Komik ini pun jadi salah satu pecahan masa kecil yang sedang ingin kutuntaskan. Ahahaha. Lupa dulu liat kover jilid satu ini di mana. Di majalah Bobo lawas atau di halaman-halaman promosi komik tahun 90'an bagian belakang.
Pernah sekali lihat ending song anime ini di Indosiar dulu, tapi ga pernah nonton blas. Kenapa yah? Indosiar rada telat masuk ke kotaku, sih. Kayaknya habis itu langsung diganti sama anime lain.
Saat mengenal situs manga read online, baru aku ngeh kalau yang bikin ini Nami Akimoto sensei yang buat Snow Drop sama Ultra Cute. Tapi aku nggak pernah baca komik ini sampai sekarang waktu akhirnya nggak sengaja nemuin ini di perpuskota. Kenapa selama ini aku belum pernah menemukannya, ya? Hmm.... Di perpus dekat rumah juga kayaknya belum pernah nemu.
Beda banget sama Ultra Cute, lalu Virgin Lesson, manga dewasa Nami Akimoto sensei yang dulu ga sengaja kubaca (ARGH), Miracle Girls itu ceritanya masih imut-imut dan pure heart, gitu, deh. Sukaaaa! Sederhana, tapi terasa padat. Tingkat kerumitan plotnya meningkat secara bertahap. Semua berawal dari cerita yang sangat sederhana. Amazed. Sepertinya memang banyak cerita-cerita keren yang justru awalnya sangat sederhana.
***
Nama asli duo saudara kembar ini Tomomi dan Mikage, ya? Karena yang kubaca versi lawas yang paling awal terbit, namanya masih versi "lokalisasi maksa": Katty dan Karin (Karin masih bisa jadi nama Jepang). Para cowoknya bernama Yuya (ini masih nama Jepang deh kayaknya?) dan Andri (haduh!). Terus gurunya bernama Pak Tomy (bukan Tomie yang di Junji Ito, loh!!!). Anehnya nama keluarga si kembar ini tetap dibiarkan versi Jepangnya. Nama keluarganya adalah... adalaaaaah... aku lupaaaa (ada "naga-naga-nya kalau gak salah. Morinaga? Sinaga? Nagabonar?). BHAIQUE! Itulah alasan kenapa nama-nama penduduk komik Jepang zaman lawas sampai harus dilokalisasi kan segala! Biar mudah diinget, Sodara! *sungkem sama translator komik zaman dulu.
***
So. Duo kembar Katty dan Karin punya kelebihan yang berbeda. Karin, sang kakak yang berambut pendek ini jago olahraga dan punya ketahanan fisik di atas rata-rata. Sedangkan Katty, sang adik yang berambut panjang ini genius di bidang akademis.
Namun, kelebihan mereka itu rupanya karena kekuatan supernatural yang mereka miliki sejak lama. Selain kelebihan yang bisa mereka perlihatkan di depan umum itu, mereka punya kekuatan yang mereka rahasiakan. Telepati dan teleportasi (entah kenapa teleportasi ini diterjemahkan jadi telefoto). Kekuatan telepati ini hanya bisa digunakan untuk mereka berdua. Sedangkan kekuatan teleportasi itu baru bisa keluar kalau mereka berpegangan tangan dan memusatkan pikiran.
Karin, si kakak, tampaknya lebih bisa mengarahkan kekuatan mereka. Jadi yang memegang kendali utama soal tempat tujuan teleportasi itu biasanya si Karin. Sepertinya karena dia punya kepribadian yang lebih kalem dan penyabar daripada Katty. Yang menarik dari manga ini memang penampilan dan sifat dua karakter utamanya yang kontras. Meski berambut pendek, jago olahraga dan terlihat seperti anak tomboy, Karin justru lebih kalem. Sedangkan Katty, yang pintar akademis, berambut panjang, dan terkesan feminin, justru lebih temperamental, kadang egois, dan brutal hahaha. Mungkin karena ego orang yang IQnya di atas rata-rata itu lebih gede, yah?
Di awal cerita, mereka menggunakan kekuatan teleportasi karena Katty panik gara-gara terlambat bangun padahal ada tes di jam pertama. Pulangnya, Katty memaksa Karin bertukar sekolah karena dirinya terpilih jadi perwakilan lomba estafet di Hari Olahraga, padahal fisiknya jelas nggak mungkin kuat. Selain itu, Katty nggak mau dimarahi dan diolok-olok oleh Yuya, cowok musuh bebuyutannya, kalau lari Katty yang lambat merugikan para pelari lain dalam tim.
Di awal ini Katty terlihat sangat licik dan egois saat membuat Karin akhirnya mau menggantikan dirinya. Untungnya sikap ini tidak terlalu menonjol lagi di jilid-jilid berikutnya. Kasihan banget Karin, kan.
Bersambung. Charge hape dan mau charge "batere dalam diriku" dulu xD