Jump to ratings and reviews
Rate this book

Wekwekwek: Sajak-sajak Bumilangit

Rate this book

76 pages, Paperback

First published January 1, 1996

1 person is currently reading
66 people want to read

About the author

A. Mustofa Bisri

43 books138 followers
Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang. Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Di masa mudanya ia pernah nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma'shum dan KH Abdul Qadir; dan Universitas Al Azhar Cairo, di samping mengaji di di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa Rembang.

Gus Mus menikah dengan St. Fatma, dan dikaruniai 6 (enam) orang anak perempuan serta seorang anak laki-laki.

Selain dikenal sebagai ulama dan Rais Syuriah PBNU, Gus Mus juga budayawan dan penulis produktif. Ia kerap menulis kolom, esai, cerpen, dan puisi di berbagai media massa seperti:
Intisari; Ummat; Amanah;Ulumul Qur’an; Panji Masyarakat; Horison; Jawa Pos; Republika; Media Indonesia; Tempo; Forum; Kompas; Suara Merdeka dll.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (21%)
4 stars
7 (50%)
3 stars
3 (21%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (7%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for belajarjadimanusia.
26 reviews1 follower
July 1, 2011
Di buku puisi ini tampaknya Gus Mus masih mencari kekhasan bahasa pengucapan, untuk tdk menyebutkan berusaha untuk tidak terpengaruh si ini dan si itu.

Beberapa puisi terbaik di buku ini lalu menjadi klasik, sebut saja 'Bagimu' dan 'Rasanya baru Kemarin'.
Profile Image for Willy Akhdes.
Author 1 book17 followers
April 25, 2017
Sajak Cinta

cintaku kepadamu belum pernah ada contohnya
cinta romeo kepada juliet, si majnun qais kepada laila
belum apa-apa
temu-pisah kita lebih bermakna
dibanding temu-pisah yusuf dan zulaikha
rindu-dendam kita melebihi rindu dendam adam hawa

aku adalah ombak samuderamu
yang lari-datang bagimu
hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu

aku adalah wangi bungamu
luka berdarah-darah durimu
semilir sampai badai anginmu

aku adalah kicau burungmu
kabut puncak gunungmu
tuah tenungmu

aku adalah titik-titik hurufmu
huruf-huruf katamu
kata-kata maknamu

aku adalah sinar silau panas
dan bayang-bayang hangat mentarimu
bumi pasrah langitmu

aku adalah jasad ruhmu
fayakun kunmu
aku adalah a-k-u
k-a-u
mu
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.