semakin kocak. dalam edisi keempat na ini, quino ga cuma mengangkat mafalda sebagai tokoh utama dengan kritikan lugu na, tapi juga rekan-rekan na. manolito, susanita, felipe, miguelito.. semua na punya bagian yang seimbang dalam kisah ini. anak-anak yang meributkan para dewasa, ketika para dewasa sendiri ingin kembali menjadi anak-anak.
mfld: “ma, umur berapa sih kita dianggap adah tua?
mama: “tergantung, mafalda. soalnya itu bukan semata-mata masalah umur dan sebenarnya yang paling penting adalah tetap berjiwa muda! begitu!
mama melanjutkan mengecat kuku na
mfld: “oh! berjiwa muda, ya? terus kalau gitu kapan jiwa mulai butuh riasan, ma?”
namun sebagai anak yang kritis, mafalda tetap saja tak mau menjadi korban karya sastra, iklan atau hal lain yang mengeksplotasi anak-anak.
iklan: “ibu-ibu, belilah washex! mesin cuci dengan teknologi terbaru hanya untuk anda! sangat mudah, sampai anak-anak pun bisa menggunakannya!
mfld: “apa??? emangnya buat menyindir ibu-ibu yang payah kalian mesti memakai kami??? eh??? eh???
dan...miguelito, terkadang juga punya celetukan yang mungkin lebih miris dengar na dibanding celetukan mafalda sendiri. banguan karakter yang kuat dalam komik strip ini.
mglt: “eh mafalda, kenapa sih mamamu pake kacamata?”
mfld: “disuruh dokter mata”
mglt: “kenapa?”
mfld: “ya biar bisa melihat dengan baik”
mglt: “oh! Bagian mana yang ingin dilihat dengan lebih baik?”
mfld: “bagian mana?! aduh miguelito! ya semuanya, dong!”
mglt: “idiiih! mamamu pesimis banget, ya!”
selamat membaca... jangan ingin menjadi anak-anak, karena hidup yang sesungguh na dimulai pada usia 40 tahun. lalu sebelum itu kita ngapain ya?