Buku ini berkisah tentang wanita-wanita mulia yang patut dijadikan teladan dalam kehidupan. Terutama bagi wanita muslimah yang di abad ini mengalamai krisis keteladanan wanita-wanita salehah. Kisah-kisah kehidupan yang menyentuh hati, dramatik, mengalir, apa adanya disajikan secara indah dalam buku ini.
Penulis menghadirkan kisah pengalaman suka dukanya selama belajar di kota Tarim – Hadramaut – Yaman, saat ia berjumpa satu persatu dengan tokoh-tokoh yang diceritakannya. Membacanya seolah berhadapan langsung dengan mereka, dan kita serasa ikut serta memetik pelajaran yang sangat berharga.
Wanita kelahiran Indramayu Jawa Barat 30 tahun lalu ini, sejak kecil memutuskan untuk mempelajari ilmu agama di beberapa pesantren daripada menyelesaikan pendidikan formalnya. Darullughah wadda'wah di Bangil-Pasuruan Jawa Timur adalah pesantren pertamanya, kemudian atTauhidiyah Tegal dan alAnwar Rembang Jawa tengah. Pendidikan terakhirnya di DaruzZahro Tarim-Hadhramaut Yaman. Di sana selain mengikut proses belajar, juga dipercaya untuk mengajar.
Saat ini ia dengan dukungan suami, keluarga dan sahabat-sahabatnya, selain aktif dan sibuk mengajar di berbagai Majlis Ta'lim di DKI Jakarta dan sekitarnya, juga melakukan rihlah da'wah dan ilmiah di berbagai propinsi di Indonesia, Singapura, Malaysia dan Oman.
"Bidadari Bumi" merupakan buku pertama yang ditulis disela-sela kesibukannya mengajar dan berda'wah.
...Kemudian diletakkannya tangan kanannya di dadaku, lalu ia mendoakanku. Dia terus berdoa dan tak henti-hentinya berdoa untukku. Seolah saat itu tak ada yang lebih penting baginya kecuali aku. Perempuan asing yang bahkan baru ia kenal beberapa menit yang lalu. Ia masih saja berdoa dengan satu kalimat sederhana.
"Semoga Allah takkan pernah tega menyengsarakanmu, anakku..." Doa itu terus diulangnya berkali-kali dengan cucuran air mata. "Ya Allah, sampai kapanpun, dimanapun, jangan pernah tega untuk menyengsarakan hidupnya," katanya lagi dan lagi dengan air mata yang membanjiri wajah tuanya.
Membaca penggalan kisah ini membuat saya ingin bertemu dengan sosok Hubabah Tiflah. Membayangkan bertemu dengan seorang wanita shalihah yang sudah tua renta lagi buta. Namun dengan tulusnya ia mendoakan kebaikan bagi saya, yang baru pertama kali ditemuinya. Mendoakan kebaikan yang bahkan jarang saya pinta kepada Allah untuk diri saya sendiri. Dalam goresan tinta pun, saya bisa merasakan kesungguhan doanya. Dari keshalihan Hubabah Tiflah saya belajar tentang ketulusan sebuah doa.
Dan dari delapan kisah wanita shalihah lainnya, saya menemukan pelajaran bahwa bidadari itu juga ada di sini, di bumi.
Melalui buku ini, ustazah Halimah Alaydrus berkisah tentang pertemuan-pertemuan berharganya dengan perempuan mulia. Anugrah itu beliau peroleh semenjak memulai hidupnya di Tarim. Beliau mengibaratkan perjumpaan dengan mereka bak mutiara, ialah amat sangat berharga.
Tentang Bidadari Bumi. Perempuan berkarakter mulia seperti bidadari yang tidak hanya ada di negeri dongeng, ternyata mereka 'ada' di bumi ini. Kabar baiknya bahwa mereka sezaman dengan kita.
Jujur, buku ini bikin aku terharu dan berat banget bacanya. Tipis padahal, tapi ga bisa dihabiskan dalam satu malam. Kisah kisahnya butuh perenungan dan jadi tamparan juga buat aku. Bukan sekedar bacaan, lebih dari itu, buku ini penuh teladan tentang kehidupan.
Dan juga tulisan dalam buku disajikan dengan apik oleh Ustadzah Halimah Alayrus. Ada banyak kutipan indah yang disisipkan disetiap sela sela kisah. Paket lengkap, Ustazah juga menuliskan beberapa puisi indah di dalamnya. Bahkan ada salah satu puisi yang aku ulang-ulang bacanya, fav aku dan emang indah banget.
Buku yang menggugah jiwa. Paling takjud dengan cara menyambut kematian salah seorang Ustadzah yang diceritakan di buku ini, Subhanallah. Seperti tidak merasakan sakit sedikitpun.. Padahal Rasulullah sendiri kabarnya merasakan sakitnya sakaratul maut. Wallahualam lah ya. Yang jelas baca buku ini bisa menambah iman yang kadang tebal kadang tipis.. :D
"Ustazah, masih tersisakah zaman sekarang ini orang yang bersikap zuhud, sementara goddan untuk mementingkan dunia sedemikian beratnya ?"
"Tentu masih ada" jawab beliau.
"Didunia ini masih akan selalu ada hamba-hamba pilihan Allah yang memahami untuk apa mereka diciptakan, mereka menyedari hakikat dunia yang esok atau lusa akan mereka tinggalkan. Mereka berhasil menyakinkan diri bahawa tak ada yang akan mereka bawa ketika masuk kubur nanti kecuali kain kafan, dan bahwa dunia yang tampak menyenangkan ini hanya akan menyisakan hisab-hisab yang panjang. Mereka sungguh orang-orang yang pandai, tak mahu senang sesaat namun kemudian membawa petaka yang maha berat. Tak menginginkan kebahagiaan sebentar tetapi membawa penyesalan berpanjangan"
Mereka yang meniti jalan para Ummul Mukminin dengan kesungguhan. Mereka yang tidak disibukkan dengan keinginan dunia, lebih fokus pada tujuan akhirat. Mereka yang layak disebut sebagai idola bagi muslimah. Mereka yang tidak mudah terbawa arus trend tapi juga tidak bisa disebut ketinggalan zaman. Mereka yang kisah hidupnya layak untuk selalu disampaikan hingga generasi setelah kita. Mereka yang membuka lebar mata hati untuk agama dan menutup mata dari segala gemerlap dunia.
Jika engkau bayangkan semua bidadari itu lahir di kalangan yang memang ketat dengan agama, kau salah. Jika kau bayangkan mereka selalu dari kalangan yang sangat berilmu dan terdidik, kau salah. Jika yang ada dalam khayalmu mereka adalah yang selalu dari kalangan termasyhur, kalian salah.
Siapapun bisa menjadi bidadari, asalkan meniti jalan yang benar-benar berarti. Siapapun bisa menjadi bidadari asalkan teguh pada perintah Illahi. Bahkan andai sekalipun ia dulunya orang yang jauh dari agama, jika ia mau bersungguh dan berusaha bertaubat. Maka ia bisa menjadi bidadari bumi yang dicemburui bidadari syurga.
Kutipan favorit dalam buku ini adalah penggalan nasihat Hubabah Khadijah:
"Anakku, yang Allah inginkan untukmu adalah kebaikan, maka terimalah apapun darinya dengan lapang dada sembari meyakini bahwa yang Dia berikan adalah yang terbaik untukmu."
Siapa Hubabah Khadijah? Ia seorang wanita yang menjalani kehidupan sesuai dengan perintah Allah. Wanita zuhud dan tawadhu, keturunan dari Syaikh Abu Bakar bin Salim. Beliau wafat dalam keadaan yang diimpikan semua orang, dalam ruang tempat ia shalat, dalam keadaan suci bersih dan sempat mengucap syahadat yang didengar oleh tetangganya yang sedang menemaninya.
Seperti yang tertulis di buku: Seperti engkau menjalani kehidupan, seperti itu pula engkau akan dimatikan. Maka selain mengenal para wanita Shalihah yang hidup di zaman ini, kita juga diajak berpikir, akan dikenang seperti apa kita setelah menghembuskan nafas terakhir?
Barakallahufyk Ustazah Halimah Al-Aydrus, semoga kisah indah yang kau tulis menjadi jalan hidayah kami semua dan Allah catat sebagai amal kebaikan. . . . Fine me on instagram: @azha_n_hissan
This entire review has been hidden because of spoilers.
Dalam buku ini menceritakan tentang keperibadian wanita wanita solehah yang layaknya dikatakan bidadari bumi seperti judulnya, Dengan membacanya membuatkan hati semakin ingin mengikuti langkah mereka dalam menuju Allah walaupun kita tahu kita tidak akan mampu seperti mereka, Meskipun begitu, sekurangnya aku mengenali nama yang harus aku simpan sebagai idola di masa ini dan moga kita bisa sentisa terhubung dengan mereka dunia wa akhirah walaupun belum direzekikan bertemu di dunia. . Seperti biasa buku ustazah halimah tidak pernah mengecewakan, Darinya aku belajar bagaimana caranya mencintai Allah taala, mengikuti banyak tangga yang masih terlalu banyak untuk ditempuhi, Namun, Ustazah halimah pernah berpesan bahawa untuk merasakan cinta itu harus kau pelajari dari orang orang yang sudah merasakannya.. . Moga, Allah berikan taufiq agar kita bisa merasakan secebis rasa yang Allah masukkan ke dalam hati yg Dia Cintai.. Amin🌹
Alhamdulillah rasa bersyukur dapat baca buku ini. Walaupun nipis tapi bestt. Ustazah menceritakan pengalaman beliau semasa belajar dan mengajar di Kota Tarim. Seakan membaca sebuah diari, kita dapat rasa persamaan rasa dengan ustazah dalam beberapa hal. Kita biasa dengar kisah-kisah hamba Allah yang hebat pada masa lalu. Kita pasti tertanya-tanya ada lagikah manusia seperti itu pada akhir zaman ini? Ternyata ustazah sungguh bertuah kerana dapat bertemu dengan mereka! Banyak kisah yang mengagumkan dan membuatkan mata berkaca. Sungguh. Hamba-hamba Allah yang lupakan dunia itu ada. Mereka asyik mengabdikan diri untuk Allah semata-mata.
Syukur Alhamdulillah, Allah perkenankan saya mengenal dan mendengarkan tausiyah Ustadzah Halimah Alaydrus yang akhirnya mengantarkan saya untuk membaca buku ini. Sekilas terlihat sederhana, dengan sampul buku yang tidak mencolok, halaman yang juga tidak tebal, namun didalamnya banyak mutiara kehidupan yang nilainya mewah. Kisah para wanita salehah, yang tingkat kesalehannya rasanya sulit untuk kita temukan sehari-hari dalam kehidupan di sekitar kita. Campur aduk rasanya membaca setiap kisah, antara iri dengan keimanan yang mereka miliki hingga prihatin dengan diri ini yang rasanya segitu-segitu aja iman kepada Allah dan Rasulnya. Definitely would re read this book over and over again.
Alhamdulillah diberi diberi kesempatan bisa baca buku ini. Buku yg penuh hikmah, terlebih lg kisah paling akhir, yang ternyata sanggup membuat oembaca meneteskan air mata. Buku yg mampu membuat pembacanya refleksi diri lagi, supaya terus memperbaiki diri lagi untuk meneladani para bidadari bumi yg sesungguhnya nyata adanya. Terima kasih ustadzah halimah sudah menghadirkan buku ini dalam hidup sayaaaa
Hikmah dari kisah-kisah di buku ini sangat banyak yang bisa diambil dan diteladani. Masih banyak ternyata perempuan-perempuan saleha, bukan hanya dari pakaian saja, melainkan akhlak. Mereka memiliki akhlak yang mulia (tidak cinta dunia, punya baju cuma 2/3, dikasih musibah malah Alhamdulillah, ahli ibadah).
Ada satu yang aku paling inget, "kenikmatan dunia yang membuat seseorang sulit menemukan makna hidup".
Oiya sama kisah Erika (Maryam) yang mualaf. Benar-benar menyentuh kisahnya.
Good read. It tells the struggle of women in religions, and the inspiring stories shows how women was respected, and if not, how they encounter the hardship in life.
A good read for those who wants to know how a Muslimah lives. It will show us how the media does not even come close to this real life stories.
Wanita-wanita mulia dengan iman yang mantap, akhlak terpuji masih wujud dan sedang hidup sezaman dengan kita. Jarang berjumpa buku-buku yang bercerita tentang mereka secara dekat. Buku yang amat perlu dibaca oleh setiap muslimah yang hidup pada zaman ini.
MasyaAllah buku ini menjadi salah satu buku favorit saya. Meskipun saya sudah habis membacanya, saya akan tetap membacanya lagi dan lagi. Buku ini sebagai pengingat bagi saya untuk tetap semangat dalam mengharapkan ridho allah. Buku ini memberikan pengalaman dan pelajaran baru bagi saya.
MasyaAllah inspirasi banget bukunya.. ternyata masih banyak bidadari bumi di zaman banyak fitnah ini... Semoga yang membaca buku ini bisa mengikuti kesholehan beliau-beliau semua
Buku yang ringan tapi sangat berbobot, cocok untuk yg lagi cari bacaan sekali duduk tapi bikin kita makin ngerasa bukan siapa-siapa, dan perlu sangat sangat sangat belajar sm beliau beliau ini🫶🏻