Buat Audry, langit adalah segalanya. Apa pun keadannya, baik atau buruk, langit selalu ada dan menemani Audry. Karena itu Audry cinta banget sama langit dan sering berlama-lama memandangi langit. Cuma entah kenapa, kayaknya Audry sering kali nggak bisa deketan sama hal-hal yang ia cintai. Buktinya setiap kali naik pesawat Audry takut setengah mati, padahal ia suka banget sama langit. Bukti lain, Audry nggak mungkin bisa bersama lagi dengan cowok yang selama ini ia cintai.
Di tengah usahanya merelakan cowok itu, Audry malah bertemu Eliot, cowok lain yang selalu membuatnya dongkol. Setiap kali ketemu mereka pasti langsung berantem. Tapi ternyata di balik semua hal menjengkelkan itu, Eliot selalu ada setiap kali Audry butuh seseorang. Bisakah Eliot menjadi langit kedua buat Audry?
Seorang penggemar kopi, yang sangat mencintai Starbucks, yang selalu berhasil mendatangkan inpirasi. Paling sering nongkrong di Starbucks Thamrin atau Plaza Indonesia. Hobinya: Art. She's doing art juz lyk drinking coffee... Waktu bosan ia menari. Ia refleks menggambar setiap ada pensil dan kertas. Ia membentuk apa saja yang bisa dibentuk. Dan ia membuat hidup lebih berarti lewat musik, terutama dengan klasiknya piano dan biola. Tapi, selain klasik ia juga suka jazz. Love Dave Coz, love Diana Krall... Berpuisi dan bersastra sering ia lakukan, tapi itu cuma sekedar iseng dan nggak pernah nyangka akan menjadi sesuatu yang berarti. Suka buku-buku Meg Cabbot, Sophie Kinsela, Lauren Weisberger, Jennifer Weiner, Jane Green, etc, etc, etc...
Inget jaman-jaman dulu masi SMA, pengen banget punya rumah pohon dan tentu saja pengen banget punya pacar kayak Eliot. Sekarang, umur sudah bertambah pun, baca buku ini lagi serasa nostalgia dan diingetin lagi kalo lagi ada masalah, coba liat ke langit karena Tuhan sudah bisa membuat dan mengatur langit yang luas banget dengan sedemekian rupa apalagi kita yang kecil banget pasti ada kebaikan dibalik kesedihan dan tidak ada cobaan yang melampaui batas kemampuan kita. :)
Cerita dari buku ini simple, Audry dan Eliot sama-sama baru pulang dari London, ditinggal oleh orang tua mereka yang mau berlibur. Eliot yang melihat Audry pertama kali itu sembrono, aneh dan tidak anggun ini malah tetanggan dan dapet ultimatum dari orang tua untuk menjaga Audry selama mereka pergi. Tapi semakin hari semakin lama semakin tumbuh rasa-rasa yang tidak terduga itu.
Masih senyum-senyum sendiri baca buku ini, suka dengan cara Eliot yang selalu jahiliah dan penuh kejutan. :)
Pertama kali baca pas masih SMA. Sekitar 14 tahun yang lalu. Sekarang baca lagi tetep menarik. Lucu dan ada sedihnya juga. Jadi Audry susah loh. Mantan pacarnya yang dia masih cinta malah menikah dengan sahabat baiknya dan dia harus jadi pengiring pengantin. Kayaknya cuma Audry yang bisa.
Tentang Eliot. Duh dia bikin Audry lebih sakit hati lagi. Pertama karena Selene terus karena Bianca. Parah banget seh. Kayak ikut patah hati bareng Audry. Apalagi pas Audry pergi bawa mobil mana hujan gede sukses bikin nangis.
Endingnya pas Audry di pesawat. Duh Eliot manis banget. Mau lah satu kayak Eliot. Hihi...
Saya nggak ingat cerita A Life, novel debut Silvia Arnie. Tapi kalau melihat empat bintang yang saya sematkan, tentunya saya menikmatinya. Makanya kaget juga ... kok My Sky ini kayak gini -_-
My Sky, judulnya sederhana tapi ada implikasi nyata di ceritanya. Cover novelnya sendiri benar-benar mendukung judul dan ide cerita. Sementara nama-nama karakter baru dan penokohannya simpel tetapi kuat. Ide cerita mungkin biasa, alurnya pun bisa ditebak. Tetapi dua jempol untuk penulisnya yang mengisahkan kisah ini dengan sudut pandang orang pertama. Sudut pandang orang pertama itu tidak mudah, karena tiap peristiwa hanya dilihat dari satu sisi orang bersangkutan. Tetapi penulis berhasil membungkusnya dengan pilihan kata yang ringan, sehingga alurnya runtun, tidak berlebihan. Benang merah antar tokoh dan peristiwa pun terlihat kuat, tidak ada kesan paksaan. Sehingga pembaca mudah mencerna atau bahkan bisa hanyut dalam cerita.
Jika kita hobi membaca novel, bahkan sampai bertumpuk-tumpuk novel, seringkali kita melupakan 'judul apa yang pernah dibaca' dan 'bagaimana ceritanya'. Untuk mempermudah sebenarnya dengan mengimplikasikan judul novel itu sendiri ke dalam cerita. Dan 'My Sky' ini sukses bisa diimplikasikan ke dalam cerita, dengan filosofinya yang menyentuh. "Walaupun langit nun jauh di sana, dimanapun dia selalu bersama kita. Whenever, wherever, whatever. :)" -Silvia Arnie-
One of my favorite authors of all time :) meskipun ceritanya standar2 aja dan ending-nya bisa ditebak, pembawaan cerita Silvia Arnie selalu menarik dan membuatku senang membacanya. menurutku itu adalah poin terpenting untuk sebuah buku. :)