Tidak perlu mencari-cari lagi. Inilah anak paling bandel dalam komik. "Nakal", itulah dia. "Luar biasa tidak bisa diatur", juga dia. Abdallah, yang namanya berarti "abdi Allah", membuat dunia kacau-balau dan menyulitkan semua orang dalam Tintin di Negeri Emas Hitam.
Tidak pernah bisa diam, dia selalu menguji kesabaran dan belas kasihan orang-orang di sekitarnya. Apa pun bisa dia buat di istana tempat tinggalnya... Kalau ada kenakalan yang dibuatnya, Abdallah langsung berlindung di belakang Emir Mohammed Ben Kalish Ezab, ayahnya.
Enam tahun dan sudah senakal itu? Jangan lupa, dia adalah "burung kecilku yang manis", tidak mungkin berbuat salah. Abdallah tumbuh dalam kebudayaan yang memanjakannya sehingga menjadi begitu nakal. Dia bisa mengganggu semua orang, terutama Kapten Haddock. Rokok yang meledak, ember di atas pintu, petasan. Tidak ada keisengan yang belum dicobanya!
Michael Farr (born 1953 in Paris) is a former British journalist and an expert regarding the comic series The Adventures of Tintin and its creator, Hergé. He has written several books on the subject, as well as translating several others into English.
Menjadi paham dan ada gambaran, gmn pengarang Tintin nge-develop karakter ini, ketertarikan pengarang pada timur tengah dan informasi yang diapatkan dari banyak arsip terakit timur tengah cukup memberikan paham bahwa pada masa itu, pengarang benar-benar mencoba merepresentasi timur tengah di dunia nyata dengan imajinasinya. Cukup menarik
Anak raja, usia enam tahun, nakalnya minta kawin eh minta ampun. Di lain sisi, Abdalah sebetulnya melankolis, ini terbukti dari surat yang dikirimnya kepada Kapten Haddock yang membuat sang kapten terharu.