Eh iya, gimana ini...
Buku yang cukup singkat, narasinya dalam, deskripsinya kuat, sekaligus begitu pahit dan manis...
Tentang Tamin, pemuda mantan Heiho zaman Jepang yg dikirim ke Burma, lalu setelah tujuh tahun kembali ke desa kelahirannya di Jawa Timur. Desanya tak banyak berubah, tapi teman bermainnya dulu sudah tiada terbawa arus peperangan.
Tamin yang gelisah dengan pengalaman tempurnya, resah dgn prasangka pada warga kampungnya, dan terombang-ambing atas sifat takut dan malu yang sungguh manusiawi.
Ditulis tahun 1950-an, buat saya cerita ini tetap kuat karena bergumul dengan pencarian kebahagian dan kedamaian dalam diri.
Ini kan, yang sejatinya dicari setiap insan?@