Jump to ratings and reviews
Rate this book

Opera

Rate this book

129 pages, Paperback

First published January 1, 1988

1 person is currently reading
30 people want to read

About the author

T. Alias Taib

17 books70 followers
Tengku Alias Taib (lebih dikenali sebagai penyair T. Alias Taib), anak Terengganu tulen, didewasakan oleh angin Laut China Selatan, nasi dagang, dan keropok. Semenjak mengangkat pena pada 1960, dia tidak menoleh ke belakang lagi dan terus menulis sehingga akhir hayatnya. Beliau menulis puisi, cerpen, esei, pantun, renungan (quotation), dan terjemahan. Buku kumpulan puisinya yang telah terbit ialah Laut Tak Biru Di Seberang Takir (1972), Pemburu Kota (1978), Seberkas Kunci (1985), Opera (1988), Piramid (1990), Petang Condong (1996), dan Pasar Pengalaman (2004).

Selama 43 tahun T. Alias Taib meneruskan langkahnya dengan penuh tanggungjawab, sabar, dan yakin; mencari makna hidup di luar dan dalam dirinya, melebarkan cakerawala pengalaman dan pemikirannya di dalam dan luar tanahair. Pada 1986, T. Alias menghadiri Seoul Asian Poets Conference di Seoul, Korea Selatan; pada 1989 dia mengikuti penataran sastera anjuran Dewan Bahasa dan Pustaka di Jakarta, Indonesia; pada 1994 dan 1995, dia mengikuti delegasi Persatuan Penulis Nasional (PENA) ke London, Paris, Frankfurt, Istanbul, Amman, dan Kaherah. Pada 2001, beliau dilantik writer-in-residence di Taipei, Taiwan, dan sekali gus mewakili Malaysia dalam Taipei 2001 International Poetry Festival (Festival Puisi Antarabangsa Taipei 2001).

Tanggapan dan pemikiran T. Alias Taib tentang kehidupan sering dikaitkan dengan puisi. Keakraban dan kesebatian penyair prolifik ini dengan puisi sudah lama diketahui umum. Tidak ramai yang tahu beliau juga menghasilkan tulisan berbentuk kreatif dan bukan kreatif yang lain: esei, cerpen, puisi, dan madah. Bentuk tulisan yang rencam ini jelas memperlihatkan keupayaan penyair ini mempertahankan disiplin, komitmen, serta kesungguhannya memperluaskan pengucapan.

Karya terbaru beliau yang sedanga diproses untuk terbitan ialah Kumpulan Pantun dan Renungan dan Selected Poems (kumpulan puisi pilihan yang diterjemahkan ke bahasa Inggeris oleh Eddin Khoo).

–– Diadaptasi dari kulit belakang buku Di Sisi Pelita Minyak Tanah (Zebra Editions, 2003) yang merupakan koleksi esei, cerpen, puisi, dan madah tulisan T. Alias Taib. (Besar kemungkinan versi asalnya ditulis oleh T. Alias sendiri).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
15 (34%)
4 stars
20 (46%)
3 stars
7 (16%)
2 stars
1 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Fadillah.
830 reviews51 followers
November 15, 2022
Kita berpusar-pusar di tempat yang sama bagai ulat di dalam lubang gelap. Lorong makin berliku dan keliru. Kotak batu makin berselerak. Awan kelihatan sarat menghamilkan anak ribut. Kita masih meraba-raba jalan keluar dari kekusutan ini. Udara mengandungi pekikan keras yang jelas membayangkan kebim-bangan kita.
- Labyrinth (Opera by T. Alias Taib)
.
.
T.Alias Taib’s poetry can never go wrong with me. He can write 2 liners and i can guarantee it is much better than other contemporary poetry collection. ‘Opera’ is a solid collection nonetheless but I have to admit that i enjoyed ‘Seberkas Kunci’ more. He still maintained his cynical and sarcastic remarks in his poetry and honestly, thats what made me sought his other books. This is my fifth books of T. Alias Taib that i have read this year and what a memorable journey it has been. This book
is divided into 4 parts : Darah Di Gaun Putih, Jelaga, Opera and Benang Kusut. This is also the book that i felt all 4 parts which his works are equally strong hence i could not rank them. Since poetry is mostly connected to how readers interpret them, i dont think i would want to interpret them one by one. However, i would like to share some verses that i felt the savagery level is so relatable with millenial’s dark humor.
.
sebelum dilahirkan aku tidak mengenalimu sewaktu lahir kita pun berkenalan
sesudah mengenalimu aku tidak mau dilahirkan
- Catatan tentang sahabat 6
.
Overall, an enjoyable read!
Profile Image for gasko.
40 reviews3 followers
May 15, 2015
Tidak sebagus Seberkas Kunci. 4 bintang kerana saya membandingkannya dengan Seberkas Kunci. Ah atau lebih tepat 4.5 bintang?
Profile Image for Marini Azahri.
Author 13 books7 followers
November 14, 2023
Membaca edisi buku cetakan semula dengan judul "Pentas Opera" (2020) oleh Pusaka Alias Niaga yang setara dengan buku "Opera" terbitan pertama (1988) ini. Menghimpunkan 113 buah puisi TAT, antologi ini dikatakan buah tangan terbaik penyair dengan gaya bahasa figuratif yang segar dan mengesankan emosi.

...di tangan penyair
tersimpan teka silangkata
di sinilah ia mengisi
huruf-huruf hidup
ke petak dunianya...
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.