Banyak yang bisa diambil dari buku ini, terutama bagi yang suka banget jalan-jalan walaupun sudah berkeluarga. Biasanya yang namanya traveling identik dengan jalan sendirian [backpacker] atau sendirian dengan tujuan fun. Tapi bagaimana jika ada anak-anak yang punya mood sangat labil dan kesenangan yang sangat jauh berbeda dengan orang dewasa? Ternyata bukan penghalang besar untuk menikmati perjalanan keliling negara, bahkan bisa menambah kesenangan.
Fun With Children, salah satu bab yang berisikan berbagai tips agar enjoy bersama anak ketika jalan-jalan. Sebenarnya tips yang diberikan sederhana bahkan permainan yang dicontohkan adalah hal yang sudah diketahui tapi jarang dipraktikkan, seperti permainan "sedang apa" atau permainan jari. Yang saya garis bawahi ketika harus ber-traveling bersama anak adalah persiapkan anak jauh-jauh hari. Membicarakan tempat yang akan dikunjungi dan membuat daftar apa saja yang ingi dilakukan, ternyata juga menjadi 'senjata' orangtua untuk mengangkat antusiasme dan semangat anak supaya saat sudah berada di lokasi tidak jadi melempeng atau bolak-balik mengajak orangtua pulang. Masih banyak tips yang diberikan Mbak Agnes yang saya baik-baik, seperti selalu menyediakan kertas dan alat tulis.
Selain tips traveling bersama anak, saya juga menyukai sisi relijius atau perenungan yang ada di bab terakhir. Poin yang sering kali terlupa dalam buku-buku traveling. Buku ini lumayan untuk dijadikan bacaan bagi orangtua yang hobi traveling. Cuman tips yang tertulis di bagian akhir pada hampir setiap tulisan, lebih mirip seperti rangkuman. Jadinya tidak efisien dan mengingatkan saya dengan buku pelajaran IPA-IPS zaman masih pakai seragam :D