Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sukarno: Orang Kiri, Revolusi & G30S 1965

Rate this book
Melalui kumpulan tulisan ini, Ong ingin mengatakan bahwa Peristiwa G30S telah membuat Pemimpin Besar Revolusi hilang dari panggung nasional dan internasional. Ternyata revolusi tidak berjalan sebagaimana digariskan Sukarno. Selama pemerintahannya, situasi sosial-politik telah tumbuh ke dalam suatu kondisi matang bagi terjadinya revolusi lain. Sukarno digulingkan oleh kontrarevolusi yang dilancarkan Soeharto.

Ong jelas sebagai pengamat memiliki akses dan perspektif yang tak terduga dalam sebuah era, dimana kepentingan pribadi dan persaingan antar kelompok semakin meningkat. Wawasan ini juga memberinya sebuah perasaan yang tajam akan jalan tragis Indonesia, sebuah tanda yang terbukti dalam peristiwa 1965–1966. -Ruth McVey penulis The Rise of Indonesian Communism-

219 pages, Paperback

First published April 1, 2009

4 people are currently reading
98 people want to read

About the author

Onghokham

22 books12 followers
Onghokham (Ong Hok Ham) adalah seorang sejarawan dan cendekiawan Indonesia. Ia sering menulis pada kolom sejarah di majalah Tempo. Kumpulan tulisannya di majalah ini selama tahun 1976-2001 diterbitkan pada tahun 2002 dengan judul Wahyu yang Hilang, Negeri yang Guncang.

Sebagai sejarawan, Ong Hok Ham menulis banyak artikel mengenai kaum peranakan Tionghoa Indonesia. Lima belas dari puluhan artikelnya yang pernah diterbitkan Star Weekly kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku berjudul Riwayat Tionghoa Peranakan di Jawa.

Ong Hok Ham juga merupakan mantan dosen di Universitas Indonesia. Disertasinya selesai ditulis tahun 1975 dengan judul The Residency of Madiun; Priyayi and Peasant in the Nineteenth Century dan gelar Doktor diraihnya dari Universitas Yale, Amerika Serikat. Buah pemikiran Ong diabadikan dalam wujud pusat pelajaran sejarah Ong Hok Ham Institute di Jakarta Timur. Ia pensiun dari Universitas Indonesia pada tahun 1989.

Ong Hok Ham meninggal dunia pada tanggal 30 Agustus 2007 karena stroke. Sebelumnya ia juga pernah terkena serangan stroke pada tahun 2001. Namun hal ini tidak mengganggu semangatnya untuk menulis, meskipun hanya dengan tangan kanannya.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
8 (20%)
4 stars
13 (33%)
3 stars
14 (35%)
2 stars
3 (7%)
1 star
1 (2%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Abieffendi.
65 reviews9 followers
April 28, 2013
dari awal sampai akhir, sulit sekali mengikuti jalannya tulisan dalam buku ini. Karena itu saya berpendapat buku ini kurang cocok bagi pembaca pemula, dalam artian yang tidak mengetahui secara, setidaknya, garis-besar peristiwa g30s.

Tapi yg menarik bagi saya pribadi adalah bagian akhir buku ini, dimana seorang sejarahwan kolega Ong Hok Ham melampirkan tulisan ong hok ham selama ia mengalami tekanan psikis hebat paska g30s. ong hok ham target C*A?
Profile Image for Manikmaya.
99 reviews40 followers
August 21, 2013
Buku ini menegaskan seperti apa hubungan Soekarno dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya. Beliau dekat dengan orang-orang moderat macam J.F. Kennedy dan orang-orang komunis sosialis macam Mao Zedong, tapi kurang bisa membawa diri di hadapan orang-orang liberal-demokratis. Berhentinya Bung Hatta dan ditahannya Syahrir membuat diplomasi luar negeri Indonesia menjadi kacau, sebab Bung Karno bukan orang yang suka duduk berunding dan merencanakan sesuatu sampai sedetail-detailnya.
Profile Image for adiaddicted.
37 reviews
March 22, 2015
Tulisan kesaksian Onghokham sbg pengamat dan pelaku sejarah, pemikiran dan lakon yg di bawakan oleh "sang penjambung lidah rakjat" pada masa awal berdirinya Republik ini
1 review
June 4, 2016
This is the great book for people who want to know the history about Black Indonesia
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.