Jump to ratings and reviews
Rate this book

Badminton Freak

Rate this book
Gara-gara histeria kedua tantenya saat menonton Ricky Subagja dan Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Fraya Aloysa Iskandar jatuh cinta pada bulutangkis. Momen saat Ricky dan Rexy merebut medali emas untuk Indonesia begitu memukau Fraya kecil, hingga ia memutuskan harus jadi atlet bulutangkis!
Tapi kini, di usianya yang kedelapan belas, Fraya terpaksa menerima kenyataan bahwa cita-citanya tak terwujud. Semua karena Mama melarangnya masuk klub bulutangkis sedari Fraya kecil. Fraya hanya bisa menyalurkan cintanya pada bulutangkis melalui ekskul di sekolah, yang tentu saja tak cukup untuk menampung bakat dan ambisinya yang besar.
Seakan semua itu belum cukup, Fraya juga harus menerima bahwa pacarnya, Albert, lebih suka ia jadi anggota cheerleaders daripada berjibaku mengejar shuttle cock di lapangan. Padahal, apa sih asyiknya pakai rok mini lalu loncat-loncat sambil pegang pom-pom?
Ketidaksukaan Albert pada bulutangkis memuncak ketika Fraya membohonginya demi bisa menonton kejuaraan Thomas-Uber Cup di Istora Senayan. Albert marah besar, dan menghukum Fraya dengan cara melarangnya nonton Thomas-Uber Cup live selama sisa pergelaran itu. Padahal, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun tim Uber Indonesia berhasil masuk final!
Kalau sudah begini, mana bisa Fraya terus bertahan pacaran sama Albert?

240 pages, Paperback

First published April 1, 2010

24 people are currently reading
402 people want to read

About the author

Stephanie Zen

22 books330 followers
Stephanie Zen has been passionate about writing since elementary school, crafting stories that resonate with humor, heart, and inspiration. Influenced by authors like Sophie Kinsella and JK Rowling, her writing blends wit with deeper reflections on life and love.

Beyond books, music plays a huge role in her creative process—especially the songs of Daughtry, which have inspired many of her stories. When she’s not writing, Stephanie shares her thoughts and inspirations on her blog: https://smoothzensations.wordpress.com/

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
216 (29%)
4 stars
194 (26%)
3 stars
221 (30%)
2 stars
78 (10%)
1 star
23 (3%)
Displaying 1 - 30 of 62 reviews
Profile Image for Reina Tan.
290 reviews143 followers
July 23, 2018
⚠ subjective opinion
° ° °

Badminton Freak menceritakan seorang cewek bernama Fraya yang cinta mati dengan bulu tangkis sejak umur 6 tahun, namun tidak mendapat dukungan menjadi atlet seperti yang dia impikan. Alhasil, dia hanya bisa menyalurkan kegemarannya itu melalui ekskul sekolah biasa.

Dengan pacarnya, Albert, yang terus membatasi kecintaannya terhadap bulu tangkis, Fraya sebisa mungkin bertahan dalam kecintaannya—meskipun harus membohongi Albert sekalipun.

Satu kata pembuka untuk review novel ini!

Funny!

Gila, aku udah lama enggak baca teenlit model kayak gini. Model-model yang narasinya seperti orang pada kehidupan normal, terlepas dari EYD dan kata baku. Meskipun kadang sering banget kagok, tapi tetap mengalir kok😂

Wajar saja kalau cara penulisan novel ini enggak sebaku novel zaman sekarang, mengingat novel ini termasuk novel angkatan teenlit kolot(?) 😂

Novel ini memuat kisah remaja SMA yang manis, ringan, dan lucu. Dengan cara penulisan yang khas seperti teenlit-teenlit era 2011-2014, aku menikmati setiap kalimat yang tertera.

Tak jarang aku dibuat ketawa dengan istilah-istilah trendy yang sempat terkenal di era itu. Alamakjarang, Astaganagabonarjadidua, dan lain sebagainya 😂

Serius, ini novelnya cukup menggelitik 😂😂

Yah meskipun, seperti yang udah kukatakan sebelum, suka kagok baca diksi dan kata-kata yang tertera karena sudah lama sekali enggak baca teenlit macam gini😂😂

Tidak seperti teenlit masa kini yang masalahnya diperumit dengan masalah keluarga, teman, dan sekolah. Badminton Freak lebih fokus terhadap betapa freak-nya Fraya terhadap bulu tangkis, dan juga cerita manisnya.

Well, it can be a good and bad point at same time.

Good point-nya, novel ini sangat ringan dan cocok buat seru-seruan. Istilahnya, kalau ingin baper-baper seperti di era 2008-2010 dengan kata-kata trendy yang konyol itu, novel ini jawabannya. Apalagi, aku baru saja kelar baca novel yang tebalnya hampir 700 halaman. Novel ini menghiburku 😆

Bad point-nya adalah... Titik permasalahannya kurang greget—bahkan, menurutku, nyaris hilang. Alias, seperti tidak ada permasalahan di sini. Kecuali, Fraya dan bulu tangkisnya.

Ah, kita belum membicarakan tokoh-tokohnya.

1) Fraya. Aku suka sekaligus kesel sama dia. Di satu sisi, dia lucu banget dan aku suka gayanya. Di sisi lainnya, dia minta dibacok karena terlalu keras kepala dan menganggap semua orang enggak ngerti akan kecintaannya terhadap bulu tangkis. And it pissed me off 😒

Tapi gapapa, setidaknya dia punya flaws yang membuatnya seperti manusia pada umumnya.

2) Sang Atlet. Untuk namanya, cari tau aja sendiri dengan cara baca bukunya. Aku suka betapa cheesy but sweet nya dia. Meskipun, aku merasa dia agak creepy juga 😂

Itu aja untuk karakternya. Sebenarnya, novel ini memiliki karakter sampingan yang cukup banyak. Cuma nih entah kenapa satu persatu hilang tanpa kabar. Apalagi tokoh yang namanya Shendy. Setelah bantu si Fraya kenalan, habis itu dia hilang. Padahal sebelumnya, Shendy nongol terus.

Untuk permasalahan/klimaks cerita, seperti yang aku bilang sebelumnya, nyaris hilang atau mungkin enggak ada. Kecuali, masalah si Fraya dengan kecintaannya terhadap bulu tangkis 😂😂

Padahal aku berharap ada aksi berebutan antara mantan sama saat ini(?) Yah meskipun klise, setidaknya ada hal yang bikin novel ini menggebu-gebu gitu 😂😂

Overall, aku sangat menikmati novel ini dengan segala macam emosi yang tersajikan beserta kelebihan dan kekurangan yang diderita(?) novel ini.

Yah, namanya juga teenlit zaman aku SMP—bahkan mungkin SD—belum secanggih sekarang(?)

Tapi tetap saja, I adored it that much! Suka aja! Entah berapa kali aku ketawa sama senyum sampe salting sendiri setiap liat interaksi Fraya sama Atlet.
Profile Image for Viktoria.
135 reviews1 follower
March 16, 2011
Novel ini saya suka, karena nggak cuma terfokus sama unsur persahabatan dan romance aja, tapi juga lebih ke sport. Banyak sekali kilasan tentang nama-nama pemain bulutangkis nasional, peringkat mereka di BWF, serta pertandingan-pertandingan yang mereka ikuti. Seperti Ricky Subagja, Rexy Mainaky, Taufik Hidayat, Maria Kristin, Sony Dwi Kuncoro, Jo Novita, Adriyanti Firdasari, Pia Zebadiah, Greysia Polii, Lilyana Natsir, Vita Marissa, Nova Widianto, Simon Santoso, Markis Kido, Hendra Setiawan, Candra Wijaya, Tony Gunawan, dan lain-lain.

Dan juga pemain internasional seperti Xu Huaiwen, Brigit Overzier, Kathrin Piotrowski, Karin Schnaase, Xie Xingfang, Zhu Lin, Lu Lan, Lee Yong Dae, Lin Dan, Park Sung Hwan, Jung Jae Sung, Cai Yun, Fu Haifeng, Bao Chunlai, Xie Zhongbo, Guo Zhendong, Lee Jae Jin, Hwang Ji Man, Fairuzizuan Tazari, dan Zakry Abdul.

Wow. Banyak kan? Karena itu, saat dan setelah membaca novel ini, saya terserang dilema bulutangkis. Pengen nonton pertandingan bulutangkis padahal nggak ada pertandingan dekat-dekat sekarang, hehe ;)

Pokoknya, ni novel bukan sembarang novel. Novel ini juga bisa membangkitkan rasa nasionalisme kamu-kamu yang membacanya!
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
May 20, 2010
Novel ini bercerita tentang Fraya dan obsesinya terhadap olahraga yang bernama badminton. Sejak berumur 6 tahun, saat ia menonton pertandingan bulutangkis bersama kedua tantenya dan melihat kemenangan Indonesia, Fraya sudah menetapkan hatinya untuk menjadi seorang atlet bulutangkis, akan tetapi pada saat itu Mamanya tidak mengijinkan Fraya untuk masuk klub bulutangkis dan melatih dengan keras sejak dini. Meskipun tanpa alasan yang jelas, Fraya menerima keputusan mamanya dan tidak mempertanyakan lagi keinginannya itu.

Selain bercerita tentang impian Fraya yang pupus semenjak kecil, diceritakan juga tentang Fraya dan pacarnya Albert - yang sudah ia pacari selama 2 tahun. Meskipun mereka sudah lama berpacaran, Albert masih tidak pernah bisa menerima obsesi Fraya terhadap badminton. Albert adalah seorang kapten basket yang cukup populer dan ganteng, dan yang diinginkan Albert adalah seorang pacar cheerleader yang akan menyorakinya sewaktu bertanding. Bagaimana nasib keduanya, itu harus kalian baca sendiri. :):)

Menurutku, secara keseluruhan cerita ini punya plot yang menarik (apalagi sejak Edgar muncul haha :DD). Akan tetapi, karena aku bukanlah penggemar berat bulutangkis seperti Fraya, detail-detail mengenai pertandingan, nama-nama pemain bulutangkis dan lain-lain seringkali aku hanya liat sekilas (karena tidak terlalu mengerti).. Meskipun begitu, buku ini adalah novel yang cukup menarik untuk dibaca sebagai bacaan yang santai. :):)

Recommended to teenLit lovers. ;D
Profile Image for Annelice.
200 reviews8 followers
January 23, 2024
Bintang 4!!

Baca di Ipusnas.

Kangen banget baca novel-novel karya Stephanie Zen ya ampun! Kayaknya terakhir baca hampir 10 tahun yang lalu deh wkwk.

Dan novel ini bener-bener nostalgic banget. Gimana euphorianya olahraga bulutangkis di Indonesia tahun 2008. Eh sebenernya setiap pertandingan akbar bulutangkis selalu heboh sih karena emang atlit-atlitnya sebagus itu. Nggak kaya sepak bola *uhuk.

Badminton Freak bercerita tentang Fraya, seorang gadis SMA yang sangat tergila-gila dengan bulutangkis sejak kecil. Sayang cita-cintanya untuk menjadi atlit nggak kesampaian karena tak dapat izin orang tua. Walaupun begitu, ia tetap mengikuti ekstrakulikuler di sekolah dan tetap berlatih.
Fraya memiliki seorang pacar bernama Albert. Dia seorang pemain sekaligus kapten tim basket. Dan Albert sangat kontra dengan hobi Fraya. Ia ingin agar Fraya pindah ekstrakulikuler dari bulutangkis menjadi cheerleaders. Tentu saja Fraya menolak habis-habisan.
Suatu hari Fraya membohongi Albert dengan pura-pura sakit agar bisa menonton pertandingan Uber Cup. Namun sayang aksinya itu ketahuan dan membuat Albert marah. Albertpun menghukum Fraya dengan melarang gadis itu untuk menonton pertandingan selanjutnya hingga selesai.
Apakah Fraya bisa mengikuti keinginan Albert? Bagaimana kalau kalau Albert memutuskannya karena terus melawan?

Sayangnya Edgar dimasukan bab-bab terakhir jadi kurang gregettt. Ih padahal kalau di awal kan lumayan bisa ngegaplok Albert yang sifatnya ngeselin itu wkwkw.

Terlepas dari romancenya yang menurut saya kurang, secara keseluruhan novel ini seruuuu banget!

Jadi inget, dulu saya tuh ngefanssss banget sama Liliana Natsir & Vita Marisa! Ajigilee 2 orang itu emang yahudd banget mainya! Terus tahun-tahun selanjutnya Liliana Natsir & Tantowi Ahmad. Itu juga gila banget!!! Liliana, numero uno lah dihati guwehhh. ♡♡♡

Pemain bulutangkis Indonesia dari dulu emang gacor-gacor banget sih. Dan baca ini jadi inget para Atlit Senior yang masih aktif sampai sekarang dan juga yang udah pensiun.

Taufik Hidayat, Markis Kido, Sony Dwi Kuncoro, Hendra Setiawan, Maria Kristin, Jo Novita dan banyak lagiiiii. Bahkan gak cuma atlit Indo, Atlit Cina macam Lin Dan, Korea Lee Yong Dae juga saya ngefans wkwk.

Bisa dibayangkan gimana meriahnya nonton mereka tanding langsung di lapangan! Novel bener-bener menjelaskan dengan detail!

Lanjut baca sekuel ke-2nya!

Maaf kalau saya ngereviewnya bias banget! Abis gimana dong, suka bulutangkis juga soalnya!
\(^^)/
Profile Image for Bila.
315 reviews21 followers
August 15, 2022
3.3

Apa jadinya jika seorang penggila bultang tahu kalau Thomas-Uber diadakan di negaranya, tapi sang pacar yang ga begitu suka bultang bikin semua ribet?

Ya kurang lebih itu singkatnya soal buku ini. Dan itu aja yang bisa kuceritakan karena sampai situ, selain terhalang spoiler (yang berlebihan, ulasan ini jelas berspoiler) tapi juga...aku hanya bisa menikmati sampai segitu, kurang lebih.

Berhubung buku ini terbitnya udah cukup luama, makanya penulisannya gaul ajegile dan bisa diterima, malah lebay-lucu kebayang kaya di komik komedi, atau ga sinetron remaja lah huahaha. Disertai dengan sobat-sobat yang lucu, dah lah cocok banget jadi serial TV.

Kalian sebagai pecinta bulutangkis akan dengan mudah mengikuti ceritanya, apalagi euforia TUC 2008 tergambar jelas, dengan bintang-bintang bulutangkis sebagai "cameo", kyaaaa mimpi yang sangat indah bagi pecinta bulutangkis. Masih awam? Menurutku masih oke untuk dibaca sih mengingat beberapa info perbulutangkisan kadang muncul disini tanpa menjadi info dump.

Oke, keliatannya buku ini tidak buruk, tapi kenapa ga dapet seenggaknya 4 bintang?

Jawaban: romansa antara Fraya-Edgar yang terasa terlalu lancar dan cepat walau kalau dilihat dari lini waktunya sih ga cepet. Mana dia tebar feromon kepada semua orang pula, too great to be true!

AARRGGGHHHH aku ga suka yang beginian. Untung tidak diawali dengan menyebalkan, jadi buku ini selamat.

BTW, berhubung aku bacanya tahun 2022, baca bagian epilognya membuatku agak...gimana gitu. Pasalnya, kan di OG 2012 bultang Indonesia terpuruk :(
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sarah Az Zahra.
41 reviews
April 26, 2020
Inget banget ini novel zaman SMP pas masa-masa menobatkan diri jadi BL (Badminton Lovers) di situs jejaring sosial friendster 😂😁. Antusias sekali pas tahu kalau bakal terbit novel dengan background per-bulutangkis-an, olahraga favorit sepanjang sejarah. Apalagi penulisnya Stephanie Zen yang beberapa novelnya kerap menjadi teman ketika liburan sekolah 😁. Beli dan baca buku ini udah jadi pengobat rinduku kala menunggu siaran pertandingan badminton di tv. Aku sampai lupa sudah berapa kali aku baca ulang karena sebegitu menikmati alur ceritanya.
Profile Image for Finesta Biyantika.
353 reviews
August 14, 2019
Baca ini tuh ga cuma terhibur sama kisah romansa-persahabatannya aja, tapi juga dihujani info-info tentang badminton. Alhasil, bikin flashback ke jaman-jaman SD dulu pertama kali suka badminton, sempet ga ngikutin lagi karna tergoda olahraga lain, dan dipertemukan lagi dengan badminton di Asian Games 2018.

Fraya nih totalitas banget ya sebagai BL (Badminton Lover). Eh ga kesampean jadi atlet tapi jadi pacar atlet. Cihuy.
Profile Image for Rose 📚🌹.
536 reviews133 followers
May 4, 2010
ceritanya ringan banget.seru ps baca serasa masuk ke dalam dri aya-fraya ndiri.hoho.*soalnya gw jg hobi main badminton :p
trus emank ada sosok edgar satria aslinya?
Blm pernah nengo :(
bsk kudu cari dgoogle dahh..
Kasi bintang4 karna buku ni mampu buat w yg lgi tegang,takut,karna masalah lain jdi agak tenang krna isi critanya yg ringan dn menarik.
Profile Image for Ulfa Zulia.
25 reviews26 followers
September 30, 2019
Baca novel ini karena bener-bener suka sama cerita yang mengisahkan tentang perjuangan seseorang dalam mewujudkan mimpinya menjadi atlit bulutangkis. Badminton Lovers penggemar teenlit mesti baca!
Profile Image for Anis Arafah.
135 reviews24 followers
December 3, 2019
My poor reading challenge. Tahun yang menyedihkan bagiku dalam membaca buku, flop. Bukan karena tidak ada buku yang harus dibaca, tapi karena jiwa procastinate-ku sedang tidak bisa diajak kompromi. Nanti, nanti, nanti, besok, besok, besok, nanti, nanti, sebentar lagi. Ditambah sedang addict nye-croll twitter. Sambil menulis prolog review ini, kesadaranku untuk mulai ada puasa twitter tiba-tiba muncul. Hmm

Sebagai selingan bacaanku yang nampaknya terlalu berat, aku meminjam buku genre teenlit romance ini dari teman kerjaku. Badminton Freak ini bercerita tentang Fraya, seorang gadis SMA yang terpapar demam bulutangkis sejak kecil gara-gara tante-tantenya dan mulai punya cita-cita menjadi atlet bulutangkis namun kandas karena Ibunya tidak menyetujui rencananya ikut klub bulutangkis (yang ternyata cuma pikiran sepihak Fraya!).

Cerita romansa yang diangkat di Badminton Freak ini cukup biasa, khas percintaan anak SMA dengan alur cerita yang juga sangat bisa ditebak. Nampaknya penulis sendiri sangat menyukai bulutangkis terlihat dari bagaimana dia menuliskan narasi dan dialog. Nuansa bulutangkisnya begitu terasa.

Sebagai buku selingan dengan tema ringan buku ini cukup enak untuk dinikmati.
Happy Reading ^^
Profile Image for Fitri.
14 reviews
November 22, 2021
Re-reads novel ini udah cukup lama waktu Olimpiade Tokyo 2020 yg diselenggarakan di tahun 2021 dimulai sekitar pertengahan Juli lalu.

Sebagai pecinta badminton aku deg-degan parah!
Dan mungkin itulah bentuk 'rasa' yg nyata dari imajinasi yg dibangun di novel #BadmintonFreak ini. Gimana Fraya si tokoh utama digambarkan jatuh cinta mati pada olah raga yg hampir selalu menyumbang emas Olimpiade untuk Indonesia ini.

Ragam usaha dan pengorbanan Fraya utk menggapai cita2nya juga dukungannya pada bulu tangkis Indonesia digambarkan apik dalam novel ini. Bertambah menarik dg bumbu konflik khas remaja yg bikin gregetan.

Meski ini novel lama dan udah beberapa kali baca ulang, tp novel ini ttp bisa jd bacaan yg cukup menghibur dan menggelorakan jiwa2 nasionalisme mendukung atlet2 kebanggaan Indonesia.. 💪💪💪
Profile Image for Ulfa.
34 reviews7 followers
July 22, 2020
Typical teenlit jaman 2000-2010an sih ya sebenarnya.

Gua baca ini karena di kalangan komunitas Badminton lovers ya pasti novel ini sering disebut karena 1. Mengangkat tema badminton san 2. Nama ci Stephanie Zen sebagai hardcore fans Chou Tien Chen 🤣

It's a fun, light read though. Not sure if I want to read Badminton Addict karena sudah dihantam realita London 2012 yang terkutuk jadi ya....
Profile Image for ade.
274 reviews16 followers
July 10, 2021
Yah buku ini bener bener badminton abis, tengah awal tu berasa baca blog pengalaman nonton turnamen di istora haha..

Alur nya pun tergolong lambat, karena less konflik si.. Konflik fraya pas awal itu agak kurang kuat kata gw.. Tapi pas mulai tengah ke akhir gemes banget!! Sumpah bikin halu hahahaha


Akk mau baca buku Keduany!!
Profile Image for Alfy.
62 reviews1 follower
November 19, 2017
Akhirnya gue bisa baca novel lagi dalam satu sapuan. 😂😂
Btw, gue suka bangetlah. Ngakak, n emosinya dapat. Perasaan freya keknya dialami jemaah orang2 yg merasa pupus cita-citanya.
Novel ini rekomendasi bgt buat lo yang suka bulutangkis. Gak boring!
Profile Image for Tika Kid.
51 reviews2 followers
November 19, 2017
Plotnya mainstream untuk teenlit. But after all delivery-nya oke, cukup bikin nyesek waktu Fraya down karena sadar mimpinya kandas. Nulis terus ya Stef!
Profile Image for Amel.
100 reviews
June 4, 2024
Terlalu banyak pembahasan sport
Profile Image for Sofiannisa Achmadila.
29 reviews
January 22, 2021
Ringan dan menyenangkan seperti teenlit pada umumnya :D
Jadi tau kalau Thomas Cup buat cowok, Uber Cup buat cewek hehehehhehehe
Profile Image for nasya.
826 reviews
February 28, 2021
sesuai judulnya, ini beneran bahas badminton dari nama atlet yang asing di telingaku dan beberapa teknik juga dijelasin. anw, hubungannya albert toxic banget ew, untung aja mereka putus. DAN SUMPAH YA HALAMAN TERAKHIRNYA TUH BIKIN TERIAK2 GEMES SENDIRI SKSKSK
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Lona Yulianni.
237 reviews16 followers
February 11, 2013
Fraya kecil bertekad menjadi pemain bulutangkis karena "merinding" melihat Bendera Merah Putih berkibar di Atlanta pada tahun 1996 ketika Ricky Subagja dan Rexy Mainaki berhasil merebut medali emas. Namun cita-citanya harus dikuburnya dalam-dalam karena Mama tidak mengizinkan Fraya kecil masuk ke klub bulutangkis.
Fraya usia 18 tahun tetaplah seorang badminton-lover. Walaupun tidak menjadi atlet bulutangkis, Fraya tetap ikut ekskul bulutangkis di SMA-nya dan selalu update dengan berita olahraga tepok bulu tersebut. Hal ini bertentangan dengan keinginan pacar Fraya, Albert yang adalah kapten tim basket SMAnya. Albert lebih menginginkan Fraya menjadi cheerleader yang selalu mendukungnya ketika Albert bertanding. Tentu saja Fraya dengan senang hati menolaknya. Ketertarikan Fraya pada bulutangkis sudah pada kadar mencintai dengan setulus hati, bahkan dengan bangga mengatakan bahwa bulutangkis adalah pacar pertamanya.
Fraya, yang sudah berpacaran dengan Albert selama 2 tahun akhirnya gerah juga. Ia tidak terima ketika Albert melarangnya menonton Semifinal Thomas Cup dan Final Uber Cup di Istora Senayan. Memang itu kesalahan Fraya karena sudah membohongi Albert-yang akan bertanding di final sebuah kejuaraan basket-demi menonton Semifinal Uber Cup di Istora. Namun Fraya merasa harusnya Albert bisa mengerti perasaan Fraya karena setelah sekian tahun tim Uber Indonesia berhasil masuk final. Fraya dan Albert-pun akhirnya harus berpisah.
Fraya sama sekali tidak merasa sedih atas keputusan itu. Ia bisa dengan leluasa bolak-balik Istora tanpa ada yang melarangnya. Dan, di Indonesia Super Series 2008 ini, akhirnya Fraya menemukan pasangan yang mengerti dirinya dalam diri Edgar Satria, pemain muda Pelatnas yang sedang naik daun.

Bulutangkis itu bukan cuma hobi buatku, tapi seperti... hasrat. Impian. Obsesi. Gimana ya... aku juga bingung ngejelasinnya.

Absolutely 5 stars from 5 stars! Murni karena pendapat personal karena Bulutangkis hasrat terbesar saya. Fraya benar-benar menggambarkan seorang badminton-lover sejati : suka main bulutangkis, suka nonton pertandingan bulutangkis, selalu cek jadwal Series, selalu cek peringkat BWF, live-scoring jika pertandingan tidak ditayangkan, atau live-streaming jika pertandingan tidak ada di TV Nasional. Tidak heran, karena Mba Stephanie Zen juga seorang badminton-lover. Novel ini benar-benar membawa saya kembali ke histeria tahun 2008, dimana perbulutangkisan Indonesia kembali ke jalurnya. Histeria Thomas & Uber Cup 2008 yang diadakan di Indonesia yang menghasilkan tim Uber yang meraih runner-up serta histeria Indonesia Super Series 2008 dan medali Emas yang dipersembahkan Markis Kido/Hendra Setiawan di Olimpiade Beijing 2008, yang bagi saya merupakan titik tolak kebangkitan perbulutangkisan Indonesia. Istora selalu penuh dan menjadi momok menakutkan bagi pemain kelas dunia karena.... terlalu berisik! Namun itulah juga hal yang membuat Istora dirindukan juga oleh para pebulutangkis dunia, karena sorakan penonton Indonesia yang tingkat fanatiknya cukup tinggi.
Mba Stephanie juga tidak mengarang nama-nama pemain kelas dunia yang ada di novelnya. Yao Jie, Zhang Ning, Xie Xinfang, Lu Lan, Lee Yong Dae, Chung Jae Sung, Lin Dan, Thomas Laybourn, Kamilla Rytter Juhl, Park Sung Hwan, Lee Hyun Il, Ko Sung Hyun, Bao Chun Lai, Guo Zhendong... kyaaa! Sukses bikin saya histeris-saking freak-nya saya.

Curcol sedikit boleh kali ya. Jadi berpikir, kalau saya yang tingkat ke-freak-an akan bulutangkisnya menyamai Fraya ini, gimana jadinya kalau punya pacar kayak Albert ya? Namun kayaknya saya sudah terbiasa deh, karena teman-teman sekitar sayapun rata-rata bukan pecinta bulutangkis dan mengapa itulah saya sering menumpahkan segala uneg-uneg, live scoring, komentar, dan lain-lain yang mengenai bulutangkis di akun twitter saya.
Selain quote yang diatas, ada 1 quote lagi yang bikin saya senyam-senyum sendiri :p

Jadi, Fraya Aloysa Iskandar, mungkin kamu sudah nggak bisa lagi mewujudkan cita-citamu untuk jadi atlet bulutangkis, tapi... punya pacar atlet bulutangkis bukan ide yang buruk, kan?

Gyaaa!! Gue juga mau dooonngggg!!!
Profile Image for doouraw.
4 reviews1 follower
May 13, 2023
Buku ini menceritakan tentang gadis bernama Fraya yang sangat mencintai dunia badminton namun bertolak belakang dengan pacarnya, Albert yang tidak tertarik sama sekali dengan badminton. Nah akankah hubungan mereka tetap bertahan atau sebaliknya?

Konfliknya ringan, and ya cocok dibaca oleh kalangan remaja. Bukunya bisa menambah wawasan dan informasi juga tentang dunia badminton kala itu. Tapi berhubung buku ini sudah lama diterbitkan, jadi bahasa yang digunakan terkesan lebay dan alay.

i give this book 3/5 😬😬 karena buku ini bukanlah genre ku.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Wenny.
134 reviews31 followers
June 21, 2013
Fraya, ketika berusia enam tahun, memulai kecintaannya pada bulutangkis ketika Tante Wenny (ntar deh, kayaknya nama ini familiar banget ya -,-) dan Tante Sissy heboh sendiri saat menonton pertandingan Ricky Subagja dalam Olimpiade Atlanta 1996 lewat layar kaca. Sejak saat itu, Fraya bertekad untuk menjadi atlet bulutangkis. Sayangnya, sang mama melarangnya masuk klub. Maka kandaslah impian Fraya itu.

Dua belas tahun berlalu. Fraya menjalani hobinya hanya lewat ekstrakulikuler sekolah yang, ya tahu lah, stagnan dan gitu-gitu aja. Apalagi dia punya pacar, Albert, yang nggak suka dengan hobi bulutangkisnya ini. Si Albert malah lebih bahagia kalau Fraya jadi anggota cheers. Katanya biar bisa nyemangatin dia kalau lagi main basket.

Nah, saat itulah digelar perhelatan akbar cabang olahraga bulutangkis, Thomas dan Uber Cup. Bahagianya lagi, pagelaran tersebut diadakan di Istora Senayan, jadi Fraya bisa nonton dengan nyaman. Tapi suatu hari karena Fraya bela-belain bohongin Albert demi nonton Uber Cup, dia dihukum pacarnya itu. Faya nggak boleh nonton Thomas dan Uber Cup lagi!

--o--

Novel bertema olahraga keempat yang kubaca setelah Lovasket 1, Lovasket 2, dan Lovasket 3. Jadi ya, entah demi apa, aku terpaksa membanding-bandingkan Badminton Freak dengan Lovasket.

Aku pikir sebagai sesama novel bertema olahraga, novel ini akan mirip-mirip dengan Lovasket. Tapi ternyata Badminton Freak berbeda 90 derajat dengan Lovasket (kenapa cuma 90 derajat? Hanya aku dan Tuhan yang tahu)! Secara penceritaan, Stephanie Zen lebih memilih menarasikan histeria Fraya terhadap bulutangkis dibandingkan jalannya pertandingan bulutangkis. Jadi jangan harap kalian akan menemukan penjelasan tentang apa itu smash, jumping smash, serve, passing, dribble (tunggu, ini kenapa jadi ngelantur?) dan sejenisnya. Sebaliknya, kalian justru akan dikenalkan dengan para pemain semacam Sony Dwi Kuncoro, Markis Kido, Hendra Setyawan, Maria Kristin, dan… Dan… Greysia Polii! Ya ampun, nggak nyangka bisa ketemu Polii di sini!

Ya, karena nama-nama di atas emang nama pebulutangkis betulan, jadi aku merasa ditipu sama Stephanie Zen. Seakan-akan para atlet itu benar-benar melakukan apa yang tertulis di novel. Alias novel ini nggak rasa novel, tapi rasa artikel di majalah olahraga. Bukan, bukan karena bahasanya atau apanya, tapi karena rasanya novel ini nyata banget. Gimana ya, soalnya tokohnya aja atlet betulan…

Cuma aja aku agak kecewa sama endingnya. Rasanya kok endingnya gampang banget. Tapi ya mau gimana lagi, namanya juga teenlit. Terus, masalah Albert, kayaknya terlalu dibuat-buat deh. Kalau aku punya pacar nyebelin kayak gitu sih, nggak mungkin lah hubungan akan bertahan sampai dua tahun.

Secara keseluruhan, novel ini bagus. Segar. Lagian Stephanie kayaknya menulis dari hati deh, soalnya di halaman awal doi juga bilang kalau novel ini ditulis berdasarkan passionnya.

NB: Ah, akhirnya aku menemukan namaku dipakai sebagai nama tokoh novel. Tapi, kenapa harus dijadiin nama tante-tante sih? -.-
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
September 30, 2016
'Badminton Freak' bercerita tentang Fraya, seorang gadis maniak badminton. Cita-citanya sebagai seorang pemain profesional kandas karena tidak mendapat dukungan orang tuanya sejak dini, tapi itu tidak memupuskan rasa cintanya pada olahraga tersebut.

Saat kejuaraan Thomas & Uber digelar di Jakarta, Fraya tidak mau melewatkan kesempatan tersebut. Dia ingin menonton kejuaraan tersebut secara langsung dari awal hingga akhir. Masalah timbul ketika Albert, pacar Fraya, mengetahui bahwa gadis itu membohonginya demi menonton turnamen itu. Albert lalu melarang Fraya untuk datang langsung ke Istora Senayan.

Sebuah buku yang diterbitkan ulang dengan momen yang pas. Soalnya turnamen Thomas & Uber akan kembali dilaksanakan pada 15-22 Mei 2016. Waktu menulis ulasan ini, baru tim Uber Indonesia yang selesai bertanding dan menang 5-0 dari tim Bulgaria. Sementara tim Thomas masih bertanding melawan tim Hongkong.

Ceritanya bagus kalau buat saya. Karakternya Fraya ini kena banget sebagai seorang remaja. Konflik yang dibangun juga sudah pas. Rasa remajanya dapat bangetlah. Perasaan Fraya akan obsesinya pada bulutangkis juga diolah dengan baik oleh penulisnya.

Aku sudah pernah bilang kan, jadi atlet bulutangkis itu seperti menandatangani kontrak seumur hidup? Sekali melakukannya, akan susah bagimu untuk mengambil jalan lain.

Tapi, jika ada kontrak seumur hidup yang harus kupilih, kontrak inilah yang ingin kutandatangani. (hal. 117)


Yang saya kurang suka itu justru setelah Fraya mulai ketemu dengan Edgar. Perkembangan hubungannya mereka terasa buru-buru dan kurang chemistry.

Satu hal lain yang saya kurang suka adalah interaksi para tokoh novel dengan para atlet bulutangkis dunia nyata. Jadi, dalam cerita, ada beberapa kali para tokohnya bicara dengan para atlet yang memang ada di dunia nyata. Yang saya ingat itu ada Simon Santoso dan Greysia Polii yang punya dialog dalam novel. Sebenarnya ini mungkin bukan masalah, sih. Apalagi penggambaran karakternya juga baik dan interaksinya wajar saja, tapi ada perasaan aneh gimana gitu yang timbul waktu melihat orang-orang ini bersuara di dalam novel. Mungkin perasaan pribadi saja.

Secara keseluruhan, 'Badminton Freak' ini novel remaja yang seru untuk diikuti. Tidak harus suka bulutangkis, kok, untuk bisa suka dengan novel ini. Hanya saja chemistry yang kurang kuat dan kesan buru-buru antara Fraya dan Edgar, serta interaksi dengan para atlet nyata membuat saya akhirnya memberi dua bintang untuk novel ini.
Profile Image for Jessica.
1,219 reviews40 followers
January 18, 2013
walaupun saya sempat sangsi kalo saya ga bakal bisa menikmati teenlit lagi, namun nyatanya saya dibuat ketawa-ketawa di sepanjang cerita.

ceritanya tentang Fraya, seorang cewe yang terobsesi sama bulutangkis, pengen banget jadi atlet bulutangkis walopun mamanya melarangnya masuk klub bulutangkis sewaktu ia umur 6 tahun, yg alasannya diketahui kemudian, hanya karena waktu itu Fraya memintanya ketika sedang mendekati ujian kenaikan kelas. hahaha.
Fraya punya (mantan) cowo, namanya Albert, sayang sepertinya Albert ngga setuju sama obsesi Fraya dengan bulutangkis. pada akhirnya, mereka putus hanya karena Albert ga mau mengerti kesukaan Fraya terhadap bulutangkis.

di turnamen Thomas-Uber Cup, Fraya ketemu sama wartawan part-time, Shendy, yang memiliki hobi yg sama dengannya, Bulu tangkis! Shendy inilah yg akan mempertemukannya dengan Edgar Satria, seorang pemain bulutangkis ganda putra. Edgar itu cakep, bertalenta, baik, humble, friendly, low profile, bener2 tipe cowo perfect! (damn, aku bahkan masih ga percaya kalo dia tokoh fiksi, karena di endingnya dia menang lawan Lee Yong Dae yg bikin aku ngerasa, damn aku dibohongi di sepanjang cerita sama Edgar)

yah, mendekati ending, mereka pacaran, setelah sekian lama Edgar pedekate dan Fraya yg ga yakin bahwa Edgar sedang pedekate ke dirinya.

ending yang manis, yang bikin saya pengen punya pacar seorang atlet bulutangkis juga! hahaha. dan penggambaran Edgar mirip sama saya. saya sempat mencicipi rasanya latihan di klub bulutangkis dari kecil karena bujukan ayah saya, tapi yahh, bedanya, akhirnya saya menyerah karena saya lebih memilih fokus pada sekolah. mungkin seperta Sharleen, saya sadar akan kemampuan saya di bidang itu, dan belum tentu jadi atlet yg hebat.

dan, membaca novel ini membawa kenangan lama saya yang sedikit memudar. kecintaan saya pada bulutangkis, masa2 saat saya mengikuti latihan, memenangkan berbagai pertandingan, dan bertemu banyak teman.

PS: entah kenapa, saya merasa mungkin ini ketidaksengajaan yang sama, di novel Stephanie Zen pasti akan ada satu cowo yg jahat dan satu cowo baik yang akan selalu menunggu tokoh cewenya. agak lupa jg sih sama cerita Perhaps Love. hehe.
Profile Image for AF.
40 reviews7 followers
October 24, 2015
Awesome, Novel ini membuat saya seolah-olah saya menjadi Fraya. Karena impian saya salah satunya bisa nonton badminton secara live, seperti Indonesia Super Series atau Thomas-Uber Cup dan pertandingan badminton lainnya.
Sebagai Badminton Lovers, menurut saya novel ini bener-bener keren banget.

BADMINTON FREAK!
Gara-gara histeria kedua tantenya saat menonton Ricky Subagja dan Rexy Mainaky di Olimpiade Atlanta 1996, Fraya Aloysa Iskandar jatuh cinta pada bulutangkis. Momen saat Ricky dan Rexy merebut medali emas untuk Indonesia begitu memukau Fraya kecil, hingga ia memutuskan harus jadi atlet bulutangkis!
Tapi kini, di usianya yang kedelapan belas, Fraya terpaksa menerima kenyataan bahwa cita-citanya tak terwujud. Semua karena Mama melarangnya masuk klub bulutangkis sedari Fraya kecil. Fraya hanya bisa menyalurkan cintanya pada bulutangkis melalui ekskul di sekolah, yang tentu saja tak cukup untuk menampung bakat dan ambisinya yang besar.
Seakan semua itu belum cukup, Fraya juga harus menerima bahwa pacarnya, Albert, lebih suka ia jadi anggota cheerleaders daripada berjibaku mengejar shuttle cock di lapangan. Padahal, apa sih asyiknya pakai rok mini lalu loncat-loncat sambil pegang pom-pom?
Ketidaksukaan Albert pada bulutangkis memuncak ketika Fraya membohonginya demi bisa menonton kejuaraan Thomas-Uber Cup di Istora Senayan. Albert marah besar, dan menghukum Fraya dengan cara melarangnya nonton Thomas-Uber Cup live selama sisa pergelaran itu. Padahal, untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun tim Uber Indonesia berhasil masuk final!
Kalau sudah begini, mana bisa Fraya terus bertahan pacaran sama Albert?

Suka banget sama quotes'y:
"jadi Fraya Aloysa Iskandar, mungkin kamu sudah nggak bisa lagi mewujudakan cita-citamu untuk menjadi atlet bulu tangkis, tapi punya pacar atlet bulu tangkis bukan ide yang buruk kan?"
"I may just won my super series, but you are the most precious I have received"
"I may just won the Olympic Gold medal, but you are still the most precious medal in my life"
SO SWEET BANGEEEEETTTTTTTTZZZZZZZ :)
5 star for this book.
Profile Image for Nabila.
9 reviews
February 16, 2013
Buat yang gak gitu terlalu nge-freak bulutangkis, novel ini kesannya kayak review jalannya Thomas-Uber Cup. Karena emang aku gak gitu nge-freak bulutangkis, makanya waktu baca novel ini agak2 bosen juga.
Ceritanya Fraya, anak SMA biasa dengan teknik bulutangkis setara dengan atlet pelatnas. Fraya terobsesi jadi atlet bulutangkis sejak masih berusia 6 tahun, saat melihat pertandingan final bulutangkis olimpiade dimana Indonesia berhasil menggondol emas. Sayangnya Fraya gak bisa mewujudkan impiannya gara-gara kesalahpahaman antara Fraya dan mamanya yang baru diketahui setelah Fraya berumur 18 tahun (which is mean she's too old to be an athlete).
Fraya punya cowok, Albert, anak basket yang gak suka Fraya dan segala hal tentang bulutangkisnya. Albert lebih suka Fraya jadi anggota cheers. well, itu bukan Fraya banget deh. Mereka berdua sering berantem gara-gara masalah badminton dan cheers ini. Albert makin gak suka dengan bulutangkis pas Fraya nekat tetep nonton pertandingan Thomas-Uber cup yang digelar di Istora Senayan, padahal di hari yang sama Albert dan tim basketnya ada pertandingan final melawan sekolah lain. dan endingnya, mereka putus tus tus... Rasanya pengen banget nyubitin Albert sampe bengkak. alasan dia gak suka bulutangkis itu kurang 'ngena'. lepas dari Albert, Fraya deket sama salah satu atlet muda yang lagi naik daun, Edgar. mereka cocok dan akhirnya jadian.
Novel ini nyimpen banyak banget pesan yang bermakna, such as kalau punya cita-cita harus diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Jangan baru sekali ketemu penghalang langsung melempem. Novel ini juga ngebangkitin rasa nasionalisme yang udah hampir layu. well, meskipun gak gitu suka bulutangkis, tapi rasa merinding itu tetep ada waktu ngebayangin lagu Indonesia Raya berkumandang dan sang Merah Putih dikibarkan dan dilihat ratusan juta pasang mata di dunia. Thumbs up! I always love Stephanie's novel :DD
Displaying 1 - 30 of 62 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.