“Alasan kebenaran berada di tempat yang tidak terlihat oleh mata, adalah karena kebenaran itu tidak ingin memperlihatkan wujudnya.”
Kemunculan sekte sesat mengguncang seantero Korea Selatan dengan mengatakan dunia akan kiamat… pada akhir bulan Oktober 1992.
Kim Ki-joon, wartawan yang kerap memeras dan membuntuti para selebritas demi membayar perawatan anaknya pascainsiden tabrak lari. Begitu mengetahui Sugyeong, istrinya, terjerembap ke dalam ajaran sekte sesat itu, dia segera menyelidiki sekte tersebut. Di sanalah, Ki-joon bertemu dengan Lee Seon-min, seorang anak perempuan yang dapat melihat masa depan.
Namun nalurinya sebagai mantan wartawan sosial-politik, Ki-joon mengendus adanya skandal besar dan penggelapan uang 1 miliar won dalam sekte itu. Lee Seon-min meminta Ki-joon untuk menemukan “kebenaran” yang tidak terlihat, tapi harus dia ketahui.
Dalam waktu kurang dari tiga minggu sebelum terjadinya “kiamat” yang diramalkan, dapatkah Ki-joon menguak persengkongkolan dalam sekte tersebut? Apakah “kebenaran” yang sangat ingin diketahui Lee Seon-min itu?
Pertama-tama, aku mau bilang kalau dari beberapa buku thriller korea yang pernah aku baca, buku ini yang paling masuk untuk seleraku. Bukan buku yang wow banget, tapi lumayan seru dan bikin penasaran dengan ceritanya.
Pacednya medium-fast. Dari awal kita udah disuguhkan adanya sesuatu yang tidak beres dengan situasi di gereja. Dari mulai adanya kejadian bunuh diri salah satu "utusan" yg disebut sebagai "malaikat" sampai ada dugaan pencucian uang.
Selama proses investigasi, ini yang lumayan unik. Karena kita akan diajak untuk mengikuti proses investigasi yg dikerjakan oleh seorang wartawan. Bukan polisi, bukan detektif, tapi WARTAWAN! 😱 Karena seorang wartawan jadi kemampuan deduksinya ga terlalu wah dan prosesnya panjang
Yg agak bikin bingung di awal adalah bagian ketika salah satu karakter menjabarkan penglihatannya akan masa depan. Ini agak sulit dibedakan karena tiba-tiba aja masuk ke momen tsb, lalu tiba-tiba kembali ke momen masa kini. Tapi lama-lama akan terbiasa kok 👌🏻. Narasinya di beberapa bagian agak membingungkan buatku 😅, jadi kalau meleng dikit aja, langsung nggak ngeh sama apa yang sedang dibahas 😂
Karakter-karakternya kadang bikin esmosi 😂. Tipikal buku yang character-driven nggak sih? Pokoknya ada aja yang bikin esmosi dan nggak habis pikir 😂
Plot twistnya? Ada! Bukan yg bikin shock banget, tapi lumayan bikin geleng-geleng kepala 😂 Klimaks di bagian akhir cukup menegangkan 👍🏻 dan endingnya lumayan ngeselin 😂
Overall, ceritanya lumayan seru untuk diikuti dan bikin penasaran 👌🏻 Dan karena aku belum pernah nonton drama Save Me secara full, jadi ga bisa bandingin 😂. Tapi kayaknya drama Save Me lebih ngeselin karena lebih fokus ke sekte sesatnya sedangkan kalau buku ini lebih fokus kepada investigasi mengenai penggelapan dana di gereja.
Jadi kalau diklaim sebagai thriller-investigasi, yes! Buku ini sesuai!
"Membongkar kolusi antara Gereja Ascension dengan kelompok gengster. Membahas adanya dugaan penggelapan uang skala besar yang terorganisasi dan tindakan kriminal lain yang berasal dari hubungan kolusi tersebut." Page-Utusan 6 - The Martyr Choo Jong-Nam Penerbit Bhuana Ilmu Populer Alih Bahasa Ria Febriyani Edisi Digital, 2025 Baca di PYC Library 📑 452 Halaman - Woah, salah satu buku thriller Korea yang menarik. Aku nggak sangka akan epik banget. Tema dan plot ceritanya seru. Konspirasi yang memanfaatkan keyakinan iman seseorang terhadap ajaran Gereja akan aliran sesat dengan penggelapan dan pencucian uang di dalamnya. Latar waktunya pada 1992. Jadi pada masa itu bisa ditilik bagaimana orang-orang dengan kehidupan yang tragis atau menyedihkan lalu menyentuhnya dengan keyakinan bahwa surga lebih baik dan kiamat akan datang kepada orang-orang terpilih. - Buku ini bukan membahas tentang agama, tapi lebih kepada investigasi yang dilakukan seorang Wartawan dan bukan pihak kepolisian akan adanya motif terselubung dari kasus kematian salah satu utusan malaikat tuhan yang dianggap sebagai Martyr. Semua jejak kematian itu membawa sang wartawan, Kim Ki-joon menemukan aliran dana yang sangat besar terutama adanya konspirasi dengan pihak lain. Salah satu alasan besar Ki-joon melakukan investigasi mandiri, biaya perawatan anak yang koma dan istrinya yang ikut dalam sekte Gereja yang menurutnya berkedok penipuan. Menariknya dalam investigasi itu, Ki-joon bertemu dengan sosok utusan lainnya yang bisa melihat masa depan. - Di awal agak sulit ketika ada perubahan antara pengelihatan masa depan salah satu utusan yang berubah pada situasi tersebut dan kembali ke masa kini. Namun, setelah itu jadi terbiasa karena posisinya seperti satu kesatuan gitu. Masa kini lalu berubah ke masa depan, kembali ke masa kini. Jadi kalau nggak fokus bacanya bisa nggak ngudeng, ada di mana, mau ke mana. Dan di tiap bab pembaca bisa tahu sudut pandang siapa yang tengah berbicara, jadi smooth banget. - Semua tokoh-tokohnya cakep dan bin ngeselin. Kadang bikin gregetan. Apalagi investigasi bikin kesal karena kekecoh terus. Bagian investigasi ini yang paling menarik banyak twist. Meskipun nggak yang gimana-gimana, tapi seru poll. Terjemahannya bagus banget, meski ada salah salah sebut nama, nggak apa-apa, tetap asyik buat diikutin. Bagian penyelesaiannya pun nggak buru-buru dan open ending, cakep.
Lee Seon Min, seorang anak umur 12 thn yg mampu membaca masa depan bersama sang kakak Lee Je Hoon dianggap sbg malaikat di sebuah Gereja Ascension, gereja yg menganut bahwa kiamat terjadi pd tanggal 28 Okt 1992 & hanya orang-orang tertentu yg akan selamat. Di bawah kepemimpinan Pastor Choi mereka mulai merekrut orang-orang yg mereka anggap orang terpilih (yg dimaksudkan org terpilih adalah org2 yg kerkeyakinan sesat & org2 miskin dgn kisah hidup yg tragis).
Kim Ki-joon, wartawan sosial politik yg berubah haluan ke wartawan gosip demi membayar perawatan anaknya pasca kecelakaan tabrak lari. Sugyeong, istri Ki joon yg mulai putus asa karena anaknya koma berbulan-bulan akhirnya terjebak dalam sekte sesat Gereja Ascesion. Krn geram, Ki joon pun menyelidiki sekte tsb. Berkat nalurinya yg seorang wartawan sospol, ia berhasil membongkar skandal besar, pencucian & penggelapan uang dalam Gereja.
Alur lambat & agak membosankan tp akhirnya berhasil juga menyelesaikannya. Plot twist ada tapi biasa aja, tapi endingnya dibikin open.
Cerita kriminal berupa kasus penggelapan dana gereja, adanya gangster dalam gereja dan kekerasan seksual seorang "utusan" yang terjadi di sebuah sekte sesat.
Bagian awal bab cukup membuat geleng-geleng kepala oleh sekte ini. Ekstrimnya adalah penyalahgunaan maksud dari ayat Kitab Suci sehingga buat yang tidak paham, bisa jadi misinformasi. Namun, pembaca bisa mendapat pelajaran untuk lebih waspada terhadap ajaran-ajaran sesat apalagi yang mengatasnamakan keyakinan tersebut. BUT, this novel is not about a religion. Lebih kepada adanya konspirasi dibalik layar, hmm.
Lalu, masuk ke bab lebih dalam lagi, terkuaklah keganjalan sekte ini akibat dari adanya kasus bunuh diri seorang remaja perempuan yang dianggap jemaat disana sebagai "utusan". Dari sini, akan terbongkar sedikit demi sedikit kebohongan aliran tsb.
Ada unsur supernatural karena Seon-min dapat melihat masa depan. Cukup menarik karena pembaca dibiarkan tahu kejadian selanjutnya namun tidak tahu bagaimana jalannya bisa sampai ke kejadian tsb.
Wow. Cerita ini mengenai makna keyakinan Kristen yang disalahartikan dan penyalahgunaan gereja. Bagaimana seseorang yang dengan tega mempermainkan kondisi psikologis manusia yang sudah tak punya harapan untuk sebuah kepentingan pribadi. Dikisahkan dari sudut pandang beberapa tokoh utama, sehingga kita juga diajak untuk mengetahui logika berpikir yang terjadi saat mereka mengambil keputusan.
Kemat*an bukanlah jawaban masalah, jadi sebenarnya saya kurang setuju dengan keputusan Minju. Tapi, di kondisinya yang seperti itu dan tidak ada orang untuk bersandar, bisa dipahami kenapa dia memilih jalan itu. Perkembangan karakternya juga pas, walaupun ada beberapa hal yang cukup ekstrim.
#Saat membaca ini, sebaiknya sedang kondisi baik-baik saja.
Kim Ki-Joon berubah haluan dari semua wartawan gosip dan hiburan yang suka memeras mendadak jadi penyelidik kejahatan yang dilakukan sebuah sekte keagamaan. Ada alasan personal dia melakukan itu, dia perlu uang untuk membiayai anaknya yang sedang koma dan istrinya masuk dalam sekte tersebut.
Buku ini menceritakan penyelidikan Kim bersama anak perempuan dengan kemampuan melihat masa depan, Lee Seon-min. Sudut pandangnya berganti-ganti dari Ki-Joon ke Seon-min. Ada penanda di awal tiap bab untuk memberi tahu sudut pandang siapa yang sedang digunakan.
Dari sisi cerita sendiri rasanya tidak terlalu menarik, sih. Mungkin karena memang bukan seleraku.
Selama membaca sih seru mengalir dalam artian saya suka ceritanya dan bahasa penerjemahan ke bahasa Indonesia nya bagus banget. Akhirnya saya ketemu novel yang seru setelah Second Sister.
Ini kisahnya mirip seperti drama korea yang menyinggung sekte sesat yang dalam kenyataan beneran ada, tapi nggak sedetail seperti dokumenter yang saya pun cuma mampu nonton 1 episode aja, rasanya mual dan bikin trauma. Kalau versi drama korea ayok aja, saya sudah nonton versi save me sama hometown aja, belum menyelam lebih dalam karena lagi jenuh menonton. 😊 Sekian.
Plotnya menarik, tentang gereja "sesat". Sayangnya, narasi saat membahas kejadian masa depan tak ada bedanya dengan masa sekarang, jadi agak bingung bacanya.
Mungkin untuk penerbit BIP, editornya lebih teliti ya.. ada yg typo sama ada salah terjemahan gitu atau kalimatnya ga sesuai. Buat ceritanya, suka sih. Menurutku ga terlalu berat plotnya. Ditambah ada POV dari sisi Lee SeonMin jadi lebih paham.