Apa kau percaya jika hati selalu mengikuti ke mana cinta pergi?Bila kau di posisi itu, apakah kau rela melepaskan semua—pekerjaan mapan, bahkan kenyamanan hidup—demi selalu berada di sisinya? Tak ada yang menjanjikan semua akan berjalan baik-baik saja. Bisa jadi kemudian kau mengeluh, merutuk, bahkan menangis karena kerasnya hari-hari yang kauhadapi.Tapi kemudian, dia menggenggam tanganmu—berusaha meyakinkanmu. Kau meragu, tetapi juga tak bisa menolak tawaran cintanya. Pelan-pelan kau melanjutkan langkah. Memantapkan hati berjalan ke arahnya yang bersiap-siap menyambutmu dengan pelukan. Kali ini, kau tak bisa membantah. Kau tahu, sejauh apa pun kau pergi, hatimu selalu kembali kepadanya.Kepada cinta.
Lia Golledge, is a writer of 34 books, varied from novels to how-to books. The last 2 books are translation of Stoic classics Marcus Aurelius' Meditations and Epictetus' Golden Sayings.
Saat membawa novel CINTA karya Mbak Ollie, saya tidak pernah membayangkan kalau lokasinya akan mengambil tempat di Kupang. Wooow! Itu yang saya ucapkan sambil menunggu giliran di bank. Saya memang sudah jatuh cinta dengan kota Kupang ketika menulis Tanah Air Beta--sebuah kota yang panas, sangat jarang penduduk, jauh dari hiruk-pikuk kesibukan seperti Jakarta.
Friya dan Garry, pasangan muda yang belum mempunyai anak. Friya adalah seorang pegawai bank swasta, sedangkan Garry adalah seorang pegawai negeri. Demi cinta, Garry berjuang membahagiakan istrinya, yaitu dengan berusaha keras di kantor sampai akhirnya mimpinya terwujud--naik jabatan. Sayangnya, apa yang harus mereka hadapi tidak seindah mimpi, mereka harus pindah ke Kupang.
Siapa yang bisa mengatakan bergaul dengan budaya serta orang-orang baru itu mudah? Saya pun tidak. Dalam hal ini, saya pernah mendengar cerita sahabat saya ketika pindah ke Palembang bersama suaminya. Mereka tinggal di kompleks perumahan khusus satu kantor, tetapi sahabat saya sering bertengkar dengan tetangga karena tidak nyaman. Bahkan, ia tidak suka dengan masakan Palembang, sehingga perlu membiasakan lidahnya makan pempek. Bisa dibayangkan waktu yang perlukan? Tentunya tidak dalam satu atau dua minggu. Tapi, inilah perjuangan seorang istri yang juga ingin membuat suaminya bahagia.
Baik Friya ataupun Garry tidak ada yang salah. Friya merasa tidak betah, itu wajar. Garry marah karena Friya tidak mengikuti kemauannya, itu juga wajar. Pernikahan bukan masalah pada satu orang, bukan? Dan ketika keduanya duduk di depan penghulu mengadakan ijab kabul, pastinya sudah yakin, apa pun, bagaimana pun, dalam situasi seperti apa pun, mereka akan berjuang bersama.
"Pernikahan ada jatuh bangunnya, Sef. Perlu membuka hati yang sangat lapang untuk saling menerima. Bukan hanya sekadar mengatakan, "I do"," Begitu teman saya bilang.
Saya belum menikah, belum juga merencanakan dalam waktu dekat. Tetapi, pengalaman menulis tentang pernikahan mengajarkan saya banyak hal berarti. Tentang pengertian, tentang menerima, tentang memberi, tentang situasi baik dan genting, dan sebagainya. Kali ini, novel Cinta memberikan saya pelajaran bahwa, selalu ada 'rumah' yang membawa kita pulang. Rumah yang hangat dan selalu menjaga dari apa pun. Sebuah rumah, sebuah cinta.
Oke, saya beli buku ini karena saya kurang lebih tau penulisnya. Seorg blogger dan juga enterpreneur, mbak Ollie sang owner kutukutubuku.com
Ya, saya bisa katakan, selain hal diatas saya juga lumayan suka cover dan tagline buku ini. Sebuah rumah untuk hatimu.
Tapi, maaf saya harus objektif untuk berkata saya ga suka buku ini. Saya pikir Mbak Ollie akan lebih baik dalam hasil karya selanjutnya, setelah saya membaca Alpha Wife sebelumnya.
Cerita tentang pernikahan Friya dan Garry. Garry yang seorang PNS dan istrinya bekerja di bank swasta yang sedang menanjak karirnya dan pastinya kerja di bank akan lebih gede ya gajinya dibanding PNS :)
Garry akhirnya naik jabatan tapi dimutasikan ke Kupang. Friya pun akhirnya dengan berat hati mengikuti suaminya dan meninggalkan segala atribut pekerja urban Jakarta. Seperti yang kita pikirin, ga mudah mengubah kebiasaan. Biasa hang out ke mall, cafe, nonton konser, ngopi di Starbucks harus digantikan dengan arisan, senam, rapat dengan ibu-ibu dharma wanita.
Bisa dibayangkan dong ya hasilnya gimana?
Saya merasa buku ini ceritanya datar banget. Walau happy ending tapi kok kesannya hidup itu simpel banget yak? Ga ada klimaksnya. Pertengkaran terjadi terus pergi dari rumah dan kembali dengan penyesalan. Ga ada gregetnya gitu. Kok buku2nya Mbak Ollie saya liat justru menampilkan pihak wanita yang lebih dominan ya dlm hal finansial dan lain-lainnya. Berantem2nya selalu gitu di 2 buku terakhir, selalu pergi dari rumah dan kembali lagi. Apa ini jadi ciri khas?
Yang membuat buku ini agak enak hanya tulisan yang hampir ga ada typo. Saya ga tau deh klo Mbak Ollie masih nulis yang kayak gini apa saya masih tertarik akan beli dan baca bukunya? :)
Membaca kata pengantarnya itu seperti saya banget :
‘Mengapa ada istri yang terus mendampingi suami, namun ada juga yang memilih untuk tetap tinggal di kota asal? Apa pertimbangannya? Dan bagi istri yang memilih ikut suami, kira-kira apa tantangannya? Keunikan tinggal di kota baru dengan segala perbedaan dari kota asal tentu menarik pula untuk digali.'
Cinta (Sebuah rumah untuk hatimu) bercerita tentang Friya (saya suka nama tokohnya), seorang wanita yang telah menikah. Wanita karier yang sangat menikmati kehidupan urban di Jakarta. Baginya Jakarta adalah segalanya, yang ketika bete dia bisa ngopi-ngopi cantik di starbucks atau menonton beragam festival setiap malamnya dan berburu barang2 mahal di mall. Hingga kemudian, sebuah kenyataan harus dihadapi Friya. Suaminya, Garry yang berstatus sebagai PNS dipindahkerjakan ke suatu daerah bernama Kupang. Kupang yang begitu asing bagi Friya, bahkan kalau dia diminta untuk menunjuk dengan jari di mana kota itu ada di peta Indonesia, Friya tak bisa menunjuknya dengan benar.
Dan saat itu karier Friya sedang meleset ke atas. Dia sedang dipromosikan untuk menduduki posisi penting di perusahaannya. Di satu sisi Friya ingin terus mendukung dan mendampingi suaminya, di sisi lain Friya juga tak ingin kehilangan kehidupannya di Jakarta. Apa yang harus dilakukan Friya?
Hihihi… takut spoiler, maka sinopsisnya cukup sampai di sini
Selebihnya apa yang kita bahas? Bingung
Ya sudahlah… tak ada bahasan2… kesimpulan saya setelah membaca novel ini adalah sama dengan kesimpulan saya setelah menjalani episode LDR pertama dengan suami bahwa Tempat terbaik bagi seorang istri adalah di sisi suaminya.
Apa kau percaya jika hati selalu mengikuti ke mana cinta pergi? Bila kau di posisi itu, apakah kau rela melepaskan semua – pekerjaan mapan, bahkan kenyamanan hidup – demi selalu berada di sisinya? Tak ada yang menjanjikan semua akan berjalan baik-baik saja. Bisa jadi kemudian kau mengeluh, merutuk, bahkan menangis karena kerasnya hari-hari yang kau hadapi.
Tapi kemudian dia menggenggam tanganmu – berusaha meyakinkanmu. Kau meragu, tetapi juga tak bisa menolak tawaran cintanya. Pelan-pelan kau melanjutkan langkah. Memantapkan hati berjalan ke arahnya yang bersiap-siap menyambutmu dengan pelukan. Kali ini, kau tak bisa membantah. Kau tahu, sejauh apapun kau pergi, hatimu selalu kembali padanya.
Kepada cinta.
******
Afriya Maulana adalah seorang wanita cerdas dengan kehidupan yang begitu cemerlang. Karir yang berjalan mulus. Disempurnakan oleh hadirnya Garry Maulana – suami yang baik, tampan dan tentu saja sangat dicintainya. Dengan kehidupan yang nyaris sempurna menjadikan Friya benar-benar wanita yang terbiasa hidup dengan nyaman terlebih ia tinggal di kota besar Jakarta yang membuatnya semakin tak bisa memikirkan kemungkinan kehidupan yang lain yang mungkin saja akan ia jalani.
Namun sesuai hakikatnya bahwa hidup tidaklah selalu berjalan mulus. Ujian mulai dihadapi Friya ketika mendapatkan kabar bahwa suaminya yang bekerja sebagai PNS mendapatkan promosi untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi di Departemen tempat ia bekerja. Promosi jabatan yang disertai dengan mutasi kepindahan suaminya ke sebuah kota yang di peta pun, Friya tak kan bisa menemukannya dengan ujung jarinya yaitu Kota Kupang NTT.
Friya pun dilanda kebimbangan antara memilih mengikuti dan mendampingi suami ataukah melanjutkan karir yang memang tengah menanjak apalagi Friya memang tengah dipromosikan untuk naik jabatan karena kemampuannya dalam bekerja yang memang di atas rata-rata. Friya pun meminta masukan dari orang-orang terdekatnya. Dari mamanya dan sahabatnya – Rina.
Dari mamanya, di luar perkiraan Friya, ternyata mamanya malah melarangnya mengikuti Garry ke Kota Kupang. Bukan tanpa alasan, tapi karena ternyata sahabat mama Friya mengalami nasib yang menyedihkan. Hampir sama dengan keadaan yang dihadapi Friya sekarang, sahabat mamanya itu ternyata memutuskan untuk berhenti bekerja dan mengikuti suami yang bekerja di perusahaan di luar negeri. Sesampainya di luar negeri, suaminya memutuskan untuk kuliah lagi sehingga sebagian besar uang yang dihasilkan suaminya dijadikan tabungan untuk biaya pendidikan. Sang istripun memutuskan bekerja dan akhirnya mendapatkan pekerjaan di perusahaan milik orang Indonesia. Karena sang suami yang telah lulus kuliah dan karena rasa rindu kepada Tanah Air, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Karier istri yang tengah menanjak di luar negripun kembali harus terkorbankan oleh pengabdiannya pada keluarga. Di Tanah Air tenyata karir suaminya tidak berjalan mulus sehingga mengharuskan sang istri mencari pekerjaan baru dan mulai dari awal lagi. Ia yang biasa jadi pemimpin harus rela bekerja dari awal di bagian administrasi dengan gaji di bawah UMR. Tapi ia tak pernah mengeluh. Ketika sang suami berhasil mendapatkan pekerjaan yang layak, istrinya belum bisa bernafas lega karena timbulnya gosip yang menyakitkan. Gosip yang ternyata terbukti kebenarannya. Suaminya menikah lagi dengan wanita yang jauh lebih muda. Akhirnya perkawinan mereka porak poranda. Kini sahabat mama Friya tinggal bersama anak-anaknya dengan gaji 'pegawai baru' yang terbatas. Kehilangan semua kesempatan-kesempatan terbaik dalam hidupnya hanya karena keputusan awal: ikut pindah dan mengabdi kepada suami.
Dari Rina ia hanya mendapat masukan: "Trust. Your. Heart. Listen to your heart. And You'll be just fine..." Semakin bingunglah Friya. Kata-kata Rina terus terngiang di telinganya hingga akhirnya, Friya – seorang wanita yang memiliki segalanya di dalam karir, akhirnya memilih untuk melepaskan karirnya bahkan ketika atasannya menawarkan akan menaikkan gajinya tiga kali lipat, tak kunjung membuat Friya mengurungkan niatnya untuk tetap memilih resign dan mendampingi suaminya ke kota yang betul-betul sangat asing baginya. Tentu hanya satu alasan kenapa ia bisa mengambil keputusan sebesar itu. Apalagi kalau bukan karena ia memang benar-benar mencintai suaminya?
Dan kehidupan baru Friya dan Garry pun dimulai di kota Kupang. Kehidupan yang bagi Friya adalah kehidupan yang sulit namun ia selalu berusaha kuat demi suami tercinta. Tak urung pertengkaran pun sering terjadi tapi karena salah satu dari mereka selalu saja ada yang mau mengalah maka semua masalahpun selalu bisa terselesaikan dengan baik. Namun Friya hanyalah wanita biasa. Ia kuat namun terkadang bisa sangat rapuh terlebih ketika ia merasa sudah melakukan semua yang ia bisa tapi justru orang disekitarnya malah menilai sebaliknya. Friyapun memutuskan meninggalkan suaminya dan kembali ke Jakarta. Berhasilkah Friya mengatasi masalah yang sedang ia hadapi? Akankah Friya kembali pada Garry dan maukah Garry menerimanya kembali setelah Friya meninggalkannya begitu saja hanya dengan meninggalkan selembar surat? Just read it if u want to know it.. :)
******
Cinta - Sebuah rumah untuk hatimu a novel by Ollie adalah novel yang saya beli beberapa waktu lalu. Tepatnya sih, dibelikan, hehehe.. Awal pertama memutuskan untuk menjatuhkan pilihan pada novel ini karena gambar covernya yang eye catching. Dengan nuansa hijau terasa sejuk di mata. Ditambah dengan judulnya yang memiliki daya tarik (untuk saya), terlebih ketika saya membaca serangkaian kalimat di cover belakang novel ini (seperti yang saya kutip di atas), cukup membuat saya memilih novel ini untuk dibawa pulang.
Ide cerita dari novel ini yang benar-benar membuat saya ingin menandaskan ceritanya. Entah kenapa saya merasa masalah ini 'pas' dengan masalah saya. Hihihi.. masalah yang mana ya?? Hmmm.. cuma terasa ngena aja lalu ingin mengetahui kisahnya. Lika-likunya. Happy ending kah (berharap agar setiap cerita selalu berakhir dengan ending yang happy.. :D)?
Alasan berikutnya memutuskan untuk memiliki novel ini karena ianya merupakan terbitan GagasMedia. Entah kenapa seperti ada sebuah 'jaminan mutu' untuk tiap buku yang diterbitkannya. Dan untuk novel yang satu ini, maybe I just can give three stars. Hampir tak ada kejutan untuk jalan ceritanya. Tapi ide cerita dan gaya menulis dari penulisnya yang saya suka. Suka dengan kemesraan rumah tangga yang digambarkan di dalam novel ini. Terasa tak berlebihan tapi tidak mengurangi keindahannya. :D
Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah paragraf dari novel ini yang dimata saya tampak bold (walaupun sebenarnya ianya tidak dicetak bold sama sekali).
"Keduanya saling membuang pandang hingga tiba di rumah. Sama-sama berusaha saling mendiamkan. Berharap masing-masing mengerti apa yang diinginkan oleh pasangan. Padahal diam hanyalah menambah kerumitan komunikasi di antara keduanya. Ibarat salah paham yang tak terselesaikan kemudian dimaklumkan sebagai kompromi. Menumpuk dan menunggu ledakan hebat setelah tak tertahankan. Entah kapan."
Pertama kali beli buku ini pas awal-awal sblm masuk SMA. Pas baca ngerasa gak dapet feelnya (yaiyalah namanya ABG wkwk, fyi beli buku ini karena penasaran sama sinopsis khas "Gagas Media" dan gak tau kalau tema novel ini tentang pernikahan). 7 tahun kemudian pas lagi beberes, nemuin buku ini lagi di rak novelku dan memutuskan buat baca ulang. Feelnya baru dapet!
Menceritakan tentang Friya dan Garry, pasangan yang yaa bisa dibilang baru menikah tapi gak baru-baru banget juga. Jakarta itu comfort zone dia banget. Sampai suatu hari, Garry naik jabatan dari pekerjaannya dan dipindah tugaskan ke kota Kupang. Nah disinilah konfliknya mulai. Friya yang notabene anak ibukota banget, harus rela pindah ke kota yang bahkan dia gak tau dimana Kupang itu, dan harus beradaptasi demi menemani sang Suami dan menjalankan tugas sbg seorang istri (ceilah asik bgt gak tuh bahasanya xxD) Pokoknya disini diceritain gimana Friya harus adaptasi, mencari tentang apa yang sebenernya dia sedang lakukan di kota tersebut, dan mencari kemana tempat seharusnya dia pulang.
Cover buku ini mau-ga-mau harus aku akui sebagai hal pertama yang aku suka dan membuatku kepingin buru-buru beli dan baca. Jujur aku engga ngebaca dengan teliti bagian belakang buku ini. dengan bermodalkan hasil resensi beberapa orang di goodreads.com, aku akhirnya berhasil menggenggam buku ini dan melahapnya habis dalam waktu – 4 hari karena dipending terus Bagaimana penilaianku terhadap buku ini? hanya 3 aja dari skala 1-5 Jelek? Engga kok Tapi ini berdasarkan subjektifitas terhadap sebuah novel bertemakan tentang konflik pernikahan dan jalan cerita yang dirasa terlalu ringan. Duh gimana ya jelasinnya? Sekarang aku baru menyadari, betapa kurang cocoknya aku membaca sebuah novel dengan tingkat ‘kesulitan’ seperti ini.
Sesuai dengan judulnya, tema buku kali ini adalah tentang cinta. Seorang wanita karir tukang belanja dan nongkrong di starbucks bernama Friya, tiba-tiba saja harus merelakan semua kesenangan hidupnya demi sebuah alasan yang dirasa klasik. Ikut suami! Gerry harus pindah kerja ke sebuah kota bernama Kupang. Jujur, hal pertama yang terlintas di benakku adalah sebuah padang luas yang hanya ditumbuhi satu-dua pohon, kering dan tandus, serta banyaknya orang-orang kelaparan dengan perut membuncit di kanan –kiri jalan. Beragam masalah pun mulai muncul dan yang paling kentara adalah masalah ketidakmampuan Friya untuk beradaptasi. Well, pindah ke sebuah tempat dengan standar yang jauh di bawah kota Jakarta pasti akan menimbulkan culture shock bagi siapapun yang hidupnya sama seperti Friya. Alur cerita ngalir banget. Selebihnya, ada beberapa kutipan yang menarik seperti disinggungnya teori relativitas waktu dan 'teori' tentang manusia yang baru merasa kecil ketika ada sebuah musibah datang melandanya. Kekurangan, hummm apa ini bisa dijadiin kekurangan? Aku kurang sreg sama penggunaan tanda seru yang cukup banyak digunakan dan membawaku ke arah presepsi bahwa para tokoh sering beradu volume suara.
ceritanya simple, tentang seorang istri,freya,yang mengikuti suami yang ditugaskan di Kupang entah untuk berapa tahun lamanya. padahal Freya sendiri terbiasa hidup di Jakarta dan butuh penyesuaian besar untuk bisa betah di Kupang.
saya sendiri gak bisa bayangin gimana rasanya hidup di Kupang dengan segala macam "ini Kupang, bukan Jakarta", pengin pindah kali ya, biar suami aja yang bolak-balik antara rumah - tempat kerja berapa kali sebulan. hehe.. calon istri durhaka nih.. tapi bener, yang bikin saya suka dengan novel ini sebenarnya bukan gaya penulisannya ato apa, saya lebih cenderung menyukai tipe novel fantasi. cuma ya itu, habis baca buku ini saya jadi mikir kalo misalnya saya ada di posisi Freya (karena kebetulan, kemungkinan saya untuk hidup di daerah nun jauh disana juga lumayan besar), mau gak ya saya ngikutin kemanapun suami ditugaskan? harus adaptasi dengan lingkungan baru, ikut acara kelompok ibu-ibu Darma Wanita yang banyak kali acaranya, mau gak ya?
Tapi demi suami, apa sih yang enggak? saya sih ngikut aja kalo suami dipindah ke Makassar (iyalah..) ibu-ibu darma wanita yg suka bikin kuping panas? itu mah dimana-mana juga ada, ga cuma di darma wanita. disana ga ada hiburan? nanti kita impor hiburan dari Jakarta. apalagi coba? (sekarang sih ngomong gini,, coba nanti kalo kejadian beneran, gak tau deh :D )
"rumahku yang sebenarnya itu ada dalam hatimu.. dimanapun kamu berada, itulah rumahku.."
Apa kau percaya jika hati selalu mengikuti ke mana cinta pergi? Bila kau di posisi itu, apakah kau rela melepaskan semua—pekerjaan mapan, bahkan kenyamanan hidup—demi selalu berada di sisinya? Tak ada yang menjanjikan semua akan berjalan baik-baik saja. Bisa jadi kemudian kau mengeluh, merutuk, bahkan menangis karena kerasnya hari-hari yang kauhadapi.
Tapi kemudian, dia menggenggam tanganmu—berusaha meyakinkanmu. Kau meragu, tetapi juga tak bisa menolak tawaran cintanya. Pelan-pelan kau melanjutkan langkah. Memantapkan hati berjalan ke arahnya yang bersiap-siap menyambutmu dengan pelukan. Kali ini, kau tak bisa membantah. Kau tahu, sejauh apa pun kau pergi, hatimu selalu kembali kepadanya. Kepada cinta. --
Ollie menggambarkannya dengan gaya metropolitan yang nyata. down to earth. bagaimana kehidupan dan pola pikir seorang wanita karir.
saya yang tergila-gila dengan mengejar mimpi-mimpi jadi merasa sedikit tertusuk. beginilah mungkin orang-orang di sekitarku memandang saya yang selalu sibuk.
will i meet my love, too? emmm... just let the time answer that :)
_________________________ I added cool smileys to this message... if you don't see them go to: http://s.exps.me
Love my job, good salary and surrounding by lovely friends. Tapi disatu sisi, permintaan dari sang ibu masih terngiang-ngiang "kemana suami pergi, disitu istri berada" :)
Ngelepas kerjaan yang kita cintai itu susaaaaaah banget. Apa lagi selesainya kuliah langsung terjun untuk bekerja. Seperti Friya, yang harus rela melepas kehidupannya sebagai wanita karir demi mengikuti sang suami.
Pagi-pagi yang biasanya udah rapi jali untuk ngantor, sekarang harus nyiapin sarapan. Bebersihan rumah, ngurus dapur. And yang paling nyesek saat gak ada pemasukan untuk beli ini-itu (read: sepatu dan teman-temannya).. huahaha..
But, kehidupan seorang ibu rumah tangga tanpa nota bene 'merangkap' sebagai wanita karir juga gak nakut-nakutin amat kok. Asalkan pasangan kita juga nge-support. Buktinya Friya bisa ngejalaninnya :)
So, just face it ladies, kita gak bakalan tau sebelum mengalaminya kan??
Pepatah bilang, don't judge a book by its cover. Tapi waktu liat buku ini, sulit rasanya buat ngga tertarik sama buku ini. Covernya baguus, minta diuyek-uyek bukunya, hahaha. Seriously i fell in love with this book by its look.
Waktu dibaca, saya ngga nyesel ko udah beli ini. Gaya cerita penulisnya manis, enjoy aja bacanya. Meski ada yang bilang terlalu datar dan ngga nggereget, well toh saya ngga ngarepin drama di novel ini. Mungkin karena ada beberapa kesamaan saya sama Friya: ga mau diem di rumah; rujit sama gosip ibu-ibu; ga mau diakui sebagai sekedar miliknya seseorang, namun juga sebagai pribadi; dan logis; saya juga sekalian riset plus ngebayangin gimana rasanya berada dalam kondisi yang sama. Anyway, simple but sweet, persis covernya. Nice story :)
Sesuai dengan judulnya, tema buku kali ini adalah tentang cinta. Friya, seorang wanita karir yang sukses dalam pekerjaannya tiba2 mesti merelakan semua kerja kerasnya selama ini karena 1 hal; ikut suami! Jadi Garry yang punya pekerjaan sebagai pegawai negeri harus pindah kerja ke sebuah kota bernama Kupang.
Masalah pun mulai muncul, terutama karena Friya sulit beradaptasi. Dan setelah muncul konflik kesekian kalinya, Friya mutusin buat balik ke Jakarta, ninggalin Garry di Kupang.
Alur ceritanya bagus, ngalir terus kayak air HEHEHE...
benar-benar bercerita tentang "cinta" yang saya sukai karena buku ini berlatar belakang kehidupan di Kupang, Hey this is my hometown. dan ceritanya tentang Kupang lumayan akurat, dialek orang kupangnya juga pas bener. hanya saja buku ini terlalu simpel. tapi mungkin cocok untuk orang yang nggak suka bacaan berat.
ibarat makan cemilan, tidak mengenyangkan tapi cukup memuaskan. anda akan terus mengunyah walaupun sadar cemilan itu tidak bergizi sama sekali.
Bacanya enggak lebih dari 3 jam (sambil nyolong-nyolong waktu saat guru nerangin pelajaran yang super boring). Ga ada ekspektasi apa-apa (cuma karena covernya aja yang manis amat). Blum pernah nemuin cerita dengan tema seperti ini, jadi seru pas bacanya.
Agak disayangkan kenapa enggak ada karakter favoritku di sini. Terus aku enggak terlalu suka endingnya. Agak keburu-buru gitu ya (masa dengan msalah sepelik itu, endingnya cuma gitu doang).
what I think about this book? dunno. don't get it because I'm just a teen and this novel is about marriage, but maybe it's not a good reason. mungkin karena saya kurang suka sama temanya. terkesan setianya gimana gituu. tapi cerita pengalaman Friya di Kupang seru kok. dan saya suka banget covernyaaaaaa~~~
"sepi..friya,tanpamu. i need disractions.friends help me through this....." pernikahan, karir, tanggung jawab, perjuangan dirangkum dalam satu bahasa cinta! wooowww, menampilkan kehebatan satu keluarga memperthankan rumah tangga dengan menanggalkan keegoan masing-masing. beautiful!
jujur jadi pengen nikah setelah baca buku ini,hhhaaaaa!
I thought this's a perfect couple, perfect story of a husband and wife.. sooo beautiful coz when one of them getting angry, then, then it wont be long, they must be apologize to each other, and be in love again. but, I feel kinda, gak dapet gregetnya :D
Percaya jika hati selalu mengikuti ke mana cinta pergi. Jika di posisi itu, rela melepaskan semua-pekerjaan mapan, bahkan kenyamanan hidup-demi selalu berada di sisinya. Saya janjikan semua baik-baik saja.
Kau tahu, sejauh apa pun kau pergi, hati mu selalu kembali kepadanya. Kepada cinta.
ceritanya representasikan realita di sekitar kita banget, ngga perlu mikir lama buat baca novel ini. gaya bahasanya simple, alurnya ga kesana kemari, point of view karakternya juga jelas dan konsisten sampai akhir cerita. keseluruhan sih ceritanya bener2 mengalir apa adanya banget.