Jump to ratings and reviews
Rate this book

Marmut Merah Jambu

Rate this book
... Momennya lagi pas banget, pikir gue. Seperti yang Ara tadi anjurkan lewat telepon, ini adalah saatnya gue bilang ke Ina kalau gue sangat menikmati malam ini.

‘Tau gak sih, Na,’ kata gue sambil menyetir, memberanikan diri untuk bicara. ‘Gue seneng banget hari ini.’

‘Seneng kenapa?’ tanya Ina.

‘Seneng, soalnya,’ kata gue, berhenti bicara sebentar dan menengok ke kiri untuk melihat muka Ina. Gue masang muka sok ganteng. Gue natap mukanya dengan jelas, memasang mata nanar, berkata dengan sungguh-sungguh, ‘Seneng... soalnya... hari ini akhirnya... gue bisa pergi sama-’

‘AWAS!!!!’ jerit Ina memecahkan suasana.

BRAK! Mobil gue naik ke atas trotoar. Mobil masih melaju kencang, dan di depan ada pohon gede. Ina ngejerit, ‘Itu pohon! ITU ADA POHON, GOBLOK!’

‘AAAAAAAAHHHH!’ jerit gue, kayak cewek disetrum. Lalu gue ngerem dengan kencang. Ina teriak lepas. Suasana chaos.

228 pages, Paperback

First published May 1, 2010

229 people are currently reading
3243 people want to read

About the author

Raditya Dika

18 books1,953 followers
Raditya Dika is an Indonesian comedy writer. His first book was a collection of his humorous blog entries, entitled Kambingjantan: Catatan Harian Pelajar Bodoh (Malegoat: Diary of a Stupid Student).

His second book chronicles his unbeliavebly jinxed love life, entitled Cinta Brontosaurus (Brontosaurus Love). Published a year following the success of his previous work. His latest books, bearing the title Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa (Radikus Makankakus: Not Your Ordinary Animal) & Babi Ngesot (Sliding Pig) follows the tone of his previous works.

All of his books targets the stupidity and self-depreciating ridiculousness of a boy trying to get to adulthood, along with the absurdity of everyday life.

Currently he's working as director and editor-in-chief Bukune Publishing House.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2,015 (30%)
4 stars
2,007 (30%)
3 stars
1,917 (29%)
2 stars
484 (7%)
1 star
123 (1%)
Displaying 1 - 30 of 340 reviews
Profile Image for Stefanie Sugia.
731 reviews178 followers
June 4, 2010
Secara saya adalah penggemar beratnya si Raditya Dika, saya tentunya tidak mau melewatkan buku terbarunya yang berjudul Marmut Merah Jambu ini. Sesuai dengan judulnya (sepertinya), Marmut Merah Jambu, buku ini berhubungan dengan hal-hal yang berbau merah jambu (baca: cinta). Buku Raditya kali ini berisi kumpulan cerita cinta yang pernah dialaminya secara pribadi olehnya. Entah itu percintaan masa smp, rasa cinta diam-diamnya yang tidak terbalas, sampai ke cerita tentang Edgar yang mau disunat (?).

Keseluruhan, aku masih tetep selalu terpesona sama tulisan Raditya Dika karena saat aku lagi baca bagian yang kayaknya serius banget, terus tiba-tiba muncul kalimat yang super konyol-aneh-dan-tidak-terduga yang nyelip disitu. Alhasil terpaksa berhenti buat ngakak dulu. :DD

Beberapa bagian dalam cerita ini bahkan secara unexpectedly menyentuh banget, karena buku ini seolah menyatakan secara simple tentang falling in love in real life. Nggak semua cerita cinta itu harus romantis-romantisan atau penuh dengan problema kayak di novel-novel teenLit.

Bab favoritku dalam buku ini adalah: Panduan Menghadapi Cewek Sehari-hari. Aku tahu bab ini memang seharusnya ditujukan untuk para cowok, tapi trust me, cewek masih bisa baca dan tidak tersinggung sama sekali (malahan bab ini yang paling lucu menurutku) :DD

Well, membaca buku ini serasa seperti journey yang menyenangkan. Aku akan dengan setia menunggu buku Raditya Dika yang berikutnya. Mudah-mudahan binatang yang dipakai jadi judul berikutnya seimut nama Marmut Merah Jambu. ;)
Profile Image for Nyonya  Buku.
19 reviews6 followers
June 7, 2010
Maybe I am just too old for this book. :D

Ceritanya sih ya begitu lah, personal literature, yang diambil dari pengalaman hidup penulis. Makanya, kategori buku ini ialah nonfiksi-komedi. Secara alur, oke. Tiap kisah ditutup dengan kesimpulan dari hasil pengendapan penulisnya ttg jatuh cinta, tentang mengapa dan bagaimana, dst. Saya membalik halaman dengan halaman dengan ngebatin "c'mon, better page, please" sampe habis. -ya, saya memang bukan orang yang gampang menyerah menyelesaikan sebuah buku-.

Dari ide, well, love story ya gitu gitu lah. gag ada yang baru. Ini catatan harian ttg bagaimana lelaki menjalani masa puber nya. Jujur dan jenaka. Dan penulis bisa membangun imajinasi jenaka.

Dari sisi alur dan gaya penceritaan, saya pikir ini buku terbaik Raditya Dika. Jauh dari Kambing Jantan yang alamakjan.. gag tau bagusnya dimana.

Ya mungkin gue aja yang ketuaan sih baca buku ini ya. Jadi mikir, apa orang-orang 30an di tahun 90-an yang membaca Lupus, misalnya, juga merasa kalo itu buku yang gag bagus-bagus amat?

I dont know. For me its just another crap, but crap sell so much, rite? :D . Saya aja dapet cetakan kedua. menurut kabar, udah masuk cetakan ke empat tuh. wow...


Well, MMJ definitely not kind of my books. But the writer is so promising.




Profile Image for Nilam Suri.
Author 2 books140 followers
May 27, 2010
I never read another Dika's book after Kambingjantan. But now i read this. And this kumcer is quite good.

I can't stop laughing, and made my friends stare at me with anxious look, worried there's something wrong with my brain.

This book not only funny, in some stories Dika put some thought for us, the reader, to think over. And i love how he created the ending in the last stories,Marmut Merah Jambu.

Dika surely has grown up since the last time i read his book.

My favorites are Terakhir kali bertemu Ina dan Marmut Merah Jambu.

Nicely done, boy!
Profile Image for Ira Li.
6 reviews
June 20, 2011
Ini buku Raditya Dika yang untuk pertama kalinya dan sejauh ini satu-satunya yang pernah saya pinjam dari teman. Maaf, saat itu lagi bokek. Ga, ga, ga kuwhat. Ga kuwhat beli buku yang harganya diatas 30.000. =))

Di buku ini, terlihat dari jumlah halaman buku, tata cara penulisan serta bahasa yang menjadi rapi dan menghalus, mungkin ini buku Raditya Dika yang benar-benar bisa masuk dalam kategori novel yang sebenarnya. Deskripsinya mulai dituliskan secara detil bukannya hanya satu-dua-tiga kalimat per paragraf seperti dalam buku Radith yang sebelumnya. Saya suka dan terhibur ketika membaca buku ini. Walaupun, menurut saya, ini bukanlah buku humor Radith yang paling lucu--nah, menurut saya doang lho. Radith tetap Radith; setiap kejadian lucu disertai komentar-komentar sarkastik darinya yang selalu saya suka dan tindak-tanduk dalam mengatasi 'permasalahan'nya yang mengundang tawa--walau dari saya cuma sedikit.

Entah kenapa saya tidak bisa tertawa selepas, sekeras, sampai sakit perut, terjungkal dan menggebrak-gebrak meja seperti saat membaca buku-buku yang sebelumnya. *lirik rak buku dan meja yang ada jejak tangannya* Paling jauh, saya hanya nyengir, dan sejurus kemudian sudah pudar dan kembali expressionless ketika membaca halaman selanjutnya. Dibanding menunjukkan sisi komedi yang bombastis, Radith kali ini jadi lebih serius dan lebih menonjolkan sisi romantis dalam beberapa bab di buku Marmut Merah Jambu. Mungkin saya heran, kaget, dan sangat terbawa suasana 'serius'nya.

Mungkin saya harus baca buku ini lagi untuk mengerti--baca sambil diburu tenggat waktu pengembalian itu menyebalkan, yeah. *siap-siap satronin rumah teman yang punya bukunya*
Author 1 book2 followers
April 29, 2015
Dari covernya saja saya sudah suka dengan konsepnya. apalagi radit yang rajin gembar gembor di twitter tentang bukunya yang satu ini. semakin membuat orang penasaran, kegokilan apalagi tentang keluarga dan temen-temennya. Disini dia juga menceritakan hubungan yang masih anget-angetnya dengan mantan penyanyi cilik yang sekarang menajdi pacarnya. Tapi ternyata putus juga. Padahal kalau dilanjutin dua-duanya gokil. Bisa dibayangkan buku Radit yang selanjutnya isinya tentang galauan cinta Radit. hahahaha itu hanya khayalan saya saja lho.

Buku Marmut merah jambu sangat istimewa yang pernah saya miliki karena ada sejarahnya. Tapi saya tidak akan bercerita bagaimana saya bisa memperoleh buku ini dan tidak akan kulupakan.

Well, Radit berhasil meramu cerita hidupnya dengan gaya humor khasnya. yang jelas kalau kamu cowok masih jomblo dan nggak tau gimana cara menggaet cewek? you must read!! hihihi

Sayangnya saya nggak terlalu ingat dengan dialog dalam buku secara detail. Buku masih dipinjem temen belum dibalikin :(

Lain kali saya akan mereview ulang kalau buku sudah balik di tangan :).
Profile Image for Farah Rizki.
43 reviews4 followers
November 16, 2011
buku marmut merah jambu ini menurut saya adalah karya raditya dika yang PALING bagus, bahkan menurut saya, lebih bagus daripada Kambing Jantan, buku raditya dika yang pertama. di MMJ ini, benang merah ceritanya terlihat jelas, dan ketika membaca, ceritanya seperti mengalir, jadi berasa halamannya kurang. hehe. Jika dibandingkan dengan kedua buku tadi, karya RAdit yang lain, menurut saya terlalu absurd, dan benang merahnya kurang terlihat. mungkin karna temanya kurang kuat ya. cukup menghibur sih, tapi tidak cukup membuat tertawa terbahak seperti ketika membaca KAmbing JAntan. NAmun, setelah membaca MMJ ini, saya kembali menyukai gaya tulisannya Raditya Dika :) Dan chapter yang paling saya suka adalah chapter yang menceritaka tentang Shero. Mantan pacar RAdit yang penyanyi itu. saya salah satu penggemar yang menyayangkan kenapa mereka putus. padahal, menurut saya mereka adalah pasangan unyu.. hahaha. malah ngelantur. Buku ini cocok sebagai teman di perjalanan. dan AWAS GALAU! ;p
Profile Image for Enreina.
8 reviews
June 16, 2010
Nggak terlalu ngocok perut kayak buku-buku Raditya Dika sebelumnya, buku ini lebih mengarah ke pengalaman-pengalaman cinta Raditya Dika yang ditulis dengan bahasa 'khas' nya, dan tetap dengan light jokesnya.

Dika berhasil mengubah 'cerita pribadi yang biasanya orang-orang lain nggak peduli' menjadi 'cerita pribadi yang membuat orang-orang tersenyum saat membacanya'.

Cocok dibaca buat yang suka bacaan santai namun berisi.
Profile Image for coolnerd.
20 reviews2 followers
June 30, 2010
kocak sih, tapi isinya orang pacaran (___ ___!)
Profile Image for Elvin.
20 reviews3 followers
November 30, 2019
Menurut saya Sebagian besar dari 13 judul yang ada pada buku ini adalah kisah percintaan yang bertepuk sebelah tangan. Hampir semua cerita yang ada di dalam nya adalah pengalaman Radit atau pun dari orang terdekat Radit. Kisah cinta yang bermula dari SD sampai kuliah.
Dalam buku ini Radit menceritakan kisah cintanya mulai dari cinta diam-diam, indahnya PDKT, sampai ditolak mentah-mentah. Buku ini keseluruhan sangat menarik dibaca karena sesuai dengan kehidupan sehari-hari seperti cinta diam-diam karena takut mengungkapkan isi hatinya. Keahlian Radit dalam mengolah kata dan sebagian curahan dari teman-temannya menjadi salah satu isi dalam buku ini bahkan mulai dari perhatian orang tuanya, adiknya(Edgar), bahkan sampai kucing peliharaan keluarganya yang dibuat tokoh utama disalah satu bab dimana sang kucing dimanusiakan.

Gaya bahasa yang digunakan juga sangat baik membuat pembacanya seperti benar benar menyaksikan langsung kejadian-kejadian yang ada pada buku ini. Apalagi pada waktu Radit mau berangkat untuk shoting film Kambing Jantan . Pada waktu itu ada luar bandara dan tiba-tiba ada nomor tidak dikenal menelfon dan ternyata orang suruhan ayahnya
‘Bang, aku ada titipan dari Bapak; katanya di telepon.
‘Udah mau boarding belom, Bang?’
‘Belom, ini lagi diluar, belom masuk. Kenapa? Tanya gue.
‘Ada titipan dari Bapak! Jangan masuk kedalem dulu, Bang! Tunggu!
Sepuluh menit menunggu akhirnya seseorang datang dan memberikan plastik hitam.
‘Apa ini?
‘Celana dalem baru, Bang,’ katanya orang itu, kalem. Gubrak.
Celana dalem baru. Bokap gue mitip pesan ke gue agar selalu mengganti celan dalam supaya sehat selalu di Australia.
Cerita ini mengambarkan betapa cintanya Ayahnya kepada Radit agar sehat selalu dengan kemasan yang lucu dan mengharukan.
 . Kenunggulan
Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehaari-hari dan mudah dipahami pembaca karena sebagian besar pembacanya adalah remaja. Isi bukunya juga sesuai dengan kehidupan remaja masa kini.
. Kekurangan
Adanya kalimat dan paragraf yang tidak lengkap sehingga pembaca karus membavanya dengan berulang-ulang agar bisa memahami isi nya.
Profile Image for Meta Morfillah.
674 reviews23 followers
September 14, 2025
Judul: Marmut merah jambu
Penulis: Raditya dika
Penerbit: Bukune
Dimensi: 222 hal, cetakan ke-31 2014, edisi digital ipusnas
ISBN: 9786028066648

Tiga belas kisah tentang jatuh cinta sang penulis yang dibalut komedi khasnya. Meski pada akhirnya penulis tetap tidak memahami apa itu cinta. Bagai marmut merah jambu yang seringkali jatuh cinta, mengira sudah jauh berjalan dan banyak pengalaman, nyatanya hanya berputar di situ-situ saja. Tidak tahu kapan hubungan akan bertahan atau berakhir. Hanya bisa menjalani semampunya, terbaik di saat ini.

Mungkin sebab temanya banyak dituliskan dalam rentang masa sekolah (SMP-SMA), jadi saya merasa biasa saja. Lucu, tapi tidak selucu buku penulis yang sudah saya baca sejauh ini. Tapi justru cetak ulang terbanyak ya. Membaca pengalaman pribadi penulis, membuat nostalgia pada zaman itu, terutama terkait teknologi macam mirc. Anak zaman now mungkin gak make sense ada kenalan macam chatting tanpa foto gitu hehe.

Cocok untuk yang suka non fiksi komedi, dan pengalaman jatuh cinta ala raditya dika.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #oneweekonebook #resensibuku #reviewbuku #bacabuku
#kubusetengahtujuh #komunitasbukuseru #marmutmerahjambu #radityadika #metamorfillah #nonfiksi
Profile Image for bojfischer.
98 reviews6 followers
January 11, 2018
Dahulu tidak banyak situs online yang mewadahi kegiatan menulis kreatif. Meskipun blog pribadi bisa menjadi wadah, itu tidak secara langsung menghadapkan penulis dengan publik--nalarnya diuji dan disebar secara massif. Sementara media cetak memiliki tuntutan dan selera yang tinggi. Berat bagi masyarakat dengan tingkat literasi yang rendah.

Hari ini kita banyak menemukan dan menggunakan situs online untuk menguji nalar dan kreatifitas diri secara langsung. Ditambah dengan pasar dan model produksi buku yang dinamis sekaligus berwarna (munculnya penerbit-penerbit alternatif dan independen). Hal itulah yang kemudian membuat buku-buku semacam ini semakin dianggap sebagai buku kelas dua. Tidak heran muncul banyak tuntutan akan keberadaan buku yang berkualitas secara penulisan dan isi.

Tetapi memang, Raditya Dika cukup piawai dalam teknik penulisan kreatif. Teknik-teknik komedi yang Ia kuasai menjadi nilai plus. Toh tidak ada salahnya seorang komedian menulis buku. Literasi komedi tidak bisa dicegah atau diolok-olok, kecuali itu tidak lucu.

Saya membaca ini sewaktu SMA dan merasa terhibur.
Profile Image for Natalia.
55 reviews2 followers
February 18, 2021
Asik banget parah, suka banget jokes yg ada disini...

Ditambah lagi kalau si radit ngomongin percintaan, kayaknya dia udh expert banget gitu wkwkwkw

Ada juga di bukunya waktu dia ngobrol sama cewe yg dia suka dan cewe ini bilang yg kira2 gua tangkep begini "kenapa kita baru dibilang sempurna ketika ada seseorang juga di hidup kita?" Dan gua setuju, kenapa sih manusia gabisa dilihat dari bagaimana semestinya jadi diri dia, tapi gua mikir lagi sih, mungkin ini yg dipengen maha kuasa supaya manusia tidak berpikiran terlalu superpower banget, karena dia masih harus bersosialisasi dengan manusia lainnya.

Selain itu juga ada di bagian halaman terakhir, yg kira kira bisa gua tangkep begini "kita bakalan kayak gini terus" dan disitu juga dibilang bahwa hal kaya gitu adalah janji yg kadang gabisa ditepati.
YAPPS BETUL BANGET!
Gua rasa kata2 yg begitu susah banget untuk jadi kenyataan, karena pada akhirnya semua org akan berubah, mereka akan meninggalkan kita, baik itu yg meninggalkan karena emang meninggal atau meninggalkan kita karena ada hal yg lainnya :(
Profile Image for Reyhan Ismail.
Author 3 books10 followers
August 25, 2017
Secara keseluruhan isi dalam buku ini berisi tentang ; Jatuh Cinta.
Pengalaman Jatuh Cinta yang pernah dialami langsung oleh Raditya Dika beserta mantan-mantannya, termasuk pelantun lagu "Pergilah kau...pergi dari hidup ku..." Yap. Sherina. Isinya tentang bagaimana spesialnya sebuah pertemuan pertama dan pertemuan terakhir dalam sebuah hubungan.

Oiya, didalamnya juga berisi salah satu bab yang menceritakan proses syuting film adaptasi buku pertama Raditya Dika, Kambing Jantan.

Beberapa bagian dalam buku ini pernah dijadikan Radit sebagai materi dalam Standup Comedy. Jadi pas bacanya kurang works buat ketawa. Apalagi buat yang sering dengar Standup Comedy Radit.

Bab yang paling menarik menurut saya adalah Pertemuan Pertama/Terakhir dengan Ina Mangunkusumo. Karna beberapa diantara kejadiannya pernah saya alami langsung. Hehe.
Profile Image for Sinta Nisfuanna.
1,032 reviews64 followers
December 12, 2023
Sebenarnya membaca buku Raditya ini sekadar selingan dari bacaan 'berat' karena ada tiga buku Raditya yang muncul di rumah. Bacanya sambil mengingat-ingat masa membaca Kambingjantan yang membuat tertawa di masanya, meski sekarang sudah pasti jauuuuuh berbeda rasanya.

Sesuai judulnya yang bernuansa merah jambu, isinya memang tentang cinta, kegalauan apa sih cinta itu, gimana mendekati cewek, pengalaman-pengalaman Raditya dengan cewek sambil dibumbui dengan komedi absurb yang emang Raditya banget.

Dan, yang paling menarik dari Raditya itu emang keabsurbannya yang muncul dari kekhasan sifat introvert dengan imajinasi begitu liar 😁
4 reviews
January 17, 2026
NAH INI NIH BUKU BANG RADIT YANG PANTAS KU BERIKAN RATING bintang 5.

punya masalah hidup, hari suram, semangat hilang, plis baca buku ini. sekarang juga😭

soalnya lucu nya LUCU banget apalagi part edgar disunat. hehe hanya itu yg ter ingat di 🧠 ku.

selain cerita kocak, adalah terselip makna tersirat dri kisahnya bang radit ini, trutama masalah cinta ye..

bagaimana lo bisa dewasa dgn keadaan, ga lagi mempertanyakan semuanya lagi, bukan krn lu ngebiarin masalah itu berserakan tp ya tentang penerimaan, lo udh nerima kalo emg begitu, dan yaudah, sisanya mengalir apadanya saja...

hidup ini simple, 1+1 =2 11x11=121
ibukota indonesia? jakarta
Profile Image for Erza Lesmana.
16 reviews
July 31, 2021
beberapa bab awal serasa lagi didongengin + nonton film marmut merah jambu, tapi di sini terlihat lebih panjang dan asik seperti buku biasanya. Penyajian kisah terkait percintaan yang cukup komplit dan dikemas dengan lumayan masuk ke imajinasi gue makin nambah gairah buat baca page selanjutnya :", apalagi transisi yang kadang gue bisa tebak bakal kek gimana kelanjutannya menjadi kepuasan tersendiri buat guee, dibanding buku-buku sebelumnya, ini yang paling grrr sii menurut guee. I really enjoyyy it a lot, I hope the next your book which I will read give a surprise to me:) !!!!
Profile Image for Titik N.
22 reviews
December 29, 2022
Novel pertama yg kubaca. Bukunya kocak banget, ada romancenya tapi tetap aja komedinya gak ilang. Tapi tetap bikin baper. Di satu sisi gak bosen karena isinya nyeritain kisah cinta dari berbagai sisi, berbagai kesempatan, suasana, dan tokoh yang berbeda-beda, di sisi lain penasaran sama kelanjutan dengan si tokoh tertentu itu haha
Tapi gakpapa, karena konsep bukunya memang seperti itu 👍. Tapi menghibur banget emang
Profile Image for Keiralika.
93 reviews5 followers
October 7, 2025
Ada tiga buku Raditya Dika yang sangat gue suka dan bikin kesemsem sendiri, di antaranya yaitu buku ini, Marmut Merah Jambu. Udah jadi hal biasa kalau di kala itu gue ngakak sampai keluar liur dan bergelimang. Saking sukanya sama Raditya Dika, gue juga bikin Wattpad dan cerita kocak yang gak kalah lucu berisi kekonyolan hidup gue yang aslinya bisa bikin trauma. Namun, di situlah letak serunya!

Masa putih abu-abu gue gak akan lengkap kalau gak baca bukunya Raditya Dika. Jujur aja, ini buku udah gue baca dari gue sekolah menengah, tapi lupa tanggalnya jadi gue taruh asal aja di atas, yang pasti, gue tumbuh dengan buku ini. Dulu yang badannya sebesar biji kecambah, sekarang gue udah rajin olahraga dan lumayan mirip Mr. Olympia (sebelas duapuluh lah ya).

Kadang memang rasanya kita itu kayak marmut berwarna merah jambu. Berputar di lingkaran seakan berjalan jauh, padahal gak kemana-mana. Namun, gue di sini berani bilang: gak ada usaha yang sia-sia. Walaupun terlihat gagal dan mengecewakan, itu menyisakan kebijaksanaan dan ketabahan, pengetahuan dan refleksi juga ikut menerangi. Gue bukan anak kecil yang ketawa ingusan baca novel Raditya Dika lagi, tapi di lubuk hati gue masih ada diri gue yang siap meraung-raung kalau Radit lewat di depan gue.
2 reviews
November 30, 2019
I remember my Mom gave me this book as my 13th birthday present and this book was the first book of his that I've read.
It's light-hearted, funny, the storytelling is also what makes the book worth reading and of course Radit definitely never fails to put his emotions and his actual personality into his writing. Kudos
1 review
February 10, 2023
(+) ceritanya lucu dan menghibur, ringan karena slice of life dan terdapat banyak chapter dengan cerita yang berbeda, penulisannya bagus dan rapii, dan terdapat pesan yang disampaikan melalui kisah hidup sang penulis.
(-) semakin ke akhir cerita, sisi komedinya sudah mulai memudar dan terdapat komedi yang terkesan "dipaksa" atau mengandung kata-kata "jorok".
Profile Image for Bluefairybooks17.
20 reviews3 followers
October 1, 2018
Pertama kali saya tau buku ini dari temen-temen saat masih sd. Buku ini berhasil membuat saya tertawa dan saya merupakan typical orang yang jarang tertawa saat membaca. All in all, i recommend this book for people who are looking for a fun and light read
Profile Image for Faizal Kamil.
10 reviews
July 22, 2025
There was a touch of thoughtful writing that resonates, but it was just a touch. The humor didn't work anymore, and I had to skip through many pages just because I couldn't be asked to read another absurd or self-deprecating joke. Alas, I enjoyed 10% of the book.
Profile Image for Budi.
19 reviews
May 9, 2018
dulu baca buku ini nonstop
Displaying 1 - 30 of 340 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.