Halo, Kerabat !
Alur kontroversi dan misteri dari buku ini adalah tentang sejarah Zinfandel di California, diantaranya diawali dari :
Zinfandel (Vitis vinifera) dari California tumbuh baik di berbagai negara termasuk Italia (Primitivo), mendorong kualitas, variasi klonal (Variasi genetik dalam satu jenis tanaman anggur atau varietas) penting.
Dalam sengketa menjadi pertanyaan : Apakah Zinfandel sama dengan Primitivo ? Eropa menyatakan sama saja. Produsen California khawatir Italia dapat memanfaatkan nama dan reputasi mereka. Pasar akan membedakan antara keduanya.
Misteri tentang mitos Haraszthy yang hancur. Bagaimana anggur Boston menjadi unggul di California? Siapa pahlawan di masa itu?
Mitos Haraszthy adalah cerita yang tidak akurat tentang tokoh California, Agoston Haraszthy, terkait perannya dalam sejarah anggur.
Agoston Haraszthy adalah seorang bangsawan Hungaria-Amerika, penjelajah, penulis, dan pembuat anggur pionir di Wisconsin dan California. Dikenal sebagai "Bapak Anggur California."
Sejarah Zinfandel antara tahun 1880-1960. Sebagai "anggur rahasia"
Adanya Prohibisi (Pembatasan hukum tentang produksi dan penjualan minuman beralkohol) mempengaruhi reputasi dan perbandingannya dengan anggur Eropa
Setelah pembatalan Prohibisi, Zinfandel memiliki makna yang berbeda bagi konsumen. Kompleksitas Zinfandel sebagai anggur meja di California dikarenakan tidak ada model Eropa untuk dibandingkan. Tidak seperti anggur premium California lainnya. Penilaian buta antara Zinfandel California dan anggur Eropa terkenal tidak pernah dilakukan, menambah misteri sejarahnya.
kisah Zinfandel di New England dapat diceritakan dan gambaran kedatangannya di California pada tahun 1850-an yang penulis susun pada tahun 1976 sebagian besar akurat. Anggur meja dari Boston hampir tidak disadari hadir di California dan hampir secara kebetulan menjadi anggur meja yang sangat berguna di California.
Orang Amerika di koloni Inggris di Amerika Utara menanam anggur dari Florida hingga New England dan membawa bibit ke Lembah Ohio dan Mississippi. Pertanian anggur paling berhasil ketika anggur digunakan sebagai makanan, bukan untuk anggur. Pada abad ke-19, hibrida antara anggur asli Amerika dan varietas vinifera Eropa mulai diproduksi. Di wilayah selatan, pertanian anggur menunjukkan potensi karena iklim hangat dan keragaman populasi. Namun, di utara koloni tengah, pandangan tentang vitikultur dan produksi anggur semakin sedikit. Batas pertanian anggur yang serius dapat ditarik di utara Long Island dan barat ke Lembah Sungai Hudson.
Vitikultur sebagai sumber anggur meja berkembang di Massachusetts antara 1810 dan 1835. Muncul tren hobi menanam anggur di rumah kaca dengan pemanasan buatan untuk menghasilkan anggur meja lezat sejak Maret hingga April. Prosesnya rumit dan memerlukan waktu dan modal, tetapi berhasil menyebabkan anggur berbunga di musim dingin.
Sebagai catatan bahwa Vitikultur adalah ilmu dan praktik budidaya anggur, termasuk perawatan dan pemeliharaan tanaman anggur serta produksi anggur dari buahnya.
Cerita klasiknya dimulai dari : Zinfandel/Zinfindal tiba di Boston dalam pot dari George Gibbs dari Long Island, seorang hortikulturis amatir yang tertarik pada vitikultur. Istrinya membawa varietas anggur dari Smithsville, North Carolina, ke Long Island pada tahun 1816. Anggur tersebut dinamai Isabella oleh William Robert Prince, seorang pembibit ternama, dan menjadi salah satu varietas asli yang paling populer di Pantai Timur. Mulai tahun 1820, Gibbs mengimpor beberapa pengiriman anggur dari Eropa, termasuk dari koleksi kebun imperial Austria di Wina.
Pada tahun 1829, George Gibbs menerima pengiriman anggur dari Vienna, ada anggur hitam dari Hungaria yang menarik perhatian. Kemudian, Prince mencantumkan Zinfandel di katalognya, menyatakan bahwa Gibbs memperkenalkan anggur tersebut dari Jerman (Vienna). Wilayah politik Austria mencakup banyak daerah, termasuk Hungary.
Bagaimana dengan misterinya ? kerabat harus membacanya sendiri karena isinya seperti teka-teki yang mengumpulkan dokumentasi empiris.
Hatur nuhun.