Cerita Florence Nightingale merupakan cerita yang mengharukan dan salah satu cerita yang paling saya sukai. Beliau menentang keluarganya yang kaya demi menuntut harapannya untuk membantu merawat orang yang sakit. Beliau juga menolak untuk menikah dengan alasan yang sama. Sungguh beliau merupakan malaikat pembawa lampu. Sebetapa besarnya perjuangan beliau dan waktu yang beliau berikan untuk kemajuan di bidang kesehatan khususnya perawat, dan membantu para tentara di masa perang. Bahkan ketika fisiknya mulai melemah pun, beliau tetap berusaha untuk menulis buku tentang rumah sakit dan perawat. Beliau juga mendirikan sekolah untuk perawat dan sudah tidak terhitung lagi seberapa besar kebaikan beliau untuk orang-orang di sekitarnya. Sangat disayangkan bahwa beliau tidak menyeimbangkan antara waktu bekerja dan menjaga kesehatannya. Dengan dedikasinya yang sangat tinggi, kesehatan beliau menurun drastis ketika beliau sudah tua. Namun jasa beliau masih terus ada hingga saat ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Kisah Florence yang membantu orang kecil dan merawat penyakit membuat saya pernah punya cita-cita menjadi perawat. Saya pernah mengatakan cita-cita itu sampai SMP pun saya masih katakan mau jadi nurse ❤
sudah lama rasanya tidak berkumpul bersama keluarga saling bergiliran membaca buku. dari beberapa buku seri tokoh dunia, inilah yang kami bertiga(saya ibu adik) pilih sebagai buku terbaik.
entah mengapa saat saya (ibu dan adik saya juga) membaca ini, rasanya benar-benar terbawa suasana bagaimana Florence menjalani hidupnya.
bagian kesukaan kami bertiga sama. saat Florence sedang menghibur anak2 yang sakit, ia mengajarkan sebuah sandiwara kecil. ia meminta anak2 untuk mengikutinya. sang anak2 patuh. sebelum memulai tiba2 Florence bersin "hatchim" dan anak2 juga mengikuti bersin. Florence kaget dan marah, ia berkata "saya bersin tak perlu diikuti" tapi ia kemudian sadar bahwa anak2 penurut dan tak berdosa itu masih sangat polos dan rapuh. tak pantas untuk disakiti dan harus dijaga baik-baik