Saya yakin semua perempuan era 90an yang suka nonton kartun & baca komik pasti tahu serial ini. Oiya, ini bukan review, lagi-lagi curhat.
Pertama kali tahu karena nonton animenya di TV, waktu saya masih kelas 1 SD, which is lebih dari 20 tahun lalu! Gosh... I'm so oldmature! Saya ngefans banget sama Candy Candy, sampai-sampai ortu ngasih poster dan beli audiobook nya dalam bentuk kaset (iya, udah ada zaman dulu juga) dan saya setel hampir tiap hari. Sayangnya, hanya jilid 1.
Kemudian sekitar kelas 2 atau 3 SD mulai baca komiknya. Sayangnya lagi, ngga pernah baca sampai tamat. Petualangan saya dan Candy Candy ibarat cerita Candy dan Terry, alias berliku dan susah ketemu. Susah banget cari komiknya sampai tamat bahkan sampai saya kuliah. Kalau pun ada di persewaan komik ngga pernah lengkap, atau saya keburu pindah kosan, atau persewaan komiknya bangkrut. Jadilah saya nggak pernah baca sampai tamat, mentok-mentok seinget saya cuma sampai jilid 7, dengan adegan fenomenal yang saya yakin diingat semua pembaca komik ini dan menjadi bibit-bibit romantisme yaitu ketika Terry memeluk Candy dari belakang dan mereka harus berpisah. Saya ikut patah hati.
Lama berselang, saya jarang baca komik lagi karena merasa serial cantik zaman sekarang ngga semenarik dulu. Sampai kemarin saya nemu komiknya yang lengkap sampai tamat! Uh yeeaaahhh....! Dan saya pun baca ulang, masih sedih, masih menyayat hati, masih kesel. Hanya saja ada perbedaan pemahaman dari ketika saya membaca saat SD dan ABG, dengan saya membaca kemarin itu. Candy Candy memang komik dewasa. Bukan dewasa karena adegan2nya, melainkan dari sisi bagaimana memahami hidup. Saat masih ABG, otak saya nggak sampe kenapa cerita begini dan begitu, kenapa clue ini ngga cocok dengan kenyataan itu. Bahkan saya selalu yakin bahwa sosok Pangeran di bukit Pony adalah Anthony, padahal saya yakin Candy akan berakhir dengan si Pangeran, tapi kok mati??
Lalu saat baca kemarin, malah saya bisa menebak kalau Albert adalah Pangeran bahkan ketika Anthony masih hidup. Dan ending yang saya harapkan pun benar terjadi.
Fiuuhh... lega rasanya setelah akhirnya menamatkan Candy Candy. Seperti sudah menemukan satu misteri hidup...
Sekarang mau cari serialnya Mary Chan.