Jump to ratings and reviews
Rate this book

Teman Empat Musim

Rate this book
“… aku memilih menghabiskan masa tuaku di sini, untuk menemani mereka, anak-anak musim panasku,” kata Lakeesha. “Keceriaan anak-anak itu membantu menghapus kenangan pahit masa susahku.”

Lakeesha lari dari negaranya karena perlakuan buruk suaminya. Ia dan ketiga anaknya harus berpindah-pindah tempat tinggal sampai Lakeesha punya pekerjaan dan mampu menyewa apartemen kecil di lingkungan imigran yang kumuh. Kini, setelah anak-anaknya dewasa, Lakeesha mengurus tujuh anak imigran miskin yang baru datang dari berbagai negara. Ia bahkan menyisihkan gajinya yang sedikit untuk mengajak anak-anak itu berlibur. Lakeesha ingin anak-anak itu mendapatkan kesempatan yang sama seperti anak-anak yang lebih beruntung.

Selain kisah Lakeesha, Laetitia yang berjuang keras mengenyahkan bayangan masa lalunya yang mengerikan, Madelaine yang gemar berbagi resep masakan, Daniela yang modis dengan gratis, serta rahasia si jangkung Katie yang sangat menyukai malam Halloween adalah sekelumit kisah para perempuan tangguh ini mengatasi kerasnya hidup. Haru, lucu, bahagia, inspiratif, dan semangat. Kisah-kisah itu dibagikan dengan jujur kepada Anda, layaknya seorang sahabat yang membagikan kisah hidup kepada sahabat sejatinya.

243 pages, Paperback

Published March 1, 2010

1 person is currently reading
32 people want to read

About the author

Ida Ahdiah

6 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (8%)
4 stars
12 (33%)
3 stars
17 (47%)
2 stars
4 (11%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for Imas.
515 reviews1 follower
March 4, 2016

Cukup banyak buku tentang kisah perempuan imigran dinegara perantauannya yang sudah aku baca, kebanyakan imigran dari India dan Cina yang datang ke Amerika dan Eropa. Antara lain Amy Tan, Lisa See, Jhumpa Lahiri, Shelina Janmohamed dan Chitra Banerjee Diva Karuni. kemudian di buku ini Ida Ahdiah menuliskan kehidupan imigran dari berbagai negara Afrika, Iran, Kamboja di Montreal, Quebec, Kanada. Tentang hidup perempuan-perempuan imigran yang kuat, dan bekerja keras untuk penghidupan yang layak.

Sebagian besar imigran adalah orang-orang yang melarikan diri dari perang yang berkecamuk dinegaranya. Menjauh demi memperoleh kedamaian dan keamanan. Mereka harus hidup dan beradaptasi dinegara dengan bahasa, kultur dan budaya yang berbeda dengan negara dari mana mereka berasal. Mereka bertahan hidup dengan cara apa saja, meski hanya sebagai pekerja kasar yang tak membutuhkan syarat pendidikan. Bukan hanya untuk diri mereka tapi juga untuk anak-anak mereka, demi pendidikan dan kemandirian mereka kelak.


Profile Image for Uci .
620 reviews123 followers
April 23, 2011
Saya kerap menganggap bekerja dan tinggal di luar negeri sebagai sebuah prestise, sebuah kebanggaan, sebuah prestasi. Saya lupa bahwa meninggalkan negeri tercinta dan hidup di negeri orang sering kali dilakukan karena terpaksa. Penderitaan yang menghimpit di negeri sendiri hanya bisa dihindari dengan pindah ke negeri lain, sehingga kisah para pelakunya pun tak selalu indah berbunga-bunga.

Kumpulan kisah para imigran di Kanada ini mengingatkan saya akan kenyataan tersebut. Semuanya menarik, dan cukup memberi arti baru tentang istilah 'merantau ke negeri seberang' :)
Profile Image for Teguh.
Author 10 books334 followers
April 25, 2014
Menemukan harta karun ini, di garage sale Bentang dengan harga 12.000 (agak sedih, tapi bahagia). Buku ini ternyata masuk long list KLA.

Ida Ahdiah menempatkan dirinya sebagai pemotret/mungkin bisa dikaitkan dengan profesinya yang pernah menjadi wartawan. Bukan hanya mengamati tragedi wanita-wanita yang ditemuinya, tetapi Ida Ahdiah menempatkan dalam cerita sebagai pencerita tidak pernah menjadi tokoh utama. Sangat terlihat Ida Ahdiah hanya ingin menyampaikan kisah orang lain, bahkan saat ada tokoh Indonesia, misal di cerpen Asnita Cha-cha..., Ida Ahdiah memilih menjadi kenalan Asnita, bukan berusaha menjadi Asnita. Mungkin ini juga pilihan agar pemikiran tokoh tidak tercampur dengan rasa perasaan penulis, sesama wanita.

Dan kisah-kisah wanita, yang kebanyakan pilu di buku ini, benar-benar wanita. Wanita memberontak, wanita ingin disamakan haknya dengan pria, wanita tua yang kehilangan kekuatan, buruh sok modis, ahli belanja, tukang masak, dll. Dan mereka adalah imigran dari berbagai negara, Afrika, Kamboja, Iran, dll. Benar-benar ini adalah Teman Empat Musim, teman-teman Ida Ahdiah baik dari negara dua musim ataupun empat musim.

Tetap sungkem. Nggak neko-neko bahasane....

Profile Image for an.
764 reviews22 followers
July 24, 2015
rencana na memasukkan buku ini ke dalam list yang akan di-swap

tapi setelah membaca na.... ini mungkin fiksi, kumpulan cerpen, tentang perempuan. bagaimana membaca ciri-ciri tersebut? terkesan biasa ajakan?

ntah kenapa, rhe justru ngerasa ada yang berbeda. melihat latar kejadian cerita yang berada di kanada, yang merupakan tempat mencari suaka mereka yang merasa tidak aman di negara na atau orang-orang yang memilih menjadi imigran karena alasan pekerjaan. apapun alasan mereka, mereka berhak untuk menyecap sesendok kehidupan yang baru, yang berbeda dari kehidupan yang selama ini mereka jalani dari kehidupan masa lalu na ataupun tempat tinggal masa lalu na.

tidak semua orang bisa berhasil, tapi setiap orang mencoba untuk berubah dan beradaptasi dengan situasi yang ada.

dengan ending yang berbeda di akhir, atau justru awal dari sebuah perjalanan

-100-
Profile Image for Nabila Budayana.
Author 7 books80 followers
September 11, 2012
Kisah tentang kehidupan perempuan memang selalu menarik perhatian saya. Termasuk buku ini. Awalnya saya kira buku ini akan sejenis dengan Garis Perempuan - Sanie B Kuncoro. Namun ternyata berisi banyak kisah-kisah pendek tentang kisah hidup wanita-wanita yang ditemui penulis di Montreal, Kanada. Kegetiran, kesedihan, kebahagiaan, ironi, kelucuan, sindiran ditaburkan melalui kisah-kisah tersebut. Tema dan kisahnya sudah kuat, namun seandainya saja disampaikan dengan gaya bahasa dan diksi yang lebih menarik, buku ini akan lebih menyentuh. Kisah favorit saya "Lotus dan Cinta Dua Perempuan" dan "Persinggahan Musim Panas Lakeesha". Penulis membiarkan pembaca menggali sendiri nilai moral apa yang perlu diambil. Lagi-lagi, seandainya diselipkan beberapa kalimat yang mengena di akhir kisah sebagai afirmasi pada pembaca saya rasa akan lebih baik. :)
Profile Image for Rina April.
72 reviews3 followers
November 6, 2012
Sebenarnya ngga gitu suka buku model kumpulan kisah (well, that's why I choose Agatha Christie over Sir Arthur Conan Doyle :p) BUT, this book is a dope. Ditulis secara sederhana dan sangat menarik, inspiring. Sayang, banyak ditemukan salah tulis ataupun kata yang tertukar. Dan personally, aku berharap kisah Gitiara tidak diposisikan menjadi kisah yang mengantar untuk menutup buku ini. Tapi mungkin penulis punya alasan tertentu, so it's a good read anyway :)
Profile Image for Sinta Nisfuanna.
1,030 reviews64 followers
April 4, 2011
hadiah dari bentang :)
---

Hampir semua cerpen aku suka. Rasanya setiap kali selesai membaca satu cerpen, ada yang bisa diserap. Sebagian besar cerita tentang kehidupan imigran perempuan di Kanada dan semuanya dituturkan dengan sudut pandang 'aku' sehingga lebih terasa seperti pengalaman nyata. Paling suka cerita Persinggahan Musim Panas Lakeesha, Proyek Dua Dolar Vamaa, dan Sketsa Miss Coke.
Profile Image for ayanapunya.
338 reviews13 followers
March 3, 2012
Bercerita tentang fragmen-fragmen penulis bersama orang-orang di sekitarnya selama tinggal di Kanada. Ada yang berasal dari Srilanka, Manila, Rwanda. Rata-rata dari mereka meninggalkan negaranya dengan status pengungsi. Suka dengan cara menulisnya yang mengalir. Tapi karena sangat singkat jadi terkesan nanggung.
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books175 followers
October 29, 2010
3,5 bintang. Saya suka kisah-kisahnya. Sekali tandas saya bacanya. Unik dan peempuan banget. Kalau saja penulis lebih lincah (karena saya berasa kaku di beberapa tulisan pengungkapannya), saya kasi 4 bintang.
Profile Image for Pro  .
113 reviews41 followers
January 12, 2011
Suka tentang tempe, tentang berbagi resep, tentang suami Timur Tengah, tentang mencari agama untuk Peter, tentang belanja di China Town.

cerita lainnya? suka juga. :)
suka sebagian besar ceritanya.

nice book!
Profile Image for N.  Jay.
243 reviews10 followers
July 25, 2017
Pernah tahu judul ini di sebuah resensi koran Jawa Pos sekitar tujuh tahun silam,cuma sekilas lihat karena saya cari cerpen di koran edisi minggu tersebut. Dan baru saat ini saya sadar waktu lihat review orang lain lalu kebetulan ada bazar Mizan,pas ketemu buku ini langsung ambil. Isinya kisah-kisah penuh warna,rasa,dan pelajaran berharga.
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.