Jump to ratings and reviews
Rate this book

Existere

Rate this book
Salahkah jika hati kupu-kupu malam sepertiku tertambat pada lelaki mulia, dan bukan pada lelaki bejat? Salahkah jika aku berharap mempunyai suami yang kelak dapat membimbingku menebus semua dosaku dan mendapatkan lagi kehidupan yang normal? Jika pernikahan suci tak pantas untuk perempuan sepertiku, apakah aku harus berselingkuh untuk mendapatkan lelaki yang kukasihi?

***

Ochi tak mampu menahan kesadarannya tetap berada di jalur lurus. Ia benci mendengar Vanya tak bekerja lagi di Dolly, berkonsentrasi pada tumbuh kembang janinnya. Harusnya ia tetap kotor, tetap berkubang dalam lumpur. Harusnya ia tak perlu mensucikan diri. Biarkan ia menjadi pelacur selama-lamanya, tak perlu berpikir meninggalkan dunianya. Biarkan ia menggoda, melayani sebanyak-banyaknya lelaki atau mengganggu suami orang, asalkan bukan Yassir....

Existere adalah novel tentang para perempuan yang telanjur menjajakan diri terhadap ribuan lelaki. Milla sang pelacur profesional, Vanya penari telanjang yang akhirnya menjadi pemijat di spa terselubung. Pada lembah yang lain, Ochi yang cantik dan anggun dianugerahi hati yang cemerlang bagi manikam. Tetapi, mengapa pada rahim kotor Vanya yang disinggahi jutaan sperma lelaki bejat, janin bersemayam berkali-kali?

***

“Penulis dengan blak-blakan, terbuka, serta lugas, menyeret saya dan siapa saja yang membaca novel ini untuk turut berkubang dalam carut-marut bisnis seks komersial. Apakah seseorang yang telanjur ‘kecemplung’ sudah pasti tenggelam? Bisakah tangan-tangan yang menggapai mendapatkan sekadar pegangan? Latar belakang pendidikannya membuat penulis mampu membuat analisa psikologis yang tak terduga. Hati dan jiwa para PSK dibedah langsung di pusat bisnis seks terbesar di Asia Tenggara; Dolly, Surabaya."

— dr. Prita Kusumaningsih, SpOG, Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia

384 pages, Paperback

First published June 1, 2010

6 people are currently reading
73 people want to read

About the author

Sinta Yudisia

46 books93 followers
Penulis asal daerah poci Tegal ini, punya nama lengkap Sinta Yudisia Wisudanti. Penulis pernah kuliah di STAN Jakarta sampai tingkat II, mengaku aktivitas tulis menulisnya sebagai bentuk penyaluran dari hobinya berkorespondensi dan membaca. Tak heran kalau tulisan-tulisan fiksinya sangat beragam mulai melodrama, komedi, science fiction, historical fiction, sampai cerita-cerita perjuangan dengan latar dalam dan luar negeri yang kerap menghiasi berbagai media cetak, terutama majalah Annida.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
16 (16%)
4 stars
49 (50%)
3 stars
24 (24%)
2 stars
8 (8%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Romeka Sari.
13 reviews2 followers
April 11, 2011
so far, it was quite good..
I like the color of cover

pergulatan batin Ochi yang paling dominan
Profile Image for Hairi.
Author 3 books19 followers
November 3, 2010
Ini bisa dibilang novel yang menemani saya ke mana-mana. 3 kali bolak balik Brb-Bjb, sempat dibawa ke Surabaya dan jalan2 di seputaran Barabai terdjintah. Bukan karena novel ini membosankan, tapi semangat baca saya yang turun naik tak beraturan. :p



Ini tentang Dolly, pelacuran dan orang2 yang terlibat di dalamnya. Baik sebagai pelacurnya (Milla, Vanya, Lola) ataupun "pengguna jasa"nya (Waluyo) juga berkisah tentang keluarga si "pengguna jasa" (Almaida, Hepy) juga mereka yang peduli dengan nasib orang2 di Dolly (Ochi dan Yassir dengan DeLnya juga Sandro dan Bima), anak2 yang terlahir di sana dan mereka yang ingin bebas dari jeratan Dolly.



Ini juga tentang betapa bahayanya Seks bebas bagi kesehatan, ada diceritakan tentang Aids, anak2 yang terlahir cacat tak sempurna.



Ini juga bercerita tentang mereka yang ingin terlepas dari Dolly.

Ribuan perempuan Dolly mendambakan seorang pendamping sejati yang mau menarik mereka keluar dari sarang biawak dengan segala harta yang dipunyai : harta, tenaga, pikiran, semua yang dimiliki sebegai persembahan kesungguhan cinta tulus pada seorang perempuan. Bahwa mereka ingin melindungi dan membawanya dari dunia gelap menuju dunia penuh cahaya.

Ribuan perempuan Dolly mengharapkan tarikan kuat dari laki-laki untuk keluar dari sana. Adakah laki-laki yang punya tangan buat menarik mereka?



Ini juga bercerita tentang mereka yang ada di Dolly, sebenarnya pada awalnya tak berniat sekalipun untuk terperosok ke dalam kubangan hitam itu. Masalah ekonomi kadang menjadi alasan utama, untuk selanjutnya mereka terbiasa hidup enak dari sana. "Sekali saja, ambil secukupnya lalu ditinggalkan". Dan pada akhirnya bukan sebuah hal yang mudah untuk meninggalkannya. Huh, miris.



Ini juga bercerita tentang Poligami. Hufff... penulisnya mencoba menyelam pada perasaan wanita yang suaminya ingin menikah lagi.

"Kau setuju, Dek?" sang suami bertanya setelah mengemukakan kejujurannya ingin menikah lagi.

Sang Istri tertawa kecil, menertawakan kenaifan sang suami. Setuju? Adakah perempuan yang setuju dimadu? Ia hanya tak ingin perempuan itu dan suaminya tergelincir. Ia tak ingin dipersalahkan karena tak mengizinkan keduanya mengikat dalam iktan sah maka keduanya sama2 lupa diri.



Apa lagi?

Ini juga tentang status saya beberapa waktu yang lalu,

"terkadang sebuah pertanyaan yang tak ingin dijawab sudah menjadi sebuah jawaban"



"Apa mas mencintai Vanya, sama seperti mencintaiku?"

Yassir menelan ludah . Ia ingin berbohong, tetapi tak mampu. Ia ingin jujur, tapi tak sanggup. Kebisuan dan keheningan berbicara.

"Aku tak bisa menjawabnya, Dek."

Bagi Ochi kalimat itu sebuah jawaban.

Alangkah naifnya laki-laki, mereka melukai sedemikian dalam dan berharap keadaan berjalan baik-baik saja.



Catatan lain lagi tentang novel ini, hemm, sepertinya penulisnya sangat menyukai nama Qoshiratu Torfi, nama itu berulang kali disebutkan secara lengkap. Qoshiratu Torfi, bidadari yang ada di taman-taman surga. (sy juga suka jadinya^^)



Bagian yang paling saya suka dari novel ini :

Keikhlasan harus senantiasa diperbaharui, niat harus senantiasa diluruskan.

Jangan bicara Ikhlas, biarkan itu jadi rahasiaku dan Tuhanku.



Terakhir, benar sekali apa yang dikatakan mas Gola Gong dalam endorsnya : Usai membaca, kita akan merenung, harus diapakan Dolly, dan bahkan semua pusat pelacuran yang tersebar di negeri ini? Hanya sekedar menjadi latar tempat cerita?



dan mengutip catatan di akhir tulisan oleh sang penulis,

"Aku ingin bercerita pada mereka, saudari kita di Dolly, bahwa melepaskan diri dari dunia profesi yang kelam bukan tanpa cost sama sekali. Pasti ada risikonya, pasti ada harga yang harus dibayar.

Tuhan Maha Pemberi

Tuhan Maha Pengampun

Tapi jangan terus berharap ampunanNya, karena MurkaNya juga bisa demikian dahsyat."
Profile Image for Lalu Fatah.
Author 12 books35 followers
May 3, 2011
Mbak Sinta sekali lagi membuktikan kepawaiannya meramu cerita dengan konflik batin yang menaikturunkan emosi. Latar belakang Dolly merasuk ke dalam cerita, bukan sekadar tempelan. Meski agak menggantung dan hubungan antara tiga tokoh utama tidak dipertemukan di akhir cerita, namun Mbak Sinta telah berpihak pada sub-plot yang lebih menukik. Pada siapa dan sub-plot yang mana? Silakan Anda temukan sendiri dalam buku yang membuat saya berkali-kali memandang gambar kulit mukanya yang...uhm...cantik sensual :)
47 reviews5 followers
July 17, 2012
T.T
luar biasa.. Sinta berhasil mengaduk-aduk emosi, membuat turut merasakan, menmyelami dan menarik ke pusaran perasaan tiap tokohnya. Atau mungkin karena saya juga seorang perempuan, dimana perasaan perempuan mendominasi kisah2 ini. Rumit. Apa yang sebenarnya terjadi tak sesederhana apa yang terlihat mata. Betapa saya baru tau, selalu ada celah, sekecil apapun, yang bisa memecah rumahtangga. Selalu ada. Bahkan yang awalnya terlihat sangat baik2 saja. T.T
Empat bintang juga untuk bahasanya yang keren dan tidak membosankan.
Profile Image for Iva.
9 reviews6 followers
March 30, 2023
Ada tiga tokoh utama di novel karya Sinta Yudisia ini, yang memiliki jalinan kisah sendiri dan sebenarnya antar tokoh tersebut saling berhubungan. Jamilah, Almaida, dan Qoshirotu Thorfi. Latar belakang penulis sebagai mahasiswi psikologi Universitas 17 Agustus (UNTAG) Surabaya dan kelebihan risetnya membuatnya mampu membuat analisa psikologis yang menjadikan Existere dipenuhi nilai-nilai pendidikan. Membuat saya sedikit banyak mengerti dan mengetahui yang selama ini belum saya ketahui. Istilah – istilah psikologi seperti id, ego, superego, hierarchy of needs, behavioristik, insting manusia paling mendasar, psikologi klinis, psikologi faal, psikologi sosial, psikologi diagnostik, atau apa lah itu namanya saya kagak ngerti. *Hhehe*. Penuh dengan istilah-istilah biologi yang sebagian saya pernah mendengar dan mengerti artinya. Namun itu semua tidak menjadi hambatan untuk menyerap jalinan cerita yang disajikan. Realitas kehidupan sehari-hari. Tidak terkesan murahan meski menjadikan bisnis pelacuran terbesar di Asia Tenggara sebagai latar belakang : Dolly, Surabaya.

Diawali dari kisah Jamilah dengan segala kemiskinannya yang menyebabkan ibunya tega mengambil keputusan untuk menyuruhnya bekerja di luar kota dengan harapan mengangkat derajat keluarganya. Hingga ia tenggelam dalam lembah pelacuran di Dolly dan menjadi pengisi akuarium-akuarium di sana. Pemikiran Mila (Jamilah-red) dan kawan-kawannya sesama kupu-kupu di sana sangat sederhana tentang konsep dosa dan balasan untuk orang seperti mereka. Bahkan terkesan tidak bisa mereka sepenuhnya yang disalahkan. Wanita mana yang mau seperti mereka?kotor,tidak berguna,penghuni neraka paling dasar,penyakit. Ah, biarkan saja mereka membusuk di neraka. Bagaimana dengan mereka yang mengaku suci tapi enggan mengulurkan tangan untuk para pendosa seperti mereka? Setidaknya dihadapan Tuhan nanti mereka bisa mengajukan gugatan kepada orang-orang tersebut agar mereka tidak melenggang dengan mudah ke surga. Seiring berjalannya waktu Mila bisa mengecap pendidikan walau dengan kejar paket dan berhasil menjelma menjadi mahasiswi psikologi di salah satu universitas swasta di Surabaya tentu dengan identitas lain sebagai penjaja cinta. Pertemuan dengan Almaida, putri salah satu pelanggannya, Waluyo membuatnya merasakan getaran lain yang mengikat mereka layaknya hubungan kakak adik.
Almaida adalah gadis berjilbab putri dari pengusaha kaya bernama Waluyo. Mamanya, Hepi Waluyo selalu membandingkannya dengan Andre, kakaknya. Mamanya yang sempurna. Cantik,cerdas,selalu berkembang,berpikiran maju. Di tangan Hepi perusahaan-perusahaan Waluyo semakin mengokohkan kekuasaannya. Berbanding terbalik dengan Maida hanya bisa diam,apatis,sendiri adalah temannya, dia bisa tahan berlama-lama diam tanpa melakukan apa pun. Hal paling menakutkan dalam hidup adalah mamanya. Perasaan was-was dan tertekan adalah rasa ketika berhadapan dengan sang mama. Wajah mereka mirip, jadi tidak mungkin Maida bukan anak Hepi atau kemungkinan tertukar dan kemungkinan-kemungkinan lain. Berarti semua DNA, kromosom, gen yang ada dalam diri Maida adalah dari Hepi juga. Atau mungkin kromosomnya salah menyampaikan sinyal? Atau ada kesalahan waktu replikasi DNA? Sehingga Maida menjadi si cantik tapi dengan kapasitas otak yang tidak memadai. Tertekan adalah kawan akrab Maida. Rumah seperti istana itu hanya menyumbang rasa takut dalam hidupnya. Andre, kakak kandungnya, hampir saja merenggut kesuciannya. Tak ada gunanya mengadu pada Hepi atau Waluyo, merekan akan lebih memihak Andre yang lebih bisa dibanggakan dari dirinya. Waluyo, papanya, lebih banyak diam, pasrah, menuruti apa saja kata Hepi. Dia seperti kehilangan jiwa sebagai laki-laki ketika berhadapan dengan Hepi yang nyata-nyata lebih hebat darinya.

Masih dalam kota yang sama, Surabaya. Qoshirotu Torfi, orang tuanya salah satu pengusaha juga, hidupnya berkecukupan,tapi dia ingin merasakan kesusahan. Sangat menyukai tantangan. Sangat suka memberi. Zaman sekarang tak ada sesuatu yang gratis, bukan? Mintalah pada Ochi, dengan mudah akan diberikannya. Cukup cerdas dan dengan kondisi orang tuanya saat ini dia bisa dengan mudah menentukan jalan hidupnya, menjadi dokter atau pekerjaan lain yang dengan mudah bisa digapainya. Akhirnya setelah ibunya sakit, mungkin karena memikirkan putri semata wayang yang tidak mau kuliah atau setidaknya meneruskan pendidikannya Ochi memilih salah satu universitas swasta dan mengambil psikologi. Di sana dia bertemu Vanya yang kemudian menjadi sahabatnya. Vanya yang ternyata adalah penari striptease yang lambat laun semakin tenggelam menjadi pemijat di spa terselubung yang melayani pijat plus-plus. Dan mau tidak mau Vanya juga bergabung di Dolly. Bersama Vanya, Ochi merintis DeL. The Dream Land, tanah impian bagi siapa saja. Bagi mereka para penjaja cinta, bagi ayah ibu yang tidak dipelihara anaknya di masa tua, orang-orang setengah waras yang berkeliaran di pinggir jalan, anak-anak yang dibuang tanpa nasab yang jelas, perempuan tanpa suami dan pelindung, mantan penghuni penjara yang tak punya tempat tujuan, pesakitan yang terabaikan,
sampah masyarakat yang tak punya tempat kemabali. Ochi ingin menaungi, berharap rumah istananya yang bahagia dapat dimiliki siapa pun. Betapa mulia cita-citanya, seperti namanya, Qoshirotu Torfi yang berarti bidadari. Singkat cerita DeL berkembang pesat hingga saat ini Ochi sendiri yang mengelolanya bersama dengan Yassir, suaminya. Hingga tiba-tiba Vanya Amelireya, sahabatnya, muncul dan menciptakan pertentangan dalam dirinya. Vanya membutuhkan Yassir di tengah perutnya yang semakin membesar. Ia akan mempunyai anak untuk kedua kalinya. Entah benih dari lelaki mana. Sudah beratus laki-laki bahkan mungkin ribuan yang sudah menanamkan sperma dalam rahimnya. Rahimnya yang kotor dan dihinggapi ribuan sperma dan mampu berkembang menjadi zygot dan berkembang menjadi janin. Berbeda dengan Ochi yang menurut dokter tidak ada masalah dalam rahimnya, hanya perlu bersabar. Tapi sampai kapan? Teori Sigmund Freud yang mati-matian dibantahnya tiba-tiba dia merasa melakukannya. Yang dilakukannya adalah insting hidup : bertahan, bertahan, bertahan. Entah apa tujuannya, yang pasti ia harus mempertahankan Yassir. Ochi sadar Yassir yang dicintai dan mencintainya sedang jatuh cinta dengan sahabatnya sendiri karena perut yang membesar itu, mungkin? Atau karena hati Yassir yang terlampau lembut dan mengasihani Vanya? Karena dia tidak bisa seperti Vanya sebagai wanita yang sempurna? Apa hanya mereka yang bisa mengandung lalu melahirkan yang pantas disebut wanita sempurna dan seorang ibu?
Ochi memilih jalan paling baik untuk rumah tangganya. Kejujuran adalah jawaban dan penyelesaian atas segala masalah. Tapi haruskah poligami menjadi jalan? Haruskah merelakan Yassir membagi cintanya?

Kata – kata dari Pak Mukti Ali, dosen favorit Ochi dan Vanya menutup rangkaian kisah ini :

“Mereka rela menjadi existere, orang yang sengaja menyuguhkan diri bagi sebuah penghidupan dan sebuah keberwujudan. Existere bukan hanya dalam konteks persembahan nyawa, tapi bagaimana orang memandang dirinya harus rela berkorban demi keseimbangan, demi orang lain.”
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Annisa M Zahro.
130 reviews25 followers
July 15, 2013
Judul: Existere

Penulis: Sinta Yudisia

Penyunting: Nanik Susanti

Pemeriksa Aksara: Azzura Dayana & Erdyant

Penerbit: Lingkar Pena

Jumlah halaman: 384

Cetakan pertama, Juni 2010

Harga normal: Rp 55.000

*Beli di bazar buku Gramedia Matraman*

"... existere, orang yang sengaja menyuguhkan diri bagi sebuah penghidupan dan sebuah keberwujudan. Existere bukan hanya dalam konteks persembahan nyawa, tapi bagaimana orang memandang dirinya harus rela berkorban demi keseimbangan, demi orang lain." (h. 357)

Novel ini berkisah mengenai tiga kehidupan milik tiga wanita, yaitu Jamilah (Milla), Almaida, dan Qoshirotu Thorfi (Ochi).

Jamilah (Milla)

Jamilah adalah seorang gadis desa. Ayahnya, Sardjo, taat beragama. Dia adalah seorang tukang becak, tetapi sakit-sakitan, sehingga tidak bisa memenuhi biaya hidup keluarganya. Meskipun serba kekurangan, Sardjo tidak pernah mau menerima uang haram. Karenanya, pemenuhan biaya hidup disokong oleh Kapsoh, ibu Jamilah. Namun, masih saja kehidupan mereka berada di bawah garis kemiskinan. Jamilah pernah bekerja di pabrik tenun, tetapi tidak lama karena akhirnya dia di PHK. Setelahnya, Jamilah pergi merantau ke Surabaya. Di sana, dia bertemu dengan Sonya, Lola, dan Rere. Tak lama setelahnya, hidup Jamilah berubah, seperti namanya yang berubah menjadi Milla.

"Jika kebahagiaan dan harta adalah persamaan linear, harusnya Milla merasa pengap di sini karena merasa jauh lebih bahagia di apartemennya yang nyaman bermandikan cahaya." (h. 131)

Almaida

"Agaknya, kemapanan tak selalu berbanding lurus dengan bahagia." (h. 116)

Seperti itulah yang dirasakan Almaida, putri seorang pengusaha ternama. Ibunya, Hepi Waluyo adalah perempuan dengan usia kepala empat, tetapi begitu cantik, enerjik, dan berkarakter. Almaida sendiri, di mata ibunya hanyalah gadis bodoh yang hanya menuruni kecantikan ibunya, tetapi tidak dalam hal kecerdasan. Malangnya lagi, Maida memiliki kakak laki-laki yang berkelakuan bejat, namanya Andre. Setelah lulus dari sebuah SMP Islam ternama, tetapi tidak diterima di mana pun, dia dimasukkan ke pesantren oleh Hepi. Dengan begitu, harapan Hepi adalah aib kebodohan Maida tidak tersebar di kalangan rekan kerjanya. Yang ada justru kesan bahwa Hepi memiliki anak yang cantik dan shalihat. Dari awal, hati Almaida berontak atas tiap keputusan yang diambil Hepi, tapi toh dia diam saja. Hingga suatu ketika dia bertemu dengan seseorang yang membuatnya merasa ada di dunia ini.

Qoshirotu Thorfi (Ochi)

Menjadi anak tunggal seorang pejabat departemen keuangan sekaligus pengusaha sukses yang dermawan adalah salah satu 'jalan mulus' yang diberikan Tuhan pada Ochi. Awalnya dia tidak tertarik untuk melanjutkan studinya ke bangku kuliah. Namun, setelah ibunya jatuh sakit, barulah Ochi tergerak untuk kuliah dan mengambil jurusan psikologi, seperti keinginan orang tuanya. Di sinilah dia memiliki teman dekat bernama Inez dan Vanya. Vanya ternyata memiliki sisi lain kehidupan yang kelam. Akan tetapi, Ochi tidak menghiraukannya. Vanya tetaplah sahabat Ochi. Suatu ketika dia bermimpi membangun DeL, rumah bagi penderita penyakit fisik maupun jiwa. Berkat kesungguhannya, tidak lama impiannya pun terwujud, meski masih sederhana, tapi DeL berhasil berdiri. Setelah lulus kuliah, dia menikah dengan Yassir, yang dikenalkan oleh Vanya dulu. Selama ini hidup Ochi berjalan sangat mulus. Akankah terus seperti itu?

"Mungkin ia pernah demikian sombong: cantik, kaya raya, keluarga terpandang, orang tua baik-baik, pantas mendapatkan Yassir yang shaleh. Mungkin, ia pernah beranggapan Vanya hanya perempuan rendah yang tak pantas mendapat apapun karena dosanya. Atas hak apa manusia mengklaim yang lain berdosa sementara dirinyalah si ahli surga?" (h. 160)

***

Novel ini jelas sekali menggambarkan betapa perasanya seorang wanita, dan betapa rentannya mereka. Perasaan wanita memang mudah sekali diombang-ambingkan. Begitu pula dengan yang saya rasakan ketika membaca novel ini. Perasaan saya campur aduk: kesal, prihatin, haru, dan tidak jarang ikut merasa bersalah, tertohok oleh beberapa kalimat yang ada di dalamnya.

Karena terinspirasi dari kehidupan yang cukup dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya, tulisan Sinta Yudisia ini jauh dari kesan mengada-ada. Pembaca seolah disuguhi berita yang disampaikan melalui sebuah cerita yang runut. Meskipun ketiga cerita ini nantinya akan terpilin menjadi satu kisah yang utuh, ketiganya tetap memiliki klimaksnya masing-masing.

Yang sepele, tapi filosofis adalah Sinta menggunakan kata "Episode" alih-alih "Bab", kata yang sangat akrab kita dengar di dunia visual (pertelevisian). Begitulah, kehidupan manusia memang terdiri dari ratusan, ribuan, bahkan jutaan episode dari manusia itu lahir hingga ajal menjemput. Setiap episode sendiri berkisah tentang kehidupan tiga tokoh utamanya.

Bagi pembaca yang menyukai sisipan ilmu pengetahuan di dalam sebuah novel, tentu tulisan Sinta Yudisia ini akan masuk ke dalam daftar kesukaannya. Sinta menuliskan cukup banyak teori-teori psikologi yang dipelajarinya semasa kuliah dulu di dalam buku ini. Namun, bagi pembaca yang kurang tertarik dengan tema psikologi, mungkin akan langsung melompati bagian-bagian itu.

Penulis juga menceritakan setting tempat, suasana, maupun waktu dengan sangat detail. Hal ini mampu membantu pembaca dalam mengimajiansikan apa yang mereka baca. Akan tetapi, bagi mereka yang lebih suka to the point mungkin akan menganggap karya Sinta Yudisia ini terlalu bertele-tele.

Hal yang cukup disayangkan adalah, banyaknya kosakata bahasa Jawa yang digunakan, tetapi tidak ada catatan kaki di bagian bawah halaman tersebut. Alih-alih dituliskan di bagian bawah, catatannya -yang berisi arti dari kosakata tersebut- dituliskan di bagian akhir novel. Tentu ini agak menyulitkan bagi mereka yang tidak memahami bahasa Jawa. Dan dari segi penulisan, masih terdapat beberapa kesalahan pengetikan.

"Betapapun manusia berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi berita kematian, terutama mereka yang memiliki arti penting dalam hidup ini, tetap saja kematian adalah berita asing yang terasa demikian cepat datangnya." (h. 207)

Di luar itu semua, novel Existere akan membuat pembacanya banyak merenungkan kalimat-kalimat yang ada di dalamnya, bahkan dari bagian "Pembuka Kata" sampai ke bagian "Catatan Penulis". Saya merekomendasikan buku ini bagi para wanita, khususnya. Namun, tidak tertutup kemungkinan buku ini untuk dibaca oleh kaum pria, mengingat peranannya tentu yang sangat besar dalam kehidupan wanita-wanita di sekitarnya.

My Rate: 4/5

posted here>> http://letsread123.blogspot.com/2013/...
Profile Image for Ade Putri.
216 reviews
October 19, 2018
Luar biasa. Saya cuma bisa bilang itu pada Mbak Sinta. Beliau mau mengangkat isu kupu-kupu malam menjadi sebuah tulisan yang mengharukan. Buku ini sama sekali tidak vulgar. Meskipun mengangkat isu kupu-kupu malam. Tapi justru Mbak Sinta mengemasnya dengan cara yang elegan dengan narasi yang kaya dengan diksi-diksi yang bisa dipahami dan menyentuh hati kita.

Dengan setting tempat prostitusi terbesar yang pernah berdiri, Dolly, di Surabaya, menggambarkan bahwa dunia malam itu benar-benar ada. Suami-suami yang tak puas dengan istrinya di rumah, mahasiswa, pengusaha, hingga konglomerat-konglomerat tokoh politik pernah ada bersama mereka. Naudzubillah.

Wanita di sana hanya ingin melayani. Mereka butuh makan. Mereka sudah tak peduli pada harga diri. Yang penting perut mereka terisi. Anak-anak mereka tetap bisa terurus meskipun malam harus bekerja. Bahkan hamil 5 bulan pun masih bisa bekerja. Subhanallah 😭

“Kau pikir orang-orang di luar sana tak melakukan dosa? Kau pikir, pelacur berada di dasar neraka; bukannya para pemimpun agama yang bersembunyi di balik tembok pesantren dan selalu melafazkan zikir tanpa mau beranjak keluar mengulurkan tangan untuk kita?” (hlm. 255)


Selengkapnya di Delina Books
Profile Image for Izzati.
3 reviews
Read
May 21, 2012
Judul Buku : Existere
Penulis : Sinta Yudistia
Penerbit : Lingkar Pena
Tebal Halaman : 366 lembar
Existere adalah novel yang bercerita tentang dunia pelacuran di Dolly. Ada tiga tokoh utama di novel ini yaitu Jamilah (Milla), Almaidah, dan Qosirotu Torfi. Jamilah adalah gadis miskin dari Tegal yang karena alasan ekonomi memutuskan untuk pergi ke Surabaya. Saat ia tak kunjung mendapat kerja, ia terbujuk rayuan Jean untuk menjadi pelacur professional. Gejolak batin sangat terasa di kehidupan barunya yang sangat tidak sesuai dengan apa yang telah di didik orang tuanya. Sejak kecil ia ditanamkan ajaran agama yang kuat, tetapi semua luntur dengan keadaan yang memaksanya melakukan hal tercela demi keluarganya di desa.
Almaidah, cantik dan berkerudung, putri pengusaha sukses bernama Waluyo. Mamanya seorang wanita brilian yang menguasai banyak perusahaan, sedangkan Almaida tampak begitu bodoh dan lamban berpikir. Almaidah merasa mamanya tidak bisa menjadi temannya, ia merasa mamanya adalah musuh besar baginya. Saat krisis perkawinannya, Waluyo memilih Milla menjadi wanita simpanannya, tapi perlahan-lahan Waluyo mencintainya. Almaidah dan Milla, pada akhirnya pun terikat cinta tulus layaknya kakak-adik.
Qosirotu Torfi (Ochi), seorang wanita cantik, kaya, berhati tulus, tujuh tahun menikahi Yassir, mereka belum dikarunia anak. Bersama Yassir, Ochi mendirikan DeL, the Dream Land, rumah bagi orang-orang terbuang. Di masa lalu, Ochi memiliki sahabat karib bernama Vanya yang turut merintis berdirinya Del. Vanya, di balik kehidupannya yang normal, menjalani kehidupan kelam sebagai penari striptease yang pada akhirnyapun menjajakan diri. Malangnya, Vanya berkali-kali hamil dan pada suatu ketika, dalam keadaan hamil tua ingin menitipkan bayi dalam kandungannya kepada Ochi dan Yassir. Keputusan itu ia ambil karena ia ingin merawat putrinya yang lahir cacat dan terbelakang mental. Yassir terombang-ambing antara kesetiaan dan keinginannya untuk menolong Vanya keluar dari permasalahan.
Novel ini sangat memberi ilmu bagi kita. Bahwa diluar sana banyak saudara-saudara kita yang masih sangat kurang moralnya. Novel yang sangat menyentuh hati dan memberi pengalaman sekaligus motifasi bagi kita. Novel ini juga tidak menonjolkan pornografi dan syahwat terlebih menonjolkan nilai social bagi masyarakat akan kehidupan seseorang di dunia yang liar.
Profile Image for Siti Awaliyah.
91 reviews1 follower
May 23, 2013
Buku yang kaya dan kompleks dengan cerita perempuan dari berbagai macam karakter, sudut pandang dan kompleksitas masing-masing. Mulai dari kehidupan para perempuan penjaja cinta di Dolly, super woman yang hebat dalam urusan otak, karir, dan materi, perempuan cantik namun dengan kapabilitas IQ pas-pasan namun EQ yang kumayan tinggi, perempuan miskin pekerja keras yang rela membanting tulang dan usaha apa saja hingga berhutang dan mencuri demi kelangsungan keluarga, hingga perempuan yang terlahir sempurna dengan segala kemewahan kasih sayang dan kemuliaan sifat namun tidak sempurna sebagai seorang wanita..
Buku ini mengajarkan bahwasanya hubungan harus dilandasi dengan kejujuran dan koreksi diri. Belajar memahami kehilangan rasa cinta ketika perasaan itu harus dibagi ke orang lain, belajar memahami akan harga diri untuk tidak mengemis perasaan pada seseorang jikalau memang perasaan itu telah berpendar pudar perlahan... Saya salut dengan tokoh Ochi yang mau mencoba berusaha namun tetap jujur untuk rela pergi jika suatu saat titik kesabaran itu akan habis melihat cintanya berbagi...dan terakhir adalah existere... Mencoba berkorban untuk kepentingan banyak orang.
Profile Image for Efi Fitriyyah.
12 reviews3 followers
February 5, 2013
Halaman favorit dari buku ini adalah halaman 223-224. Ini kutipannya :

"Saat Yang Ti sedih bukan main, ndak tahu harus bagaimna menghadapi kondisi ini, Yang Ti ingat pesan kiai dulu. Lalu Yang Ti ambil wudhu, shalat dhuha dan buka Quran. Apapun jawabannya, Yang Ti pasrah. Lalu dapatlah surat Alam Nasyrah itu.

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu?
dan Kami telah menurunkan beban darimu
yang memberatkan punggungmu
dan Kami tinggikan sebutan namamu bagimu.

"Saat itulah yang Ti tersadar, bahwa doa-doa sudah dikabulkan Allah. Sudah diangkat beban dari punggung ini.... Lalu ketika Tuhan memberikan beban yang lain lagi, itu persoalan lain, Bukankah beban yang dulu sudah diangkat? Sekarang jika ada masalah, tidakkah perlu untuk meminta kembali kepada-Nya?

Profile Image for Dian  Ekaputri.
39 reviews4 followers
December 8, 2013
Ceritanya menggugah banget...
Belajar banyak dari Ochi,

Sabar, iklas, nerimo....

Nemu ini:

"Niat dan kesempatan adalah rumus kejahatan. Namun kesempatan selalu tersedia, sekalipun hanya berupa celah kecil, jika dinyalakan oleh niat yang terpendam membara akan berubah menjadi rangsangan mencengangkan." Pg. X

"Sabar itu senjata utama perempuan. Senjata pamungkas. Karena itu harus sering diasah, dan memang berat. Berat sekali, Nduk. Berat sekali,"Eyang putri mengelus rambut Ochi yg halus." Pg. 250

Sangat membekas permintaan Ochi kepada Yassir (Pg.329 - 330)
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books174 followers
July 7, 2010
Bukan karena "promo" belaka sehingga saya memberi 5 bintang. Sekali lagi, Sinta Yudisia membuktikan kepiawaiannya meramu cerita. Idenya cukup kontroversial dan sensitif--mungkin, tentang perempuan-perempuan malam Dolly, kompleks pelacuran terbesar--konon--di Asia Tenggara. Tapi penulis menuturkannya dengan bernas, tidak hitam putih. Bener-bener wajib baca buat para perempuan, juga para lelaki (kalau ini promo hehe).
Profile Image for Akhi Dirman Al-Amin.
22 reviews6 followers
March 23, 2012
saya pertama kali menyukai karya2 mbak Sinta Yudisia sejak saya membaca cerpennya yang berhasil menjadi juara di Annida, "Gadis Kota jerash". Sejak itu, saya terus membaca karya2nya. Latar yang kuat menjadi salah satu kekuatannya.
Dan membaca buku ini semakin membuat saya tak berhenti membaca karya2nya, tentang Dolly dan pelacuran di tanah air. Miris sekaligus memberikan sesuatu ke pembaca
Profile Image for Ahmad.
Author 8 books37 followers
Currently reading
February 5, 2011
Sinta Yudisian pertama kali saya kenal lewat bukunya yang berhasil menjadi Juara Penulisan Sayembara Novel GIP. Beberapa kali tulisannya tentang Mongol. Kali ini tentang Dolly. Masih saya baca. *Belumbisa kasih review... ;p
Profile Image for Frida .
10 reviews
September 21, 2013
Existere adalah novel karya mbak Sinta Yudisia yang pertama kali saya baca dan langsung jatuh hati. Kekuatan buku ini bukan hanya pada isinya yang jarang ditulis oleh penulis-penulis karya sastra islami, tapi juga pada judul dan cover bukunya yang super kereeen.
Profile Image for Mufarochatun 'nuta'.
11 reviews2 followers
Read
September 13, 2010
ternyata banyak sisi kehidupan yang bisa aku tahu dari buku ini. Sesuatu hal yang tak pernah kuduga sebelumnya...
Profile Image for mona.
29 reviews
January 7, 2011
more wide-open eyes about the prostitution
Profile Image for Helene Koloway.
Author 4 books5 followers
October 5, 2011
Buku pertama Sinta Yudisia yang saya baca, dan saya suka sekali cara penulisan, juga thema yang diangkat. Mengajarkan tentang moralitas, agama/religi tanpa menghakimi dan menggurui....
Profile Image for Fhia.
497 reviews18 followers
September 24, 2012
udah lama ga baca buku keluaran penulis Lingkar Pena.
emang beda! novel yang bikin kita melihat satu sisi dunia yang mungkin selama ini tabu jika dibicarakan. but it exists.

Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.