Jump to ratings and reviews
Rate this book

Alita #1

Alita @ First

Rate this book
Sejak pertama berjumpa dengan Erwin, Alita jatuh cinta pada sahabat kakaknya itu. Bagi Alita, tak jadi masalah Erwin hanya menganggapnya adik. Toh Alita memang tak berniat jadi kekasih Erwin. Mencintai bukan berarti juga bersedia jadi kekasih. Bagi Alita, orang tak pernah butuh syarat apa pun untuk jatuh cinta, tapi jelas banyak yang harus dipertimbangkan saat sepasang insan berniat menjalin hubungan serius. Dan Erwin---yang terang-terangan mengaku dirinya buaya mata keranjang---tak masuk hitungan Alita, juga tak masuk hitungan orangtua Alita, kakak Alita, bahkan juga sahabat Alita.

Toh cinta Alita pada Erwin tetap tumbuh bersemi, meski tersembunyi dalam hati. Bagi Alita ini bukan pemberontakan melawan keluarga dan sahabatnya, sebab Alita merasa cintanya pada Erwin adalah jenis cinta sepihak yang tak menghendaki apa-apa dari yang dicintai. Cinta yang penuh kesadaran tak akan memperoleh pemenuhan. Cinta tanpa tujuan memiliki, apalagi menguasai. Cinta tanpa harapan, tanpa muara....

Tapi, sungguhkah jenis cinta semanis dan sesederhana itu bisa benar-benar ada? Sungguhkah Alita mampu tetap menggunakan akal sehatnya dan menuruti nasihat orang-orang terdekatnya, saat akhirnya Erwin juga jatuh cinta padanya?

325 pages, Paperback

First published January 1, 2010

7 people are currently reading
236 people want to read

About the author

Dewie Sekar

9 books97 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
97 (21%)
4 stars
154 (33%)
3 stars
157 (34%)
2 stars
46 (9%)
1 star
7 (1%)
Displaying 1 - 30 of 84 reviews
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews970 followers
January 3, 2024
What can I say except that this book brought me some thought about how to spend this beautiful opportunity in life by choosing the right thing to do.

Romantis. Nguras air mata. Natural. Dan, salah satu novel dalam line metropop yang "nggak-ngurusin-orang-pake-baju-dan-sepatu-merk-apa". Bukan tema baru, nggak ada konflik baru, tapi gaya penceritaan Dewie Sekar yang sangat alami membuat metropop ini jauh lebih manusiawi/nyata dalam keseharian. And, I love its location, by the way, Palembang-Jogja-Surabaya-Jakarta.

can't wait to see the next chapter of Alita's life.

baca ulang #BacapakeKuping, dengerin via Storytel
Profile Image for Nike Andaru.
1,657 reviews112 followers
September 23, 2010
Kali pertama saya baca novelnya Dewie Sekar.
Akhirnya, saya harus mengakui kalo Ijul bener soal penulis satu ini, bahwa tulisannya top markotop.

Karena trilogi Zona punya saya kurang buku 1nya, maka saya memutuskan untuk baca buku terbarunya Dewie Sekar yang baru aja. Walau tau ini bukanlah buku tunggal alias bersambung, saya baca dan voila... Lihat deh saya langsung jadi fansnya Dewie Sekar.

Bercerita tentang Alita yang menyukai Erwin, sahabat si Kakak, Yusa yang berbeda 7 tahun darinya. Sejak SMP mulai menyukai Erwin dengan cinta yang dianggapnya tidak buta dan tidak menginginkan. Namun, Yusa, Sang Mama dan Abel, sang sahabat menolak keras Alita untuk menyukai Erwin karena Erwin dikenal sbg buaya darat yang sering bermain-main dengan banyak perempuan.

Erwin akhirnya menikah dengan Tira, membuat patah hati Alita. Mereka punya anak. Pernikahan mereka tidak lama, bercerai dan akhirnya Erwin mengetahui rasa cinta Alita dan dia pun punya rasa yang sama. Erwin memutuskan untuk menunggu Alita. Tapi ternyata, Tuhan memutuskan lain. *ga mau spoiler ah* :D

Dewie Sekar menulis dengan amat lembut dan teratur, bagian demi bagian. Tidak spt novel metropop biasanya yang bercerita tentang kehidupan kaum urban yang serba glamour dengan deskripsi heboh soal baju, sepatu, tas bermerk, Alita @ First hanya mendeskripsikan hal yang menurut saya memang penting untuk kita bayangkan saja sbg pembaca. Tulisannya mengalir, babak demi babak kehidupan Alita jelas digambarkan dengan runut. Walau cerita ini lebih banyak sedihnya, saya sih suka-suka aja. Ditambah banyak yang kurang suka endingnya, saya sih ngeliatnya ini blom kelar, masih akan ada lanjutannya, jadi ya tunggu aja cerita selanjutnya.

Saya berharap bukunya jadi dwilogi aja, jangan kepanjangan sampe 3 apalagi 4 buku. Soalnya Alita-nya disini kan udah lumayan tua gitu umurnya, sekitaran 28 tahun kali ya. Klo udah ketuaan kan ga enak lagi nyeritain cinta2annya kan yak? :D
Profile Image for Ana  Fitriana.
160 reviews32 followers
September 19, 2017
Aku berusaha untuk review seobjektif mungkin, tapi, mungkin sulit karena aku penggemar berat Mbak Dewie Sekar (meski nggak pernah kenal langsung dengan beliau). Trilogi Zona adalah cerita fav aku. Zona @Tsunami, bahkan sudah kubaca ulang hm... let see, lebih dari 5 kali. Cara mbak Dewie bercerita, alur, plot, redaksi kata yang nggak dibuat mendayu-dayu tapi ngena dan kita nggak dibikin riweh krn sibuk sama baju merkjerawat A, tas merk Z, dan oh ya, rupa yang rupawan dan kaya raya. Buat aku, hasil tangan mbak Dewie begitu membumi. Mas Erwin, salah satu tokoh utama di novel ini bahkan diceritakan bertampang biasa dengan bekas jerawat di pipi. Alita, juga nggak diceritakan sebagai cewek cantik sempurna idaman setiap laki. Iyah, simple tapi ngena.

Buku ini sukses membuat aku senyum-senyum geje, misal cuma karena suara hati Alita (ini kayaknya jadi ciri khas mbak Dewie deh) dan yah... mata berkaca-kaca (boong ding, aku nangis😂) karena "tiiitttttt"-lagi belajar ripiu tanpa spoiler-

Jadi, aku kasi 5 bintang untuk Mbak Dewi. Kebanyakan? Ya nggak papalah. Kan aku udah bilang, aku nggak objektif, karena aku suka penulisnya, isi ceritanya, tokoh dan karakternya, aku sukaa semuaa. Favorit aku, puisi yang Alita tulis untuk mas Erwin.

Sudahkah?

Adalah hujan bulan juni yang mengingatkanku pada lintasan sepi saat malam luruh ke bumi dan bebukitan menghitam di kejauhan dan sepanjang perjalanan kau hanya sejangkauan.

Sudah sempatkah kubilang kukekasihi jutaan aksara dengan rindu-dendam yang kupelajari diam-diam dari bintang-bintang yang padam berabad-abad silam sampai senyummu meledakkan dunia kecil dan nyaman yang semula selalu kuhuni seorang diri dengan senang hati?

Sudah sempatkah kuungkap betapa aku merasa tak lengkap sejak kau buat hatiku jatuh tanpa sebab?

Sudah sempatkah kukatakan kau adalah sudah hingga cukup sudah kau sajalah?

Nah, sekarang sudah...
122 reviews2 followers
November 16, 2014
Alita @ First -- 4/5


buku ini berhasil bikin emosi naik turun..!!

buku kedua dari Dewie Sekar yang aku baca (setelah, Zona @ last).

untuk label Metropop yang biasanya banyak barang branded betebaran dimana-mana dan hidup yang metro. Buku ini beda.

yang menarik di buku ini, jelas, Alita mulai punya perasaan sama Erwin saat dia berusia tiga belas tahun. hingga, Erwin menikah, cerai, sampai suatu penyakit menjangkitinya. konfliknya masuk akal. termasuk penyakit yang diderita Erwin pun, logis. mengingat gaya hidup Erwin selama ini.

bagian paling mengejutkan di buku ini adalah, kepergian Mbak Ava. kalau ibarat jalan lurus. part itu seperti belokan yang tidak akan kita duga ada di depan kita. Bikin aku merasa kehilangan. *peluk Mas Yusa*

cara bercerita Dewie Sekar pun, cocok, masuk seleraku lah... *keinget si sableng Zona* XD


mau lanjut seri Alita #2


bye~
Profile Image for hazel audy.
285 reviews19 followers
October 30, 2011
saya salut sama karakter Alita. Begitu kuat, tangguh, dan tegar.
Untungnya ga nyampe meneteskan air mata baca novel ini. :D
saya kurang begitu suka dengan karakter Erwin di novel ini yang digambarkan sering tidur dengan banyak perempuan. Ouch...
Tapi itulah daya tarik novel ini antara karakter Erwin dan Alita. Untungnya Alita tidak termakan betapa-hotnya- si erwin ini. hehe
Dan untungnya pula novel ini happy ending.
Great Job, Dewie Sekar..
Profile Image for Mia Prasetya.
403 reviews268 followers
February 20, 2010
Bacaan ringan, semalam kelar.
Lumayanlah, tidak terlalu lebay, tidak banyak merk baju dan tas yang harganya selangit. Ceritanya juga ga ketebak, terutama di bagian akhir.
Tapi sayangnya buku setebal ini koq saya masih kurang sreg dengan karakter Alita, entah kenapa...

Buat yang demen happy ending, kayaknya jangan baca buku ini deh :)
Profile Image for Delisa sahim.
274 reviews13 followers
March 23, 2011
novel yang bikin menyesakkan dada...
tetapi aku ancungin jempol buat karakter alita,
cinta itu harus pakai akal sehat, jangan buta oleh cinta...
sebenrnya cinta itu tidak buta tetapi akal sehat kita terhenti oleh perasaan yang menggebu..
Profile Image for Azia.
243 reviews11 followers
May 24, 2010
pesan moral dari buku ini : jangan mudah terjatuh dalam pesona lelaki yang berkharisma. kalau dia baik seperti Yusa siy engga pa2. Kalau buaya kayak erwin, mau berakhir seperti Alita?
Profile Image for Vindaa.
190 reviews3 followers
August 16, 2025
Membaca buku ini, gara-gara udah baca buku keduanya duluan. Ngga afdhol ya kan rasanya kalau series ga ngikutin ceritanya dari awal tuh, hehe.

Buku ini menceritakan Alita yang jatuh cinta pada pandangan pertama. Sayangnya, cintanya berlabuh pada seseorang yang tak bisa ia gapai. Lelaki itu, teman kakaknya, seorang _bad boy_, buaya darat kelas kakap.

Hidupnya terasa uring-uringan dan kebingungan, di satu sisi semakin ia mencoba mengalihkan perasaan, semakin ia tak bisa jauh dari bayangan Erwin. Tapi di sisi lain, tak satu dua orang yang mewanti-wanti dirinya, jangan sampai jatuh pada pesona lelaki itu.

Sehingga Alita harus diam-diam menyimpan dan mencoba sekuat tenaga meyakinkan diri untuk tidak jatuh terlalu dalam. Sayang sih sayang, tapi untuk memiliki masa depan dengannya sungguh tidaklah mungkin.

Hingga suatu hari, kenyataan mematahkan harapan Alita. Takdir yang membawa Alita untuk menerima bahwa Erwin memang tidak diciptakan untuk bersatu dengannya, meski perasaan mereka saling membalas satu sama lain.



Ending yang menyedihkan, tapi pembawaan ceritanya tidak sampai yang membuatku berlinangan sih.

Hanya saja, aku bisa merasakan bagaimana pergulatan hati Alita disini. Ya kesel, ya kasihan, ya miris.

Aku suka cara Dewie Sekar menulis yang tidak terlalu njelimet, sehingga buku ini bisa banget diselesaikan dalam waktu lumayan cepat.
Profile Image for June ✨.
14 reviews
January 21, 2021
Novel metropop pertama yang tidak melukiskan kehidupan metropolitan, seperti baju bermerk dan lain lain yang aku baca. Tetapi cukup menggambarkan apa yang ingin kita bayangkan, latarnya pun menarik

Novel ini sukses membuat emosi naik turun. Dari senyum senyum misal saat Mas Erwin menggoda Alita yang sudah menyukainya semenjak Alita kelas 3 SMP, saling bertukar puisi puisi (romantis banget ga sih?), saat Alita akhirnya dikenalkan ke Tante Tanti dan Ilham, bahkan ikut senang sekali saat Mas Erwin bilang akan menunggu Alita sampai kapan pun itu karena kupikir wah ini saatnya!

Tetapi kemudian aku ikut menangis sejadi jadinya saat Alita patah hati karena Mas Erwin jadian sama Tira, lalu perasaannya akhirnya diketahui oleh mas Erwin, saat seharusnya Alita bisa mengisi kekosongan antara Kinanti dan Tira tetapi ternyata telat, dan akhirnya mas Erwin menikah dengan Tira, atau bahkan sampai di part paling sedih di novel ini yang membuat Alita benar benar tidak bisa memiliki mas Erwin.

Ah pokoknya, semangat Alita! Dari Alita aku belajar bahwa seharusnya sedari lama menyadarkan diri untuk tidak menunggu apa yang memang tidak perlu ditunggu karena akhirnya merugikan diri sendiri.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,008 reviews29 followers
August 4, 2023
In between 4-4.5⭐
Buku ini lebih dari bagus, tapi engga yg bagus banget. Does it even make sense? :D
Gue betul2 engga antisipasi ternyata banyak kejutan2 yg mengandung bawang sepanjang ceritanya.

Bingung mau sebut Alita ini tabah atau bodoh? Cintanya yg konsisten dengan Erwin yg seorang f*ckboy dan engga bisa lepas hampir sepanjang hidupnya karna Erwin juga menjadi sahabat baik abangnya sendiri.

Bagaimanapun, kisah cinta Alita ini cukup berkesan di gue pribadi. Jatuh bangun perasaannya dengan Erwin. Tekadnya yg menjauhi Erwin meskipun hatinya engga pengen. Dia yg masih berusaha untuk mencoba kasih kesempatan untuk cinta yg lain, mengingat Erwin a/ sosok yg engga bisa diharapkan, membuat gue cukup kagum bagaimana dia bisa mengontrol hal itu dengan cara yg bijak dan dewasa.

The ending broke me the most. Ah, why??? Poor Alita dan "seorang" lagi yg engga bisa gue sebutkan di sini karna akan jadi spoiler :'(

*Listened the audiobook by Storytel*
Profile Image for everlideen.
27 reviews1 follower
August 15, 2021
Beli karena ada review bookstagrammer yang suka banget sama buku ini. Dan lagi baca buku yang ringan aja. Turned out, jadi salah satu pengeluaran yang paling kuselali.

💭 Jadi ceritanya, ada anak SMP, namanya Alita, jatuh cinta sama teman kakaknya yang udah kuliah. Novel ini cerita sampai si Alita dewasa.

👎 Tapi kedewasaan itu hanya umur. Karena enggak diimbangi pembangunan karakter secara mental dan sikap😭

Dialog enggak membangun suasana. Ide cerita kurang fresh dan terlalu menye-menye. Dan terlalu alim, terlalu "baik-baik" !!!!! 😭

Terus, narasi transisi waktunya kurang smooth. "Enam bulan berikutnya", " Dua tahun selanjutnya"

👍 Sampulnya biru, sinopsisnya bikin kepingin

⭐⭐/5
NOPE FOR ME.
1 review
October 17, 2022
Baru saja menyelesaikan buku ini untuk kedua kali setelah bertahun-tahun lalu berawal dari keisengan membereskan koleksi buku. Cuma diselesaikan dalam 4 jam dengan air mata yang bercucuran. Buku ini sangat bagus. Saya suka cara penceritaan yang sederhana namun menggambarkan tiap karakter dengan jelas dan dialog yang membuat emosi naik turun. Bisa ketawa banget karena merasa leluconnya lucu dan bisa sangat sedih sampai dada sesak jika membaca bagian yang menyedihkan.

Seperti alita yang susah move on saya juga susah move on dari Mas Erwin. Walau dia buaya dan banyak berengseknya tapi belakangan saya jadi paham kenapa alita sangat mencintai Erwin. Saya hancur sekali saat menyelesaikan novel ini dan tidak sanggup membaca ulang lanjutan novel ini.
19 reviews
August 30, 2020
3.8🌟

Setelah mengalami reading slump yang parah, 3 bulanan lebih enggak baca buku dan kerjaannya cuma menuhin rak karena lagi banyak diskon
Alhamdulillah buku ini jadi awalan yg cukup baik menurutku...


Suka banget sama penokohannya
Lumayan susah nemuin cerita, yang tokoh utamanya bisa rasional walau lagi jatuh cinta.
Enggak ada pembodohan disini, mungkin lebih tepatnya pembaca disuguhi cerita cinta yang enggak membutakan
Yah kurang lebih gitu lah.


Alunya menarik, plot twist di bagian akhir?
Profile Image for nasya.
848 reviews
November 4, 2021
yang kusuka dari novel ini adalah kalau ada alur yang dicepetin itu kayak nggak berasa gtu lho, jadi ya ngalir aja gitu we. tapi idk, aku nggak bisa memahami keinginnya alita. oke alita suka sama erwin tapi gamau nikah, itu masih bisa diterima. tapi kenapa dia kayak nggak mau move on??? kenapa tiap ada yang ngelarang dia untuk nikah sama erwin dia sakit hati?! kenapa gitu lhoo, kenapa masih dilanjutin padahal udh tau nggak ada akhirnya...
Profile Image for Niki.
4 reviews
January 20, 2018
Setuju kalau ada yg bilang ngga ada sesuatu yang baru di novel ini. Cinta yg ngga kesampaian karena si cowok udah parah buayanya dan rentetan larangan untuk Alita supaya ngga jatuh cinta. But, how Alita tells us her feeling..gimana rasanya nahan cinta bertahun-tahun.. It's just so reaaaal.. Cuma bisa ngasih rate 3 karena alurnya sooo lambat buatku.
3 reviews
December 17, 2021
Udh baca 2x, jarak waktu baca ada kaliya jeda 8 tahun?? Nover ter-realistis yg pernah aku baca. Karakter setiap tokohnya, konfliknya, vibesnya, arghhh— nyata betul. 😵‍💫 rada lelet emg alurnya, ampe bosen kadang dikit2 berenti buat baca, tapi tetep penasaran. Banyak pesan2 bagus buat para readers terutama kaum hawa; kudu hati2 sama cowok 🤪🌈
Profile Image for Vicantika Lestari).
Author 2 books20 followers
April 8, 2020
Cerita ini realistis banget. Tokohnya nggak naif. Bener-bener nyesek tapi masuk akal.
Profile Image for Titi Sanaria.
202 reviews37 followers
December 24, 2020
Sepertiga pertama agak membosankan. Saya malah nggak yakin mau lanjut setelah 4 kali mencoba. Tapi dua pertiga terakhir saya selesaikan sekali duduk.

Sekarang mau lanjut ke Alita selanjutnya....
28 reviews
March 16, 2021
suka dengan cerita nya, dimana alita mencintai tapi tidak membutakannya. hanya saja alur nya terlalu lambat menurutku. gemes ngeliat alita yg susah bgt move on dan gak mau keluar dr zona nyaman dia
2 reviews
December 16, 2022
iseng baca buku mama ahaaah ternyata seru juga sampai lanjut baca nonstop. salah satu novel pertama yg bikin aku nangis. overall recommended!!!
Profile Image for Titia Hesi.
18 reviews
July 27, 2025
Buku yang cukup lama aku selesaiin. Untuk versi 1 ini aku ngerasa alurnya gimana gitu, gaya tulisnya bukan yang gampang aku pahami dan aku ngerasa cewenya obses?
Profile Image for Safitri.
16 reviews
March 25, 2011
Baru pertama kalinya saya membaca novel karya Dewie Sekar, dan baru pertama kalinya saya meneteskan airmata lebih dari sekali saat membaca novel metropop. Novel ini begitu menyentuh saya di beberapa bagian, selain fakta bahwa saya mempunyai seorang kakak laki-laki yang berusia jauh di atas saya dan pernah mempunyai cinta yang takkan pernah termiliki. Saya yakin bahwa ada pembaca yang pernah mempunyai kisah serupa. Cerita Alita, Yusa, Abel dan Erwin dalam meraih cita-cita dan cinta sangat lekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Alita, seorang remaja berusia 13 tahun yang baru menginjak bangku SMP, terpesona pada seorang pria teman kakaknya, Yusa. Pembawaan Erwin, pria itu, sangatlah menyenangkan. Sehingga mampu membuat Alita yang pendiam menjadi ceria dan bisa banyak bercerita. Namun satu sifat Erwin yang tidak baik, yaitu begitu banyaknya wanita yang tergoda pesonanya menyebabkan terdapat kesan bahwa Erwin playboy yang gemar mempermainkan wanita.

Yusa, mama, bahkan eyang putri memperingatkan Alit agar tidak jatuh pada perangkap Erwin. Sayangnya perasaan memang tidak dapat ditolak kehadirannya. Cinta itu tumbuh perlahan yang berkelanjutan hingga mengendap di dasar hati Alit yang terdalam dan tidak bisa dijangkau siapapun lagi. Namun Alita tetap menemukan akal sehatnya dan menyimpan rasa itu diam-diam.

Saat Alit memutuskan untuk kuliah di Jogja sambil menemani eyang putrinya, Yusa telah bekerja di Surabaya dan Erwin kembali ke Jakarta. Intensitas pertemuan secara fisik tentu telah berkurang, digantikan oleh teknologi masa kini, e-mail.

Kuasa Allah-lah yang mengatur pertemuan dan perpisahan seseorang. Ava, kekasih Yusa, mengalami kecelakaan lalu lintas dan meninggal dunia. Kejadian itu menyebabkan Alit bertemu kembali dengan Erwin. Pria itu menghibur kesedihan Alit, kembali membangun rasa cinta Alit. Hingga saat Erwin mengatakan bahwa kebawelan Alit mirip dengan Tira, kekasihnya, hati Alit terkoyak. Dia pun memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan Erwin, entah itu puisi yang rutin mereka kirimkan tiap bulan, ataupun SMS dan telepon. Alit mengganti alamat email dan nomor handphone-nya.

Hari berganti bulan, Alit yang selalu menyimpan Erwin di hatinya, dibujuk Abel sahabatnya agar mau berkenalan lebih jauh dengan Baim, seorang mahasiswa yang kos di depan rumah eyang putri. Pada hari Sabtu yang telah mereka tentukan untuk berkencan, tak disangka Erwin datang ke Jogja. Reaksi Alit yang meneteskan airmata saat menemui Erwin, menjawab semua pertanyaan Erwin mengapa Alit tidak membalas email dan teleponnya.

Perasaan Alit tertumpah sudah saat itu. Dia tak lagi malu mengakui bahwa dia menyukai Erwin, dan Erwin pun membuka semua kisah sepak terjangnya selama ini bersama para wanita. Dan Tira adalah wanita yang diharapkannya menjadi yang terakhir dalam hidupnya, bahkan mereka berniat untuk menikah. Alit tidak berharap apapun lagi pada Erwin, dia hanya ingin mencoba membuka hati untuk Baim.

Namun perasaan Alit pada Erwin terlalu kuat. Saat pak pos datang mengantar paket untuk Alit dari Erwin yang berisi kain brokat serta undangan pernikahan Erwin dan Tira, raut wajah Alit cukup menjelaskan bagaimana hancurnya perasaan gadis itu. Baim pun cukup pintar untuk membaca ekspresi Alit. Jika saya boleh menggambarkan perasaan Alit itu dengan kata-kata saya sendiri, akan saya katakan pasti hatinya serasa ditusuk pedang yang tajam dan perlahan pedang itu berputar sehingga pedihnya makin terasa dan takkan pernah hilang.

Begitulah sebagian kecil dari kisah Alita, dan tidak berhenti sampai disitu karena masih ada berbagai peristiwa yang selalu mengaduk-aduk perasaan Alita pada Erwin. Dan satu hal yang selalu ditekankan Alita pada hatinya dan juga pada Erwin, yaitu sekuat-kuatnya perasaan cintanya pada Erwin, dia selalu menggunakan akal sehat dan tidak buta untuk begitu saja menerima Erwin sebagai pasangan hidupnya.
Lalu bagaimana kelanjutan cinta Alita ini? Akankah cinta Alita dan Erwin berlabuh di pelaminan ataukah ada rencana Allah untuk mereka? Yang pasti, Alita telah mengetahui hikmah di balik kepergian Ava, kekasih kakaknya. Yaitu Allah mempersiapkan hati mereka untuk menerima kehilangan yang lebih besar lagi.
Novel ini begitu menyentuh hati saya, baik karena beberapa kesamaan saya dengan Alita, tetapi juga sikap Alita yang begitu teguh memegang logika diatas perasaannya. Hal yang menurut saya sudah jarang dilakukan oleh insan yang lagi dimabuk asmara. Selain itu juga pengendalian diri Alit terhadap hatinya sehingga kontak fisik paling intim yang Alit dan Erwin lakukan adalah berpelukan.

Selain dari sisi cerita, penggunaan kalimat yang tidak bertele-tele juga menjadi daya tarik dari novel karena menjadikan karya Dewie Sekar ini mudah dipahami dan tidak membosankan. Satu hal yang bisa saya pastikan, siapkan tissue sebelum Anda duduk manis dan membaca kisah Alita dari awal hingga akhir. Saya yakin Anda membutuhkannya. Heheheh :D
Profile Image for Hidya Nuralfi Mentari.
149 reviews15 followers
February 12, 2015
"Sebab cintaku pada Mas Erwin adalah jenis cinta yang manis dan sederhana. Cinta yang tak menghendaki apa-apa dari yang kucintai. Cinta tanpa tujuan memiliki, apalagi menguasai."

"Hati-hati dengan laki-laki yang romantis banget, karena mereka biasanya dikerubutin gadis-gadis, terus jadinya gampang ilang dicuri orang!"

"Sekarang mungkin kita belum tahu ada hikmah apa di balik ini semua... tapi yakin aja... pasti ada. Nanti juga akan Tuhan tunjukkan. Tinggal pinter-pinternya kita ikhlas atas semua musibah yang menimpa kita..."

"Tiap orang punya kelemahan, Alit. Aku percaya nggak ada manusia yang sempurna. Dan... yah, apa boleh buat... kurasa memang kalianlah sumber kelemahanku."

"Orang sering bilang, lebih baik mengetahui kebenaran betapa pun pedihnya... dan biasanya aku setuju, tapi tidak malam ini."

-----Alita @ First by Dewie Sekar-----

Alita @ First bercerita tentang sosok Alita, seorang gadis yang diam-diam mencintai Mas Erwin--sahabat baik Mas Yusa, kakak laki-lakinya. Hanya saja, Alita merasa cintanya pada Mas Erwin hanya akan terus menjadi cinta sepihak saja, toh ia juga tak mengharapkan sebuah cinta berujung penyatuan di antara mereka. Sebab bagi Mas Yusa, Mamanya, Eyangnya, dan orang-orang terdekatnya yang mengenal Erwin, lelaki itu bukanlah sosok yang pantas untuk dijadikan suami kelak. Erwin terlalu liar, terlalu banyak bermain dengan perempuan. Meskipun baik dan tulus, titik kelamahannya adalah perempuan.

Namun, suatu hari, saat perlahan Erwin menyadari perasaan Alita padanya, hatinya pun goyah. Lelaki itu pelan-pelan juga mulai memikirkan Alita, hanya saja saat itu, kondisinya sudah tidak memungkinkan dan rumit. Mereka akhirnya memutuskan untuk menjalani perasaan mereka untuk berdua saja. Menyembunyikannya dari orang-orang terdekat mereka. Meski relasi yang mereka jalani bukanlah relasi cinta seperti pada umumnya. Hingga akhirnya, perasaan keduanya terbongkar oleh Yusa, disusul oleh sebuah fakta mengejutkan yang membuat dunia Alita seakan runtuh...

Yah, pada dasarnya memang saya sudah terlanjur cinta dengan tulisan Mbak Wie semenjak baca Zona @ Tsunami dan Perang Bintang (jujur, sampai sekarang saya belum berani meneruskan Zona @ Last karena masih belum bisa move on dari ending cinta Zona-Mutia. Semoga saya cepat mendapat ilham untuk meneruskannya!). Jadi, saya sangat menikmati tulisannya di sini. Khas sekali. Kocak, manis, lincah, tapi sederhana.

Ceritanya seperti biasa, realistis, bikin mesem-mesem, dan bikin sesak di 3/4 bab. Saya seperti sudah merasa ceritanya akan dibawa seperti ini, hanya saja ... tetap ada beberapa hal yang berhasil membuat saya terkecoh. Hingga akhirnya saya tetap terkejut dengan setiap twist's hint-nya. Tapi, saya rasa, ide ini cukup orisinil dan berhasil memikat pembacanya.

Secara tekhnis kepenulisan, tulisan Mbak Wie tidak ada yang bisa saya komentari lagi. Enjoyable banget, lah, pokoknya. Sudah begitu, benar-benar minim typo. Saya rasa saya tidak melihat kesalahan ketik. Membuat saya terkagum-kagum. Ini novel zaman dulu, lho. Sudah lumayan lama. Tapi, ternyata, pengeditorannya seperti lebih berkualitas dari novel-novel sekarang. Hanya beberapa tanda elipsis "..." saja yang masih saya pertanyakan. Setahu saya, diberi spasi di setiap katanya. Tapi, saya memang jarang melihat penggunaan elipsis yang seperti itu di novel-novel. Apakah titik tiga itu memang beda fungsi dengan elipsis? Saya rasa sama, sih :$

Hm, saya ingin memuji karakternya, benar-benar memerankannya dengan sempurna. Saya juga suka bagaimana emosi mereka tersampaikan dengan baik. Membuat saya mudah mendalami perasaan mereka. Saya juga sangat suka dengan relasi kakak adik Alita dan Mas Yusa. Really, saya benar-benar mendambakan seorang kakak laki-laki yang seperti Mas Yusa :')

Dan endingnya ... saya rasa memang seharusnya begitu saja, sih. :3

Cukup membuat saya mengeluarkan air mata dan sesaaaaak. Well, siap untuk baca buku ke-2!
Profile Image for Meila Nada.
76 reviews2 followers
June 10, 2020
Awalnya cerita aku suka, di pertengahan aku mulai bosan, tapi di akhir aku kembali suka.


Sosok mas Erwin yang sangat disayangkan:( tapi jika dipikir matang-matang memang harus seperti itu agar bisa mengambil pelajaran darinya.

Di tengah cerita kadang bosan dengan Alita yang sangat naif, tapi diakhir menyukuri semua itu.

Gimana yah, aku masih sedih sih ini gatau harus nulis apalagi.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book275 followers
February 2, 2012

Alita, tokoh utama dalam buku ini jatuh cinta pada Erwin. Sayangnya Yusa, kakak Alita, yang adalah juga sahabat Erwin sudah mewanti-wanti Alita agar tidak jatuh hati pada Erwin. Soalnya Erwin itu cowok playboy yang brengsek. Dia selalu memanfaatkan pesona dirinya untuk memikat banyak gadis. Tapi yang namanya jatuh cinta apa bisa dilarang?
Yusa sendiri punya pacar bernama Ava. Ava juga menasihati Alita untuk tidak jatuh cinta dengan Erwin. Alita yang menganggap Ava sebagai kakaknya sendiri,tentu menghormati pendapat Ava. Sayangnya Ava tidak berumur panjang. Ava meninggal dunia dua bulan sebelum menikah dengan Yusa.
Erwin sendiri awalnya menganggap Alita hanya sebagai adiknya saja, dan memperlakukan Alita dengan penuh kasih sayang layaknya seorang kakak. Baik Erwin maupun Alita sama-sama suka menulis puisi. Ketika mereka berdua mengunjungi telaga Menjer, mereka membuat Perjanjian Menjer yang isinya mereka akan saling mengirimkan puisi setiap bulannya. Ada satu puisi yang dikirim Alita kepada Erwin yang menurutku sangat bagus.
Sudahkah?
Adalah hujan bulan juni yang mengingatkanku pada lintasan sepi saat malam luruh ke bumi dan bebukitan menghitam di kejauhan dan sepanjang perjalanan kau hanya sejangkauan
Sudah sempatkah kubilang kukekasihi jutaan aksara dengan rindu-dendam yang kupelajari diam-diam dari bintang-bintang yang padam berabad-abad silam sampai senyummu meledakkan dunia kecil dan nyaman yang semula selalu kuhuni seorang diri dengan senang hati?
Sudah sempatkah kuungkap betapa aku merasa tak lengkap sejak kaubuat hatiku jatuh tanpa sebab?
Sudah sempatkah kukatakan adalah sudah sehingga cukup sudah kau sajalah?
Nah, sekarang sudah…

Alita yang terus menerus menyimpan rasa cintanya pada Erwin akhirnya diketahui oleh Erwin tepat saat dia akan menikah. Alita patah hati. Tetapi bahkan hingga Erwin bercerai dengan istrinya, dan Erwin ingin bersama-sama dengan Alita, Alita tetap menolaknya dengan alasan semua orang terdekatnya tidak akan setuju jika dia jadian dengan Erwin.
Untungnya kisah cinta yang sedih, galau, dan tak sampai ini bisa diceritakan oleh penulisnya dengan baik. Walaupun saya sempat berpikir, Alita ini terlalu naïf dan tidak menghargai cintanya sendiri. Alita menutup pintu hatinya demi cintanya pada Erwin. Lanjut saya berpikir, memangnya kenapa dengan cowok playboy. Memang sih Erwin digambarkan sebagai don juan yang bisa tidur dengan wanita siapa saja yang terjerat pada pesonanya. Tapi belakangan setelah bercerai Erwin berubah. Hanya saja Yusa dan Alita tetap menutup mata atas perubahan Erwin. Mereka tetap menilai Erwin berdasarkan masa lalunya.
Endingnya tidak terduga. Sebagai bocoran, hingga akhir kisah ini masih terasa galau. Berhubung ada sekuelnya, saya masih menggantungkan harapan di buku kedua nanti ceritanya tidak lebih galau.
Sementara, 3 bintang untuk Alita.
Profile Image for Crowdstroia Crowdstroia.
Author 11 books652 followers
April 14, 2021
Dari awal gue udh bad feeling nih ke Erwin. Bukan karena dia playboy, tapi awalnya bad feeling krn dia kayak kakak2 sok asik. Iya sih, Alita mendeskripsikan Erwin sbg cowo supel yg asik. Tapi di mata gue ya dia jatohnya sok asik aja, bukan asik beneran. Kalo yg menurut gue asik beneran tuh kayak tokoh Radhi dan Ganesh di novel Secangkir Kopi dan Pencakar Langit-nya Aqessa Aninda, yg mana pas gue baca kelakar mereka, gue fix mau nongkrong sama mereka. Erwin nih justru kalo berkelakar, bawaannya gue pengen ngomong "krik", cuma karena itu ga sopan palingan gue cuma ketawa kering.

Penokohan Alita sendiri itu ... kayak dede gemes, tapi dia degems yang cukup realistis. Walau di beberapa kali kesempatan, gue kayak "hah" karena ebuset alita rupanya kau semudah itu baper ke Erwin? Tapi gue berusaha memaklumi karena Alita kan masih degems yekan. So i need to hold my bitchy comments. Degems wajar kalo gampang baper begitu, dan toh Alita sadar bgt bahwa Erwin gak "baik" buat dia. Dan menurut gue ini penting di-highlight, karena di tiap Erwin ngasih excuse atas kebrengsekan dia, Alita di tengah kebaperannya ttp bisa berpikir rasional. Walau kemudian ada masa baper2 lagi, tapi dia masih hold some of those rational senses. Dan menurut gue itulah poin dari cerita sih, bahwa di tengah kebaperan di Alita ttp bisa realistis. This is a good book for degems and young adults.

Kembali ke bad feeling di awal ttg Erwin, perasaan bad feeling gue itu berkembang jadi rasa ilfeel pas di Menjer, dia kayak gasuka pas tau Alita suka sama pemandangan gunung yg banyak sayuran (padahal itu Alita ngomongnya juga ga terlalu mikir), trus Erwin jelasin bahwa itu bakal berakibat buruk ke lingkungan (idk the way he said it kinda reminds me with softcore SJW yknow).

Dan ke-ilfeel an itu kian berkembang biak pas liat excuse dia atas kebrengsekan dia waktu dia datengin Alita ke jogja. Mana dia bawa2 analogi "kucing gaakan nolak kalo dikasih banyak ikan" pula. Untung si Alita waras di situ dan ngebales "kucing eyang gasuka ikan, sukanya jeroan". Trus si Erwin bawa2 pula bahwa abangnya Alita punya "kelainan" karena sangat cinta dengan pasangannya sampai jadi sangat setia, sebab "kaumnya Erwin/kaum lelaki" normalnya gak begitu. Padahal kalo ngomongin "kenormalan" ya semua manusia baik cewe cowo tuh semua bukan mahkluk monogami yg setia ke satu pasangan. Kesetiaan manusia itu dilatih, gak begitu aja turun dari langit, Erwin.

Jadi ya begitudeh penjelasan knp gue ilfeel bgt sama Erwin. Bukan karena dia playboy, tapi karena dia kebanyakan excuse atas kebrengsekannya. Padahal kalo brengsek mah brengsek aja kali, ga perlu pake pembelaan diri aneh2. Kalo pake pembelaan kek gitu jatohnya Erwin jadi melemparkan kesalahannya ke "kaumnya" sendiri and that is very disgusting. Sekian.
337 reviews37 followers
Read
April 6, 2016
waste nearly 10 years of life only to get nothing in the end. thats what I thought right after finish reading this book.

just imagine this. you were falling in love, madly in love with a man, which everybody disapprove to be your boyfriend because he was not a gentleman by being a super-charismatic-yet-player to many women, so you just buried your feeling deep into your heart, but you can never ever erase those feeling. eventually, it became bigger and bigger through time you just cant keep it from exploding everytime you see or talk to him. that will define Alita's feeling toward Erwin.

i like the girl. and i really like the man, at first. i have soft spot for hot and bad man. like they have a perfume you just cant help breath into it. i like how both the character developed, from an innocent little girl to a young yet mature woman. i like how Alita "manage" her feeling, and i really like her for respecting her close families, such as her brother, her mom, her grandmother. i also like her for always being honest even to herself (except for the crazy in love thing-y that she keep it for herself).

about the man, Erwin, i dont like how in the end he has to (spoiler). i think the writer isnt fair to him. he has so many trouble in his life (i know thats because his own fault) but it seems like the writer doesnt so much give him a chance. i like the man because even he is a badman, but he respects his bestfriend and he is an honest, at least.

i enjoy the story, quite a page turner for me (i havent read book much these days). and even manage to finish it only in 2 days. i must say i dont really enjoy the way the characters talk to each other like they are strangers or something, it feels so formal and not in a everyday conversation. and the last thing, i dont really get the actual time frame for the plot, because, is it only me or what, the plot feel really fast from Alita took her undergraduate study until graduate and start working, and somebody get married, and having a child, and i stop counting how old Alita is when the book ends because im just afraid that she will be no longer a young and fresh woman but 30 something woman. (no offense, i just want to keep track to her time frame).

all in all, after reading this book, i want to grab the sequel of the book fast (yes, this is a series). 3 stars for Alita and Erwin.
Displaying 1 - 30 of 84 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.