Ada persoalan yang belum tuntas di antara kita. Bukan, bukan dendam. Hanya tanda tanya besar mengapa kau meninggalkanku di saat aku paling membutuhkanmu. Aku marah, kesal, dan kecewa. Namun, semua itu tertutupi hangat cinta yang masih menyala-nyala dalam hatiku.
Setiap malam aku berdoa, suatu saat bisa mendengar suaramu lagi. Aku mendongakkan kepala ke langit, berharap kau melihat rembulan yang sama denganku. Kemudian aku menutup mata, takut waktu membuatku keburu melupakan raut wajahmu.
Sebut aku sentimentil, tapi aku sungguh merindukanmu.
"Ada mimpi yang tetap indah jika tetap jadi mimpi. Itu hal yang membuat kita terus berharap. Namun ada pula kenyataan yang memang indah jika kita menerimanya dengan ikhlas meski tidak pernah memimpikannya sekalipun." Aku terdiam mendengar kata-kata itu. Ikhlas. Sebuah konsep yang sulit sekali untuk dijalani.
-----------------------------------
Sendirian. Pernahkah kamu merasa ketika bangun dari tidur dan merasa begitu sendirian, begitu sendu? Rasanya dunia berwarna abu-abu. Suatu perasaan, saat kamu ingin sekali sendirian sekaligus bertemu semua orang dalan hidupmu. Waktu saat kamu sadar bahwa dalam hidupmu detik inilah yang terbaik. Kala ketika kamu ingin di situ saja, tak mau ke belakang tapi takut melangkah ke depan. Tentu saja, akan lebih pilu lagi jika ditambah dengan menangis sepuas mungkin.
Note: nggak suka sama endingnya, makanya ku kasih 2 bintang aja lah.. Kurang aja greget nya..
Entahlah, saya ga berasa apa-apa saat membaca novel ini. Bener deh!
Tentang Adriana yang mencari cintanya, Reno yang telah ia tinggalkan selama 10 tahun. Ternyata si Reno udah menikah dan punya anak. Perjalanan pencarian Adriana kayaknya ga sesulit yang saya bayangkan, endingnya pun kok rasanya ga nyambung gitu.
Beberapa salah ketik, seperti 'kami' tertulis 'kamu' dan 'televisi' tertulis 'televise' yang kayanya sepele tapi kan artinya jadi laen. Banyak sekali deskripsi pemandangan yang menurut saya malah membosankan dan tidak memperlihatkan keindahan tempat yg diceritakan, jadinya terkesan hambar.
jelek banget nih novel... pantes dari 2013 sampai sekarang baru khatam minggu kemarin... nggak nyangkut banget. apalagi muncul kok bisa ketemu dan kok bisa ketemu yang lainnya, aku nggak respect blass!!!
Akhirnya tamat juga buku ini.Sebetulnya sudah mau menyerah di halaman halaman awal, tapi lalu saya lanjutkan sampai akhir.Saya berharap ceritanya akan menarik karena idenya tentang mencari seseorang yang terpisah selama 10 tahun, apalagi settingnya Jogja.Tapi yang terjadi adalah tokoh utama yang repot dengan pria pria dalam hidupnya, cara bercerita yang nggak ngalir dan bikin bosan.Tapi sepertinya ini tulisan awal Yudis, karena tulisannya yang sekarang sudah berkembang pesat.
Sampai sekarang saya masih tidak mengerti mengapa novel yang baru selesai saya baca ini hanya mendapat rating dibawah empat. Bahkan tiga saja tidak sampai. Banyak juga para pembaca yang memberi bintang 1 dan 2. Alasannya adalah karena kesalahan dalam percetakan. Hal itu tidak saya temukan dalam novel Mendamba saya. Mungkin karena yang saya punya adalah cetakan keempat. Dan saya berani memberikan lima bintang. Mengapa ?
Di awal saya membaca saya juga kurang paham dengan jalannya cerita dan penggunaan kalimat yang berbeda dengan jalannya cerita. Seiring saya membaca saya menjadi paham, itu adalah ciri khas dari sang penulis.
Mendamba menceritakan tentang Anna yang akan dijodohkan dengan orangtuanya, lalu ia pergi ke Yogya untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu dan ternyata Reno, kekasihnya di masa lalu telah menikah dan memiliki seorang anak perempuan. Pada akhirnya Anna yang sempat depresi menikah dengan Naufal, sahabat Anna dan Reno.
Memang singkat. Namun sangat memilukan ketika saya baca novel ini. Betapa geramnya ketika Anna pergi meninggalkan Reno yang koma. Betapa kasihannya Anna di saat melihat Reno telah berkeluarga.
Akhir dalam cerita berupa happy ending. Semua berakhir bahagia. Akhir cerita yang tidak pernah saya duga sebelumnya.
Banyak sekali pesan - pesan yang disampaikan dalam Mendamba. Novel ini sangat cocok dibaca bagi para wanita yang lebih senang dalam kesendirian.
Gimana yaaa. 2 bintanglaaa. 1 buat cover, 1 buat isi. Yaa, saya emang suka covernya. Unik. Tapi isinya, oh noooooooooooooo #histeris. Knape tu pade salah ketikkkkkk??? Terbalik-terbalik pulaaa. Apalagi nama-nama tokohnyaa, itu nyawa buat orang bisa ngerti jalan cerita ini lagi dilakoni oleh siapa aja. Saya sampe merasa perlu membaca ulang kalimat yang 'ganjil' berkali-kali untuk mengerti siapa tokoh yang sedang dimaksud penulis di bagian ini. Seperti Naufal berubah menjadi Daffa dan Astria menjadi Afra, dan sebaliknya. Semua masing2 2 kali terbalik!!! *hosh hosh* typo juga banyak. udah ah. males saya buat baca ulang lagi. #jleb
sebenarnya bagus sih, tapi saya merasa kurang dalem *sedalem apakah? relatif*, endingnya juga tiba-tiba "Dri, will you marry me?", seakan baru disadarkan bahwa OH! Ternyata si Noval rupanya suka juga sama si Adri?? Ya ampunnnnn, saya ga nyadar sama sekali lhooo. Gimana yaa, penggambaran rasa suka Noval ke Adri itu seperti teman cowo pada umumnya menurut saya. Nasib berkata lain, saya pun dibikin bingung oleh novel ini. Good luck deh buat yg baca novel ini.
PS : mo nanya ni ke smua orang, itu emang ga ada footnote atau buku pinjeman gw ini kehilangan footnote? soalna ada angka buat menunjukkan footnote gtuu.
Saya rasa penokohan adriana adalah sesosok wanita yang ketika mudanya masih haus dengan impiannya dan masih berjiwa labil. Karena pada saat dia mengetahui calon suaminya koma, dia tidak bisa menerima dan memilih pergi untuk melanjutkan studi dengan beasiswa. Setelah sekian lama, rasa cinta tentunya masih ada dan penyesalan pasti ada. Ketika Adriana memutuskan untuk mencari kembali calon suaminya, disitu dia sebenarnya masih menaruh harapan bahwa Reno masih mencintainya dan mnunggunya. Tapi, kenyataannya Reno sudah mempunyai anak walaupun istrinya sudah meninggal. Disitulah, Adriana merasa cinta dan harapannya sirna. Walaupun itu adalah salah Adriana sendiri karena meninggalkan Reno disaat Reno membutuhkannya.
Disini, kalau menurut saya ada pesan tersirat tentang Cinta. Jika kita mencintai seseorang dengan tulus, hendaknya kita selalu bisa setia terhadap pasangan kita dalam kondisi apapun. Karena kesetiaan bagian dari cinta yang tulus.
^_^ first review setelah sekian lama jadi anggota goodreads akhirnya aku nulis review juga heheeh
kirain teh cukup seru pas ngeliat review orang. tapi ternyata eh ternyata saya kurang suka. wah, gimana ya.
di halaman-halaman pertama buku, saya merasa sedikit terganggu dengan kata yang terbalik, kurang, atau salah penempatan. walaupun dalam satu halaman hanya beberapa, tapi itu cukup mengganggu saya yang suka membaca pada malam hari dan menjadi lebih teliti. yang sangat di sayangkan, adalah konfliknya yang menurut saya kurang kuat. kurang gregetnya, kurang emosi, seperti kurang 'rasa'-lah kalau kata kita mah. ada beberapa kesempatan dimana konfliknya itu bisa melonjak bagus, tapi ternyata setelahnya langsung selesai. wah, saya sedikit kecewa nih. dan bagian akhir yang lumayan cepat. walaupun saya sudah menduga bahwa si naufal-lah yang akan bersanding dengan si cewek, tapi saya malah masih berpikir si naufal itu masih mencintai si afra. nah loh, walaupun mungkin sudah menyukai si cewek. kurang ngena aja perasaannya.
Sebenarnya, tidak perlu heran kenapa akhirnya tiba-tiba menjadi seperti itu, karena yang dibutuhkan Adri hanyalah lelaki yang dapat memahami dan mengerti dia. Sejumlah clue sudah ditebar di beberapa bagian.
Tapi, sebagai pembaca, menjadi tidak menarik pilihan akhir yang seperti ini. Tidak menarik dalam artian menjadi jauh dengan judul: mendamba (yang semula dimaksudkan bahwa yang ia damba adalah cinta lamanya, Reno --bukan Naufal), begitu juga dengan blurbnya yang sangat menyiratkan babak baru hubungan Reno-Adri setelah sepuluh tahun itu.
Jadi, izinkan pembaca untuk membuat endingnya sendiri dalam kepalanya masing-masing. Antara Adri yang tidak milih siapa-siapa, atau Adri memulai semua lagi dari nol dengan Indra karena dukungan Naufal.
P.S. aku sangat senang sekali karena cerita mengambil latar belakang (pendidikan atau pekerjaan tokoh) yang sama dengan studi yang digeluti penulisnya.
Dua bintang untuk bukunya. Lima bintang untuk sampulnya.
Aku baca buku ini karena penasaran sama buku debutnya Ka Adit, sebelumnya belum pernah baca tulisan dia juga.
Jujur, aku kurang bisa masuk ke dalam ceritanya. Mungkin karena gaya menulisnya Ka Adit yang bukan selera aku. Selera orang kan beda-beda. Hehe
Tapi salut sama Ka Adit, yang ternyata alumni KSHE IPB ini. Diksi yang dipakai bervariasi sekali. Terus bukunya juga udah cetul beberapa kali, kan, yang Mendamba ini?
Plot ceritanya sih seru, tapi eksekusinya kurang. Kadang jalinan kalimat dan paragrafnya agak kurang berkesinambungan. Kurang smooth. Terus agak ngeblur juga sama karakternya. Penokohannya kurang kuat.
But overall, untuk buku debut sih cukup bagus lah. Dua bintang dari aku cuma menyatakan selera. :)
Memandang bulan yang sama. Mengingat memori yang senada. Dan mungkin memainkan cressendo yang sama. Begitulah beberapa doa yang terlontar dari bibirku setelah membaca sinopsis 'mendamba'. Saat kubaca sinopsis buku ini, aku cuma tersenyum kecut. Pillow Talk dan 2 buah komik yang New Arrival benar-benar menggodaku. (T.T) hh.. aku harus benar-benar berjuang. Yoa cuma bisa menggodaku, "Kamu banget deh, mbak eL."
Awalnya semangat banget buka novel ini, namun setelah membaca beberapa halaman aaaa kenapa nggak paham sama ceritanya. Mungkin karena setelah beberapa halaman kerasa nggak paham jadi pada halaman selanjutnya juga nggak bisa menyatu sama ceritanya. Agak kecewa juga pas tau bahwa dulu Adriana yang ninggalin Reno dan Reno akhirnya nikah dengan wanita lain. Tapi endingnya cukup menghibur sih, akhirya Adriana bisa mendapatkan lelaki yang bisa mengerti dan memahaminya.
Setuju deh sama orang-orang yang bilang kalo awal-awal ceritanya ngebingungin. Untung separuh jalan udah mulai ngerti, walaupun rada ga paham (-_-). Banyak salah cetak ya. Ini contohnya: Indra kan nelpon Adrianna (siapalah namanya, lupa) nanyain udah makan apa belom, trus dijawab Adri udah, eh si Indra malah nanya 'Kok belom?' LAAAAHHHH, BEGIMANA CERITANYEEE?!
Masih banyak sih salah-salah yang lain cuma males buka bukunya lagi.
Gimana ya? Jalan ceritanya bagus, tapi aku mengutuk adriana yg katanya sangat mencintai reno hingga menunggunya 10th trus setelah tau reno dulunya sudah menikah dan memiliki seorang putri malah mundur-___- /gerem/ toh istri reno sudah meninggal. Mungkin kalau adriana hidup bahagia bersama reno dan anaknya novel ini akan selesai dibaca dengan seulas senyuman hangatku hihihi
Aku pikir ceritanya seseru sinopsisnya, ternyata kurang greget dan mendalam.Perjalanan cinta Adriana yang mencari cinta masa lalu setelah terpisah 10 tahun, lika likunya ga seru menurut aku, biasa2 aja...
Eeeerrr... penokohan yang "I don't get it", tidak adanya konsistensi detail cerita (di awal bilang usia lebih dr 30, eh baru 1 halaman kemudian bilang hampir 30 thn), typo, deskripsi entah kenapa aku merasa ngga beraturan, any else.. Cerita oke, sayang eksekusi kurang.. :(
Latar belakangnya menarik. Pekerjaan yang terkait dengan alam. Dijelaskan dengan detail dan hidup. Terbayang jelas deh. Chemistry tokoh-tokohnya juga oke. Hanya kurang bisa menikmati saja.