Pulangnya sebuah keluarga besar / Mohammad Diponegoro Hati yang damai kembalilah kepada Tuhan / Kuntowijoyo Salam lebaran / Hamsad Rangkuti Malam takbir / Hamsad Rangkuti Reuni / Hamsad Rangkuti Parcel / Achmad Munif Wangon-Jatilawang / Ahmad Tohari Lebaran kami / Yudhistira A.N.M. Massardi Pengangkut sampah di malam takbiran / Mustofa W. Hasyim Mudik / Mustofa W. Hasyim.
Mohammad Diponegoro sudah aktif menulis sejak tahun lima puluhan. Ia banyak menulis dan menyadur cerita pendek, drama, sajak, esai, dan terkenal karena usahanya mempuitisasikan terjemahan al-Qur’an.
Sumbangannya terhadap dunia kesusastraan Indonesia, terutama adalah cerpen-cerpen yang dihasilkannya. Selama hidupnya, tidak kurang dari lima ratus buah cerita pendek telah ditulisnya, baik asli, terjemahan, maupun saduran.
Cerpen-cerpen yang dihasilkannya itu tidak hanya disebarkan melalui majalah dan harian, tetapi juga disiarkan melalui radio. Sejak tahun 1969, ia membuat rekaman cerita pendek untuk disiarkan pada Radio ABC Siaran Bahasa Indonesia, Melbourne, Australia, pada setiap hari Rabu malam. Hal itu berlangsung tidak kurang dari sepuluh tahun lamanya. Karena itu, tidak mustahil jika cerpen-cerpen yang dihasilkannya mencapai jumlah seperti disebutkan di atas. Selain itu, ia juga membacakan cerpen-cerpennya dalam ruang cerita pendek di RRI Studio Nusantara II Yogyakarta, pada setiap Minggu pagi.
Saya tertarik membeli dan membaca kumpulan cerpen ini terus terang karena ada nama Pak Kuntowijoyo dan Pak Ahmad Tohari. Walau banyak tulisan lainnya yang bagus-bagus, seperti tulisan Pak Hamsad Rangkuti.
Cerita-cerita di dalamnya sangat bagus. Cocok dibaca saat bulan Ramadan. Hehe.