Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang. Mantan Rais PBNU ini dilahirkan di Rembang, 10 Agustus 1944. Di masa mudanya ia pernah nyantri di berbagai pesantren seperti Pesantren Lirboyo Kediri di bawah asuhan KH Marzuqi dan KH Mahrus Ali; Al Munawwar Krapyak Yogyakarta di bawah asuhan KH Ali Ma'shum dan KH Abdul Qadir; dan Universitas Al Azhar Cairo, di samping mengaji di di pesantren milik ayahnya sendiri, KH Bisri Mustofa Rembang.
Gus Mus menikah dengan St. Fatma, dan dikaruniai 6 (enam) orang anak perempuan serta seorang anak laki-laki.
Selain dikenal sebagai ulama dan Rais Syuriah PBNU, Gus Mus juga budayawan dan penulis produktif. Ia kerap menulis kolom, esai, cerpen, dan puisi di berbagai media massa seperti: Intisari; Ummat; Amanah;Ulumul Qur’an; Panji Masyarakat; Horison; Jawa Pos; Republika; Media Indonesia; Tempo; Forum; Kompas; Suara Merdeka dll.
Tulisan Gus Mus memang sentiasa menyenangkan dan menenangkan. Tokoh sasterawan, ulamak juga budayawan ini banyak menulis di banyak tempat. Buku ini mengumpulkan tulisan Gus Mus dalam kata pengantar di banyak tempat.
Setiap membaca buku, kata pengantarnya dibaca tidak? Saya tergantung yang mengantarnya. Terkadang buku di'kata-pengantar"i dengan sangat indah sehingga saat membaca kita lebih dapat konteks dan frekuensinya. Buku ini adalah kumpulan kata pengantar Gus Mus di berbagai buku.
Apa yang menarik? Semuanya. Yang paling mengemuka saya rasakan adalah kejujurannya dalam menyatakan perasaannya terhadap buku yang diantar. Kemerdekaannya mengupas buku itu sendiri.
Sebagai contoh, kata pengantar yang ditulis untuk buku biografi dr. Fahmi Djafar, kentara sekali kekaguman dan kecintaan beliau terhadap sosok satu ini. Semua kata pengantarnya berisi mutiara. Terkadang menjelaskan, kali lain seperti meluruskan, dan ada pula yang terasa benar-benar hanya kata pengantar.
Apapun itu, sebuah buku sudah menunjukkan kelasnya dengan diantar oleh beliau.
bukti keunggulan seorang kyai bernama Gus Mus.. kumpulan kata pengantar dr gus mus jika dirangkum mjdkan sebuah bacaan yg mencerahkan.. buku ini secara tak langsung me"motivasi" sang pembaca utk mencari tahu buku2 yg mendptkan "berkah" yg dibuatkan kata pengantar oleh sang kyai..