Di sini, para penjahat dibesarkan sejak buaian. Dilatih lewat kebohongan. Dididik dengan kemunafikan. Diajarkan melalui ketidakpedulian.
Di sini, semua bisa diatur sepanjang ada uangnya. Yang bodoh bisa menjadi pintar seketika. Yang tidak layak bisa segera memenuhi syarat. Yang bersalah bisa jadi benar. Yang bengkok bisa diluruskan. Tidak suka lurus? Mari dibengkokkan lagi.
Di sini, di Tanah Para Bandit, tidak ada lagi beda antara penjahat bejat dengan tuan nyonya terhormat. Mencuri, merampok hak orang lain, lumrah saja. Ayo, jangan terlalu serius, Kawan. Kita berpesta malam ini.
Buku ini adalah buku ke-7 dari serial aksi Tere Liye. Setelah: Negeri Para Bedebah, Negeri Di Ujung Tanduk, Pulang, Pergi, Pulang-Pergi, dan Bedebah Di Ujung Tanduk.
"Jangan mau jadi kritikus buku, tapi TIDAK pernah menulis buku."
"1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku."
Kalo harus nge-rate Tanah Para Bandit (TPB) dibanding serial Thomas, Bujang, Zaman dan Padma ini, sorry to say TPB yang paling bawah peringkatnya. Sebenernya ceritanya tetep menarik tapi rasanya nggak ada peningkatan dari segi kompleksitas dan konfliknya dibanding serial sebelumnya : alias gitu-gitu aja nih cerita si Padma. But still, se bawah-bawahnya TPB masih dapet rating 3,9 sih dari aku. Karena page turnernya ga kaleng-kaleng yakan.
TPB fokus cerita tentang Padma, yang rupanya merupakan teman kecil Bujang di Talang dulu. Background Padma masih banyak misteriusnya jadi percaya banget akan disibak pada dua atau tiga buku lanjutannya. Awalnya dari namanya aku kira Padma tuh tipe yang item, kecil, polos gitu loh. Tapi deskripsi pas udah pertengahan buku ternyata dia 11 12 sama supermodel. Geulis nah kalo kata Bi Atun.
Perjalanan Thomas, Bujang dan Zaman makin seru aja dengan kehadiran Padma. Kaya semuanya punya kemampuan diluar nalar yang beda-beda, jadi saling mengisi dan melengkapi banget yakan.
Jujur awalnya agak males baca TPB karena takut bosen dengan tipe cerita yang gitu-gitu aja, tapi akhirnya aku baca ya karena udah sayang aja gitu kan. Ngikutin dari Negeri Para Bedebah, Negeri Di Ujung Tanduk, Pulang, Pergi, Pulang Pergi, Bedebah Di Ujung Tanduk. Hehehe
Yaa meskipun tetep ada kecewanya karena somehow aku ngerasa bukan lagi pasarnya karya Tere Liye. Entah bosen atau aku butuh warna baru aja. Bukan berarti tulisannya ngga bagus lagi yaa, tapi semakin kenal berbagai tulisan orang lain, aku makin menemukan banyak warna dan penasaran sama warna lainnya lagi ajaa. Hehehehe
Wahhhhh🤣✊🏼 Kacau ni si padma keren bangetttt🤣🔥💥 Dibuku ke tujuh dari serial aksi ini, kan ada tokoh baru nama nya padma, nah di buku ini lebih banyak cerita tentang padma nya, yang ada bujang nya cuman bagian awal2 100 halaman pertama gitu deh kalo gasalah ya, bagian opening2 masa lalu mereka di talang gitu, selebih nyeritain perjalanan padma dari dia di talang sampai ngerantau, trus pertarungan2 tetep ada nihhh, tapi seru si karna Padma memilih sudut pandang yang berbeda dari bandit2 dibuku sebelum nya. trus ada tokoh zaman, tapi bener2 dikittttttt doang deh, thomas juga, dikit doang. pas bagian ending nya menurut aku terlalu tiba2 juga si, cuman tetep seru karna di ending nya kaya membuka jalan buat lanjutan di buku ke 8 mungkin.
oh ya dibuku ini juga ada tokoh baru yang namanya Nina dan Sapti, mereka temen2 seperjuangan nya Padma, gokil bgt keahlian mereka masing2 ⚡️
never thought bakal ngasih rating segini buat buku bang Tere lol.
maaf tapi ngerasa kalo ini terlalu maksa, walaupun di jelasin di ending tapi ttp apa ya, dibanding series Thomas ((iya, Bujang seems being the main character here but this series start with my guy Tommy)) yg lain, Tanah Para Bandit ini paling ngebosenin. ga bikin exited kayak jalan hidup Thomas atau Bujang idk why.
ya semoga nambah chara ini ga bikin series nya jadi aneh, ya. padahal ngarep Bujang first and only love itu cerita yg berbeda but ok.
⚠️DISCLAIMER: REVIEW BIAS KARENA AKU BUKAN TIM PADMA.⚠️
Jujur, aku males posting review untuk buku ini. Tapi karena lagi gak ada konten, ya udah posting ini aja~🤣
Awalnya, aku kasih rating buku ini tuh 3.8⭐️, tapi aku berubah pikiran dan kasih rating 3.3⭐️.
Daaaamn! It's the only word that comes to mind after reading this book!😪
Tanah Para Bandit menceritakan tokoh Padma. Yup, Padma yang 'katanya' cinta pertama Si Babi Hutan itu tuh.😒
Buku ini menceritakan perjalanan hidup Padma dari kecil hingga dewasa. Ketika ia latihan bersama Abu Syik di talang hingga merantau, bertemu Nina dan Septi, dan menjadi vigilante.
Well, menurutku ceritanya ngebosenin dan banyak banget repetisinya! Apalagi bagian latihan yang dijalani Padma.🥱 Sepanjang baca, aku sama sekali gak excited atau tertarik sih. Ceritanya tipikal Bang Tere banget yang predictable.😪 Buat orang lain, mungkin buku ini jadi angin segar karena ada karakter baru, tapi tentunya aku bukan salah satunya.🙅🏻♀️
Merasa ketipu dan kecewa banget sih pas baca ini!😫 Salahku sendiri berekspektasi bahwa ceritanya akan tentang petualangan Bujang dkk. Taunya full tentang Padma! Udah seneng bakalan ada Zaman & Thomas, eh taunya gitu doang.😪
Asli deh, klo tau ceritanya bakal gini, mendingan aku cuma baca bonus chapter di akhir buku ini aja!😤 Gila sih, 3 halaman di bonus chapter jauh lebih seru, bikin deg-degan, dan penasaran daripada 430 halaman sebelumnya. Gimana enggak klo Bujang, Maria, Diego, Zaman, Thomas, dkk kumpul semua?🤩 Sebel banget sih pas Padma bilang klo dia bakalan menghabisi Bujang! HOW DARE SHE!😤🤬
All in all, I didn't enjoy this book at all and I certainly wouldn't recommend it to you! Apalagi klo kalian juga Tim Maria kayak aku. Yang cukup aku suka dari buku ini karena berisi kritik terhadap isu terkini kayak ganja, korupsi, piutang, dll. Daripada full nyeritain Padma, aku berhadap ada pengenalan organisasi kelompok Padma, Nina, Septi, DAC Chen sih. Kayaknya bakalan lebih seru.
a bit disappointed karena ga terlalu nyeritain bujang, tapi back-story nya padma ternyata related sama tokoh lain dari berbagai buku tere liye. terus aku rasa ini terinspirasi sama peristiwa-peristiwa nyata di Indonesia :)
Secara keseluruhan, bagus. Karakter Padma disini keren banget. Karakternya adalah, si wanita yang luar biasa. Tapi ada beberapa plot hole. Dari beberapa, plot hole yang paling aneh tuh pas tamat. Pas nyeritan Diego mau membunuh Bujang. Nah itu kapan, ya? Latar waktunya saat Bujang di buku mana? Buku Pergi? Pulang-Pergi? Iya intinya kapan lah.
Lalu ada juga, pas adegan bertarung di gedung S, banyak yang aku skip bas bacanya, karena 'penuh' dengan adegan bertarungnya aja. Harusnya bisa lebih disingkat lagi dan nggak memperbanyak halaman buku. Lalu ada juga pas Kaisar yang menceritakan masa lalunya. Itu aku sedikit bingung sama Kaisar. Kalonya sayang sama adeknya, kenapa adeknya dibiarin mati kelaparan? Dia harusnya berusaha, kan? Kalo kamu sayang adikmu, lebih baik kamu yang mati, daripada adikmu. Tapi kalo Kaisar yang mati, malah nggak jadi dong ceritanyaaa haha. I'm so sorry for saying this.
Oh, untuk masalah narasi, aku lebih suka narasi series Pulang, Pergi, Pulang-Pergi. Menurutku narasinya lebih bagus dan lebih UGH di ketiga buku ini dibanding buku selanjutnya, yaitu 'Bedebah di Ujung Tanduk'.
Untuk yang berharap Bujang muncul, Bujang muncul hanya sekian dari beratus-ratus halaman. Jadi jangan terlalu berharap kemunculan Bujang.
Plot twist-nya lumayaaaaaan. Mantap. Bahkan nggak ketebak. Apalagi plot twist di akhir cerita yang nyeritain si Nina dan Sapti.
Terus yang 'organisasi' itu juga sudah aku tunggu-tunggu sampai akhir, ternyata ngejawab juga pertanyaanku.
Keseluruhan bagus-bagus aja, tapi masih banyak yang mengganjal di hatiku yang membuatku tidak bisa memberi buku ini 4 apalagi 5 bintang 🌟🌟🌟
I love reading on Bujang, Kiki Yuki, Thomas, Salonga, Junior, White, even Diego.... but this book is about Padma, and she is not my type heh. I so wish Bujang won't end up with her. Maria Otets please.
Yo petualangan Bujang dkk kembali berlanjut di buku ini. Tapi sedikit belok dari cerita utama, karena ternyata yang menjadi tokoh utama dalam buku ini itu Padma. Siapa Padma?
Waktu baca ini awal-awal, jujur agak heran. Kenapa tiba-tiba ada si Padma ini, ga jelas asal-usulnya, karena seingat saya ending di buku sebelumnya gada yang nyebut sama sekali nama tokoh ini. Barulah di pertengahan buku saya baru ngeh kalo ternyata si Padma ini ada kaitan dengan Bujang waktu mereka masih di talang dulu.
Untuk keseluruhan, saya suka buku ini, walau menurut saya sendiri progress perkembangan Padma dari anak kecil yang berasal dari talang menjadi seorang vigilante terlalu cepat dan agak maksa sedikit. Terlalu gampang dan kurang tantangan. Setiap karakter di sini juga saya lumayan suka, mulai dari Nina dan Sapti. Walaupun di luar mereka sebagai seorang mahasiswa biasa, tapi ternyata mereka memiliki background yang ternyata cukup wow dibalik itu semua. Sebuah kejutan.
Ending buku ini cukup gantung dan lumayan mengigit, dikit.
Buku ini khusus menceritakan sosok Padma yg bisa dibilang first lovenya agam? Semakin dibuat penasaran sama love linenya mereka berdua di buku selanjutnya
sempet kecewa karena ternyata sepanjang buku tidak ada ( sedikit) menceritakan petualangan bujang dkk, padahal udah ga sabaran pengen tahu kelanjutan cerita nya... malah diperkenalkan karakter baru padma. walopun dari alur dan penokohan dan bentuk cerita hampir mirip2 dengan yg lain ( bang tere liye banget lah pokoknya cara penulisan nya) tapi jika mengesampingkan itu, bukunya bener2 menarik banget dengan gaya bercerita khas dari saga nya bujang dkk ( biar mirip seperti MCU) dan mengajarkan ke kita klo segala sesuatu jika dilatih secara terus menerus pasti akan jadi terbaik dan tidak gampang menyerah mo nya bang tere dah bisa lah buat ini serial seperti seri bumi, dijelasin klo ini buku spin off jadi nya para pembaca ga kecewa dan bisa lah setahun 2 atau 3 buku terbitnya seperti serial bumi, ga lama banget karena jarak dari bedebah di ujung tanduk ke tanah para bandit klo ga salah 1 tahun lebih ya... dan ini harus nunggu lagi buku berikutnya yg ga tahu kapan terbit nya en itu bab terakhir kapan ya kejadian nya?? sampe buka lagi buku bedebah di ujung tanduk untuk liat ending nya dan kok beda ya?? apakah ini blunder atau ada kejutan yg bakalan diberikan bang tere di buku berikutny>??? hemmm... just wait and see...
Kekecewaanku yang awalnya bertumpuk makin lama aku baca buku ini, makin menghilang. Dan akhirnya malah jatuh cinta sama si tokoh baru yaitu Neng Padma nan Geulis dan Baik Hati yang Bisa Membolongkan Kayu dengan Jemarinya.
Cerita ini agak mundur beberapa tahun dari buku seri aksi terakhir, tapi sangat menyenangkan untuk dibaca.
officially pindah haluan dari bujang-maria ke bujang-padma, suka bgt sama karakter padma yg no menye menye. Some part rada gak logis jg si, but isokey msh worth to read. POKOKNYA PADMAGAM JAYA JAYA JAYA
Setelah banyak maju mundur, akhirnya gua baca juga buku ini. Subjektif memang, tapi alasannya adalah karena gua ga suka Padma (yes, I'm on Maria's side). Iya tau kok Padma ini vigilante hebat bla bla bla, tapi opini pribadi gasalah dong ya. Tapi eh tapi, ada hal yang gua suka juga dari buku ini. Di mana Padma dan Abu Syik menerapkan "habit latihan" yang luar biasa keras sehingga hal yang terlihat tidak masuk akal dimiliki oleh manusia, bisa saja terjadi asal punya tekad kuat dan latihan yang konsisten. Latihan yang dimulai dari hal kecil, lalu sedikit demi sedikit ditingkatkan secara konsisten, akan menghasilkan habit yang tertanam kuat di dirinya. Juga dengan keingintahuan Padma akan ilmu pengetahuan sehingga dia jadi mahasiswa hantu yang belajar di 12 fakultas sekaligus itu sangat luar biasa hebat menampar gua ahahahaha.
Tapi lagi lagi, epilognya makin bikin emosi dan kata kata kebun binatang gua keluar juga ahahahaha.
Sejujurnya saya menyukai bujang dan thomas sejak SMA. And I always do. Tp untuk yg satu ini..sulit untuk mengatakan bahwa saya menyukai bukunya.
Biasanya saya selalu trpesona dg bagaimana tere liye mendeskripsikan pertarungan2 sengit diantara bujang, thomas, si kembar dan tokoh2 lainnya. Tp untuk pertama kalinya, saya merasa terganggu saat membaca pertarungan para pemeran utama di bhutan ini.
Ini masih menjadi misteri bagi diri saya sendiri, tp saya tidak menyukai buku ini sebanyak saya menyukai pulang atau negeri para bedebah.
Ada kepingan yg hilang dan perasaan yg berbeda saat membaca novel ini. Namun saya tetap menyukai interaksi bujang-thomas.
Mungkin permasalahannya satu, tere liye. You won't live forever and neither will your readers, so please don't make this series as long-winded as your other fantasy series. Readers need a definite ending
Buku yg aku tunggu” bgt, kelanjutan series aksinya Tereliye. Jujur aga kecewa, udah berharap kelanjytan cerita Bujang dan Thomas, pingn liat Thomas bgt:( tpi ternyata full ceritanya Padma. Ya gapapa sih biar kita tau gimana sih ceritanya first lovenya si Bujang, tpi tetep aja huhu. Thomas sama Bujang jadi cameo di cerita ini, munculnya dikit bgt. Tpi diluar itu ceritanya Bang Tere gausa sitaguin lagi ya, narasinya juga nyaman dibaca.
tanah para bandit buku paling bikin deg deg an sekaligus seru, TAPI ntah kenapa I was annoyed by padma's arrival, she's a strong, sweet woman, not just any man can date her tapi padma terlalu berpaku pada masa kecil, all past childhood, all focused on the future.
Cerita tentang kehidupan teman Agam, alias Bujang (Si Babi Hutan). Nama Padma, yang berarti "bunga pemberi kehidupan", tidak pernah disebutkan dalam enam seri sebelumnya. Pun demikian, tidak ada kisah Bujang dan kawan-kawannya sebagai bagian shadow economy kecuali di sisipan bab paling akhir. Padma dan Bujang bertemu dan berpisah saat masih remaja dan mengikuti arus nasibnya masing-masing.
Novel ini apik dan tetap berlatar dunia shadow economy yang diwarnai kejahatan, ketidakadilan, ambisi kekuasaan, heroisme dan konflik-konflik sosial lain yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Kepiawaian penulis merangkai cerita yang bersumber dari beberapa konflik nyata di negara ini, membuat pembaca bisa mencerna dan membayangkan tokoh-tokohnya meski tak pernah disebutkan nama secara spesifik. Begitu juga dengan latar waktu yang mundur ke beberapa tahun sebelum era ini, membuat cerita itu seolah "hanya fiksi" belaka, padahal beberapa peristiwa dapat ditangkap pembaca sebagai cerminan kasus yang cukup hangat beberapa tahun ini.
Padma menjadi tokoh utama dalam seri ini. Merupakan tokoh manuver dari serial para bandit yang sebelumnya selalu bertokoh utama pria. Padma adalah sosok yang mudah dibayangkan sebagai wanita Indonesia pada umumnya. Cantik natural, pekerja keras, kuat, tabah, dan introvert. Keistimewaan lain yang tidak dimiliki sembarang orang adalah cara berpikir dan ilmu beladirinya. Padma adalah sosok yang mencerminkan emansipasi dengan tetap mempertahankan kultur Indonesianya yang kuat.
Dunia dalam seri Tanah Para Bandit memiliki tokoh yang tidak bersinggungan dengan enam seri sebelumnya. Hanya Agam (Bujang) dan keluarganya yang diceritakan sebagai kisah masa lalu Padma, juga Zaman dan Thomas yang beberapa kali berbincang ringan. Selebihnya, orang-orang di sekitar Padma adalah dua sahabatnya (Nina dan Sapti), kakek dan orang-orang di sekitar rumah kost yang berlokasi tak jauh dari kampus.
Kisah Padma bisa memberi inspirasi dan pemikiran lewat berbagai tidakannya yang heroik. Kegigihannya dalam belajar membuat ia terus bertambah ilmu beladiri dan ilmu akademis (meski tak mendapatkan nilai di kampus). Mungkin, orang-orang Indonesia atau pembaca khususnya cukup rindu pada sosok superhero semacam Batman atau Spiderman. Fatma cukup mewakilinya.
Suka, seri ketujuh dan semua seri sebelumnya ini memang buku wajib yang masuk bucket list. Pinjam di taman bacaan aja ampe ngantriiii, baru bisa pinjem skrng setelah war sama pelanggan lain sejak buku ini publish. Sehits itu. Mmg karya2 Bang Tere dah ga diragukan lagi.
Personally, saya udah baca dan suka semua serinya, dari 1 ampe 7 termasuk yang seri ini, tp mmg rata2 dibaca 1-2 minggu, ga bisa cepat. Alasannya plot actionnya ini berulang dan harus terus fokus bacanya. Ditambah lagi plotnya yang banyak narasi pemikiran dan idealisme Bang Tere, penuturannya mirip di IGnya pada saat beropini mengangkat isu negeri 'Wakanda' ini. Cerdas, tajam, dan on point-tepat. Namun, karena suka baca tulisan beliau di IG, saya lebih memproyeksikan narasi itu bukan berasal dari karakter, tp dari Bang Tere sbg penulis. Contoh karakter Padma yang sampai usia remaja tinggal di talang, pindah ke kota, dan mulai mengkritik isu2 di sekitarnya. Saya lihatnya bukan Padma yg bertutur, tp sang penulis, meskipun menggunakan sebutan 'aku'-Padma.
Saya paham poin utama buku2 ini membahas semua idealisme & kritik dari penulisnya yang dah muak (saya juga muak si) dengan kondisi negeri ini. Saya temuin juga kasus dan karakter yang sama banget dengan yang ada di 'Wakanda', riset yg sangat mendalam dri penulis tentunya, bravo! Meskipun, ya itu tadi butuh waktu lama untuk bacanya, selama baca ttp berusaha fokus sama karakter dan plot yang disuguhkan tanpa melupakan pesan yang disampaikan penulis lwat karakter-plot itu, bukan sebaliknya fokus ke pesan narasinya, namun sulit utk betul2 masuk ke karakter dan plotnya. Saya merasa tiap karakter dan plotnya perlu dimatengin lagi.
Overall, ttp ga sabar menanti buku selanjutnya, Bandit-Bandit Berkelas!
Tahun 2015 saat novel Pulang terbit, saya tidak menduga akan ada sequel dalam petualangan Bujang. Bahkan cerita ini berlanjut dengan kisah di novel Tere Liye yang lain.
Saya sebagai fans berat buku Tere Liye yang merasa wajib memiliki bukunya, walau gak tau kapan punya waktu (dan mood) buat baca. Pernah liat seseorang review untuk kisah bujang di sini cukup monoton dan ngelantur. But surprisingly sayaaa sukaaakkk bukunya...
Di buku terakhir petualangan Bujang, mungkin sudah di spoiler mengenai kisah (yg tak pernah diceritakan) saat Bujang tinggal di Talang. Buku ini hadir untuk melengkapi kisah tersebut. Adalah Padma gadis yang ia temui di Talang di usianya yang ke 15 tahun. Saat itu keduanya tidak sengaja bertemu di dalam hutan, masing masing dari mereka mengcalim bahwa tempat tersebut adalah tempat bernaung mereka untuk melepaskan keresahan yang dialami. Merekapun menjadi akrab karena itu, hingga suatu saat Bujang harus pergi meninggalkan talang (kisahnya bisa di baca di novel pulang). Kepergian agam yang tiba tiba membuat Padma sedih, akan tetapi kesedihan tersebut tidak menghilangkan semangat Padma untuk berlatih hingga ia bisa menyelesaikan misi 1 dan 2 yang diberikan oleh Abu Syik. Sayangnya, keluarga satu satu yang Padma miliki sekaligus Gurunya meninggal dunia.
Bertepatan dengan kepergian Abu Syik, Padma tahu bahwa selama ini ia dilatih untuk bisa bergabung dengan suatu organisasi. Lantas bagaimana kehidupan Padma setelah kepergian Abu Syik? Apakah ia berhasil bertemu dan bergabung dengan Organisasi tersebut?
Walau cerita fiksi, tapi isu yang diangkat dalam buku ini menurut saya sangat menarik dan bikin tegang sampai saya harus bawa buku ini kemana mana agar segera sampai ke ending.
Dan bukan Tere Liye jika kita di buat penasaran olehnya.
Judul: Tanah para bandit Penulis: Tere Liye Penerbit: Sabak Grip Nusantara Dimensi: 436 hal, cetakan 9 Januari 2025 ISBN: 9786238829675
Padma tidak paham untuk apa dirinya dilatih begitu keras oleh kakeknya, Abu Syik di Talang. Hingga sakit dan luka, ia sering dihukum di luar rumah semalaman. Sampai ia menemukan tempat rahasia dan seorang teman bernama Agam, anak lelaki seusianya yang juga dilatih keras oleh keadaan. Misi pertamanya membuat ia tahu bahwa dirinya disiapkan menjadi petarung. Sejak itu latihan makin intens dan membuatnya semangat. Sayang, di tengah kejadian ia kehilangan Agam yang dibawa pindah. Ia menjalani hari-harinya sendiri hingga kakeknya meninggal dan mengirimnya ke ibukota. Wasiatnya, ia diminta bergabung dengan organisasi, namun jalan hidup yang dipilihnya berbeda. Ia bertemu dengan Nina dan Sapti yang kemudian menjadi temannya dalam mengungkap jaringan hitam yang dipimpin Kaisar. Bisakah Padma menghancurkan jaringan itu?
Buku ketujuh ini serial flashback pertemuan Bujang dan Padma, serta fokus pada latar belakang Padma. Meski saya belum membaca buku keenam (Bedebah di ujung tanduk), tidak mengganggu sebab ceritanya stand alone. Seru jika dibayangkan sebagai film action latihannya, namun saat membaca agak membosankan sebab banyak part diulang-ulang. Twist di ending yang diharapkan memicu rasa penasaran akan hubungan Padma dan Bujang di next novel ternyata tidak berlaku bagi saya kali ini. Hanya menikmati saja tapi tidak ada yang membuat berkesan dibanding buku sebelumnya.
Cocok untuk kamu yang suka genre actionnya Tere Liye.
Talang tempat para petarung hebat dilahirkan. Karakter series ini menggambarkan tokoh yang memilih terlibat bisnis shadow economy atau orang yang melawan hal tersebut (organisasi para vigilante). Atau bisa jadi tokoh yang sudah pernah menjalani bisnis shadow economy berusaha keras untuk menghancurkan bisnis tersebut sampai ke akarnya.
Pengenalan karakter Agam, Padma, Kaisar, samad, mata merah, diego, Abu Syik, wanita 60 tahun yang masih misterius, maria dll sepertinya di series berikutnya akan saling bersinggungan.
Tanah para bandit mempertemukan Padma dengan thomas dan zaman. Menarik sekali karakter Padma bukan sekedar anak talang biasa tekad berwawasan luas dan melatih kedisiplinan ini menjadi karakter fiksi favorit. Padma perempuan tangguh yang tenang dalam kondisi genting dan di dalam bawah sadarnya aku adalah Padma ratu dari segala bunga. Ini adalah hasil didikan dari Abu Syik dengan keras mengajarkan banyak hal. Padma tumbuh menjadi perempuan percaya diri dan mengambil langkah untuk kuliah dengan 16 jurusan dijejal. Nina dan Sapti dua sohib yang selalu membantu misi Padma. Dua sohib yang saling melengkapi satu misi ke misi berikutnya. ⚡✨
Permasalahan yang dihadapi terkait polisi, jaksa, hakim terjerat kasus entah itu ikut proses jual beli narkoba, penyeludupan barang elektronik, judi, prostitusi, melindungi penjahat yang seharusnya dihukum dengan adil dan hal-hal yang akhirnya merugikan negara dan masyarakat kecil. Bahwa dengan uang semuanya akan berjalan aman.
Pertama kalinya ngasih rating 2 ke buku Tere Liye. Awalnya berekspektasi tinggi sama novel ini karena cerita-cerita sebelumnya emang se-wow itu. Kukira bakal lanjutin kisah Bujang dkk, ternyata malah munculin tokoh baru. Dibanding karya sebelumnya, ceritanya cenderung ngebosenin, gitu-gitu aja, dan m-a-k-s-a, mulai dari alur hingga karakter tokoh. Padma sebagai tokoh utama kayak sengaja dibuat OP gila di usia yang muda banget dan bikin lawannya seakan super bodoh dan minim skill. Apalagi pas ngalahin 10 tentara bayaran Jepang dengan mudah padahal mereka juga udah prefesional dan pastinya lebih berpengalaman. Ya memang sudah seharusnya seorang vigilante itu hebat, tapi kalo sampe jarinya bisa nembus semen beton kayaknya agak gimana gitu. Kalo genrenya fantasi sih masih logis, kayak kemampuannya Raib, Seli, Ali, dll. Tapi ini kan beda genre.
Lalu kasus-kasus yg diselesaikan semudah itu tanpa protes dari masyarakat sipil juga kurang masuk akal. Meskipun banyak terjadi di Indonesia tapi kenapa alasan dan kronologinya terlalu mudah ditebak bahwa itu ulah antek politik dan tidak menimbulkan protes kecurigaan.
Satu lagi, entah kenapa rasanya geli waktu Padma, Nina, dan Sapti bahas cowok. Kayak kurang natural aja sebagai percakapan anak muda biasa. Maap Bang Tere, tapi jokesnya garing, sama kayak di novel yang lain. Alurnya gampang ketebak, dan kebanyakan adegan gelut yg bertele-tele, jadi aku skip-skip aja.
This entire review has been hidden because of spoilers.