Jump to ratings and reviews
Rate this book

Magnet Curhat

Rate this book
Curhat memang mengasyikkan---tapi tidak bagi Chenoa Rosa. Statusnya yang masih single tidak menghalangi mereka yang sudah berumah tangga untuk curhat padanya. Julukan Magnet Curhat pun disandangnya dengan enggan. Toh Chenoa juga punya tempat curhat---sahabat emailnya nan misterius, Excalibur alias X.

Setelah berbulan-bulan, Chenoa akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten pribadi. Seakan hidupnya kurang rumit saja, ia jatuh cinta pada Stefan, cowok yang lebih muda, yang bekerja paruh waktu sebagai satpam dan sopir.

Jati dirinya sebagai magnet curhat teruji ketika ia menyimpan sebuah rahasia. Apa Chenoa akan tetap memegang teguh rahasia yang dipercayakan padanya, meskipun dengan demikian Stefan akan menjauh darinya?

232 pages, Paperback

First published March 1, 2010

5 people are currently reading
59 people want to read

About the author

Primadonna Angela

50 books374 followers
Call her Donna or Angela, she might respond with a smile. This Indonesian writer divides her time juggling to make ends meet, writing, balancing her attention between her partner (Isman H. Suryaman) and children, managing the household, and of course, occasionally sipping earl grey tea to keep her sane. She has written twenty books so far, popular fiction, in Gramedia Pustaka Utama (GPU). Her newest book, Candrasa, is published in August 2017.

Her passion for new experiences propels her to seek new chances to meet more people. Enthused for fresh inspirations, she longs to join multicultural events, collecting data and broadening her horizon.

She claims to be unique, independent and strong. She dreams and imagines a lot. "But what is love, and what is life, if you do not let yourself live?"

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (11%)
4 stars
40 (23%)
3 stars
74 (42%)
2 stars
30 (17%)
1 star
9 (5%)
Displaying 1 - 21 of 21 reviews
Profile Image for ijul (yuliyono).
815 reviews971 followers
March 31, 2010
Aku boleh curhat ke kamu, nggak??

Saya langsung tertarik untuk memungut novel ini dari rak pajang toko buku ketika membaca judulnya. Tepat seperti yang berkelebat dalam benak saya bahwa metropop ini berbicara tentang seseorang yang menjadi tempat curahan hati orang, atau istilah kasarnya “tong-sampah” masalah orang. Magnet curhat pada dasarnya adalah seorang psikolog tanpa legalisasi surat praktik dengan pelayanan bersifat informal tanpa embel-embel profesi. Namun demikian, seorang magnet curhat tetap punya kode etik tak tertulis yaitu tidak diperkenankan menyebarluaskan informasi pribadi seseorang yang curhat kepadanya.

Terkadang, saya sendiri merasa menjadi seorang magnet curhat. Ada saja teman yang dengan gampangnya membongkar peti rahasia masalah pribadinya (atau non pribadi) kepada saya. Untuk kasus-kasus tertentu, saya bangga bahwa teman tersebut lebih nyaman memilih sharing dengan saya ketimbang orang lain. Pada kondisi begitu saya merasa menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain, padahal tak jarang saya mempertanyakan “apa manfaat penciptaan” Tuhan atas saya di muka dunia ini. *curhat-serius*

Namun, menjadi magnet curhat tetaplah memiliki dua sisi berseberangan. Enak dan eneg. Menyenangkan dan menyebalkan. Di samping kebanggaan dan perasaan berguna bagi orang lain, sebal dan muak juga kadang bersembulan jika si pencurhat tak kenal waktu dan tempat langsung nyerocos ingin didengar masalahnya. Dapat dimaklumi bahwa orang yang sedang dalam masalah dan berniat curhat biasanya terlupa (terlambat) menyadari bahwa tempat curhat mereka adalah manusia, makhluk hidup serupa mereka, yang juga punya masalah dan bisa terserang bad mood.

Primadonna (Donna) Angela mengangkat tema tersebut dalam novel ini. Idenya berasal dari pengalaman hidup penulis sendiri dengan penambahan plot fiksi romantis ke dalamnya. Too bad, kalau bukan karena endorsement di sampul belakang buku yang bilang bahwa buku ini adalah karya ketujuh belas Donna (yap, 17, sepuluh ditambah tujuh), saya akan menyangka ini produk debutan novelis tak bernama. Entahlah, saya yang tidak tergoyang imajinasi Donna atau bagaimana, saya hanya bisa ikut hanyut arus aliran kisahnya tanpa dapat memungut kesan apapun di tiap adegannya. Padahal, saya sudah bersiap setidaknya mencatat quote-quote keren seputar percurhatan, ternyata saya hanya laksana menyeberang jembatan selebar telapak kaki yang terbentang di antara dua tebing setinggi ratusan kilometer tanpa debaran ketegangan sama sekali. Hambar.

Membaca novel ini saya berharap mendapatkan sesuatu sebagaimana saya memperolehnya ketika merampungkan-baca Heart Block-nya Okke Sepatumerah. Writer’s block yang menjadi benang merah novel itu berhasil diolah oleh Okke sedemikian rupa sehingga terasa menjadi inti novel sedangkan tambahan fiksi romantis yang dituangkan ke dalamnya tidak mengaburkan tujuan pokoknya. Berbeda dengan Magnet Curhat racikan Donna ini, justru saya merasa judul itu tidak menjadi inti pokok melainkan hanyalah secuil bumbu penyedap kisah romantis yang dibangun Donna. Garis besar lebih fokus membahas percintaan tokoh utama yang katanya didaulat sebagai magnet curhat oleh lingkungan sekitarnya. Inilah yang menjadikan penilaian saya bahwa novel ini tak lebih dari novel metropop biasa yang mementingkan detail deskripsi baju dan aksesoris yang digunakan para pelakonnya serta lokasi terjadinya adegan ketimbang esensi yang 'seharusnya' disampaikan melalui judulnya yang bagi saya cukup memikat. Atow, guwe-nya aja ya yang salah napsirin judulnya. Dunno!

Drama dan konfliknya juga terlampau sederhana. Karakter tokoh utamanya, Chenoa Rosa, lebih mirip campuran antara menggemaskan dan menyebalkan. Betapa tidak, hampir di keseluruhan halaman Chenoa kelihatan bingung, bimbang, dan selalu banyak pertimbangan sehingga saya jadi heran sendiri, apa yang membuat tokoh seperti ini bisa dipercaya orang lain untuk menjadi tempat curhat? Dan, oh, Chenoa ini sudah menjadi magnet curhat sejak lama, tapi sikapnya masih begitu-begitu saja? Kayaknya berlebihan juga kalau Chenoa disebut magnet curhat, secara yang minta curhat ke dia cuman segelintir orang doank. Ceilahhh, narsis bener minta dianggep magnet curhat. Mungkin, ini karena dalam bayangan saya, hidup si tokoh magnet curhat ini akan terus dirubung banyak orang yang seolah tertarik ingin menumpahkan segala unek-uneknya pada si tokoh ini. Pada kenyataannya, dalam novel ini klien Chenoa tidak sebanyak dalam angan saya.

Terlepas dari ide magnet curhat-nya yang ternyata sekadar tempelan, kisah fiksi romantisnya sendiri hadir tanpa menawarkan orisinalitas. Klise, khas novel-novel metropop kebanyakan. Tokoh ceweknya berkarakter biasa saja, nggak punya pengalaman pacaran, dimana dari sekadar tabrakan tiba-tiba ditaksir cowok pujaan yang guanteng buanged. Meskipun di akhir kisah dibeberkan kenapa si cowok jatuh cinta, ke-klise-an ini telanjur merusak khayalan romantisme ciptaan Donna ini. Adegan berkirim email-nya agak mirip film You’ve Got Mail-nya Meg Ryan – Tom Hanks, dan misteri hubungan antara Stefan, sang cowok guanteng buanged, dengan Benni (salah satu tokoh pendamping utama) sudah seperti plot sinetron, gampang ketebak dan lebayyyyyy. Logika cinta tak terucap di antara Chenoa – Stefan juga kurang dapet geregetnya. Dan, saya agak terganggu dengan dijadikannya novel ini sebagai ajang promosi Donna atas novel tulisannya yang lain, Resep Cherry. Meskipun saya belum membaca Resep Cherry, tapi saya yakin beberapa part yang melibatkan Resep Cherry di sini pasti diambil dari novel itu. Maaf, tapi bagi saya ini seperti iklan softdrink dalam sebuah film yang ditampilkan secara kasar. Kurang nge-blend.

Maka, saya sampai pada simpulan, bahwa bagi saya pribadi novel ini gagal tampil sebagai novel metropop yang ciamik, tidak memberikan hal baru, bahkan ending-nya tidak membekaskan kesan sedikit pun. Namun demikian, pujian tetap saya lontarkan pada material cover dan pilihan warnanya yang bagus.
Profile Image for Puspacinantya.
89 reviews11 followers
June 1, 2017
Kalau sebelumnya saya sempat bilang buku ini "a hidden treasure at the corner of the library", agaknya kalimat itu perlu diralat. sepertinya saya terlalu melebih-lebihkan. bukannya buku ini jelek, tapi buku ini masuk kategori 'okay'. yah, lumayan jadi pengisi liburan karena ceritanya termasuk ringan.

Dan ternyataaaa tebakan saya tentang Stefan sebagai X ini ada benernya, walaupun gak 100% tepat. saya suka caranya si mbak Primadonna Angela ini menuliskan cerita. gak ruwet. mudah sekali dicerna. dan saya suka banget tokoh Ruby! walaupun dia digambarkan matre dan nyebelin banget. hahahah!

oh, sialnya saya, Stefan yang ada di imajinasi saya itu mirip plek-plek sama Stefan William. bedanya di pikiran saya, Stefan Sandira badannya lebih fit, berorot, dan lebih tinggi. saya rasa ini hanya perkara nama yang sama. sama-sama Stefan.

tapiii walaupun termasuk oke, i expect something more than just that, though. buku ini emang bagus, tapi untuk masuk ke taraf wow-gile-ini-buku-keren-banget itu kayaknya masih kurang. kurangnya nggak banyak, sih. hehe.
Profile Image for Yacita Aditya.
230 reviews2 followers
May 31, 2019
Seperti biasanya, cara bertutur penulis ga perlu diragukan lagilah di setiap cerita.
Hanya saja baru kali ini saya beranggapan penulis gagal menuntaskan kisah Chenoa. Untuk alasan kenapa doi jadi magnet curhat sih udah jelas.
Yg belum itu bagian kelanjutan hubungan Chenoa dgn Stefan. Lalu apa alasan Stefan bersikap seolah2 tidak mengenali Chenoa (apakah itu dimulai sejak awal pertemuan atau justru pasca Chenoa bercerita via email ke Alex)? Trus apa pula alasan Tante Tiff dan Benni menerima Chenoa sebagai aspri mereka? Siapa pula Tante Tiff itu? Jangan2 ibunya Stefan lagi.
Pokoe masih banyak yg belum diungkap oleh penulis. Makanya cerita ini nanggung!
Profile Image for Dhea.
33 reviews
April 25, 2015
Woah woah
Sebelum baca, aku sempet liat review di goodreads dulu yg ternyata banyak yg kecewa sm novel ini tp karena udah punya novelnya (yg aslinya mau aku jual) aku baca aja buat nambah nambahin reading challange. Dari awal udah ngerasa nolak buat baca karena faktor review tadi tapi lama lama ya enjoy juga.
Wah ternyata ada resep cherry dinovel ini,kebetulan kemaren aku baca resep cinta,resep cherrynya blm sih ya paling nggak aku tau cinnamom cherry akhirnya punya restoran sendiri jg trs punya tunangan ganteng lg hehe disini aku jd tau pandangan karakter suatu novel dgn karakter novel yg lain.
Ada beberapa bagian yg bikin ngakak sendiri terus omongan cheona si tokoh utama kok ga bisa dikontrol gitu ya kadang ngefek banget malunya ke aku pas baca haha
Yah untung sekian kalinya aku harus patah hati dengan karakter novel, stefan ini jenis karakter cowo di novel yg aku suka. Senyum menawan, iseng, menggoda. Damn!
Tapi aku agak keganggu sama pikiran-pikiran chenoa tentang stefan. Agak membantu sih buat ngebayangin stefan itu cowo kuliahan yg seksi lol tapi lama lama kok ngeganggu dan pengen ngeskip paragraf itu ya?
Terus yg aku heran kok cheona ga peka ya? Ga ngeh gitu? Bubu kan udh cerita kalo stefan langsung keluar negri ngurusin temennya setelah tamat kuliah,seharusnya dia inget cerita itu dan setelahnya ga perlu pake embel embel "stefan itu msh anak kuliahan,kita ga bakal cocok,dia lebih muda dariku" lagi. Dan stefan bilang dia udah deket sm benni sejak kecil terus ruby cerita kalo benni punya adik tiri yang tinggal diluar negri. Seharusnya dia bs narik kesimpulan atau paling nggak terpikir kalo adik tirinya benni itu stefan. -_-
Tapi yaah aku ngaku deh ternyata aku enjoy bgt baca novel ini,aku suka banget sm karakter cowo kayak stefan ini dan aku benci harus kembali ke kenyataan pas tau novelnya udah abis! Yg paling aku benci,aku sadr kalo kehidupan karakter novel justru benar benar dimulai saat ending tercapai.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Uthie.
326 reviews76 followers
May 4, 2014
Chenoa punya keahlian yang tidak dimiliki banyak orang. Dia mampu membuat siapapun yang berada di dekatnya untuk curhat padanya. Itu sebabnya ia dipanggil si Magnet Curhat. Bahkan saking ahlinya, dia berhasil membuat bos barunya curhat ketika ia diinterview saat melamar pekerjaan. Iya. Meski lulusan Administrasi Niaga dengan predikat cum laude nyatanya Chenoa sulit mendapat pekerjaan.

Tapi perkenalan Chenoa dengan seorang cowok membuatnya mendapat pekerjaan. Cowok itu secara tidak sengaja menabrak Chenoa di mall. Buntutnya si cowok yang belakangan Chenoa kenal memiliki nama Stefan, mengajaknya berkenalan dan menawarkan pekerjaan sebagai asisten pribadi seorang penulis buku masak terkenal. Dan sebagai balas jasa atas kebaikan Stefan, Chenoa menawarkan Stefan pekerjaan sebagai satpam di apartemen yang Chenoa dan kakaknya tempati.

Dari awal Chenoa sudah naksir pada Stefan. Dia ganteng, punya body sixpack, punya selera humor yang tinggi. Tentang pekerjaan Stefan yang seorang supir pribadi merangkap satpam, Chenoa tidak ambil pusing. Toh itu kan pekerjaan halal. Tapi masalahnya, Stefan itu lebih muda 2-3 tahun dari Chenoa T.T

Terlalu banyak kebetulan yang ujung-ujungnya jadi mirip sinetron. Dan semua tokoh dalam buku ini saling mengenal. SEMUANYA!! Entah itu Chenoa, Stefan (adiknya Benni, sahabat Excalibur, gebetan Chenoa, pemilik apartemen yang ditempati Chenoa), Benni (bosnya Chenoa, pacar Aisha, abangnya Stefan), Tante Tiffany (bosnya Chenoa juga, kena juga dengan Stefan), Ruby (teman kuliah Chenoa, kenal juga dengan Tante Tiffany), Aisha (kakak Chenoa, pacar Benni), Dito (mantan Aisha, anak Jeung Yayang), Jeung Yayang (klien curhat Chenoa, ibunya Ditto) dan Excalibur (teman curhat online Chenoa, sahabat Stefan). See? Semua berhubungan. Jadi serasa sinetron deh.
Profile Image for Ratih Widiastuti B.
62 reviews10 followers
May 14, 2012
Aku merupakan penggemar Metropop karya-karya Primadonna Angela, ini salah satu karya Mba Donna yang aku baca. Magnet Curhat, dari judulnya sih aku bisa menebak ini cerita tentang orang yang doyan jadi Tong Sampah untuk orang-orang disekitarnya sebelum baca teaser di belakang buku. Sama seperti karya-karya mba Donna sebelumnya, cerita buku ini ringan dengan kata-kata yang mudah dimengerti. Ada beberapa adegan yang memang aku ga bisa tebak dari awal karena ceritanya ga pasaran. Cuma aku lebih suka membaca Kotak Mimpi dari pada Magnet Curhat.
Buku ini menceritakan tentang Chenoa yang dalam dirinya mempunyai sesuatu hal yang membuat orang-orang ingin curhat kepada Chenoa, bahasa kasarnya sih jadi 'Tong Sampah' walaupun untuk orang-orang yang baru dikenalnya. Chenoa ini merupakan lajang ibu kota yang baru lulus dengan nilai yang cumloud, tetapi belum mendapatkan pekerjaan setelah 6 bulan lulus. Mencari pekerjaan di Jakarta yang sangat susah, membuat Chenoa mau untuk menjadi Asisten pribadi alias pembantu untuk Benni dan Tante Tiff, dan Chenoa berkenalan dengan Stefan yang menurutnya pria yang lebih muda darinya dan sama-sama butuh pekerjaan.
Ceritanya dan cara mba Donna menulis ga membuat aku bosan dengan membaca buku ini, memang bukan karya terbaiknya mba Donna sih, tetapi aku tetap suka cerita ini. Mungkin dikarenakan Mba Donna yang lebih banyak melahirkan cerita-cerita teenlit bukannya metropop, sehingga cerita dalam novel ini kurang greget jika dimasukkan dalam kategori metropop.
Profile Image for Adelia Ayu.
147 reviews1 follower
February 1, 2014
Terkadang, aku sendiri merasa menjadi seorang magnet curhat. Ada saja teman yang dengan gampangnya membongkar peti rahasia masalah pribadinya (atau non pribadi). Untuk kasus-kasus tertentu, aku bangga bahwa teman tersebut lebih nyaman memilih sharing dengan aku ketimbang orang lain. Pada kondisi begitu aku merasa menjadi seseorang yang berguna bagi orang lain.

Namun, menjadi magnet curhat tetaplah memiliki dua sisi berseberangan. Enak dan eneg. Menyenangkan dan menyebalkan. Di samping kebanggaan dan perasaan berguna bagi orang lain, sebal dan muak juga kadang bersembulan jika si pencurhat tak kenal waktu dan tempat langsung nyerocos ingin didengar masalahnya. Apalagi kalau dia minta saran, terus udah dikasih saran, dianya tanya lagi, “gimana ini?” dijawab pelan-pelan lagi ngasih saran, dia tanya lagi, “gimana ini?” sebenernya dia dengerin saran ngga sih?! *marah-marah sendiri*. Yah tapi dapat dimaklumi bahwa orang yang sedang dalam masalah dan berniat curhat biasanya terlupa (terlambat) menyadari bahwa tempat curhat mereka adalah manusia, makhluk hidup serupa mereka, yang juga punya masalah dan bisa terserang bad mood.

Mau baca review selengkapnya? Baca di http://adeliaayuuu.blogspot.com/2014/... :)
Profile Image for Lidya Renny Ch.
67 reviews10 followers
March 27, 2014

Judulnya menarik. Cover terlalu menyala, mungkin saya penggemar cover yang berwarna lembut. Setelah membaca terkesan seperti cerita teenlit, tentang seorang cewek yang jatuh cinta pada cowok yang ganteeeng bangettt. Kegantengannya pol2an dituliskan. Cheona Rosa mengira dia jatuh cinta pada berondong yaitu Stefan. Mudah ditebak sih alur dan endingnya. Meski begitu setidaknya cukup lucu dan membuatku tersenyum saat membacanya, maka 3 bintang deh ;)
Profile Image for Titish A.K..
Author 1 book133 followers
February 3, 2015
Untuk urusan produktivitas Mbak Donna memang patut diacungi jempol. Gaya berceritanya khas, meskipun jujur saja bukan selera saya. Cenderung melantur yang melelahkan. Walau begitu saya selalu mengusahakan untuk membaca karya2 Mbak Donna yang buanyak itu. Saya masih berharap akan ada yang nyantol dan memuaskan saya.
Profile Image for Nina Suhari.
37 reviews5 followers
July 11, 2013
Ceritanya "just so-so" untuk ukuran metropop/chicklit. Tapi bukan berarti nggak menarik. Personally, gue paham dalam hati cerita soal ini, soalnya gue sendiri magnet curhat. Senang memang rasanya bantu orang lepas rasa jenuh, sedih, dll, tapi kadang request-nya datang tanpa memperhatikan suasana. Jadi ya, gitu deh, dibales sekenanya *jadicurhat. Hehe.
Profile Image for Nia F. S. Kartadilaga.
168 reviews37 followers
November 26, 2016
Terlalu banyak ini, terlalu banyak itu. Terlalu banyak sinetronnya. Hahaha. Hanya di sinetron yang setiap karakternya saling berhubungan, saling kenal, saling ini itu lainnya. Jadinya tidak asyik, ah. Meskipun saya bisa relate ke karakter Chenoa, tapi terlalu banyak unsur yang terlalu banyak ada di sinetron ini membuat saya bosan.
Profile Image for SaN~.
432 reviews9 followers
September 3, 2010
ptama2 boring banget krn banyak tokoh yg mnrt gw rada laby.. tp makin keblkg lmyn lah.. ga jadi kasi 2 bintang.. hehehe..
Profile Image for Gina Ferina.
16 reviews2 followers
September 25, 2010
She's (main character), which is the magnet vent. At the beginning of the story was a bit boring but in the end there will be a perfect character who accompanies that girl
Profile Image for Sagita.
52 reviews8 followers
May 27, 2011
awalnya tidak terlalu tertarik dengan judulnya, tetapi pas baca saya suka sekali alurnya.. Good Job Primadona Angela :)
Profile Image for Septa Karolin.
7 reviews1 follower
March 1, 2013
Bahasanya asik. padahal sebenernya ide ceritanya biasa aja, tapi entah kenapa baru baca halaman pertaa langsung nagih sampe abis. Recomended!
Profile Image for Maria Kristi.
65 reviews6 followers
September 19, 2014
My favorite quotes taken from this book is "The best revenge is to live happily and blissfully" by Granny Tiff. Haha.. like it
Displaying 1 - 21 of 21 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.