Jump to ratings and reviews
Rate this book
Rate this book

187 pages, Paperback

First published January 1, 2001

51 people want to read

About the author

Yui Ayumi

32 books10 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
18 (42%)
4 stars
12 (28%)
3 stars
12 (28%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Shirley.
923 reviews81 followers
July 28, 2019
Pertama kali baca komik ini waktu SD dan suka banget sama ceritanya, it was a cute and lovely story.
Inget banget juga kalo pernah cobain resepnya untuk buat scones & sourdough bread.
I really like the concept of this book, the story, characters, and the recipes.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,438 reviews73 followers
August 6, 2023
Volume kelima ini dibuka dengan sangat ceria. Tapi semakin ke belakang atmosfer ceritanya semakin berat.

Jadi di awal, Ringo dan Ayana main drama putri salju. Ringo jadi putri salju, sedangkan Ayana jadi ratu yang kejam. Pas banget, kan. Nah Ayana ini pingin ngerjain Ringo dengan masukin obat pencahar ke minumannya. Tapi minuman itu malah disambar oleh pemeran pangeran yang kehausan. Aktornya langsung mules dong, ya. Dan tebak siapa yang menggantikan? Kazuomi, dong. Hahahahaha 🤣 Kazuomi ceritanya hapal dialog karena sering bantu Ringo ngapalin naskah. Puas banget aku lihat tampang Ayana yang shock berat. Apalagi pas adegan terakhir, adegan pangeran membangunkan putri tidur dengan true love kiss. PUAS!

Setelah pementasan, Ringo diberi tahu Michiyo kalau Kazuomi sudah menolak perasaannya. Ngomong-omong adegan penolakannya gentle banget, loh. Kazuomi bisa ngomong baik-baik dan penuh rasa hormat, sedangkan Michiyo sudah menyadari bahwa memang Kazuomi hanya menyukai Ringo. Nah, Ringo mengira Kazuomi menolak Michiyo karena masih ada perasaan sama Ayana. Tapi Michiyo bilang bukan. Rupanya Kazuomi sudah berterus terang pada Michiyo bahwa dia pacaran dengan Ayana demi melindungi rahasia Ringo.

Ringo yang tahu soal itu tampak terpukul. Saking terpukulnya, dalam siaran langsung yang menampilkan pertarungan antara dirinya dan Ayana dalam membuat kue Jepang, Ringo mengumumkan bahwa dirinya bukanlah genius masak. Tapi rupanya para kru sudah mengetahui hal itu dari awal. Jadi, mereka mempertahankan Ringo karena keberanian dan ide-ide gadis itu. Tak diduga, publik menyambut baik pengakuan Ringo. Mereka tetap ingin Ringo terus jadi pembawa acara Delicious Time. Ringo pun makin semangat untuk terus belajar masak lebih sungguh-sungguh.

Namun, cerita tak selalu berjalan lancar. Agensi Mahito yang sudah membayarkan utang-utang orangtua Mahito memaksa pemuda itu untuk berhenti dari Delicious Time. Mahito kemudian malah disuruh jadi pembawa acara memasak yang lebih menguntungkan bersama... Ayana! WADUH! Ringo terpaksa membawakan Delicious Time seorang diri. Tapi ratingnya katanya semakin turun dan acaranya terancam bakal dihentikan. Astaga. Segawat itu.

Namun, Bu Kaede, ibu Kazuomi yang penulis skenario acara TV sudah punya ide soal siapa orang yang pantas menggantikan Mahito sebagai rekan Ringo. Dan orang itu adalah.... Hahahaha. Lanjut ke volume enam.

Kualitas cerita Delicious! meningkat tajam di volume ini. Diperlihatkan dari konfliknya yang terasa semakin gawat dan benar-benar membuat Ringo terpojok. Hanya saja, menurutku seharusnya Ayana diberi kesempatan untuk memperlihatkan kebolehannya. Bagaimana pun dia kan sebenarnya jago masak. Tapi dia terus-menerus dibuat kalah dengan cara yang menggelikan. Rasanya sebagai villain dia jadi kurang kuat, deh. Meski melihatnya kena batunya selalu memuaskan, tapi ya seharusnya dibuat lebih serius lagi gitu. Yah, namanya juga komik untuk anak-anak dan remaja, ya. Ringan banget.

Episode favoritku adalah saat Ringo bertekad membuktikan bahwa dia sudah lebih pandai memasak kepada Kazuomi. Ringo mengajak teman masa kecilnya itu untuk berpiknik dan dia sendiri yang akan membuat bekal untuk dimakan berdua. Tapi saat sudah sampai di tempat piknik, Ringo bertemu dua anak TK yang hampir menangis karena tak dibawakan bekal oleh para ibunya. Rupanya ibu mereka terlalu sibuk bekerja hingga lupa membuatkan bekal. Ringo pun memberikan bekal pada mereka berdua. Tapi akhirnya Kazuomi yang saat itu baru datang setelah pergi untuk membeli minuman mengira Ringo sebenarnya masih belum mampu membuat bekal sendiri. Ringo pun marah karena Kazuomi menuduhnya macam-macam sebelum mendengar penjelasannya. Tapi untunglah akhir cerita ini bisa diselesaikan dengan sangat manis. Hihihi.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.