Renata tidak pernah menyangka akan bertemu kembali dengan Ronald, cinta pertama sekaligus mantan kekasihnya, setelah tujuh tahun berpisah. Ronald-lah yang telah membuat Renata antipati pada pria ataupun hubungan asmara.
Pertemuan mereka bukan saja membangkitkan kenangan lama, tapi juga menyadarkan Renata bahwa ternyata Ronald tidak berselingkuh seperti yang diduganya. Ronald masih menyimpan rasa padanya dan berniat memperbaiki semua kesalahpahaman yang terjadi.
Masalahnya, Renata telanjur membuka hatinya untuk Hamish. Hamish adalah pria pertama yang bisa membuatnya berani jatuh cinta lagi. Bersama pria itu, Renata menemukan kembali kebahagiaan yang lama tidak dirasakannya.
Renata yakin dirinya mencintai Hamish. Namun entah kenapa, kehadiran Ronald perlahan mulai membuatnya goyah. Renata bimbang. Mungkinkah kita bisa mencintai dua pria sekaligus?
Selesaiiiii! Ini novel pertama Kak Erlin Cahyadi yang aku baca. Menurutku novel ini bagus juga dibaca sama cewek-cewek apalagi yang takut untuk jatuh cinta lagi karena pernah patah hati dua kali coba deh baca novel ini, siapa tau di luar sana ada cowok yang seperti Hamish maupun Ronald. Pas aku lagi baca novel ini kebetulan aku juga lagi nonton drakor More Than Friends jadi tokoh ceweknya maupun cowoknya lumayan sedikit mirip. Bikin emosi, sungguh menguji kesabaran dan bikin aku bingung 😵💫. Aku tadinya suka sama Hamish tapi entahlah kayak terbang gitu aja rasaku ke Hamish. Baca novel ini jadi tau sedikit agen asuransi yang oke itu bagaimana. Akhir kata mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan 🙏🏼☺️. . “Itu juga yang harus kamu lakukan, Ren. Mantanmu telah memilih wanita lain, tapi bukan berarti wanita pilihannya lebih baik daripada kamu. Kamu hanya belum beruntung bertemu orang yang tepat bagimu. Satu-satunya yang harus kamu lakukan untuk mengubah ketidakberuntunganmu adalah dengan mencari orang yang tepat. Saat kamu berhenti mencari orang yang tepat, saat itu juga kamu sedang memelihara ketidakberuntungan yang sebenarnya bisa kamu ubah.” (Hal 55).
Buku Metropop dengan kisah klasik percintaan muda namun, cukup membawa refresh baru ya. Renata yang punya trauma utk mencintai diperhadapkan utk tetap terkurung dalam masa lalunya atau menatap masa depan bersama seseorang yang menyatakan cinta kepadanya setelah pertemuan pertama.
Sahabat Renata, Melody cukup membuat buku ini berwarna dengan kisah cintanya dengan Ryan.
No, bukan gerah yang karakternya hot apa gimana, tapi lebih ke panas sama kelakuan FL-nya. Bayangin, dikenalin sama orang baru, udah kencan beberapa kali, terus ketemu sama mantan terindah. Habis itu si mantan nyamperin, deketin keluarganya lagi, si FL memutuskan buat ngikat hubungan dengan si orang baru. Mantan masih ngejar, lalu si FL nolak dan minta dia buat pergi, si mantan minta satu hari buat ngulang masa lalu habis itu kelar, si FL menyetujui tanpa bilang pacarnya a.k.a si orang baru. Selanjutnya, yah seperti yang diduga, si pacar marah.
Premis ceritanya bukan jenis yang langka atau baru sih, tapi biasanya posisi si FL ini ada di cowok. Atau begitulah. Aku kesal karena Renata—si FL—ini super plin-plan. Kalau masih punya rasa, kenapa harus mengikat hubungan sama si orang baru a.k.a Hamish?
Bagian paling bikin kesal, Renata ternyata gampang luluh sama tatapan Ronald—si mantan. Padahal Ronald juga nggak lebih baik, lho. Alasan dia dulu memutuskan Renata murni karena sumbu pendek semata, eh, terus datang lagi minta kesempatan habis nggak sengaja ketemu. Kemarin-kemarin ngapain aja kalau masih cinta? Plus, omongan Ronald bagiku manipulatif. Ada unsur gaslight juga karena harusnya Ronald minta maaf ke Renata dan dia malu minta balikan. Harusnya. Tapi malah Renata ikutan minta maaf setelah Ronald kasih alasannya. Mana Ronald kalau ngomong pakai muka melas lagi. Hhh.
Bagian terbaiknya apa ya, karena telanjur nggak suka sama Renata aku jadi abai sama unsur-unsur lain. Mungkin keputusan Hamish buat jaga jarak itu kali, ya? Entahlah, aku pun bingung.
Yah, setidaknya bersyukur nggak harus dnf dan sebetulnya agak menghibur, kok. Gaya berceritanya lumayan, walaupun gayanya memang kaku—mungkin menyesuaikan juga dengan usia para karakter.
Premis yang diangkat dalam novel ini cukup banyak kita temui di dunia nyata. Konfliknya bisa terasa berat jika pembaca menempatkan diri di posisi Renata yang goyah ketika Ronald, mantan kekasihnya kembali muncul di hadapannya dan gigih berusaha mendapatkan cinta Renata kembali.
Tapi yang ngeselin adalah bisa-bisanya gitu, Ronald kembali setelah 7 tahun berpisah? Oke dia kuliah S-2 di luar negeri. Tapi setelah selesai kuliah dan kembali ke Indonesia, ngapain aja selain kerja? Menyimpan cincin selama 7 tahun itu kurang masuk akal sih. 😅
Konflik antara Hamish dan Renata hanya seputar cemburu-cemburuan kemudian silent treatment. Hm, cara mengatasi konflik keduanya agak kekanakan. Soalnya kan mereka digambarkan udah berada di usia matang, ya. 😅
Poin plus dalam novel ini di antaranya narasi dan pace yang konsisten, pemilihan PoV tunggal membuat pembaca tidak terlalu banyak mikir, dan tentunya cover yang menarik.
Sebenarnya karakter Hamish itu too good to be true. Di mana letak imperfection-nya ya, selain ketika marah sama Renata? Malah Renata yang sikapnya cenderung banyak red flags. Sorry to say. Aku berharap penulis membuat tokoh utama punya sedikitnya satu karakter kuat yang membuat ia layak diperebutkan.
Oh, satu lagi. Pemilihan kosakata dalam komunikasi Hamish dan Renata terbilang cukup formal. Jadi terasa kurang menunjukkan kedekatan antar sepasang kekasih. Berbeda sekali dengan percakapan antara Renata dengan sahabatnya yaitu Melodi yang mengalir seperti percakapan sehari-hari.
📚 Metropop: My Perfect Imperfection ✒️ Elin Cahyadi 🎡 iPusnas 🥨 Gramedia Pustaka Utama 🎖️ 3/5
Review: Baca buku ini beneran bikin aku kesal dengan tokoh FL. Menurutku, alangkah lebih baiknya kalau bikin ini trope nya CLBK karena chemistry Ronald sama Renata lebih kerasa daripada Hamish sama Renata. Seharusnya, Hamish gak perlu ada di cerita ini. Jadi berfokus proses CLBK Ronald dan Renata. Dan itu lebih baik menurut aku. Kalau begini, aku ngerasa Renata jadi gak punya pendirian. Aku juga ngerasa penulis pun bingung menentukan jalannya cerita dan jadi melebar.
Kalau misal buku ini mengambil trope CLBK, bakal lebih seru. Melihat perjuangan Ronald untuk mendapatkan kembali hati Renata dan Renata yang akhirnya tau cerita asli alasan mereka putus. Kalau misal mau ngambil trope strangers to lovers juga harusnya kisah cinta Hamish sama Renata gak dibikin se-instan itu. Pelan-pelan dibangun mood nya. Dibangun chemistry nya😭😭 Tapi untuk sisi metropop nya kerasa sih. Jarang-jarang ada yang nulis cerita dengan latar pekerjaan orang asuransi. Mengingat ini katanya buku pertama sang penulis so yeah aku paham kalau banyak kekurangan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kalo dibuat list siapa karakter yang bikin gue kesel, jelas nomor 1 nya ada Renata. Yeah, the main character lol. Beneran kek... girl youre like pushing 30 *cmiiw* tapi labil banget kek remaja puber wallahi. Puncak kekesalan gue dengan dia adalah ketika Hamish nawarin(?) or kayaknya lebih ke nyuruh Renata untuk pulang bareng sama Hamish karena udah tengah malam EHHHH MALAH GAMAU NEBENG BJIR. Makanya pas Melody bilang Renata bego banget gue setuju parah WKWKWK.
Sebenarnya ini novel nggak jelek-jelek amat lah, tapi juga nggak bagus bagi gue. Karena kayak plot hole/? gue ngerasa chemistry antara Renata dan Hamish agak kurang karena nggak bikin gue baper, dan akan lebih menarik apabila ada POV Hamish dan bahkan Ronald.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Tokoh utama Renata yang jujur dengan perasaannya tp juga gak menutupi kebingungannya akan 2 manusia yg datang bersamaan jelas jd pemicu alurnya makin asik. Kagum bgt sama sosok Hamish semoga masih ada stoknya di muka bumi wkwkwkk. Penjabaran tiap karakter dr tokohnya tuh jelas dan gamblang banget, gak cuman tokoh utama tapi juga pendamping. Kalau ending ceritanya sebenernya udah ketebak dr judul, tp konflik Renata sama diri sendiri tuh bikin deg-degan sendiri kalau endingnya akan sesuai atau enggak dg ekspektasi. Ah,, ternyta sesuaii yey suka sekali dg novel “my perfect imperfection”💙
Dari segi bahasa aku kurang suka karena pemakaian bahasa yang santai (dialog Renata dan temannya) tapi dipadukan dengan sangat formal utk dialog antara Renata, Hamish dan Ronald. Kurang cocok.
Ending juga lumayan kurang karena menurutku sahabat Renata punya cukup andil untuk hubungan Hamish dan Renata sendiri, tapi kehadirannya ga ada di epilog. Yang ada malah Ronald, mantannya.
Memulai baca di Februari 2026 dengan sampul warna hijau. Karena pengennya yang ringan maka metropop adalah kuncinya, tapi ini kok ya aku gak suka si Renata, ya sifat dan cara pikirnya. Kayak pengen bilang "duh... ni orang..." Mana pula Hamish tokoh utama cowoknya yang bikin jadi keinget sama Hamish Daud wkwkwkwkw.
Harusnya kisah Melody dan Ryan yang dikisahkan, kurasa aku akan lebih menyukainya. Ceritanya, oke lah.
Cerita soal percintaan di usia yang siap menuju ke jenjang yang lebih serius kadang menggelikan sekaligus menjengkelkan. Penulisnya mampu menggiring masalah antara Renata, Hamish, Ronald dan Melody menjadi ketegangan yang tanpa sadar membuat saya dongkol oleh sikap plin plannya Renata. Gemas oleh kenaifan dan keragu-raguan Renata, tapi juga justru inilah inti cerita sesungguhnya yang bikin seru yaitu kepercayaan pada pasangan. Dan itu mutlak.
Gemes liat Renata yg plin plan, pengen getok kepalanya dia supaya sadar.. haha Untuk ceritanya sesuai dengen genre metropop sehingga bisa habis baca hanya dlm 1 hari Semoga sukses untuk buku selanjutnya😊
Actually 3.5/5. Alur dan konfliknya ringan, cocok untuk bacaan sekali duduk dan mengobati reading slumpku. Cukup seru juga mengikuti ceritanya, tentang bagaimana keplin-planan seorang wanita dalam menentukan pilihan dalam memilih orang dari masa lalu atau orang baru untuk masa depannya.
Sejujurnya aku nggak bisa merasakan chemistry-nya Renata sama Hamish, dialognya Hamish juga menurutku agak kaku, ditambah si Renata ini nyebelin banget pas ada si Ronald langsung plin-plan, nggak jelas, emosi banget ya Allah.
Ceritanya ringan, tentang kisah percintaan Renata yang rumit. Saya suka karakter Hamish dan Ronald. Dan Melody dengan pembawaan karakter yang cerewet membuat buku ini terasa lebih berwarna.