Madinah adalah kota suci kedua setelah Mekkah. Jika di Mekkah terdapat Masjidil Haram yang di dalamnya ada Ka’bah, maka di Madinah terdapat Masjid Nabawi yang di dalamnya ada makam Nabi Muhammad SAW dan Taman Raudhah yang diyakini merupakan tempat mustajab untuk memanjatkan doa.
Salah satu keistimewaan Madinah daripada kota-kota lainnya, kota ini identik dengan Nabi Muhammad SAW. Setelah Nabi melaksanakan hijrah dari Mekkah ke Madinah, kota ini kemudian disebut sebagai Madînah al-Nabî atau Kota Nabi. Hal ini karena kehidupan Nabi serta ajaran-ajarannya yang luhur dikukuhkan di kota tersebut. Di kota ini pula Nabi berhasil membangun tatanan masyarakat yang adil, damai, dan berkeadaban yang menunjukkan keteladanannya. Di kota ini pula masa-masa terakhir kehidupan Nabi ditulis dengan tinta emas. Bagaimana mengenai Piagam Madinah? Piagam ini merupakan upaya yang sungguh-sungguh dari Nabi untuk membangun toleransi.
Beliau ingin menunjukkan kepada umatnya bahwa kepemimpinannya akan mengedepankan prinsip toleransi, perdamaian, dan keadaban yang mengukuhkan Islam sebagai rahmatan lil ‘âlamîn, rahmat bagi semesta alam. Dalam buku ini pun diurai dengan jernih keistimewaan Madinah sejak zaman pra-Islam, masa Islam, dan di zaman modern kini. Buku ini juga dilengkapi dengan penjelasan tentang Ziarah Makam Nabi, Masjid Nabawi, Raudhah, serta tempat-tempat lain yang memiliki nilai historis-teologis yang sangat tinggi.
Menarik. Foto-foto yang ada dalam buku ini membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa terpanggil untuk berkunjung ke sana. Banyak sekali informasi menegnai doa yang sebaiknya dipanjatkan ketika berada di kota tersebut. Suatu ilmu lagi yang diperoleh
Isi agak berat. Laras bahasa yang digunakan terlalu tinggi, tak sesuai untuk umum. Seolah-olah membaca kajian master atau tesis. Terjemahan juga kadang- kadang berbunyi agak canggung. Masih boleh diperhalusi dan ditambah baik agar lebih menyentuh hati pembaca.
Terbaik buku ni 👍👍👍 Jika di Mekah Islam ditentang oleh golongan kafir Quraisy, maka di Madinah Islam sangat2 diterima dengan hati yang terbuka oleh para penduduknya. Tahniah penulis, anda berjaya membuatkan saya kagum dan ingin pergi ke sana 🤗
This is very impressive book, The author successfully brings about the other aspects of Madina where the Islamic civilization started from here with the Prophet leadership. Madina is expected to be sanctuary for every human being to cultivate the teaching of the prophet where this city is always the melting pot where respect is the media to live in this city. An inspiring journal!
Buku ini saya baca setelah menyelesaikan buku Makkah, karya penulis yg sama. Kalau Makkah adalah rumah Allah SWT, maka Madinah adalah rumah Rasulullah SAW. Makkah sumber inspirasi spiritual sedangkan Madinah adalah sumber inspirasi Kemanusiaan. Membaca buku ini akan melengkapi pemahaman Islam dari dimensi teologis, sosial, terutama historis. Piagam Madinah banyak disebut di buku ini untuk menunjukkan bahwa Madinah adalah Kota peradaban yg pertama Kali menerapkan demokrasi dan konsensus lintas ras, suku dan agama