Jump to ratings and reviews
Rate this book

Joy, Wening, dan Marcella #1

My Friends, My Dreams

Rate this book
Marcella, cewek cantik dari Jakarta, merasa dikirim ke pulau terpencil tak berpenghuni ketika keluarganya memutuskan pindah ke Jogja. Sementara Joy, cewek lima belas tahun, memilih Jogja sebagai "tempat pelarian" dari kedua orangtuanya yang hendak bercerai. Dan Wening, cewek kuper, rendah diri, dan penyakitan, dantang ke Jogja dengan segepok impian.

Mereka mulai bersahabat, meski awalnya tidak mudah. Keakraban terjalin ketika ketiggnya mulai berbagai obsesi. Marcella ingin mendirikan band sekolah, Joy kepingin dapet cowok, dan Wening ingin populer. Mereka saling bantu mengejar impian. Tapi pastinya mereka nggak lupa melakukan hal-hal khas ABG yang menyenangkan: ngecat kuku, bikin pajamas party, ikut klub.

Ada juga saat-saat nggak enak. Saat Wening terserang sesak napas di lapangan basket dan ketahuan bohong. Saat Marcella bikin rambut Wening seperti kesetrum listrik. Saat cowok yang ditaksir Joy justru naksir Marcella.

Setelah satu semester, masih mampukah ketiganya menjaga persahabatan mereka? Bagaimana dengan impian masing-masing? Sebenarnya ada nggak sih hubungan antara teman dan impian? Semua tersimpul manis di akhir cerita, yang penuh bumbu peristiwa-peristiwa remaja yang "gue banget". Ada juga tips-tips lucu yang bikin kamu serasa minum orange juice. Seger banget!

240 pages, Paperback

First published March 1, 2005

16 people are currently reading
207 people want to read

About the author

Ken Terate

26 books234 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
57 (12%)
4 stars
78 (16%)
3 stars
208 (45%)
2 stars
97 (21%)
1 star
19 (4%)
Displaying 1 - 30 of 38 reviews
Profile Image for Amaya.
747 reviews58 followers
March 24, 2023
Actual rating: 3.8

Punya bestie waktu duduk di bangku SMA, nggak?

Setelah baca beberapa buku yang bisa dibilang kompleks, nemu ini berasa healing. Isinya khas teenlit lawas, ya, isinya nggak berat, tapi nggak kalengan pesan tersiratnya. Rasanya diingatkan buat jalan pelan2. Kayak buku motivasi banget ya, kesannya? Hehe, enggak, kok. Buku ini isinya tentang 3 orang sahabat yang sama2 mencari jati diri dan memaknai arti mimpi serta persahabatan.

Marcella, si anak ibu kota, yang dipaksa pindah ke Jogja. Baginya, ini kemunduran karena di Jogja jelas beda banget dengan Jakarta. Sekolahnya pun kayak ketinggalan zaman. Keinginannya bikin band sekolah, tapi dia dapat lebih dari itu. Meskipun rese, sok cakep (tapi emang cakep, sih), gawl, dan suka ngartis, doi punya kapasitas sebagai orang yang bisa menghargai temannya dengan baik. Marcell punya prinsip tegas dan nggak gampang goyah.

Wening, si anak desa yang hijrah ke Jogja demi merasakan sekolah yang sama dengan kedua kakaknya. Obsesinya jadi cewek populer, padahal dia hanya kepengin berubah. Nggak mau jadi anak yang diam aja waktu dimanfaatkan ketika ada tugas mengarang, nggak kepengin jadi anak yang nggak dibanggakan orang tua karena hanya dia satu-satunya yang nggak punya prestasi, nggak mau terkungkung dengan penyakit asma yang bikin dia nggak bisa bebas beraktivitas seperti anak2 lain. Walaupun kadang kesal sama Marcell dengan gaya metropolitannya, Wening bahagia bisa kenal sama dia karena bisa belajar banyak hal, termasuk cara berubah alih2 menjadi populer.

Joy, si anak Bandung yang kabur ke Jogja dan daftar sekolah di sana karena enggan menghadapi perceraian orang tuanya. Tubuhnya yang agak tambun bikin dia nggak pede dan sering merasa minder. Apalagi berteman dengan Marcell. Obsesinya kepengin punya pacar di usia 15 tahun (plus ciuman pertamanya). Tapi, boro2 dapat ciuman, dinotis sama gebetan aja enggak :( justru dia dapat kejutan lebih besar di hari ulang tahunnya. Joy ini karakter paling kompleks karena di samping punya masalah sama penampilan dan percaya diri, dia juga harus (terpaksa) menghadapi perceraian kedua orang tuanya. Sedih? Banget, tapi Joy kuat dan nggak berlarut-larut. Dia bikin kesalahan besar ke Marcell, tapi dia juga mau mengakui kesalahan dan berbesar hati ketika gebetannya nggak kunjung nembak dia.

Banyak ketawa, banyak merenung. Kurang lebih kesan singkatnya seperti itu. Dan aku baru tau ini ada serinya 😶 oke, bakalan lanjut baca yang lain nanti.
Profile Image for Nadya Putri.
63 reviews4 followers
January 4, 2020
Novel teenlit my friends, my dreams ini ditulis oleh Ken Terate, penulis teenlit favoritku, pada tahun 2005 dan diterbitkan oleh Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.

Novel teenlit my friends, my dreams ini menceritakan tentang tiga anak perempuan yang baru masuk SMA kelas 1 dan menjalani masa sekolahnya dengan penuh obsesi. Tiga anak perempuan itu bernama Marcella, Joy, dan Wening. Mereka dipersatukan oleh keterlambatan dan hukuman karena melanggar aturan saat hari pertama masa orientasi sekolah mereka. Marcella seorang anak Jakarta yang gaul dan cantik, tiba-tiba pindah ke Jogja bersama keluarganya karena pekerjaan ayahnya. Joy seorang cewek asal Bandung yang melarikan diri dari orangtuanya yang hendak bercerai dan memilih Jogja sebagai tempat pelariannya. Wening seorang cewek asal Gunung Kidul (masih Jogja tapi jauh dari kota) yang ingin turun gunung, sekolah di kota, ingin populer (karena dia cewek kuper, rendah diri, dan penyakitan). Mereka bertiga mulai bersahabat dan memiliki obsesi masing-masing, seperti Marcella yang ingin membuat band sekolah, Joy yang ingin punya pacar dan dapat ciuman pertamanya sebelum ulang tahunnya, dan Wening yang ingin menjadi populer. Mereka saling membantu untuk mencapai impian/obsesi mereka. Mereka juga melakukan hal-hal yang dilakukan ABG lainnya seperti pajamas party, mengecat kuku, dan ikut klub di sekolah. Mereka juga menghadapi permasalahan seperti saat Wening kumat asmanya saat di lapangan basket dan ketahuan bohong, Marcella membuat rambut Wening menjadi aneh serta membuat rambut Joy dicat warna-warni hingga Joy masuk ruang BK, juga cowok yang ditaksir Joy malah naksir Marcella.

Oh iya, novel teenlit my friends, my dreams ini mengingatkanku akan masa SMA ku yang aku juga punya obsesi yaitu punya pacar di tahun pertama SMA dan mengikuti klub di sekolah yang banyak dan sesuai minatku. Tercapai juga sih itu obsesiku karena aku berhasil punya pacar selama 5 bulan di tahun pertamaku saat SMA, dan aku mengikuti 3 klub sekaligus di sekolah hingga membuatku sibuk dan tubuhku remuk. Wkwkwk.

Menurutku, novel ini cocok dibaca untuk usia remaja yang baru SMA, karena gaya bahasanya gaul tapi enak dibaca dan nggak monoton, konfliknya juga bermacam-macam dan sesuai dengan masa SMA. Dalam novel ini juga terdapat tips dan kata-kata yang menarik sebagai berikut:
1. Tips Diet
- Diet bukan berarti melaparkan diri.
- Makan pagi yang cukup.
- Hindari makanan tinggi gula dan lemak seperti es krim dan cokelat, daging, ayam. Ganti dengan tempe, sayur, buah, sesekali makan ikan.
- Tidak ada makan setelah pukul 18.00.
- Olahraga hukumnya wajib.
- Jauhi cemilan, apalagi yang berminyak. Boleh makan snack di antara waktu makan tapi yang bergizi dan bukan junk food. Buah bisa menjadi alternatif.
- Jangan percaya obat pelangsing.
- Pastikan kamu berniat melakukannya.
(Terate, Ken. 2005: hlm. 124-125)

2. "Ya, bisa aja sih kita pacaran dengan cowok yang nggak kita suka. Tapi apa indahnya sih? Kalo dicintai rasanya terbang ke langit ketujuh, mencintai rasanya seperti mendarat di surga, jauh...jauh lebih menyenangkan." (Marcella) (Terate, Ken. 2005: hlm. 222)

(Aku setuju yang ini, karena aku ga pernah pacaran dengan orang yang nggak aku suka).

3. "Kau akan menghargai apa yang kaupunya bila kau pernah kehilangan." (Joy) (Terate, Ken. 2005: 229)

Aku rekomendasikan novel ini untuk kalian yang suka genre school life, slice of life.
Profile Image for Iyut.
231 reviews26 followers
December 22, 2011
ini novel pertamanya Ken Terate rupanya :)
punyaku ada tandatangan penulisnya lhooo... -halah-

suka deh dng ceritanya, jadi pengen baca lanjutan kisah tiga sahabat yg dikisahkan di buku ini.. (kebetulan dah punya bukunya juga :D).
Profile Image for Haya Najma.
Author 2 books10 followers
June 13, 2010
dulu beli karena ni buku juara berapa lomba apaa gitu, dibikin sinetron juga
9 reviews
July 10, 2018
Marcella, cewek gaul Jakarta yang dipaksa orang tuanya untuk ikut pindah ke Jogja. Marah-marah karena merasa berada di pemukiman manusia gua yang terbelakang. Bertekad ingin membangun band sekolah yang gaul dan terkenal.

Joy, cewek broken home asal Bandung, kos dan sekolah di Jogja karena malas dengan keributan orang tuanya. Jabrik, jerawatan, kelebihan berat badan, dan naksir Devon, musuhnya Marcella. Misinya adalah punya pacar di masa SMA.

Wening, cewek dari Wonosobo yang minderan karena selalu dibandingkan kakak-kakaknya. Sekolah jauh-jauh ke Jogja dengan tekad memulai hidup baru. Salah satunya dengan berbohong kalau hobi basket padahal bengekan.

Secara ajaib, ketiganya dipertemukan dalam MOS SMA dan menjadi dekat.

Buku pertama Ken Terate ini menggunakan POV Marcella, Wening, dan Joy secara bergantian. Permasalahan khas remaja dan masalah bawaan mereka (pindah rumah, diet, minder) diceritakan di sini. Dengan alur satu semester sekolah, kita bisa melihat kehidupan tiga sekawan ini. Meskipun endingnya biasa aja, namun melihat perubahan gaya bahasa dan pikiran tokoh setiap kali berganti bab adalah keasyikan sendiri. Terlebih lagi dengan tips-tips asyik yang diberikan Marcella ke teman-temannya.
13 reviews
September 1, 2023
Saya ingat masa itu, ketika saya harus menyisihkan uang jajan untuk membeli novel ini ketika remaja dulu, haha. Ken Terate salah satu penulis favoritku! Sungguh, membaca novel ini lagi rasanya seperti berwisata masa lalu. Apalagi cerita tentang remaja yang berbagi obsesi. Bahkan saya sendiri sampai mengingat, apa ya obsesi saya ketika remaja dulu 🤣 Apakah saya pernah punya obsesi 😌🥲 Ternyata novel ini ada sequelnya, dan saya baru tau setelah 15 tahun kemudian 😌 Baiklah, nanti akan saya baca sequelnya.

Novelnya lucu, seru. Paling gedeg sama tokoh Marcella, ada aja idenya yg bikin dua sahabatnya koprol, tapi kalau nggak ada si Marcella pastilah dunia dua sahabatnya ini akan suram kwkwk. Novel ini cocok buat kamu yg butuh bacaan santai dan menghibur. Ah, rasanya mau balik ke remaja lagi!

review buku • ipusnas • book review • review novel
Profile Image for nasya.
826 reviews
August 4, 2023
Ceritanya super duper ringan, dan penulisannya khas Ken Terate sekali. Konflik-konfliknya pun relatable dengan kehidupan remaja, walau mungkin karena beda latar tahun jadi ada beberapa yang kurang relate.
Profile Image for Widya W-motdh.
5 reviews
February 10, 2020
Selalu suka sama karya nya kak Ken...yg kali ini keren juga tp aku kurang sreg aja sm ending nya
Profile Image for Lommie  Ephing.
116 reviews2 followers
February 23, 2020
Novel teenlit jadul yang tetep masih enak dibaca berulang kali. Tulisan-tulisannya Ken Terate memang tak pernah mengecewakanku sejauh ini.
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
October 2, 2014
Judul: My Friends, My Dreams
Penulis: Ken Terate
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 240 halaman
Terbitan: Maret 2005

Marcella, cewek cantik dari Jakarta, merasa dikirim ke pulau terpencil tak berpenghuni ketika keluarganya memutuskan pindah ke Jogja. Sementara Joy, cewek lima belas tahun, memilih Jogja sebagai "tempat pelarian" dari kedua orangtuanya yang hendak bercerai. Dan Wening, cewek kuper, rendah diri, dan penyakitan, dantang ke Jogja dengan segepok impian.

Mereka mulai bersahabat, meski awalnya tidak mudah. Keakraban terjalin ketika ketiggnya mulai berbagai obsesi. Marcella ingin mendirikan band sekolah, Joy kepingin dapet cowok, dan Wening ingin populer. Mereka saling bantu mengejar impian. Tapi pastinya mereka nggak lupa melakukan hal-hal khas ABG yang menyenangkan: ngecat kuku, bikin pajamas party, ikut klub.

Ada juga saat-saat nggak enak. Saat Wening terserang sesak napas di lapangan basket dan ketahuan bohong. Saat Marcella bikin rambut Wening seperti kesetrum listrik. Saat cowok yang ditaksir Joy justru naksir Marcella.

Setelah satu semester, masih mampukah ketiganya menjaga persahabatan mereka? Bagaimana dengan impian masing-masing? Sebenarnya ada nggak sih hubungan antara teman dan impian?

Review

Akhirnya nemu buku ini. Lengkap sudah membaca novel juara 1-3 lomba teenlit 2005.

Ceritanya lumayan, walau sudah tidak terasa "gue banget". Masalah popularitas, punya pacar, ekskul, dsb... sudah jauh di belakang buat saya :)).

Saya cukup suka dengan ketiga karakternya. Suka juga dengan hubungan antar karakter, serta perkembangan yang dialami masing-masing tokohnya.

Untuk penulisan, rasanya sedikit kurang rapi. Kadang perubahan POV-nya membingungkan dan butuh waktu untuk paham siapa yang sedang bernarasi.

Secara keseluruhan, bukunya cukup bagus dan cocok untuk remaja.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2014 Young Adult Reading Challenge
Profile Image for Athaya Irfan.
187 reviews72 followers
December 21, 2015
My Friend, My Dream
Penulis : Ken Terate
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 240 hlm
Berkisah tentang 3 orang cewek yang baru memasuki SMA. 3cewek itu bernama Marcella, Wening, dan Jo. Mereka memiliki karakter yang saling melengkapi dan persahabatan mereka terbentuk dalam waktu singkat.
Marcella adalah gadis kota yang cantik, sangat memperhatikan penampilan dan ambisius. Ia dipaksa kedua orang tuanya untuk sekolah dipelosok Jogja. Kemudian setelah melalui masa MOS ia makin akrab dengan Wening dan Jo. Wening adalah gadis desa yang kuper dan selalu merasa rendah diri. Karena pembawaannya yang pemalu ia bermimpi untuk menjadi cewe terkenal di SMA. Sedangkan cewek terakhir adalah Jo. Jo ini semula memilih bersekolah di Jogja karna sudah lelah tinggal bersama kedua orang tuanya yang ingin bercerai. Ia memiliki obsesi untuk bisa memiliki pacar saat di SMA.
Persahabatan mereka di isi dengan kegiatan ala remaja yang seru. Kebersamaan mereka bisa dilihat saat mereka merombak kamar dan menghiasnya. Mereka juga saling bekerja sama untuk mewujudkan ambisi mereka. Jika salah satu teman mereka di ejek, mereka akan segera membelanya.
Awalnya saya mendapatkan buku ini saat sedang berada di Irf tahun lalu tapi saya baru membaca buku ini satu tahun kemudian. Gaya bahasa si penulis sangat anak muda sekali. Mudah dipahami dan memang cocok dibaca untuk remaja. Alur cerita berjalan maju dan di akhiri dengan pencapaian ketiga tokoh untuk meraih mimpi.
Interaksi mereka saat saling mensupport dikala salah satu dari mereka jatuh bisa menjadi nilai lebih buku ini. Sayang bagi orang yang bukan kalangan remaja lagi, buku ini sangat mudah ditebak alur ceritanya. Bagi kalian yang cukup sabar mengikuti kisah ala remaja atau lini teenlit bisa mencoba buku ini.
16 reviews
January 25, 2015
Ken Terate adalah satu satunya author teenlit yang bisa saya baca tanpa ada adegan yah... well bisa di tebak, sangat klise, seperti ada cowok ganteng, incaran satu sekolah, trus pemeran ceweknya biasa aja,tapi entah kenapa si cowok populer itu bisa suka... well saya ngga suka bacaan tèenlit yah karena itu, ga ada yang unik, jarang proses jatuh cinta terkesan natural, bahkan ada yang lebainya minta ampun.

Tapi tidak disini, buku Ken selalu penuh kata kata nasihat tapi bukan bersifat menghakimi. Di sini juga ada tipe cowok populer, tapi bukan yang wah gimana sehingga susah di deketin, karakter marcella juga meski dia cantik, 'tadinya kaya raya' namun dia punya kekurangan yang membuat karakternya ngga jadi marry sue, suka suka, soalnya kebanyakan teenlit klo ga karakter cewek atau cowoknya pasti marry/gary stue, oh please.

Karakter lainnya juga hadir dengan kekurangan kekurangan yang membuat mereka tampak lebih hidup, dilengkapi dengan tema persahabatan yang ditonjolkan membuat saya semakin menyukai buku ini. Paling ngga Ken Terate berhasil memaksa saya bergerak menuju rak buku teenlit tiap ke gramedia.
Profile Image for Sulung  Mardinata.
42 reviews23 followers
February 10, 2013
Rasa-rasanya gua pernah baca teenlit ini waktu gua masih sekolah, deh? Yup, soalnya novel ini salah satu novel teenlit terbitan awal GM yang dicetak ulang.
Menceritakan tentang Marcella, cewek populer pindahan Jakarta, awalnya ga suka dengan keputusan orang tuanya yang mengajaknya pindah ke Yogyakarta. Namun ternyata akhirnya ia kerasan. Apalagi setelah bertemu dengan teman-teman baru. Terlebih bersama Joy-anak broken home- dan Wening-cewek kuper yang pengen banget populer-Marcella seperti menemukan dunia baru. Bertiga mereka menuliskan impian mereka untuk diwujudkan bersama. Maka keseluruhan isi novel ini menceritakan suka-duka persahabatan mereka dalam mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.
Sebagaimana teenlit2 kebanyakan, ceritanya berkisar cewek populer, cewek ga populer, cowok populer, cowok ga populer. :D Tapi kelebihan buku ini adalah gaya bahasanya asyik banget. Sekilas gua kaya baca teenlit2 luar seperti Meg Cabot. Gaya bahasa yang ringan ini yang buat gua menuntaskan membacanya dalam satu hari.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,438 reviews73 followers
May 19, 2016
Dalam persahabatan pun ada prasangka. Semua ada prosesnya, bahkan proses paling menyakitkan sekali pun. Tapi penulis memilih menampilkan sisi manusiawi tiap tokoh sehingga dengan proses mereka bisa menghapus prasangka dan mempertahankan persahabatan.

Marcell yang sombong, ternyata bisa luluh dan simpati dengan Joy yang dari keluarga broken home. Joy yang sering menyimpan rasa iri dengan Marcell memberanikan diri meminta maaf. Wening yang tadinya begitu inferior bisa punya ide untuk kembali menyatukan Marcell dan Joy yan berselisih. Plotnya memang terkesan simpel, tapi bukankah indah jika hubungan manusia bisa sesederhana itu? Berbuat salah, lalu memaafkan dan dimaafkan. Segera merevisi pikiran yang sudah melenceng. Hal-hal semacam itu.
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
December 30, 2016
Review selengkapnya https://bookishstory.wordpress.com/20...

Buku ini sebenarnya bukanlah buku yang baru pertama kali aku baca. Buku ini sudah pernah ku baca di tahun 2005 dan baru dibaca lagi dengan cover yang telah dicetak ulang. Mengenai cover aku lebih menyukai cover lamanya, karena menurutku cover yang baru memiliki layout yang terlalu ramai. Sehingga apa gambar di cover nya menjadi kurang jelas terlihat.

Buku ini menarik. Meskipun adalah terbitan lama, tapi konflik yang ada di dalam bukunya, masih menjadi konflik yang dekat dengan dunia remaja hingga sekarang. Ingin populer di sekolah, ingin punya pacar, ingin punya band, ingin diet, dan sebagainya. Persahabatan ketiga tokoh utama dalam buku ini pun menarik.
Profile Image for Tria Nita Situmorang.
43 reviews7 followers
April 5, 2013
Novel Ken Terate pertama yang saya baca. Ini novel saya zaman dulu bangeeeet. Termasuk novel kesayangan saya dulu soalnya banyak kenangannya. :p
Dari awal ngelihat covernya aja saya langsung suka. Begitu saya baca, beneran bagus ternyata. Alur ceritanya pas, isinya juga nggak ngebosenin. Karakter dari Marcella-Joy-Wening, semuanya benar-benar diceritakan dengan baik, jadinya kita bisa ngebayangin mereka secara nyata. Walaupun ceritanya termasuk biasa, tentang cewek populer, cewek nggak populer, tapi tetep asik buat dibaca.
Dulu, kalau nggak salah sempet ada serialnya juga di TV 7.
Profile Image for mads.
714 reviews43 followers
December 18, 2015
Not a huge fan of this book because it gives the wrong message to teenage girls. Boys will like the pretty girl even though the pretty girl is "shallow and annoying". Pretty girl only care about things like fashion and beauty and being pretty- NOT. The tomboy girl is secretly jealous of the pretty girl. The nerd is... well a nerd and is just there. I feel like Joy and Wening is only a supporting character for Marcella even though they're as important as her. I don't know about you, but that's what I get after I read this book. Not very good in my opinion.
Profile Image for Thea.
16 reviews12 followers
October 3, 2012
Novel jaman SMA yang pernah aku baca di perpustakaan!
hihii.,kalo diinget2 lagi, rasanya jadi kangen masa2 sekolah.
tentang persahabatan, tentang cinta2an, tentang putih abu-abu..
ceritanya simple dan remaja banget!
mungkin udah terlalu tua yah kalo gue baca lagi sekarang,haha
tapi buat yang masih sekolah, ceritanya masih pas kok buat kalian,
Dan dulu klo gak salah inget, novel ini pernah dibikin mini seri di Trans 7..
:)
Profile Image for Gracella.
259 reviews176 followers
March 18, 2020
First of all, i’ve reread this book so many times.

Well, ini novel pertama dari Ken Terate. Dan aku pertama kali baca novel ini beberapa tahun yg lalu (sewaktu masih SMA kali ya). Ceritanya sebenernya simpel dan light banget. So cliche for a teenlit. Tapi aku suka banget.

Karakter favoritku adalah Marcella. Walaupun dia keras kepala dan suka seenaknya sendiri tapi menurutku dia punya kemauan yang keras dan membawa pengaruh yang positif buat teman-temannya.

Gemes banget baca serial ini deh.
Profile Image for -Nadya Kirana-.
10 reviews
May 28, 2010
yeah,,,seru ceritanya...novel ini telah mengajarkanku bagaimana cara menjadi sahabat yang menerima sahabatnya apaadanya aku tertarik membaca novel ini karena mereka yang sifatnya barbeda jauuuhhhhhh........... sekali tetapi masih tetap satu walaupun pernah bertengkar.
Profile Image for Amanda Sastri.
144 reviews12 followers
July 17, 2010
Menurut gw ok ceritanya, yaaa... muda-mudi macem gw dulu aja pas bacanya (yeps, udah lama banget nih bacanya, sekarang gw dah ga remaja lagi). Ringan dan ga muluk-muluk, ok kok. Kudu refresh lagi karena gw lupa. Hehehe.
Profile Image for Speakercoret.
478 reviews2 followers
June 15, 2015
ternyata ada sekuelnya yah.... perlu di cari kalo gitu.. ceritanya sebenernya sederhana aja sih, ga ada masalah yg serius, cuma masalah2 remaja biasa. Tapi kalimat2 KT mengalir aja, enak bacanya.. pas tau ini adalah buku pertama, wow aja jadinya :)
Profile Image for Fradita.
84 reviews2 followers
January 30, 2016
Aku baca ini di perpustakaan sekolah waktu SMP haha. Lama banget yes. Tapi aku suka banget buku ini. Penceritaannya mengalir, konfliknya matters, karakternya relatable. Salah satu buku teenlit terbaik yang pernah aku baca deh.
Profile Image for Haya.
16 reviews24 followers
August 18, 2011
Suka dengan ceritanya. Segaaarrr...Suka juga dengan karakter tokoh-tokohnya. Setelah baca novelnya, saya kenalan sama penulisnya, dan berhasil mewawancara untuk harian Analisa, Medan.
Displaying 1 - 30 of 38 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.