Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Samurai

Rate this book
Lively history of the Samurai caste focuses on its impact on Japanese culture from ancient times

109 pages, Paperback

First published January 1, 1970

26 people want to read

About the author

H. Paul Varley

16 books2 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (7%)
4 stars
14 (34%)
3 stars
20 (48%)
2 stars
4 (9%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Muhammad.
72 reviews33 followers
January 19, 2013
Meski buku ini berukuran cukup mini, isi buku ini tidaklah semini penampilannya. Lewat buku ini kita seperti diajak Paul Varley berkelana menggunakan mesin waktu. Mulai dari zaman Nara dan Heian di sekitar abad VIII hingga zaman restorasi Meiji di pertengahan abad XIX akan kita kunjungi untuk mengikuti sejarah perkembangan samurai. Semua dibahas secara lugas dan ringkas oleh Paul Varley sehingga buku ini padat akan wawasan sejarah dan tidak membutuhkan terlalu banyak halaman.

Mayoritas dari kita sendiri pasti sudah mengenal apa itu samurai. Kebanyakan pasti akan mendefinisikan samurai sebagai prajurit kuno Jepang yang ke mana-mana selalu membawa pedang dan identik pula dengan tindakan bunuh diri demi kehormatan yang disebut seppuku. Definisi tersebut memang tidak salah. Tapi setelah membaca buku ini, saya menyadari bahwa samurai tidak hanya sebatas itu. Samurai ternyata memiliki makna dan sejarah yang jauh melebihi pengucapan namanya yang hanya terdiri dari tiga suku kata.Sejarah itu tak hanya dalam hitungan puluhan atau ratusan tahun, melainkan lebih dari seribu tahun!

Dalam prolog buku ini disebutkan bahwa kata samurai berasal dari kata kerja Jepang saburau yang berarti melayani. Kata ini digunakan pada zaman dahulu untuk menyebut pelayan pribadi yang setara dengan pembantu rumah tangga. Dalam perkembangannya kata ini kemudian digunakan untuk menyebut anggota kelas kesatria provinsi.

Sejarah samurai sebagai kesatria sendiri dimulai pada zaman Heian (794-1185) ketika istana mentransfer tanggung jawab untuk menjaga ketertiban provinsi-provinsi kepada militer lokal. Pemindahan tanggung jawab dari pusat ke daerah inilah yang memicu kemunculan kelas kesatria provinsi. Sejak itu tradisi samurai muncul dalam tatanan masyarakat dan samurai pun menjadi sebuah strata sosial baru dalam masyarakat.

Lalu ada beberapa hal yang sering kita ingat sebagai ciri khas seorang samurai, yaitu kebiasaannya membawa pedang/katana dan melakukan seppuku untuk menanggung rasa malu atau menjaga kehormatan diri. Tapi tahukah Anda bahwa sebelum diidentikkan dengan pedang, samurai identik dengan menunggang kuda dan busur panah? Bahkan samurai disebut sebagai kesatria yang tumbuh di punggung kuda. Hal ini terjadi di masa-masa awal sejarah perkembangan samurai. Pada masa itu samurai sebenarnya sudah membawa pedang ketika berperang. Tetapi ketergantungannya terhadap pedang tidak sebesar ketergantungannya terhadap busur. Apalagi dengan bentuk pedang di zaman itu yang berbentuk lurus sehingga malah menyulitkan ketika digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Barulah di sekitar abad XII orang Jepang mengembangkan teknik membuat pedang dengan bentuk melengkung yang nantinya digunakan samurai sebagai senjata utama dalam bertempur.

Sedangkan untuk ciri khas samurai yang lain—yaitu seppuku—mungkin merupakan ciri khas yang paling menyeramkan dari samurai. Cara yang paling lazim digunakan samurai untuk mengakhiri hidupnya adalah dengan mengeluarkan isi perutnya. Tidak jelas dari mana asal dan sebabnya mengapa cara ini lebih lazim dipakai. Sebelumnya ada satu cara yang telah lama dipraktikkan samurai untuk bunuh diri, yaitu mengubur diri hidup-hidup untuk menyusul kematian tuannya. Namun secara praktis, seppuku dengan cara mengeluarkan isi perut lebih banyak dipraktikkan—terutama di akhir zaman Heian.

Bunuh diri khas Jepang ini sendiri memiliki dua penyebutan yang sudah lazim kita kenal, yaitu seppuku dan harakiri. Istilah yang terakhir lebih sering kita dengar dan lebih terkenal di dunia Barat. Seppuku sendiri merupakan istilah formal untuk pengeluaran isi perut, sedangkan harakiri merupakan istilah yang lebih vulgar yang berarti penyobekan perut. Dan sejak abad XVII seppuku menjadi vonis mati bagi samurai yang melanggar hukum yang paling berat. Di zaman Tokugawa ini pulalah seppuku menjadi sebuah tindakan yang sangat resmi dan bersifat ritual. Di halaman 40-45 kita dapat membaca sebuah ritual seppuku pada tahun 1868 yang ditulis oleh A.B. Mitford, seorang sekretaris konsulat Inggris di Jepang yang diberi kehormatan menjadi saksi ritual tersebut. Membaca penuturannya yang sangat detail tersebut, saya sukses dibikin merinding dan baru menyadari bahwa ritual ini benar-benar menyeramkan. Ternyata ritual ini tidak hanya sekedar merobek perut dan menebas kepala yang biasa saya lihat di film. Esensi dari ritual ini ternyata jauh melebihi itu.

Hal menarik lain dari samurai yang baru saya ketahui adalah kebiasaan mereka dalam menyebutkan menyebutkan nama dan silsilah secara lengkap ketika bertempur. Sebenarnya saya sudah pernah membaca hal ini ketika membaca novel Taiko karya Eiji Yoshikawa. Tapi, waktu itu saya menganggap hal itu konyol sekali dan mengira itu hanyalah bumbu yang ditambahkan sang pengarang. Eh ternyata, penyebutan nama dan silsilah sebelum berduel itu adalah cara samurai untuk menyatakan keberanian dan kebanggaan mereka yang luar biasa akan garis keturunan dan latar belakang keluarga mereka. Jadi tidak heran jika di masa lalu para samurai akan memilih-milih lawan yang sederajat untuk berduel di medan perang.

Sayangnya sejarah samurai yang panjang dan kulturnya yang ikut membentuk sejarah serta kebudayaan Jepang tidak lantas membuat samurai selalu eksis. Samurai memiliki akhir yang tragis. Di era restorasi Meiji hak istimewa dan kelas samurai dihapus. Namun di dalam epilog Paul Varley menyatakan bahwa nilai moral dan pedoman tingkah laku dalam wujud “jalan samurai” atau bushido tetap ada. Malahan menjadi tuntunan terkuat bangsa Jepang dalam memasuki abad XX.

Secara keseluruhan buku ini cukup memuaskan saya. Mulai dari prolog hingga epilog saya disuguhi banyak wawasan baru yang menarik. Di antaranya adalah yang saya ceritakan di paragraf-paragraf sebelumnya. Dan masih banyak hal menarik lain dalam buku ini, di antaranya cuplikan epos heroik para samurai terkenal dan kegigihan mereka dalam melawan invasi pasukan Mongol. Semua dituturkan secara singkat dan mudah dimengerti oleh orang awam sekalipun. Penerjemahan buku ini juga cukup bagus. Ditambah dengan banyaknya ilustrasi serta foto yang menyertai buku ini sangat membantu kita untuk lebih mudah memahami beberapa konteks yang dituturkan Paul Varley. Sayangnya saya menemukan banyak sekali penggunaan kata-kata yang tidak sesuai dengan kaidah KBBI, seperti kata ‘praktik’ yang ditulis ‘praktek’, ‘invasi’ ditulis ‘invansi’, ‘kesatria’ ditulis ‘ksatria’, dan beberapa kata lain. Semoga hal ini lebih diperhatikan editor dan penerbit untuk cetakan selanjutnya. Dan kover buku ini sendiri menurut saya unik, sama sekali tidak seperti kover sebuah buku sejarah. Menurut saya malah seperti kover sebuah komik, he-he-he. Jika kalian mencari buku sejarah yang ringan dibaca dan terutama ingin mengetahui lebih jauh tentang dunia samurai, buku ini bisa menjadi pilihan yang tepat.
Profile Image for Sam Goodings.
Author 9 books2 followers
May 10, 2019
This is an informative, concise book about the Samurai. It is written with knowledge and a passion for the subject. It also does a great job of conveying the personalities of the historical figures discussed.

I really enjoyed it, especially the many interesting anecdotes about the exploits of the warriors.
Profile Image for Royce Ratterman.
Author 13 books26 followers
February 28, 2019
A good historical overview filled with interesting details and information.
Read for personal research. I found this book's contents helpful and inspiring.
Overall, a good book for the researcher and enthusiast.
4 reviews
Read
June 1, 2015
Everything you need to know to do a Japan Tour at the DAM!
Profile Image for theia.
38 reviews6 followers
November 21, 2021
Buki ini adalah gambaran secara umum sejarah Jepang dengan memggunakan pendekatan sosial politik kehidupan samurai. Mempelajari sejarah Jepang memang tidak dapat dipisahkan dengan war lord dan samurai karena telah menjadi satu elemen penting dalam membentuk sejarah Jepang. Jika ingin membaca lebih banyak dan detail, saya tidak merekomendasikan membaca buku ini. Agak sulit membaca dan memahami karena banyaknya kejadian yang diceritakan tidak secara runut. Nama-nama dan karakter samurai juga kurang detail sehingga membuat pembaca mudah lupa kecuali memang sebelumnya mengenal nama-nama tersebut lebih dulu. Meski demikian dalam catatan akhir, penulis memberikan rekomendasi buku-buku tentang samurai dalam penulisan yang lebih dalam dan detail sehingga memudahkan pembaca yang ingin membaca lebih tentang kehidupan samurai dan sejarah Jepang yang menyertainya.
72 reviews
January 5, 2025
Fun, easy introduction to the legend and mythology of the Samurai, possible the most famous body of warriors in history. One looking for more in depth access will have to go elsewhere, the lack of discussion and dissection of sources do more harm than good, but the stories told are good enough for entertainment and some learning value.
9 reviews
September 15, 2025
A decent introduction to samurai history, customs and traditions. Provides a very basic knowledge of particular periods in the history of samurai with some images and details of the main figures. Let down by its extremely short length and very cursory and fleeting glances into the moments of history it covers.
Profile Image for Brian Doak Carlin.
99 reviews5 followers
August 14, 2022
A potted history of the development of the samurai. Very readable and not overburdened with detail. A very nice primer.
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.