Setelah baca untuk kedua kalinya...aku makiiiiiiiiiiiiiiiiiiinn cinta..cinta sama Tristannnnnnnnn!!!!
Bettina, yg dijodohkan dengan Comte Pierre de Lambert, pada saat pelayaran ke Karibia, tiba-tiba kapalnya disergap dan ditangkap oleh Tristan. Tristan yang terpesona oleh kecantikan Bettina, menipu (membohongi lebih tepatnya) dan memperkosa Bettina berkali-kali sehingga Bettina tidak tahan dan melarikan diri.
Upaya meloloskan diri dari cengkeraman Tristan berhasil sampai Bettina bertemu dengan Lambert, yang sialnya ternyata tidak berniat untuk menikahinya tetapi mennginginkan Bettina sbg simpanannya. Bettina yang kedatangan ibunya, menceritakan kemalangannya. Namun pada malam itu juga Bettina dan ibunya diculik oleh Tristan dan dibawa ke pulau milik Tristan.
Cerita berlanjut, Bettina mengetahui dirinya hamil 2 bulan, namun Tristan yang sudah ditanamkan keraguan oleh Bettina (bahwa Bettina pernah tidur dengan Pierre) mencurigai bahwa itu bukan anaknya, tapi anak Pierre. Tristan yang marah berusaha memburu Pierre dan utk mendapatkan informasi ttg Bastida, musuh besar Tristan yang telah membunuh orangtua Tristan dengan kejam. Setelah sia-sia mencari Bastida, Tristan memutuskan pulang. Walau masih ragu bahwa Bettina mengandung anaknya, hal ini tidak mengurangi keinginan dan hasrat Tristan untuk bercinta dengan Bettina.
Ibu Bettina, Jossel bosan dengan tindak-tanduk Tristan yang gelisah dan pemarah tersebut, mendesak Bettina untuk memberi kepastian pada Bettina bahwa Bettina mengandung anak Tristan. Walau Bettina sudah mengakui kepada semua orang bahwa ia mengandung anak Tristan, tapi Bettina masih enggan bersumpah kepada Tristan. Hingga kedatangan Gabby, perompak perempuan yang cantik, salah satu kekasih Tristan, yang membuat Bettina dirundung kecemburuan dan kesedihan. Seminggu kemudian, Tristan mengusir Gabby dan berterus terang bahwa ia sengaja membuat Bettina cemburu dan sengaja menguping pembicaraan antara Bettina dan ibunya ttg anaknya. Pada saat itulah mereka akhirnya berbaikan.
Belum surut kebahagiaan mereka, tiba-tiba Casey, sahabat Tristan, datang ke pulau tersebut dan terbukalah rahasia bahwa Casey adalah ayah kandung Bettina dan memaksa Tristan untuk menikahi putrinya dan tidak mengizinkan Tristan sekamar dengan Bettina jika Tristan tidak menikahi putrinya. Tristan, dengan berat hati menerima pengaturan tidak sekamar itu (padahal itu di rumah Tristan sendiri, hihihihi).
Setelah kelahiran anak Jules, sahabatnya, Tristan memutuskan untuk mencari Bastida kembali dan direstui kepergiannya oleh Bettina. Baru 2 hari Tristan pergi, tiba-tiba Bastida nongol di rumah Tristan dan memaksa bertemu dengan Tristan yang sudah tidak ada. Dengan kekecewaan, Bastida menyandera Bettina dirumah Bastida supaya Tristan datang mencari Bettina. Bettina yang sudah mencintai Tristan, berjuang dengan membohongi Bastida bahwa Tristan sudah tidak peduli lagi dengannya. Namun pada saat Bastida sudah nyaris percaya dengan cerita Bettina, tiba-tiba melihat sosok Tristan di daerahnya. Dan Bettina yang akan segera melahirkan, diikat dan digunakan sebagai senjata untuk mengacaukan pikiran Tristan.
Saat Tristan akhirnya bisa mengalahkan Bastida dan nyaris saja Bastida menusuk punggung Tristan, Jules datang dan menembak Bastida. Dan akhirnya, Tristan yang menghindar untuk menyaksikan kelahiran anaknya, malah harus membantu persalinan anak pertamanya.
Novel ini patut diacungkan jempol karena merupakan karya pertama Johanna Lindsey ditahun 1978. Dengan setting tahun 1667, sebenarnya karakter Tristan termasuk "jempolan" yang diciptakan oleh Johanna Lindsey. Memang novel ini pro-kontra. Sebagian yang sudah membaca menganggap novel ini tidak romantis karena terlalu banyak perkosaan dan pemaksaan, tapi kalau dilihat dari segi sejarah, pada masa pertengahan dan perbudakan masih ada, tokoh Tristan termasuk "lembut" utk ukuran pria. Tristan yang disarankan untuk memukul Bettina, tidak pernah melakukan hal itu. Adegan lucu tetap selalu ada dimana Bettina berhasil memaksa Tristan untuk mencukur janggutnya. Atau Bettina yang terpaksa terus menerus menjahit bajunya yang dirobek oleh Tristan yang menuntut. Atau Casey yang baru saja mengetahui Bettina adalah putrinya, langsung berlagak sebagai ayah sejati dan mengkudeta rumah Tristan yang tidak bisa menguasai pengaturan yang dibuat oleh Casey. Kedua tokoh utama novel ini memang agak "childish" mengingat mereka sama-sama berusia masih muda, dimana tokoh Bettina sebagai lady yang masih polos, tidak pernah mengenal dunia luar, pemarah, dan keras kepala. Sedangkan Tristan tidak kalah kacaunya, egois, keras kepala, pengatur, dan pemarah juga. Maka adegan perang mulut mereka layak dibaca dan tidak pernah membuatku bosan membaca.