongeng asli dari pengarang Eropa zaman dahulu rata-rata terkesan suram bahkan kadang agak sadis. Di sini kita akan membaca dan mengetahui akhir asli dari cerita klasik macam 'Si Tudung Merah' dll.
Hal yang paling saya sukai dari buku-buku dongeng jadul adalah ilustrasinya yang indah dan detail karena benar-benar dilukis dengan tangan. Gambar-gambarnya juga diberi ruang yang luas namun seimbang dengan paragraf penceritaannya.
Semoga saya berhasil 'hunting' buku 'Kumpulan Dongeng Perrault Buku Kedua' serta buku-buku dongeng klasik terbitan jadul lainnya. Aamiiin 😊
Mumpung #dirumahaja, sambil nemenin anak bermain. Mari kita buka timbunan lama yang belum sempat terbaca. Pilihan acak, jatuh pada Kumpulan Dongeng Perrault 1. Sebenarnya ada juga buku lanjutannya Kumpulan Dongeng Perrault 2. Tapi berhubung koleksi buku yang kedua masih di rumah ortu, jadi belum sempat terbaca.
Buku ini memang terdiri dari beberapa cerita dongeng karangan Charles Perrault. Dongeng yang mungkin tak asing lagi buat kita seperti Cinderella, Puteri Tidur, dan Si Kerudung Merah ini juga merupakan hasil karya Perrault.
Khusus di buku Kumpulan Dongeng Perrault 1 cerita-ceritanya antara lain : 1. Kulit Keledai 2. Si Kuncung Riquet 3. Si Janggut Biru 4. Peri 5. Si Kerudung Merah
Kalau dongeng, tentu tak jauh-jauh bercerita tentang kerajaan dan penghuninya. Ya, itu pasti. Tapi beberapa kisah di buku ini, seperti ada poin yang janggal dan aneh. Hehe. Seperti, mengapa ada Raja yang ingin menikahi puteri kandungnya sendiri? Ini maksudnya menganjurkan incest, apa gimana ya? 😆 Ya ampun, buku ini perlu difilter dulu kalau mau didongengin ke anak-anak. Karena memang kontennya sedikit 'mengganggu' kalau dibacakan untuk anak-anak.
Terus, juga ada alur ceritanya yang sadis dan cenderung seram seperti Kisah si Janggut Biru. Saya saja yang sudah dewasa, sampai terhenyak ketika selesai membaca kisah yang satu ini. 😢
Memang dongeng yang dibuat Perrault cenderung 'dark' menyedihkan. Bahkan versi aslinya, nasib si Kerudung Merah sebenarnya tidak terselamatkan.
Meskipun begitu, yang menyenangkan dari buku ini adalah ilustrasinyaaaa. Indaaaah, sangat memanjakan mata. Porsi gambarnya juga cukup besar dan terlihat detail. Mari berterima kasih kepada Paul Durand, atas hasil lukisan tangannya. ❤️
Dan dari 5 kisah yang paling favorit itu cerita berjudul Peri dan Si Kuncung Riquet (walau yang ini ada sedikit sempalan cerita yang mengganjal menurut saya) 😅
This entire review has been hidden because of spoilers.