Sebenarnya Fika bertekad melupakan hidupnya yang hancur dan memulai hidup baru yang tenang di Malaysia. Tapi, pihak intelijen Indonesia menemukannya, dan memintanya kembali ke Jakarta untuk membantu misi mencari anak seorang koruptor.
Fika jadi seolah kembali ke kehidupannya yang lama. Ia masuk SMA tempat anak koruptor itu bersekolah, dan memakai nama Ista. Fika segera terbuai kehidupan remaja yang belum puas dinikmatinya. Ia segera mendapat sahabat-sahabat baru, ikut terlibat dalam pertandingan voli antarkelas, juga pemilihan ketua OSIS.
Tapi, penyamarannya lalu terbongkar, dan Fika harus kembali kepada kenyataan dan tugasnya. Ia juga harus kembali menghadapi Jenderal Rastaji, orang yang menghancurkan hidupnya. Bukan hanya itu, ternyata Rastaji membawa kejutan besar bagi Fika!
Namaku unik, terdiri atas: Luna, dan Torashyngu. Tentunya itu bukan nama asliku. nama asliku adalah (hee..hee..hee.. masih rahasia. tebak sendiri yaa...) Dalam bahasa Spanyol, Luna berarti "bulan". Sedang Torashyngu,walau kayak nama Jepang, aq produk lokal loh. Aq pilih nama Torashyngu gw doyan banget segala hal berbau Jepang, dari mulai masakan Jepang, musik, hingga dorama. Penyanyi favoritku Ayumi Hamasaki, BoA, dan sedikit Laruku. Sedang film Jepang kesukaanku : YOMIGAERI (bagi penggemar J-movie wajib nonton nih film. Ceritanya bagus banget! Touching dan romantis!), sedang dorama banyak yang aq suka, tapi paling terkesan waktu nonton LOVE GENERATION-nya Takuya Kimura dan Takako Matsu. Ceritanya berupa cerita cinta sederhana, tapi bagus banget. Beberapa ceritaku bahkan terinspirasi dari J-Movie dan dorama yang pernah aq tonton, walau aq gak bakal jiplak abis-abisan, gak kayak sinetron kita yang doyan banget ngejiplak punya orang (Udah gitu gak mau ngaku lagi...)
Aku tidak tahu, ternyata gaya bahasa sungguh mempengaruhi kenyamanan dalam membaca. Sejujurnya aku suka alurnya tapi kalau gaya bahasa yang terlalu santai kelewat gaul aku kurang nyaman. Kalau gaya bahasa gaul dalam percakapan oke, tapi kalau ditaruh di narasi dan paragraf, rasanya bukan seleraku yang suka baca novel terjemahan ini.
Mari kita rating novel ini!
Penokohan 3/5 Ugh, maafkan aku Ista alias Fika. Sebenarnya dia ini cewek bad ass, tetapi ketika dia memanggil dirinya sendiri Ista, seperti, "Ista nggak suka." atau "Ista nggak maksud begitu.", rasanya terdengar seperti pick me. Di saat teman-teman lainnya memanggil diri mereka sendiri dengan gue atau gua, dia pakai nama dia sendiri kek iiiii apakah anak-anak remaja 10 tahun lalu seperti ini??? Btw, aku baca ini 2023, dan novel ini kayaknya sudah terbit 10 tahun lalu ya kurang lebih? Aku SMA 2016-an sih jadi kurang tau gaya bahasa anak SMA di Jakarta tahun 2013-an. Cuma satu hal doang kenapa membuatku ilfeel? Huft, ini salahku sih, selebihnya Fika keren dalam cara berpikir dan ambil keputusan. Tapi dalam suka sama cowok, ya ampun gampang kepincut ini anak wkwk ya maklum aja namanya cewek.
Aku kurang suka karakter Dessy yang bener-bener mean dan lebay tapi ya mungkin ini trope anak SMA pada zaman dulu.
Alur 4/5 Bagus! Romance sedikit, persahabatan dan aksi ditatar satu-satu dengan rapih. Tapi ya yang masih misterius kemunculan sesosok Genoid laki-laki lain yang terlalu tiba-tiba, nggak dijelaskan lebih detail. Dan juga tiba-tiba Fika mulai suka kehilangan kesadaran dan makin lemah, kok bisa? Nggak dijelasin juga. Nanti aku baca buku ketiganya deh ya. Tapi eksekusi endingnya bagus, aku suka.
Plot twist 3/5 Walau adegan aksinya standar pada novel aksi pada umumnya, tapi karena latar belakang dan penokohan berbeda, jadi kesan aksi di sini nggak begitu mainstream kok. Enak dinikmati. Dan juga meskipun anak koruptor yang kita cari terlalu tiba-tiba juga dibuka identitasnya, aku merasa tidak terlalu berkesan karena aku sudah membaca lebih banyak novel plot twist lainnya mungkin ya? Cuma bagus kok plot twist-nya.
Bahasa 2/5 Terlalu banyak dialog ping-pong, dan sejujurnya aku kurang suka. Terlebih narasinya terlalu gaul bagi aku yang suka baca novel terjemahan ini. Mohon maaf, ini mungkin masalah selera.
Keseluruhan 4/5. Akan aku baca seri ketiganya Princess! Berharap di sana bertemu Andika dan perkembangan skill Fika sebagai Genoid ke depannya. Terima kasih Luna dan team.
D'Angel Rose merupakan lanjutan dari buku pertamanya yang berjudul D'Angel. Di sini Fika menjalankan sebuah misi yang membuat dirinya harus menyamar di sekolah. Secara garis besar, kurang lebih ceritanya masih nyambung dari novel sebelumnya tapi aku kurang suka karakter Fika di sini.
Pertama, kesannya Fika ini naif, buru-buru dan gak dewasa. Baru berapa bulan kenal sama Vianna, masa dia udah bilang Vianna sahabatnya dan bahkan melabeli dirinya malaikat pelindung Vianna? Rasanya gak masuk di logika aja sih, apalagi dia mengalami kejadian seperti di buku 1.
Kedua, di buku ini kita gak akan ketemu karakter Andika lagi, dibahas pun nggak. Dan malahan Fika suka sama Ryan yang notabenenya gak sengaja ketemu 2x di mall dan ternyata merupakan kakak dari Vianna? Hem... kurang pas aja sih. Cuma segi romance antara Fika dan Ryan di sini lebih keliatan smooth ketimbang di buku pertama
Dua hal ini sih yang paling mengganggu aku. Selain itu, sebenarnya novel ini seru-seru aja dengan bahasan yang cukup unik yaitu Genoid (sedikit scifi).
baca ini beberapa tahun lalu pas SMP, dulu sebenernya asal beli karena suka sama covernya hehe eh ternyata ceritanya bagus dan gak mainstream. terus baru nyadar ini tuh series kedua kan ya. yaudah beberapa waktu kemudian aku beli seri pertama sama ketiganya dan sukaa!
Aku kesenengan bacanya sampai menolak berhenti sejenak gara-gara merasa "harus baca sampai ending! Harus baca sampai ending!" yang mengakibatkan aku justru telat melakukan segala macam hal...
Overall, aku suka ceritanya. Tulisan Luna emang selalu bikin aku terbang ke dunia imajinasi; dunia Genoid. Aku suka karakter Fika yang menjadi remaja cewek pada umumnya, bukan dipaksain jadi remaja cewek yang dewasa duluan. Dia tetap dirinya, tetap remaja yang emosinya masih meledak-ledak, tetap remaja yang labil, tetap remaja yang masih suka mikir sederhana yang bukan mikirin "nanti gimana" melainkan "gimana nanti". Aku suka karakternya yang natural dan gak berkesan dipaksain untuk fit sama ceritanya. Aku suka kegigihan dia untuk mencapai sesuatu. Yang paling utama, aku suka sikap bukan pendendamnya dia dan bagaimana dia gampang bergaul juga ramahnya dia pada semua orang, kecuali musuhnya, jelas. Yah, setidaknya musuh dia bukan musuh ecek-ecek kayak zaman anak SD musuhan cuma gara-gara kalah lomba.
Aku juga suka karakter Viana yang terkesan lumayan dewasa, tapi masih in ke remaja cewek umumnya. Aku ngerti gimana rasanya dapat musibah kayak Viana sampai-sampai dia harus menutupinya dari semua orang. Aku salut sama Viana yang lebih memikirkan orang lain ketimbang dirinya sendiri. Dari Viana, aku bisa belajar untuk jadi manusia yang gak egois, tetap tenang dalam kondisi darurat, dan berjiwa pemimpin. Buktinya adalah bagaimana temen-temen sekelasnya serta 70% penghuni sekolahnya memilih dia dalam pemilihan ketua OPTRI. Itu artinya, orang-orang suka sama dia, orang-orang percaya sama dia, dan orang-orang mau dipimpin sama dia. Dari Viana, kita belajar untuk jadi menusia yang bisa menyenangkan orang lain, walau gak semua orang bisa kita buat seneng.
Di balik nyebelin dan gilanya Dessy, ada Cakka yang lebih jahat. Dan di balik sifat nyebelin Dessy, tetap aja yang namanya manusia pasti punya sisi baik yang baru terlihat di saat terdesak, kayak waktu Dessy dan Viana diculik. Waktu itu, Dessy bisa bersikap baik sama Viana, begitu pula Viana ke Dessy. Kan, kadang ada orang yang justru baik di saat terdesak supaya pada akhirnya dia bisa berkhianat dan menguntungkan dirinya sendiri, itulah yang jelek. Nah, syukurnya, Dessy gak punya sifat itu. Dan yang aku suka dari certanya adalah ancam-mengancam antara Dessy dan Viana yang emang cukup klise, tapi gak melenceng dari keremajaan mereka. Kan, remaja zaman sekarang banyak tuh, yang "memanfaatkan" ortu buat ancaman semacam itu. Yah, walau itu bener-bener not recommended banget, tapi itulah realita.
Aku juga suka tokoh Rena yang... gimana, ya? Dia itu guru, oke, mungkin dia masih muda, tapi entah kenapa kesannya dia itu masih kecil dan masih belum dewasa. Kesannya malah cenderung kekanak-kanakan, apalagi kalo dia udah ngobrol sama Aditya. Rasanya kayak bukan lagi guru, tapi anak-anak yang kesenengan dapet permen lolipop ukuran raksasa. Tapi tetep suka kok, justru karena itu aku seneng sama Rena, sedikit kedewasaan dalam dirinya, jadi gak bikin anak-anak takut juga waktu pelajaran dia. Dia juga keliatannya lembut banget, aku suka.
Mungkin cukup itu. Semua juga pasti tau aku benci Rastaji dan Cakka, yang emang jelas dibenci hampir semua pembaca buku ini. Sifat mereka yang super ngeselin itu bener-bener gak direkomendasikan untuk semua pihak, mari kita ikuti saja sifat-sifat yang baik, gak perlu ada sifat jahat yang diambil dari orang lain.
Seorang gadis Genoid bernama Rafika Handayani hidup sebagai buronan Polisi karena dituduh telah membunuh ibunya. Kemudian ia bertekad untuk kabur ke Malaysia dan memulai hidup baru dangan tenang di sana. Tapi ternyata keberadaannya diketahui oleh pihak intelijen Indonesia. Ia meminta agar Fika kembali ke Jakarta untuk membantu misi mencari anak seorang koruptor.
Fika jadi seolah kembali ke kehidupannya yang lama. Ia masuk SMA tempat anak koruptor itu bersekolah, dan memakai nama Ista. Fika terbuai oleh kehidupan remaja yang belum puas dinikmatinya. Ia segera mendapat sahabat-sahabat baru, ikut terlibat dalam pertandingan voli antar kelas, juga pemilihan ketua OSIS.
Tapi, penyamarannya lalu terbongkar, dan Fika harus kembali kepada kenyataan dan tugasnya. Ia juga harus kembali menghadapi Jenderal Rastaji, orang yang menghancurkan hidupnya.
Ternyata ada seorang cowok yang juga seorang Genoid, ia bernama Ronald. Ia merupakan saudara kembar Fika. Tapi ia sangat berbeda dengan Fika. Ia tidak suka dengan Fika. Ia masuk dalam komplotan anggota Rastaji. Dan pada akhirnya ia bertarung melawan Fika.Fika berhasil mengalahkan Ronald. Meskipun semuanya berakhir dengan bahagia, tapi Fika memilih untuk pergi menghilang. Karena ia tak mau membahayakan orang lain (orang yang disayanginya).
Buku ini mengandung pelajaran tentang kesetia-kawanan dan pengorbanan, serta ambisi yang harus digapai. Tapi terdapat sedikit kekurangannya yaitu ceritanya tidak bersambung (antara cerita yang satu dan yang lainnya sulit untuk dibedakan).
Menurutku seri D'Angel yang kedua ini lebih menarik daripada yang pertama, karena di buku pertama terlalu banyak menceritakan sejarah bagaimana Fika menjadi seorang Genoid. Sedangkan di buku kedua, sepertinya lebih terfokus pada plot ceritanya.
Di buku kedua ini, Fika - yang telah melarikan diri ke Malaysia karena ia menjadi buronan di Indonesia - mendapat sebuah misi dari agen intelejen untuk menyelidiki sebuah kasus besar. Untuk mengungkap rahasia dibalik kasus tersebut, Fika dibutuhkan untuk menjadi salah seorang murid di SMA Triasa dan mencari tahu tentang keberadaan seorang anak yang memiliki informasi penting mengenai kasus tersebut. Akan tetapi, Fika sangat merindukan kehidupan lamanya sebelum ia mengetahui bahwa ia adalah seorang Genoid. Hal ini membuatnya sedikit terbuai dan menikmati kehidupan remaja normal di antara teman-teman yang tidak mengetahui identitasnya sebagai Genoid. Meskipun begitu, adegan action tidak pernah terlewatkan dalam seri D'Angel ini. Ada peperangan sengit yang mempertemukan kembali Fika dengan Rastaji - penjahat di seri D'Angel yang pertama.
Secara keseluruhan, menurutku plot cerita ini cukup menarik dan ditata dengan baik. Buku yang cukup bisa dinikmati - terutama bagi pecinta action! :):)
fika balik lagi ke jakarta ! yah bukan balik karena dia bebas gitu aja, tapi karna tugas sbagai agen yang nyamar jadi cewe sma dia dpet tugas buat nyarik anak koruptor yang bawa lari duit negara sampe 200 juta dollar (seinget gw sih)hehehe awalnya sih fika nolak, tp karna dijanjiin status buronnya bakal dicabut akhirnya dia stuju , aslinya sih doi pgen bales dendam ama jendral rastaji . pas balik ke indo dan mulai apa khidupan barunya (walo cuma fake) sbagai Arista Rayesti dia dapetin apa yang slama ini di rampas darinya , sekolah, teman2, bahkan persahbatan. ternyata rahasia dia sebagai agen kebongkar, hal ini bikin dia di tendang (heleh) dari sekolh, tp yang paling bikin dia sedih viana - sahabat baru fika - juga ikut2 diemin dia. usut punya usut ternyata yang anak koruptor itu si dessy - musuh yang nantinya bakal jadi temen- si vinna. ternyata cara si bokap dessy buat nyembunyiin itu duit rapi banget dah. gw juga ga kepikiran kalo itu micro sd di simpen dalem kalung, heheh dan disini ternyata kejutan yang di berikan rastaji itu si Ronald, genoid yang satu embrio ama fika yah bisa di bilang kembarannya gt dah.
eh tapi disini kok ga ada kelanjutan si andika yaah ? hiks
Sudah lama nggak baca teenlit. Not my favorite at all, but this one quite well-written. *yailah Des, siapa gitu penulisnya.*
Tentang seorang siswi SMA yang bukan manusia biasa, GENOID, punya kemampuan melebihi rata-rata. Ista atau Rafika yang bersembunyi di Malaysia setelah menjadi buronan tentara suatu hari dipanggil untuk kembali ke Indonesia oleh staf BIN untuk menjalankan sebuah misi undercover di sebuah sekolah.
Apa ya komentarnya... hummm... entahlah. Dapat diikuti hingga halaman akhir, hanya saja karena bukan genre favoriteku jadi hanya kubaca sekedar tamat saja.
Oh, tema cerita yang diangkat sangat jarang diangkat dalam novel Indonesia. Sedikit sci-fi ya kalau melihat ada manusia yang punya kemampuan super karena percobaan ilmiah. Dan agak terganggu dengan karakter Fika yang setiap kali menyebut dirinya dengan nama. *jadi keinget temen kuliah dulu yang waktu SMA juga setiap menyebut diri selalu menggunakan nama*
Di buku ke2 ini kita akan menemukan Fika yang tinggal di Malaysia. Hanya saja hidupnya gk semulus perkiraannya. Gk berapa lama, Fika diminta bantuan untuk memata2i anak koruptor di salah satu sekolah di jakarta.
Di sekolah itu Fika harus menyelidiki siapakah anak dari koruptor yang dicarinya. Semua terasa normal. Fika dapet temen2 yg asik seperti kehidupan lamanya yang dulu. Hanya aja penyamarannya itu terbongkar.
Ya intinya disini misi Fika lebih menantang di banding buku pertama. Kalau di buku pertama dia ada rasa sama Andika, yang di buku ke2 ini sama sekali gk dibahas keadaannya. Nah kalkau disini Fika ada rasa sama kakak sahabat barunya, Alvin. Perasaan ini anak gampang juga ya suka sama orang. Entahlah di buku ke3 seperti apa.
Tegangnya ada, sedihnya ada, lucu nya ada, semua ada disini. Berharap buku terakhirnya lebih bagus dari sebelum2 nya ya.
Aku udah baca review dari orang-orang sebelum aku. Dan yes, aku setuju sama satu orang. Buku ini lebih bagus dari buku pertama karena yang ini bener-bener into the plot. Tapi lagi-lagi aku cuma bisa ngasih 4 bintang karena belum sampe bikin aku WOW banget kayak buku-buku terjemahan. Tapi tetep buat Luna Torashyngu, kuacungin jempol tangan dan jempol kaki karena sebagai seorang cowok (kalau ngga salah sih dia cowok), dia udah bisa kasih sudut pandang yang real banget. Perasaannya Fika alias Ista bener-bener kerasa banget disini. Gimana dia ada konflik batin dan percintaannya dapet abis. Dan thanks lagi buat Luna Torashyngu yang udah nyajiin novel action.
Well, aku nggak akan bocorin disini. Ntar jadi spoiler alert deh. Pokoknya ini novel patut dibaca. Cheers!
Kalau di seri D'Angel, Fika baru mengetahui bahwa dirinya seorang Genoid. Kali ini Fika sudah sadar betul bahwa dirinya seorang Genoid, sehingga kemampuannya yang di luar manusia biasa sangat dibutuhkan Badan Intelegensi untuk memecahkan misteri hilangnya uang 2.5 triliun hasil korupsi. Untuk menguak misteri ini, Fika harus kembali terjun ke dunia SMU demi mencari sosok kunci untuk menemukan dimana uang tersebut bersembunyi.
Ceritanya masih bersifat action dan berbau detektif seperti yang serial pertamanya. Hanya saja, kali ini ceritanya tidak serumit yang pertama, dan lebih fokus dengan misi.
Serial ini lumayan mudah untuk diikuti walaupun pembaca tidak membaca seri pertamanya.
Buku ini menceritakan tentang seorang remaja yang mempunyai kemampuan genoid, karena ulah Jendral Rastaji. Padahal sebelumnya, Dia hanya seorang gadis remaja pada umumnya. Gadis itu bernama Rafika Handayani(Fika) dan sekarang Dia lebih dikenal dengan panggilan Ista(Arista Rayesti). Dia dapat di panggil itu, karena Dia sedang membantu pihak Intelijen untuk menemukan anak Sudarmadi yang di kira tahu dimana Sudarmadi menyimpan uang hasil korupsinya. Tujuan dari cerita buku ini adalah supaya Kita bisa meniru sikap perbuatan Fika/Ista berbuat baik untuk negara(mengembalikan uang negara). Sedangkan Bahasa yang dipakai,mudah dipahami serta singkat, padat, dan jelas.
Teenlit macam begini yang oke. Ndak hanya mengulas percintaan remaja. Namun juga persahabatan, sekolah, dan permasalahan kehidupan sehari-hari. Kehidupan remaja yang tak hanya senang berhura-hura juga disajikan di sini. Malah Ista a.k.a Fika dilibatkan ke misi yang lumayan berat (bagi remaja) untuk menguak kejahatan yang merugikan negara. Ista yang genoid menambah daya tarik dalam petualangan menghentikan kejahatan. Sayang, ada typo dalam penyebutan singkatan dari BIN. Oke, salah satu novel trilogi ini, memang lumayanlah.
Seri D'Angel terakhir yg ku baca \m/ suka>< akhirnya fika kembali menyamar lagi /jingkrakakan/ fika menyamar menjadi ista bersama aditya yg juga menyamar menjadi salah satu guru di SMA Triasa tempat anak koruptor itu bersekolah . Lumayan bikin penasaran siapa sih anak koruptornya, yg meski akhrinya bener tebakannya /meski sempat meleset/ hehehe
biasanya saya suka baca cerita yang roman-roman tapi pas baca buku ini bagus juga.. ini buku pertama dari seri d'angel yang saya baca (soalnya pas baca comment2 dan review2 banyak yang bilang buku kedua lebih bagus dari buku pertama) tapi buku pertama dan ketiga pasti dibaca :)
kisah kedua ini fika bertugas sebagai mata-mata intelijen, tetapi jenderal duta musuhnya juga mengincar tujuan fika. andika tidak muncul di kisah ini. muncul genoid kembaran fika. berharap sih cakka jadi saudara fika.
Persahabatan sejati datangnya dari hati. Kalau kita selalu mengingat arti persahabatan yang kita miliki dalam hati kita,kita akan merasa selalu dekat. Persahabatan tersebut akan tetap abadi selamanya, walau kita berjauhan dan mungkin tidak akan pernah bertemu lagi.
Ngakak dibagian genoid cewe pas menstruasi malah lebih kuat hahahah "gue baru dapet lima menit yg lalu" ngeeek hahahah dan selesai dapet nya jg cepet amat hahahah
This entire review has been hidden because of spoilers.