Aku punya semua yang kau butuhkan.Aku akan memberikan semua yang kau inginkan. Tetaplah di sisiku, jangan pergi. Aku tak ingin kau menoleh ke arah lain.
Lihat aku. Lihat aku saja.
Jangan pernah mengkhianatiku. Terpikir sedikit pun jangan. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpamu. Aku tak akan membagimu untuk siapa pun. Harusnya kau tahu itu.
Tetapi kenapa kau tak hanya melihat ke arahku?
Kau terdiam, menelan sejuta rahasia di dalam rongga mulutmu. Aku tercekat, tak menyangka begini caramu membalas cintaku. Tidak. Kau tak akan lolos semudah itu. Kau milikku. Tak seorang pun boleh memilikimu selain aku.
Ceritanya membuat saya penasaran sampai akhir dan agak ngeri membayangkan beberapa adegan di buku ini, tapi yang jelas saya sedikit bangga bisa menebak dua pelaku yang terlibat dalam buku ini sejak awal.
Entah kenapa kelihatan kalau penulisnya suka baca buku-bukunya Agatha Christie dan memang sering disebutkan juga di dalam buku ini. Walaupun begitu, ada beberapa bagian khususnya pada bagian akhir yang menurut pendapat saya kurang masuk akal dan tidak dijelaskan secara rinci.
Awalnya saya mengira, ini buku cerita tentang cinta matinya seseorang sampe dia membunuh apa gimana gitu. Ternyata saya salah, cerita ini tentang pembunuhan, tepatnya mengungkap pembunuhan yang didasarkan pada seks, kesetiaan dan video porno.
Awal baca, ini kenapa ceritanya kayak porno gitu, tapi baru ngeh kalo ini adalah pengungkapan kematian Ivan yang sudah meninggal 7 tahun yang lalu tanpa diketahui jelas siapa pembunuhnya. Pembunuhan yang tragis, di mutilasi dan penisnya dipotong lalu disumpal ke mulut korban. Bergidik ga sih ngebayanginnya.
Banyaknya tokoh kadang membuat saya bingung, tapi bagusnya penulis berhasil ga salah penulisan tokohnya. Ceritanya menarik saya untuk membaca dengan cepat halaman demi halaman karena rasa penasaran.
Untuk ukuran penulis kayak detektifan gini, Armaya lumayan berhasil membuat kita ikut masuk menganalisa jejak kematian Ivan. Tapi, saya kurang puas dengan endingnya, kenapa ga sekalian aja Eva ketangkep atau dibunuh sama Ratna sekalian. Biasanya kan klo ending cerita misteri gitu dibuat gantung penuh rasa penasaran pembaca hehehe.
Saya kasih 3 bintang deh, saran aja sih baiknya nama tokoh dibuat beda jauh gitu, jangan Dita dan Doni, Didi pula, biar ga bingung. Trus kisahnya diurai lebih satu2, biar jelas dan tidak muter2 plus motifnya diperbanyak gitu, biar ga mudah nebak pelakunya. Maklum nih, saya penggemar komik Conan dan Kinichi :D
ini otak saya yg kurang pinter apa emang ceritanya aja yg agak ribet ya? kayanya yg pertama deh ;) Well, idenya udah bagus sih.. mengungkap misteri pembunuhan.. tp stlh baca dua bukunya Armaya Jr, ternyata emang bener gue nggak cocok sama cara penuturan dan dialog yang ditulis beliau. tp ini sih murni masalah selera ya.. btw gue setuju sm pendapat orang yg bilang sinopsisnya agak menipu, kirain cuma masalah simple cinta anak muda, cemburu, trus jadi bunuh2an.. ternyata seserius itu kasusnya..
Aku beli buku ini karena suka banget sama covernya,, ya kira-kira kasih dua bintang sendirilah.
Eng...Ceritanya tentang seorang penulis yang sedang menyepi untuk cari bahan tulisan. dan ternyata dalam dipenyepiannya itu, dia bertemu beberapa orang yang punya masa lalu saling terkait. Kaitan antara mereka ternyata tentang pembunuhan dua orang pria.
Hmm...aku sih ngerasa ceritanya gak terlalu sesuai dengan sinopsis belakang. Jadi agak tertipu gitu. Soalnya, dibagian depan, enggak ada diceritakan gimana cinta matinya Eva. Baru diakhir terungkap, gimana cinta matinya Eva.
Membaca buku ini seperti membaca Agatha Christie, dan tokoh-tokoh yang ada ada dibayangan saya memiliki kemiripan dari cara memecahkan kasus dengan pasangan Tommy and Tuppence. Serta ada loncatan waktu di awal buku.
tanpa bermaksud membandingkan, tapi cara penuturannya mengingatkan aku ke cara penuturan Agatha Christie, temanya bisa di bilang profokatif, dan belum biasa buat pembaca di indonesia, tapi itu kelebihan dari novel ini. buat saya ceritanya cukup kompleks jadi harus dibaca dengan hati-hati.
ini seperti menuturkan tentang karma. 2 korban dalam cerita ini Ivan dan Didi adalah karakter yang suka main perempuan dan pelaku sexs bebas, mereka mati secara tragis ditangan sosok yang mereka sukai yaitu perempuan dan karena hal yang mereka banggakan yaitu aktivitas di tempat tidur.
alat kelamin yang dipotong buat saya seperti simbol kemarahan si pelaku, bahwa aktifitas yang dilakukan Ivan dengan alat kelaminnya memicu dendam yang sangat dalam. dan untuk Didi, seharusnya dia ingat alasan kenapa Ivan di bunuh, tidak hanya perempuan dan sexs yang membunuhnya, tapi juga keserakahn turut campur dalam kematiannya.
Eva perempuan yang cerdas, tapi dia tipikal perempuan yang tidak suka kalah, atau tepatnya tidak bisa menerima kekalahan, perempuan yang angkuh, dan aku tertarik dengan masa lalunya, sepertinya dia perempuan yang tidak pernah merasa bahagia dengan kehidupannya.
buat Ratna, hidupnya benar-benar kacau, thank god cos in the end she able to learn that running away not give anything but troble.
Doni benar-benar tipikal laki-laki bergolongan darah AB
Dita, she can be a good detektife
This entire review has been hidden because of spoilers.
Sebenernya bagus, sukses membuat otak saya muter" siapa pelaku pembunuhan yg sebenernya, yah walaupun tebakan saya bener. Eh tapi kok akhirnya gantung bgt, siapa pelaku pembunuh Eva, siapa yg selama ini b'hubungan sama Dita pdhl Eva sudah meninggal sebulan yg lalu yg artinya waktu awal" Dita mengenal Eva di rumah panggung? Entahlah.
Salah satu buku seru bergenre thriller yang aku baca :D DEG DEG AN ! abis penasaran parah sama kasus ini. Aku penasaran bagaimana cara pelaku melakukannya, tapi sayang jawabannya kurang masuk akal dan menyisakan tanda tanya lagi. Gregeeeetttt :(
Ceritanya lain bgt dari An Affair to Forget-buku perdana Armaya Jr. Bener2 di luar dugaan.. menebak2 terus dari awal. Membingungkan tapi jalan ceritanya menarik dan menggunakan kata2 yang mudah dimengerti. Lebih dewasa dalam penuturannya
Satu-satunya kekurangan novel ini adalah kurang menegangkan. Saya berharap ada adegan kejar-kejaran atau adegan ketika si pembunuh hendak membunuh. Satu adegan saja supaya perasaan pembaca lebih naik-turun :D
Ini bukan tentang cinta sampai rela mati tapi, tapi cinta dan kematian. Entah kenapa dari awal saya sudah merasa curiga dengan Eva, meski begitu novel ini cukup menarik penasaran saya untuk tahu mengapa dan bagaimana. Saya menanti buku seperti ini lagi dari Om Armaya :)