Mafalda is a comic strip written and drawn by the Argentine cartoonist Joaquín Salvador Lavado (pen name Quino). The strip features a girl named Mafalda (5 years old at the time of the comic's creation) who is deeply concerned about humanity and world peace and rebels against the world as it is. The brilliance of Mafalda lies foremost in the quirkiness of this little girl. She hates (that is an understatement) soup, cares deeply about humanity, loves the Beatles and has a bunch of equally quirky friends. More than twenty years later, Mafalda is still immensely popular throughout Latin America and it has be translated into over 30 languages.
QUINO, Joaquín Salvador Lavado, nace, hijo de inmigrantes españoles, andaluces, en la ciudad de Mendoza (Argentina) el 17 de julio aunque en los registros oficiales conste nacido el 17 de agosto. Desde que nació se lo llamó Quino para distinguirlo de su tío Joaquín Tejón, pintor y dibujante publicitario con quien a los 3 años descubre su vocación. Comienza la escuela primaria donde descubre que su verdadero nombre es Joaquín y vive las dificultades de su personaje Felipe: «Me angustiaba tanto que en los primeros tres meses tenía malas notas, pero después terminaba el año con notas altas, aunque nunca era el primer alumno y eso me daba bronca».
Solo me quedan dos tomos y termino con Mafalda, muero de ansiedad por saber cómo va a ser ese final, ese cierre a la historia. Pero no me voy a adelantar y voy a pensar en el tomo 8.
Si bien sigue presentando cosas interesantes, uno se acostumbra al humor y la manera de ver las cosas de Mafalda y poco me sorprende. Sin embargo, la interacción que tiene con sus otros amigos siempre me sacan una sonrisa.
Regreso la Mafalda que amo, me encanta que Guille ya tenga voz (y valla que sabe usarla), la nueva integrante Libertad, es igual o peor que Mafalda y eso me divierte mucho jaja.
Kembali Mafalda dan teman2 membuat saya merefleksi kembali tingkah polah siswa2 saat saya mengajar di kelas :p
Halaman 13: Manolito dan Mafalda di taman. Manolito (memperagakan dirinya sendiri): "Saya ke depan, Bu?" Manolito (memperagakan Bu Guru): "Nah Manolito. Jawab, pada 1583 Don Juan de Garay dibunuh oleh siapa?" Manolito (kembali memperagakan dirinya sendiri): "Eh, Bu! Jangan gitu, ya! Saya emang bodoh, tapi saya bukan tukang ngadu!!!"
Dan Susanita bikin saya pengen cubit dia lagi! Lihat nih di halaman 20: Susanita berkata kepada Mafalda: "Aku? Berprasangka? Huh! Itu menurutmu aja, kaleeee! Emang kapan aku pernah ngejelek-jelekin orang-orang negro kotor itu? Eh, kapan? Kapan? Kasih contoh! Kapan? Eh?"
Dan, saksikanlah tampang cowok penjaga pantai di cerita atas halaman 63... beliau paling membuat saya ngakak!!! :D
Dan komentar salah satu pembaca di sampul belakang, "Kalau saja Mafalda berasal dari Indonesia..."... hah, kok itu nama salah satu murid saya, Rizki Idsam si Bolang, yang membacakan doa berbuka puasa waktu GRI bikin acara di LAPAN tahun lalu...
Dalam kepolosan dan keluguan, sering terlahir kritikan tajam dan jujur. Lewat kepolosan dan keluguan itu juga kritik lalu disampaikan oleh sang komikus. Simak ketika Mafalda bilang betapa tidak sinkronnya ketika kata kebaikan disandingkan dengan kata politik. Ternyata memang berlaku di banyak tempat dan waktu yang berbeda. Kisah kisah lepas dalam kehidupan Mafalda menjadi penghibur sekaligus pengingat bahwa banyak dari kita belum baik baik saja sebagai anggota dari sebuah warga negara.
Este tomo se convierte en unos de mis favoritos de Mafalda, además que tiene un valor muy especial ya que fue el último regalo de cumpleaños que me dio mi papá, por eso y porque me reí con un montón de tiras es que me encantó ❤️
Sampai edisi ke-8 pun masih tetap setia. Selalu saja ada lelucon yang baru dan sangat original dari Mafalda dan teman-temannya.
Tapi sayang, tidak ada penambahan tokoh baru di edisi ini
Strip favorit:
-Guillermo: Kalau main catul, dua-duanya biza menang? -Mafalda dan Felipe: Nggak, yang menang satu orang aja! -Guillermo: Telus ngapain yang zatu lagi ikut main? -----------------------------------------------------
-Susanita: Aku? Berprasangka? -Susanita: Huh! Itu menurutmu aja kaleeee! -Susanita: Emang kapan aku pernah ngejelek-jelekin orang-orang negro kotor itu? Eh kapan? Kapan? Kasih contoh! Kapan? Eh? -----------------------------------------------------
ah, felipe kecil sedang jatuh cinta itu jawaban atas pertanyaan saya, "mengapa banyak tanda hati yang timbul di sampul Mafalda ini?" ngikik melihat kegusaran felipe bahkan lebih gusar ketimbang saat dia sedang memikirkan harus sekolah dan membuat PR
lebay nya Guille pun bikin saya makin ngakak suka banget sama adegan pas Guille bilang ada yang hilang di hatinya kalau mafadda ga ada
LIbertad, Manolito, Susanita, dan Miguelito.. ah.. edisi ini membuat saya semakin menyayangi mereka..
Un tomo que arranca ya con Libertad en la tapa va muy bien encaminado.
"Sr. Goreiro: más que hacer los deberes, su hijo los perpetra. La maestra."
Sumémosle una de las crueldades docentes más graciosas de la historia y si a eso le sumamos unos 158 chistes geniales más, tenemos otro tomo redondo de Mafalda.
dari 10 buku, paling suka yang ini. Alasannya karena warna hijau toskanya lucu. :D
dan karena Guillermo makin lucu ;D
hal: 45
Guillermo: Kalo main catul, dua-duanya biza menang? Mafalda dan Fellipe: Nggak, yang menang satu orang aja! Guillermo: Telus ngapain yang zatu lagi ikut main?