Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kelas Super

Rate this book
Setelah mengundurkan diri dari sekolah yang lama, Helena Grace melamar sebagai guru ke Global International School (GIS), sebuah institusi pendidikan yang mengadopsi kurikulum perlajaran dari Singapura. Di sekolah tempat berkumpulnya anak-anak pengusaha kaya kota Medan ini, Helena mendapat kenaikan gaji yang besar dan gengsi karena sebagian besar rekan gurunya berasal dari negara-negara Asia yang bertetangga dekat dengan Indonesia. Sama sekali tidak diduganya bahwa di GIS banyak hal yang melemahkan batin, terutama berkaitan dengan tingkah laku murid-murid di sana. Murid-murid GIS yang berusia remaja adalah individu-individu yang sangat provokatif. Mereka bertindak semaunya di dalam kelas: tidur, mengobrol, menolak tugas, menentang guru secara aktif maupun pasif-tapi mengharapkan nilai-nilainya tetap bagus. Bahkan tampaknya Kepala Sekolah menutup mata dan telinga terhadap keadaan yang tidak seimbang tersebut. Helena mengajar bidang studi bahasa Indonesia untuk anak kelas dua dan tiga SMU, sekaligus menjadi pembina kelas 2-2. Pada tahun ajaran sebelumnya, GIS kehilangan tiga guru bahasa Indonesia akibat konspirasi kolektif yang dikoordinasi oleh dua pelajar paling semau gue di GIS.

236 pages, Paperback

First published June 23, 2010

2 people are currently reading
20 people want to read

About the author

Shandy Tan

42 books28 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (27%)
4 stars
7 (31%)
3 stars
7 (31%)
2 stars
1 (4%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Viri Shin.
168 reviews
November 28, 2023
⭐3.5/5

Ada masalah apa narator dengan peti mati? Wkwk istilah ini diulang terus.

Genre sekolahan, masih cocok dibaca untuk yang diumur 18 tahun ke bawah.

Terbitan lama, 2010, jadi aku maklum kalo banyak pembahasan dan pemikiran yang udah beda dari zaman sekarang. Misalnya pemahaman tentang hidup manusia yang putih atau hitam. Seakan2 manusia haruslah baik dan menjadi putih aja, yang jahat akan selalu hitam. Tentunya seiring perkembangan zaman pemahaman ini sudah tergantikan dengan memahami kalo manusia itu kompleks, gak selalu semuanya putih atau semuanya hitam.

Karena itu, pembaca selama baca buku ini harus tetap memilah mana informasi yang valid untuk tetap diserap atau perlu dipilah lagi.

Contohnya untuk beberapa informasi informatif bergaya text-book yang ngingetin aku akan materi2 ala buku paket, sebenernya tujuannya baik kan untuk menggurui pembaca, jadi ada yang bisa dipelajari dari itu. Sayangnya, menurutku penempatan informasi itu terlalu dipaksakan. Gak melulu kok segala ilmu harus diselipkan di beberapa adegan di dalam cerita.

Mungkin maunya seperti judul ini sendiri, Kelas Super, berniat untuk nunjukin kesuperan dari cerita tentang sekolah dengan ngasi banyak pengetahuan yang beraneka macam. Tapi jatuhnya malah menghakimi, karena ya itu tadi, konsep narasi terlalu hitam/putih, bukannya abu-abu. Aku kalo baca pas sekolah dulu sih tetep bakal membangkang ya kalo baca ini, seakan dipaksa banget buat jadi baik. Padahal kadar kebaikan gak bisa diukur.

Tapi aku acungi jempol karena penulis berhasil ngasi tensi dalam setiap adegan. Kerasa kok bikin keselnya. Tapi ya itu tadi, saking banyaknya naruh wejangan2 sampe bosen juga bacanya.

Intinya, masih tetep bisa dibaca dan dinikmati. Mungkin masalah beda zaman aja~✌🏻
Profile Image for nasya.
858 reviews
January 4, 2026
ceritanya tentang guru idealis yang keterima bekerja di sekolah internasional. yang muridnya rata-rata anak tunggal atau anak bungsu yang manja, egois, dan sombong. menganggap bahwa dengan orangtua mereka yang membayar mahal lantas menjadikan alasan mereka untuk bersikap semena-mena sama guru.

ada salah satu quote yang ngena banget, "begitulah ambisi para guru sekarang, memaksakan murid menjadi genius sebelum waktunya."

Displaying 1 - 2 of 2 reviews