Apa hubungan antara Susan Boyle (Britain's Got Talent), artis-artis cilik Small Wonders, atlet-atlet cilik China, sepakbola Brasil, cara yang ditemouh Blue Bird untuk "membirukan" Jakarta, dan WIKA yang "memerahputihkan" Aljazair? Dengan memobilisasi myelin, Anda bisa menumbuhkan intangibles perusahaan menjadi kekuatan perubahan yang amat dahsyat.
Buku ini memperkenalkan myelin atau muscle memory yang membuka mata kita bahwa manusia tidak cukup berinvestasi pada otaknya saja, tetapi juga ototnya (muscle) agar ia berorientasi pada tindakan, membentuk budaya disiplin, dan membangun intrapreneuring, tata nilai, serta kinerja.
Brain memory dapat diibaratkan kereta Jabodetabek yang hanya mengandalkan sebuah lokomotif di kepalanya. Myelin merupakan rahasia di balik perkembangan talenta manusia dan kesuksesan dunia usaha yang melesat bak kereta api Shinkansen. Dengan Myelin, seluruh kekuatan dihidupkan agar perubahan bukan sekedar angan-angan.
Isi dari buku ini padat dan cerita-ceritanya sangat menarik untuk disimak. Tapi buku ini lebih mirip buku sejarah PT. WIKA sih haha. Tapi karena memang ada keterkaitan antara cerita dengan konsep Myelin, jadi semua terasa tetap masuk akal, bagus dan runtut. I love this book! Menurutku, buku ini banyak kasih motivasi dan quotesnya juga bikin semangat. So, I give 4.5/5 for this book.
Judul: Myelin Penulis: Rhenald Kasali Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Dimensi: xiii + 346 hlm, cetakan pertama maret 2010 ISBN: 978 979 22 5527 0
Myelin atau muscle memory yang dibahas dalam buku ini, memaparkan pada pembaca bahwa manusia tidak cukup berinvestasi pada otaknya saja, tetapi juga pada ototnya (muscle) agar ia berorientasi pada tindakan, membentuk budaya disiplin, membangun intrapreneuring, tata nilai serta kinerja. Muscle memory itu dapat dibangun di dunia kesenian, olahraga, akademis, dan tentu saja di dunia usaha. Ada banyak contoh kisah sukses personal dan perusahaan yang dipaparkan dalam buku ini, pun banyak bidang yang diceritakan. Namun fokus utama yang banyak dibahas adalah dua perusahaan: WIKA dan Blue bird.
Dua perbandingan perusahaan itu dipilih sebab ranah yang berbeda, satu BUMN yang bergerak di bidang B2B (Business to Business) yang jarang dimengerti oleh orang awam, dan satu lagi di bidang jasa dengan B2C (Business to Consumer) yang dekat dengan keseharian kita. Mereka nelatih myelin SDM mereka hingga lahirlah sebuah intangible assets: WIKA dengan kedisiplinan dan keterampilan di berbagai bidang, serta Blue bird dengan kejujurannya.
Semua itu adalah proses yang membutuhkan kesabaran. Tidak sedikit waktu yang mereka perlukan untuk melatih myelin menjadi sebuah intangibles assets yang meresap ke dalam SDMnya. Ada budaya disiplin dari segi waktu, proses, kualitas, hubungan dan hasil. Juga entrepreneurship dan intrapreneuring yang diejawantahkan melalui action oriented, sehingga tidak hanya menjadi wacana. Inovasi yang tiada henti, dengan membuat sebuah knowledge management yang mudah diakses, tentunya dengan membangun budaya menulis dan sharing agar pengetahuan itu tidak hanya menjadi tacit knowledge, melainkan dieksplisit sehingga orang lain bisa mengaksesnya. Lalu hasil yang menimbulkan value creation dengan meningkatkan benefit atay memperbaiki struktur biaya. Dan setelah semua berhasil maka disiplin ekspansi menjadi target selanjutnya. Tanpa sadar, semua itu akan memobilisasi intangibles assets menjadi sebuah budaya hidup.
Sehingga perusahaan tidak lagi menjadi sekadar rumah uang dengan karakter dua pemimpin: tipe broker dan rentenir; dan karakter dua karyawan: tipe lintah dan kerbau. Melainkan menjadi rumah kebudayaan yang merupakan ekspresi pemikiran dan tindakan penghuninya.
Secara garis besar, apa yang diutarakan dalam buku ini membuat saya merecall memory materi perkuliahan saya. Tentang organisasi belajar, knowledge management, juga pengalaman saat saya bekerja di perusahaan consulting, yakni nilai-nilai budaya 5S/5R, kaizen, toyota ways, good to great, dan lainnya. Hanya saja buku ini lebih ke contoh aplikatif atau praktisnya dari semua teori yang saya pelajari waktu kuliah dulu.
Di beberapa part, saya masih kebingungan dengan konsep myelin. Sebab yang lebih banyak saya temukan adalah pembahasan tentang intangibles assets dan pengayaan berupa cerita tentang dua perusahaan, bahkan lebih banyak porsi WIKA menurut saya. Sehingga terasa agak membosankan dan diulang-ulang. Pembahasan tentang myelin malah sedikit, sehingga kurang cocok dengan judul bukunya menurut saya. Mungkin lebih cocok judulnya Intangible Assets. Tapi tetap saja, bagi saya buku ini menarik. Gaya bahasa penulis meski kadang agak tinggi, masih bisa dicerna dengan baik. Beragam foto, diagram, dan artikel-artikel terkait cukup menunjang apa yang ingin penulis sampaikan.
Persis ciri khas penulis dalam buku-buku sebelumnya. Selalu terdiri dari tiga unsur utama. Bab pertama sebagai pembahasan konsep secara umum, bab kedua penjabaran konsep melalui beragam kasus, contoh, dan pendetilan. Ditutup dengan refleksi di bab tiga.
Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.
"Pekerjaan, bahkan hidup kita ini, harus dibuat menyenangkan. Kalau tidak, bagaimana kita bisa bikin orang lain senang?" (Hlm. 11)
"Seseorang bisa saja merampas bagian harta nirwujud Anda, tetapi mereka tidak bisa meraihnya dalam tempo sekejap semata-mata dengan membajak. Keterampilan (skills) bisa mereka rebut, tetapi team work, leadership, kepercayaan, dan brand image mungkin tidak bisa." (Hlm. 94)
"Keberuntungan adalah pertemuan antara kesempatan dengan kesiapan. Jadi ia hanya akan datang untuk orang-orang yang siap." (Hlm. 168)
"Yang penting bukan soal jam kerjanya, tapi tanggung jawabnya atas apa yang telah menjadi pekerjaannya." (Hlm. 179)
"Fakta yang ditemui pada berbagai perusahaan menunjukkan bahwa tradisi mencatat, menulis, dan berbagi pengetahuan dapat menimbulkan impact sosial yang sangat besar. Perusahaan akan menjadi lebih kompetitif dan memakai resources yang lebih hemat sehingga turut melestarikan lingkungan." (Hlm. 219)
"Salah satu faktor yang akan menunjang keberhasilan perusahaan untuk bertumbuh adalah spesialisasi." (Hlm. 296)
Buku ini menjelaskan bagaimana change management dapat dilakukan dengan memberdayakan faktor-faktor yang tidak bersifat fisik, yaitu dengan memberdayakan SDM-nya. Seperti buku prof. Rhenald Kasali yang lainnya, buku ini tidak hanya memuat teori saja namun juga memberikan contoh kasus dari perusahaan di Indonesia yang dianggap relevan dengan konsep yang sedang dibahas. Dalam buku ini, kasus yang banyak digunakan sebagai contoh adalah WIKA dan Blue Bird (meskipun ada juga dari perusahaan lain, namun porsi kedua perusahaan ini paling besar).
Konsep Myelin dalam buku ini mungkin akan lebih mudah dipahami bukan dalam pemahaman yang terlalu bersifat eksakta (biologi/neurologi), karena "Myelin" dalam buku ini lebih merupakan suatu ungkapan atas kesediaan diri untuk berubah.
Overall ini buku yang cukup menarik untuk dibaca, meskipun terkadang penyajian narasi contoh kasus bisa dibuat lebih ringkas dan menarik, sebab terkadang terkesan terlalu panjang dan pada bagian tertentu jadi terasa mengulang kembali informasi yang telah disampaikan sebelumnya.
Ide dan praktek adalah dua kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ibarat dua sisi koin mata uang. Selain kita mengasah Otak, kita juga harus melatih otot-otot kita. Supaya terampil, dalam melobi, atau menjual, atau memeriksa pasien, atau mengatur orang-orang, membuat program, mengajar, termasuk keterampilan-keterampilan lainnya. Faktor itulah yang tersimpan dalam myelin, sebuah jaringan dalam tubuh kita. Bila kita ingin mendapatkan manfaat darinya, hubungkanlah Faktor tersebut ke dunia luar, karena nilai tambah itu perlu disampaikan. Rheinald K menyebutnya intengibel external. Orang harus tahu, dan orang harus paham, bahwa kita semua punya kelebihan masing2x lewat keterampilan yang tersimpan dalam myelinnya masing-masing. Dan orang harus sadar akan itu, oleh karena itu mobilisasi dari intengible secara besama-sama, seluruh komponen bangsa, akan membangkitkan kita menuju bangsa yang maju dan bermartabat. Good Book, semoga bangsa ini bisa maju.
Buku ini adalah salah satu judul buku yang ada di dalam wish list saya. Tetapi sesungguhnya bisa dibilang saya salah sasaran! Lho kenapa? Karena, sebetulnya saya berharap di dalam buku ini terdapat pembahasan mendalam tentang "Sekolah 5 cm", tetapi setelah saya baca daftar isi-nya (dan dua bab awal), ternyata tak kunjung saya temukan :( Isi yang sebenarnya kurang/lebih setipe dengan gaya tulisan, lagi-lagi, Pak Dahlan Iskan. Yang saya maksudkan adalah dalam hal menceritakan inspirasi dari jatuh/bangun-nya perusahaan (BUMN) di Indonesia. Yang artinya buku ini adalah tipe buku bisnis, bukan buku pendidikan seperti yang saya harapkan. Mungkin di bab 3 ke atas saya akan menemukan lebih banyak bahasan tentang muscle memory, seperti apa yang saya harapkan sebelumnya... Tambahan: buku ini saya dapatkan dengan diskon 25%! (Lucky Me!)
Salah satu hal yang mendorong saya membeli buku ini adalah impian saya mempunyai perusahaan yang kuat secara ekonomi dan manajemen. Dan, Rhenald Kasali adalah orang yang tepat dalam hal itu. Pesan-pesan dan saran beliau pasti sangat kredibel. Orang yang tepat dalam bidangnya.
Buku ini banyak bercerita tentang keberhasilan perusahaan2 besar dewasa ini yang membangun lewat intangibles. Nama-nama perusahaan yang sering disebut Rhenald Kasali antara lain: Taksi Blue Bird dan WIKA. Beliau menjelaskan secara gamblang bagaimana perusahaan itu bisa menjadi pemimpin pasar dan proses pembentukannya. Kita diajarkan bagaimana cara mengaplikasikannya dalam perusahaan yang (semoga) kita punya kelak.
Buku ini memberikan kita suatu pandangan tentang kelimpahan asset intangibles yang jarang kita benahi dan kumpulkan. Sejalan dengan buku Jamil Azzaini dalam SuksesMulia, Myelin memberikan pandangan utuh tentang dampak dan efek luar biasa dari hasil intangible assets yang dipupuk bertahun-tahun dalam memori otot kita. Mengutip peribahasa dulu, alah bisa karena biasa. Bahasa kerennya sekarang, deliberate practice, makes us perfect. Great book.
apa yang membuat bisnis/organisasi menjadi besar? apakah karena kumpulan orang2 'dahsyat'? apakah karena modal uang yang besar? apakah karena sumber daya yang memadai?
ternyata, jawabannya ada pada Core Value... sesuatu yang seringkali disepelekan, namun dampaknya luar biasa eduun. very nice book to read it :)
2 bulan terakhir ini dikenalkan dengan produk-produk buku dari PRofesor yang 1 ini, keren! Setelah baca buku merasa ada suntikan semangat segar untuk membuat "perubahan". Serasa candu, seluruh bagian bukunya pengen di stabilo gara-gara point hampir keseluruhan kaliamatnya menjadi penting untuk dibaca.
Buku bagus untuk lebih mengoptimalkan potensi diri maupun kelompok (organisasi).
Pribadi dan organisasi yang mempu melejitkan potensinya (strength) adalah pribadi dan organisasi yang mempu mengenal dirinya sendiri, dan bisa mengoptimalkan sumber daya di sekitarnya...
Antara 3 bintang dan 4 bintang sih sebenarnya. Soalnya ada banyak hal menarik dalam buku ini. Tapi karena porsi perusahaan Wijaya Karya yang terlalu dominan dalam buku ini seakan-akan membuat buku ini adalah buku tentang Wijaya Karya.