Sellina tiba-tiba menghilang. Dia tak terlihat lagi setelah pada hari yang sama saat bertengkar dengan Cassandra, sahabatnya. Pertengkaran itu berawal dari niat Cass mengajak Dewangga masuk ke persahabatan mereka. Agaknya Sellina dan Dewangga punya hubungan tak baik di masa lalu. Cass dan klub detektifnya kemudian menyelidiki apa yang terjadi. Fakta mengerikan pun mereka temukan. Sellina tidak pernah keluar dari sekolah. Gadis itu menghilang di sana. Fakta itu menggiring mereka pada sebuah rumor tentang Pintu Kenangan, pintu mistis yang bisa membawa mangsanya pergi ke masa lalu.
Berkisah tentang Cassandra dan Dewangga yang mencari keberadaan Sellina yang mendadak hilang secara misterius. Semua hal menemukan jalan buntu sampai-sampai mereka mencurigai tentang Pintu Kenangan yang sempet kontroversial di SMA mereka dulu.
Secara tema dan premis ini unik banget, belum lagi cerita ttg magical dan anotherworld nggak serta merta terjadi begitu aja. Tapi ada penyelidikan terlebih dagulu untuk ngungkapin kebenarannya. But, ketika sampe di bagian pintu kenangan, muncullah beragam pertanyaan mengenai ceritanya.
Banyak hal-hal yang dipertanyakan dan nggak mendapat jawaban secara jelas. Mekanisme pintu kenangan juga kurang sistematis bagiku, karena kalo sekadar kesedihan yang bisa narik mereka ke dimensi lain, kemungkinan banyak siswa yang ketarik di sana. Yang punya cerita sedih nggak cuma mereka bertiga, kan ya?
Terlepas dari itu, ini novel teenfict yang menyenangkan.
i love this novel so much! dewangga adalah tipe ideal ku, cowok supel, seru & ramah, gak kaya kebanyakan tokoh cowok yang cool, tema cerita juga unik tentang dunia paralel lewat kisah pintu kenangan, mendebarkan serta romantis bikin baper, baca ini jadi serasa balik muda lagi, kisahnya manis semanis gula, rasanya pengen baca karya lain dari author yang sama 🥰😍.
Ceritanya unik. Polanya sedikit mengingatkan pada pola-pola urban fantasy ala film Jepang, yaitu keajaiban yang terjadi tanpa penjelasan kenapa hal itu bisa terjadi. Law of universe Pintu Kenangan tidak terlalu terjelaskan selain oleh beberapa spekulasi. Namun, tak bisa dipungkiri sisipan misteri hilangnya seorang teman yang dipercaya berpindah dunia lewat sebuah pintu ini sangat menarik untuk disimak.
Buku ini penuh misteri. Mulai dari bab yang punya teka-teki, kisahnya juga mengalir penuh tebakan dan jebakan.
Kisah fantasi berbalut romansa remaja ini punya potensi yg sangat kuat untuk memikat. Melalui blurb-nya saja sudah mengisyaratkan akan seru dan menyenangkan kisah Cassandra, Dewa dan teman-temannya ini. Apalagi disokong oleh jalinan cerita yg unik.
Aku terpesona sejak membaca blurb buku ini. Dan, tak ada penyesalan sama sekali saat mulai mengigit tiap lembarnya. Sebab, irama yg dibangun oleh penulis untuk memikat pembaca buku ini penuh melodi. Mulai dari premis cerita yg keren. Meski bukan suatu hal yg baru, namun teka-teki yg dipakai berhasil membuat pembaca bertahan.
Karakteristik karakternya yg penuh emosi, dapat mengikat plot cerita dengan baik. Dengan gaya penulisan yg halus, paragraf padat dan dialog-² ringan.
Alurnya sendiri berjalan maju dengan sedikit kilasan balik yg mana sedikit menjelaskan kisah tentang kenangan ini. Sudut pandang orang pertama makin mempertajam cerita, dengan konflik yg sama sekali tak memusingkan ini. Meski, penuh tanda tanya dan teka-teki. Sebenarnya 'pintu kenangan' itu apa!
Eksekusi akhirnya pun sama kuatnya dengan awal cerita. Di mana, bagian paling krusial ini dibangun dengan baik. Aku suka dengan cara penulis mengajak pembaca untuk masuk ke dalam pintu kenangan, walau sama sekali tak tahu apa yg harus dihadapi.
Namun, aku menemukan banyak dialog yg tiba-² dipenggal. Kemunculannya pun terus berulang. Walau hal ini tak merusak cerita, tapi adanya hal ini sedikit menganggu. Aku pun berharap, bahwa ada penjelasan secara logis tentang pintu kenangan.
Cerita remaja ini memang punya intrik yg menarik. Ciri khasnya menarik. Tidak di mulai dengan narasi yg berbelit-belit. Aku pikir ini mudah untuk dicerna, tapi punya ketahanan yg kuat. Di mana, alurnya menyita waktu pembaca dan tak membiarkan cepat terlupakan.
Pesan moral tentang persahabatan dan keluarga sangat kental. Terlebih lagi, latar belakang cerita yg diambil. Intrik-² masalah perundungan, hingga kesehatan mental. Walau hanya ditampilkan tipis sekali.
Hal ini, menjadi pondasi yg akan memberikan sokongan yg kokoh pada novel fiksi ini. Satu hal, walau mengambil genre fantasi. Romansa remajanya tak ketinggalan. Dan menurutku juga lebih banyak drama remaja. Lika-liku kehidupan anak SMA dan masalah yg sering timbul disekitarnya.
Satu lagi, ungkapan bahwa ketika seseorang tiada di dekat kita, maka barulah rasa kehilangan itu ada. Sehingga, saat Sellina menghilang semua orang merasa kehilangan sosoknya. Tapi, jangan sengaja hilang agar menarik perhatiannya ya! 😊
Adegan-² manis dan mengemaskan juga berseliweran. Apalagi interaksi Cassandra dan Dewangga yang tarik ulur seperti layangan. Ditambah emosi mereka yg masih labil. Kadang terlihat kuat, kadang tampak realistis. Perubahan-² ini pun, makin membuat cerita yg penuh teka-teki ini makin menarik.
Aku berharap, akan ada versi cetaknya!! Novel yg mendapat predikat juara ke-4 BWM 4 ini menyenangkan!
Sepertinya Mbak Ranieva ini jago sekali bikin cerita remaja dengan jalan cerita yang rumit dan hubungan antarkarakter yang juga rumit. Saya sudah baca karya beliau yang Trapped dan menurut saya itu rumit sekali, ternyata yang ini juga 11-12, apalagi ditambah unsur angsty (terutama di bab-bab terakhir, angst-nya kerasa banget).
Tapi saya suka cara berceritanya, enak dinikmati. Dan saya suka karena Mbak Ranieva selalu memerhatikan detail-detail kecil dan menuliskannya dalam setiap ceritanya, jadi ceritanya kerasa hidup. Apalagi di sini ditambahkan konteks sosial-politik Indonesia sesuai latar tahun 1997-1998. Meskipun cuma sekilas dan bukan fokus utama, setidaknya karena detail seperti itu ditambahkan, ceritanya terasa semakin riil dan believable.
Karakter-karakter remajanya juga lovable dengan dinamika yang menarik diikuti. Jujur saya suka banget sih karakter Dewa. Mbak Ranieva jago menuliskan karakter remaja cowok ya. (Saya tahu betul itu nggak gampang.) Tapi si Dewa ini terasa sangat tiga dimensi, manusiawi, dan nyenengin, dengan segala sifat, karakteristik, kepribadian, dan lingkungan keluarga serta luka-luka masa lalu yang membentuk dia. Menurut saya karakter Dewa ini betul-betul hidup. Karakter lainnya juga oke--saya juga suka penokohan Cassandra dan Sellina--tapi tetep aja Dewa-lah MVP-nya di mata saya.
Ceritanya bagus! Mengalir, babnya pendek-pendek pula jadi bacanya cepat. Narasinya enak seperti biasa, meskipun ada bagian-bagian komedi yang menurut saya sebenarnya nggak terlalu penting dimasukkan ke narasi (tapi karena ini teenlit, jadi nggak garing-garing amat). Saya engaged dengan ceritanya--misterinya dikemas dengan apik, dan keberadaan Pintu Kenangan itu bikin bertanya-tanya sampai akhir karena sepanjang baca di bagian awal sampai pertengahan, saya masih belum sepenuhnya percaya apakah cerita ini beneran mengandung unsur magical realism? Haha.
Kurang suka sama bab terakhir ceritanya karena menurut saya terlalu rushed dan kayak banyak bagian menuju bab terakhir itu yang nggak diceritakan, tapiiii untungnya ditebus dengan bab-bab ekstranya yang menjadi epilog. Bab-bab itu memperjelas segalanya, semua pertanyaan jadi terjawab, nggak penasaran lagi. Dapet closure yang cukup memuaskan pula, jadi saya bisa mengakhiri buku ini dengan kesan baik dan nggak misuh-misuh.
Throwback Thursday berkisah tentang takdir tiga karakter yang terjalin.
Cassandra, penggagas klub Noktah yg gemar misteri. Sellina, sahabat Cassandra. Dan Dewa, cowok yg naksir Cassandra tapi ternyata punya rahasia masa lalu dg Sellina.
Benang ruwet hubungan mereka mulai terurai semakin jauh cerita mengalir. Rahasia masa lalu Dewa dan Selline membawa pertengkaran yg memicu hilangnya Sellina. Dan kemungkinan besar, Selina masuk ke pintu kenangan. Menurut rumornya, pintu ini bisa membawamu ke masa lalu...
Dari blurb, pembaca bakal langsung tahu kalau Sellina menghilang. Namun, penulis tetap piawai menuliskan rentetan kisahnya. Penulis jg berhasil membuat pembaca penasaran dengan berbagai misteri tiap babnya. Jadinya pengen segera selesai gitu buat mastiin tebakan pembaca benar apa nggak. 😆
Jadi, genrenya ini misteri fantasi ya. Tapi unsur fantasinya dimainkan dg sangat baik sehingga membangun kisah misterinya.
Yg aku suka, penulis berusaha menghadirkan karakter yg gak sesuai stereotipe lewat Dewa (lihat slide 2). Dan buatku pribadi, Dewa kayaknya yg lebih bisa dibilang karakter paling utama di buku ini. Kisah berputar di antara Dewa, dan kemudian Cassandra.
Dinamika hubungannya juga menarik karena karakter-karakternya beda. Terus konfliknya relateable buat remaja dan karena masih remaja, pilihan yg mereka ambil ya emang kadang bodoh. 🥲
Terus aku jg suka isu yg diangkat penulis tentang hubungan keluarga, tekanan atas prestasi, dan reminder kesehatan mental remaja 🥺
Sayangnya menurutku ada banyaaak karakter gitu jadi kayak kurang tereksplorasi dg baik. Karena banyakan di-tell daripada show juga. Apalagi karakter pendukung.
Secara keseluruhan, buku ini seru buat dibaca! Misteri demi misteri disajikan dg baik dan berhasil bikin penasaran.