Sebut saja ini intuisi perempuan, tetapi aku memang merasa kau tak benar-benar jujur kepadaku. Setiap kali aku berusaha menatap langsung ke matamu, berusaha membaca isi hatimu, kau malah menjauh dariku. Berpaling.
Kau selalu berusaha meyakinkan, "Tak ada masalah dalam hubungan kita." Lalu, kau memelukku erat, tetapi tak ada kehangatan di sana. Bahkan, aku mulai merasa tak ada lagi cinta untukku di sana, di hatimu.
Kau ada, sekaligus tiada.
Kenapa kita harus seperti ini, bermain-main dengan kejujuran? Atau, seperti inikah aturan main percintaan kita-kau akan terus-menerus membuatku bertanya-tanya tentang seberapa dalamnya perasaanmu kepadaku?
Indah Hanaco penyuka novel-novel historical romance. Tergila-gila pada segala hal yang berbau tahun 90-an. Juga sederet serial kriminal dan film-film romance. Mendadak mellow hanya karena gerimis. Kolektor majalah dan buku-buku resep yang jarang dimanfaatkan.
Fans sejati Michael Schumacher yang memilih berhenti menonton balapana Formula Satu begitu sang idola pensiun. Tidak bisa lepas dari kopi meski sangat tidak menyukai kopi.
Indah Hanaco pernah bekerja kantoran, tetapi benar-benar merasa menemukan "dunia" saat menjadi penulis. Cita-cita saat ini adalah pindah dan menetap di Yogyakarta, keliling Eropa serta menghabiskan sisa hidup untuk menulis.
Indah Hanaco telah menerbitkan 23 novel, beberapa buku anak dan parenting. Indah Hanaco juga menulis novel dengan pseudonym Aimee Karenina.
Pembukanya cukup bikin kaget, alurnya terasa cepat diawal. Baru kali ketemu hero yang kita kira, ternyata tertipu. Twist nya sumpah bikin megap². Klimaks nya kurang sih buat aku, kurang di eksplor lagi. Tp seru kok baca buku ini, gak semua yang terlihat sempurna di luar juga sempurna di dalam. Nggak nyangka banget pokoknya.
Seandainya kita tahu bahwa orang yang kita kasihi adalah bukan orang yang setia, mereka memiliki orang lain selain daripada kita. Mereka mencintai yang lain selain kita. Apa kita harus berdiam diri? Mengutuki diri?
Apa Nina harus mengutuki diri ketika mengetahui seseorang yang mencintainya bukanlah tipe lelaki yang setia? Nina yang bekerja sebagai costumer service di sebuah bank di Medan bergelut pada cinta pandangan pertama dengan bossnya, Matthew.
Semua berjalan seperti biasa, biasa bagaimana orang merasakan jatuh cinta dan merasa saling memiliki satu dengan yang lain sampai pada pertemuan antara Matt, Nina, dan Janet yang membuat Matt menyembunyikan sebuah rahasia yang ada di antara mereka. Nina semamin gencar ingin tahu ada apa di antara mereka berdua.
Kedatangan Tristan semakin mengaminkan keberadaan Janet dan Matt ada sesuatu yang tidak dapat dibenarkan. Apalagi pengakuan Janet yang begitu mengejutkan Nina.
Ini merupakan karya perdana dari Indah Hanaco. Satu cerita yang sebenarnya sederhana, sebagaimana judulnya. Kita tahu apa arti mendua, dan bagaimana kita harus melepaskan atau mempertahankan sesuatu yang apakah pada akhirnya akan membahagiakan atau menyedihkan kita.
Indah Hanaco mengajak kita menelusuri bagaimana rasa sakit ketika kita diduakan dan bagaimana memperoleh kebahagiaan di balik itu semua. Kemudian?
Waktu aku selesai baca buku ini, aku heran sendiri. Kok beda dengan review yang ada di halaman belakang ya? Gaya bahasanya lain sekali. Apa yang nulis itu bacanya cuma sebagian? Soalnya, sorry to say, lebih keren summary di belakang buku itu. Bahkan bisa dibilang lain banget. Aku mendapat kesan si tokoh diduakan dari 'iklan' sampul belakang buku itu. Sampai akhir cerita, gak ada tuh. Disitu juga ditulis "Bahkan, aku mulai merasa tak ada lagi cinta untukku di sana, di hatimu." Setelah tamat baca aku bengong "Hah?? Kapan? Malah tokohnya yang mutusin dan si kekasih sampai diminta putus pun malah ngajak nikah. " Ini gimana sih? Tokoh memang bertanya-tanya tentang kekasihnya, tapi bukan seberapa dalam perasaan kekasihnya seperti ditulis di sampul, melainkan masa lalu seperti apa yang dimiliki kekasihnya. Mungkin karena terpengaruh ulasan di belakang sampul ini, aku jadi jengkel waktu nemuin isinya beda, nyaris gak nyambung. Keseluruhan isi sih gak jelek memang, hanya terlanjur kesal merasa di'sesat'kan. Terutama aku berharap gaya bahasa yang dipakai pengarang itu sama dengan yg ditulis di sampul. Ternyata tidak. Ah...
This entire review has been hidden because of spoilers.
Hem, novel ini menurut saya kurang greget. Entah itu dari dialog, diksi, narasi, deskripsi, konflik, plot, karakter.
Baca judul dan blurb, saya kira ini ceritanya tentang cewek yang diselingkuhin.
Tapi, sampai akhir pun saya tidak menemukan dimana bagian menduanya.
Konfliknya sederhana, namun berasa datar banget.
Chemistry antartokoh kurang dapet. Ada beberapa dialog yang terasa kaku. Banyak adegan yang nggak perlu. Karakter tokoh yang serbananggung. Pemecahan masalah cuma gitu aja, terkesan terburu2.
Soal Bapaknya si Nina, saya berharap peristiwa di masa lalu itu menimbulkan impact pada Nina soal isu kepercayaan. Mungkin itu bakal lebih nyambung ke judul dan jadi penting. Kalau cuma gara2 itu, saya rasa nggak diceritakan juga nggak memengaruhi isi cerita.
Waktu SMK pinjem buku ini di perpus, ceritanya agak gimanaaaa gitu. Banyak yang bolong wkwk. Kurang ajar banget emang si Matthew itu (Matthew apa siapa, sih, nama cowoknya?) lupa. Cringe kalo diinget-inget.
Setelah lama buku ini berada dalam tumpukan buku yang akan dibaca, akhirnya dibaca juga :D
Akhir-akhir ini saya merasa Gagas Media sangat lihai dalam pembuatan cover, menarik sekali, sehingga kita sebagai pembaca dibuatnya terpesona diawal melihat tampilan luar berbagai buku terbitan mereka. Begitu juga dengan buku ini, covernya sudah sangat menarik, pecahan gelas yang sepertinya sederhana tapi menampilkan banyak makna. Pemilihan font judul yang pas sekali tambah menguatkan saya untuk menarik buku ke keranjang belanja (keranjang belanjaan si Ijul, karena nitip belinya sama Ijul, pas dapet diskon 30%)
Awalnya saya pikir buku ini akan bercerita tentang ketidaksetiaan pasangan, hingga akhirnya mendua. Sampai pada bab-bab pertama masih saya berpikir begitu, apalagi ditambah dengan Karenina, si tokoh utama menceritakan Ayahnya yang ternyata tidak setia pada sang Ibu. Tapiiii.... dugaan saya meleset, ini bukan sekedar tentang ketidaksetiaan, tapi lebih tepatnya ketidakbertanggungjawaban *eh. bener ga ya ini bahasanya*
Diceritakan, Karenina atau Nina, usia 25 tahun yang bekerja di salah satu bank di Medan yang akhirnya jatuh hati pada si pak bos, Matthew yang baru pindahan dari Bandung. Ga butuh waktu lama untuk Matt menyatakan cinta pada Nina, dan cinta Matt pun bersambut. Nina menyukai Matt yang romantis dan penuh kasih sayang, sifatnya yang supel juga pada keluarga Nina membuat Nina jatuh cinta sekali pada Matt. Tanpa Nina sadari ternyata Matt menyimpan masa lalu yang begitu kelam yang akhirnya membuat hubungan tidak lagi manis.
Tidak hanya bercerita tentang Matt dan Nina, dalam buku ini Indah Hanaco, si penulis juga menceritakan berbagai kisah sahabat sekantor Nina, seperti Riri yang mengalami KDRT dari suaminya sendiri hingga mengalami pemerkosaan, juga cerita Lily yang akhirnya diketahui punya pilihan sendiri untuk menjadi lesbian.
Ceritanya menurut saya agak ga nyambung juga klo dibuat judul "Mendua", karena disini ga begitu keliatan menduanya tokoh-tokohnya, bahkan saya pikir tidak ada kasus mendua kecuali tentang Ayahnya Nina. Kalo dibuat judul Tidak Setia, mungkin lebih tepat, karena tidak setia belum tentu mendua kan ya?
Sebagai novel pertama, saya pikir novel ini lumayan bagus. Typo yang tidak banyak, jalan cerita yang mengalir baik layak saya kasih bintang 3 :)
Bercerita tentang Nina yang bekerja pada sebuah bank, dan jatuh cinta pada pandangan pertama pada Matthew, bosnya sendiri. Matt romantis dan penuh kasih sayang sehingga cepat akrab juga dengan keluarga Nina. Tapi ternyata tanpa diketahui, Matt menyimpan masa lalu yang kelam.
Selain cerita tentang Nina, buku ini juga berkisah tentang teman sekantor Nina, Riri yang mengalami KDRT dari suaminya sendiri, juga Lily, yang ternyata lesbian.
Sejujurnya, membeli novel ini memang tertarik pada covernya yang terkesan romantis (lagi?), lalu juga kalimat sinopsis di belakang novel yang manis,
"Kau ada, sekaligus tiada.
Kenapa kita harus seperti ini, bermain-main dengan kejujuran? Atau, seperti inikah aturan main percintaan kita, kau akan terus-menerus membuatku bertanya-tanya tentang seberapa dalamnya perasaanmu kepadaku ?'
Menurutku, cerita ini bukan tentang mendua, mungkin lebih ke arah ketidaksetiaan aja.
Judul yang membuat aku berekspektasi bahwa tokoh utama berselingkuh dan bagaimana dia menyelesaikan masalahnya. Namun ternyata apa yang aku harapkan tidak sesuai dengan jalan cerita novel ini.
Novel ini aku baca setelah aku membaca karya-karya Indah Hanaco yang terkini. Jadi penilaianku terlanjur mengacu pada karya-karya Indah Hanaco yang baru.
Aku perlu membaca buku ini sekali lagi, tanpa asumsi ataupun ekspektasi.
setelah sekian lama ini buku di anggurin, akhirnya saya tertarik untuk melahapnya. awalnya ekspektasi aku tinggi banget tentang buku ini tapi sayang setelah selesai meleset semuanya, seakan terjun payung. tapi cukup menhibur sih.
Setelah sekian lamaaaaaaaaa nganggur bersama sampul plastiknya dari gramed, akhirnya ada kesempatan buat baca MENDUA. Ceritanya nggak sesuai dengan ekspektasiku, terlanjur ngejudge ini buku pasti kayak biasanya si tokoh utama si Trouble Maker tapi langsung dipatahkan saat ngebaca. SERU !
Memang terasa sakit bila kekasihmu memiliki masa lalu yang suram, apalagi bila dia berbohong kepadamu tentang hal tersebut. Jika demikian apakah hatimu akan tetap bisa mempercainya lagi?
saya pikir ini novel tentang selingkuh, keliatan kan dari judulnya. tapi menurutku ini lebih menceritakan kbetapa tidak bertanggung jawabnya si Matt pada masa lampau
Baca buku ini mengingatkan saya akan masa-masa kerja di bank. Meski ceritanya agak sinetron sekali, tokoh-tokoh dalam buku ini cukup kuat karakter dan kompleks konfliknya.