Bila sahabatmu adalah matahari dan kamu adalah bulan, apa yang akan terjadi kepadamu ketika pagi menjelang dan matahari terbit? Apakah orang-orang di bumi akan bisa melihatmu di atas langit sana?
Seluruh laki-laki di satu bumi ini pasti akan bahagia luar biasa seandainya mereka bisa menjadi sahabat Jelita. Sebaliknya, bila semua perempuan di beberapa galaksi dikumpulkan, mereka pasti akan lebih memilih mati daripada harus menjadi sahabat Jelita. Kecuali Anjani.
Jelita Gani dan Anjani Anjasmara adalah dua sahabat sejak kecil. Jelita seorang perempuan yang cantik tak terkira dan pintar luar biasa. Kecantikannya membuatnya dikitari oleh laki-laki dari berbagai jenis karakter. Kepintarannya membuatnya dilimpahi kepopuleran. Jelita selalu menjadi matahari di mana pun dia berada.
Anjani, sahabat Jelita, adalah seorang perempuan tomboy yang selalu memerankan tokoh sahabat setia. Sepanjang hidupnya Anjani menyaksikan para laki-laki berlomba mengejar Jelita. Sepanjang hidupnya Anjani mengurusi para laki-laki yang menggunakan dirinya untuk mendekati Jelita. Sepanjang hidupnya, Anjani merasakan sosoknya perlahan menghilang di balik awan setiap kali Jelita muncul. Seperti bulan ketika matahari muncul. Atas nama persahabatan, Anjani tak pernah beranjak dari sisi Jelita. Bagi Anjani, persahabatannya dengan Jelita lebih berharga dari laki-laki mana pun...
... sampai lalu sahabatnya itu berbalik memusuhinya ketika seorang pangeran impian datang menawarkan cinta. Masih tersisa luaskah hati Anjani bagi sahabatnya? Apakah Anjani rela menukar cintanya pada sang pangeran impian dengan persahabatannya dengan Jelita?
Mariskova is a writer currently residing in Jakarta. Her writings among others are published as novels, antologies, short stories, and articles. Her first novel with Gramedia Pustaka Utama was Hair-Quake and published in 2008. The second novel followed titled To Tokyo to Love (2008), Fly Him to the Moon (2010), A Wish for Love (2013), Broken Clouds (2023) and The Same Sky (2023). Some of her novels are included in the category of Metropop Klasik GPU.
Setahu gw mba mariskova ini memiliki beberapa judul novel, nggak tahu yah kenapa sebagai pembaca gw nggak bisa langsung melakukan tindakan beli secara impulsif terhadap karyanya-karena gw termasuk orang yang spontan-. Terkadang, bagi orang-orang yang setiap bulannya belanja buku, -jauh lebih banyak daripada baju- kita bukan orang yang selektif dalam memilih, tetapi karena pengalaman memilih membuat kita punya daya jitu untuk memutuskan membeli atau tidak tanpa pikir panjang. Jurus itu adalah chemistry *tadaa*. Nggak percaya kan loe. Tapi adakalanya saat melihat sebuah nama yang sama dalam beberapa judul membuat kita berpikir, wah jam terbangnya sudah banyak dan belum pernah baca karya penulis ini. Btw, gw juga bukan orang yg mudah percaya review-an orang.
Jadilah gw mencoba satu. Seperti biasa ini bukan resensi novel. Ini hanya curhat habis nyoba nyicipin baca novel ini. Yang paling gw ingat adalah agak aneh dialognya pada penggunaan kata ‘kepada’ dan ‘dengan’. Apalagi pada saat kata itu berada dalam dialog bebas, terasa makan ikan tertelan duri dan kaku. Kisah tentang persahabatan dua perempuan sebenarnya selalu menarik. Apalagi jika sudah sejak kecil. Selain kita tahu tabiat dan jeroan masing2, ada kalanya kita tidak bisa berkata ‘tidak’ pada sobat kita. Sebenarnya itu ide menarik tetapi ketika klimaks ke anti klimaks, menurut gw anjani bukan sahabat yang baik. Sahabat yang baik bukan tentang kita selalu mendahulukan dia diatas hal lain, bukan tentang mendengarkan dia lebih dahulu, bukan tentang selalu membela dia, bukan tentang selalu memaafkan. Esensi sahabatnya disini nggak membuat gw menjadikan anjani sahabat gw. Gw berkata seperti ini bukan maksud untuk mengatakan bahwa sang penulis berhasil menokohkan dan memberikan karakter pada tokohnya, tetapi lo akan tahu kalau sudah membaca sendiri deh.
waktu baca buku ini, berasa baca script sinetron. Ide cerita simpel, tentang dua orang sahabat yang sama-sama suka sama satu cowok. Jelita yang jadi tokoh sempurna, dan sahabatnya Anjani yang jadi cewek tomboy tapi berbakat. Keduanya suka sama satu cowok, Donny, yang digambarkan sebagai cowok ganteng tapi super sensitive. detail dalam novel ini sangat jelas. Mulai dari penggambaran ruang, karakter tokoh. Hanya saja sering diulang-ulang, sehingga nyaris membosankan. wajarlah kalo buku ini bisa setebal 300an halaman.
Surprisingly i like this book. Walau cerita tokohnya sedikit lebay dan ngeselin grgr Anjani ini terlalu kelewatan bodoh tapi cerita ini cukup seru buat dibaca.
Menurutku nih buku rada aneh deh, kenapa? karena judulnya uda gak nyambung dengan cerita didalamnya...hehehe..mungkin harus nanya sama nih pengarangnya, kenapa judulnya itu..:)
Ceritanya sih menurutq biasa aja, kisah persahabatan antara dua wanita bernama Anjani dan Jelita, dari namanya uda ketebak banget ya,kalo Jelita pasti cantik banget sedangkan Anjani tomboy. jadi cerita tuh, ada cowok bernama Donny yang sebenarnya Anjani mulai suka ma tuh cowok, tapi karena Jelita yang cantik akhirnya Donny hanya melihat kecantikan dari Jelita dan mereka pacaran. Hingga akhirnya Jelita memutuskan secara sepihak kepada Donny. Mulai deh masalah muncul, Donny mencoba untuk bunuh diri, Donny minta tolong Anjani untuk bantu dia agar bisa baikan lagi dengan Jelita tetapi Anjani menolak, hingga Jelita marah-marah tanpa alasan kepada Anjani. Dan selanjutnya, Anjani dan Jelita bertengkar, Anjani coba mendekati Donny, akhirnya Donny jadi mulai menyukai Anjani. (so intinya simple banget kan) Tetapi gak tau kenapa nih buku bisa tebal ya, ampe 300an halaman, padahal ceritanya cukup sederhana. Mungkin karena ada karakter-karakter lain, seperti Togar, pembantu, adiknya Anjani, ibu dan ayah Anjani,mantan-mantanya Jelita, pacar gelapnya Jelita, dan lain-lain, jadi terlihat ceritanya komplit deh......:)
Ceritanya sederhana, tentang dua perempuan yang bersahabat dari kecil lalu tiba-tiba datang seorang laki-laki yang membuat persahabatan mereka menjadi retak. Jelita yang terlalu egois dan Anjani yang terlalu naif membuat keduanya semakin jauh. Baca novel ini sebenarnyamengingatkan ku sama cerita ftv. Walaupun agak nggak rela kenapa cowok yang diperebutkan seperti itu tapi yaa tetep bisa enjoy bacanya sampai habis. Dan sebenarnya kalau diperhatikan judul novel ini mengandung spoiler hehe, fly him to the moon - bawa dia ke bulan...
heran deh Jelita itu kan bukan super star cuman penyiar berita tapi kok bisa heboh banget gosipnya, dasar infotainment, si Donny cemen banget jadi cowok ga sesuai dengan tampang dan bodynya, diputus aja bunuh diri, si Anjadi lebih bodoh lagi, mau maunya ngasah sama temen yang egois macem Jelita. untung gak beli
Sumpah si Anja ini bego banget. Gak punya harga diri atau apa? Sahabat juga tetep aja! Dan dia, juga bukan sahabat yang baik untuk Jelita, dia nggak repot-repot mengingatkan konsekuensinya ganti-ganti cowok. Jelita, dramaqueen banget.
Yang paling menyenangkan saat baca novel ini adalah narasinya. Narasinya seru, cenderung lucu, dan cukup berkesan.
Tentang Anjani yang bersahabat dengan Jelita sejak masih bayi, tetapi Anjani merasa kalau dia hanyalah "bulan" dalam kehidupan "matahari" Jelita.
Anjani bekerja sebagai arsitek di kantor Papanya sendiri dan dia cukup skeptis terhadap laki-laki karena ... dia sering menjadi pendengar cerita-ceritanya Jelita.
Anjani seorang pendengar dan pendiam. Dia terkesan kuat, tetapi rendah diri.
Dari sekian banyak tokoh di novel ini, hanya Anjani-lah yang dijelaskan secara detail dan juga mendapat perubahan dari kejadian-kejadian yang ditulis penulis.
Sementara karakter lain cenderung flat, melakukan sesuatu tanda dijelaskan alasannya kenapa.
Saya sedikitnya paham kenapa Anjani bisa lengket begitu pada Jelita, meski Jelita enggak layak disebut sahabat sejati. Hubungan kedua sahabat ini toxic. Anjani cenderung mengalah, Jelita jelas sama sekali tidak mau tahu apa pun tentang sahabatnya. Saya pikir, satu-satunya alasan Anjani bertahan sekian lama karena dia kagum pada sahabatnya itu. Dan tidak ada yang menyadarkan Anjani kalau kekagumannya itu malah membuat dia harus terlalu bekerja keras sebagai seorang teman (dia rela begadang, padahal sudah capek kerja seharian).
Namun, keluarga Anjani bukanlah keluarga toxic. Kehidupan keluarga Anjani jauh dari kata toxic itu sendiri, sehingga ... rasanya tidak masuk akal dia terlalu lama bersahabat dengan Jelita. Itu termasuk plot holes besar. (Atau mungkin, karena kedua orangtua bekerja, sehingga Anjani jarang berinteraksi dengan orangtuanya? Kalau kejadiannya memang begitu, saya bisa paham).
Nah, kepribadian Jelita sendiri tidak dijelaskan secara khusus, sehingga inilah yang bikin saya sebagai pembaca tidak suka dengan ending yang diberikan oleh penulis.
Lalu, untuk Donny yang menjadi sentral perubahan hidup Anjani, juga tidak dijelaskan secara jelas. Iya, dia menyesal bunuh diri. Tapi ... apa yang bikin mental dia sampai se-down itu? Apakah dia dari keluarga yang tidak harmonis? Lalu, apa saja yang dilakukan Jelita kepada dia? Dan, apa mungkin dia tiba-tiba langsung nyesal setelah bunuh diri? Orang yang berkali-kali ingin bunuh diri, tidak akan secepat itu merasa menyesal telah kehilangan sesuatu.
Overall, saya suka narasi dan pembawaan cerita Anjani.
Anjani bersahabat dengan Jelita. Seperti namanya, Jelita sangat cantik, pintar pula. Kecantikannya selalu membuat laki-laki langsung jatuh cinta padanya. Sebaliknya, Anjani memiliki wajah yang terkesan tomboi. Alasannya tak pernah pacaran adalah belajar dari kasus Jelita. Cinta selalu bikin orang gila. Namun, jelas ada saja yang suka pada Anjani. Lalu Anjani akan pilih siapa? Sahabat atau orang yang menyukainya?
Jujur, gaya bahasa penulis ini sangat detail. Caranya menjelaskan sesuatu itu bikin paham situasi dan kondisinya. Entah kenapa itu jadi nilai plus, padahal biasanya aku tidak suka narasi yang terlalu kemana-mana. Namun, ini beda! Seperti khas penulis gitu, lho. Memakai sudut pandang pertama dari Anjani, tetapi setiap tokoh diceritakan dengan baik.
Ada beberapa hal yang bikin aku nggak bosan baca. Pertama, tokoh Anjani ini unik. Dia tipe sahabat setia meski Jelita menyindir atau apa, dia tetap membantu Jelita kalau kesusahan. Kedua, kehidupan tokoh ternyata mirip artis gitu. Ada adegan yang dikejar-kejar wartawan, rumahnya dikepung wartawan, dll. Itu menjadi keasyikan sendiri. Kemudian, ada tokoh Tagor. Dia suka Anjani, tapi bertepuk sebelah tangan. Lucu saja kalau penulis sudah memasukkan mereka dalam satu tempat.
Nah, ternyata ini genrenya metropop! Pantesan asik banget dan diselingi kerja di kantor gitu.
Yang bikin bingung cuma sepele sih, yaitu panggilan nama Anjani dan Jelita. Ja untuk Anjani, Je untuk Jelita. Bingung saja, keduanya kan hampir mirip. Endingnya bikin lega, nggak mengganjal. Cuma sebagai pembaca, pasti pengin yang lebih uwu.
Cerita ini cocok kamu baca buat menemani istirahat kerja atau apalah, karena ceritanya lucu, nggak melulu bahas konflik saja.
Novel ini aku beli dipenghujung tahun 2014 (sekitar bulan November/Desember), tapiii... Baru banget aku baca kemarin 😂 Gilaakkk yaa! Udah 7 tahun berlalu & bukunya pun udah menguning 😂
Okeee aku kasih reviewnya.
Novel ini alurnya bener-bener ringan dan lucu. Penulisnya menuliskan cerita dengan gaya bahasa yang sangat santai. Cocok banget buat kalian yg lagi gak pengen baca cerita-cerita yg berat, yg gak bikin otak melepuh, pokoknya yg gak bikin pusing dehh hehehee.
Karakterisasi tokoh-tokohnya pun cukup memuaskan. Anjani yg setia kawan & selalu bikin geregetan karena terus saja membela sahabatnya, Jelita, meskipun sahabatnya itu ngeselin bukan main. Lalu ada Jelita yg menurutku rada egois karena ingin selalu didengarkan, selalu merasa paling benar, selalu nyusahin Anjani, pokoknya dia ini nyebelin banget meski sosoknya cantik sesuai namanya. Lalu ada Rania, adik Anjani, yg meskipun sosoknya ini usil, tapi dia perhatian banget sama kakaknya. Lalu ada 3 serangkai (Tagor, Arief & Ridwan) yg selalu ngusilin Anjani di kantor. Terus juga Donny, dengan segenap kebegoannya yg mau-maunya aja bunuh diri cuma gara-gara diputus cewek. Pokoknya, karakter tokoh-tokoh di cerita ini sudah sangat pas menurutku. Itulah kenapa cerita ini menjadi sangat hidup meskipun ditulis dengan gaya bahasa yg ringan.
Endingnya? Sudah pasti membahagiakan 😍
Yukk ahh dibaca aja langsung! Novel ini udah dicetak ulang sm GPU dengan cover yg lebih fresh. Belinya yg ASLI yaa guysss, JANGAN YG BAJAKAN! Hargai usaha para penulis dalam membuat karya 🤗
This entire review has been hidden because of spoilers.
Untuk novel kedua karya Mariskova yang saya baca, Fly Him to the Moon, nggak saya ulas panjang lebar, ya. Meskipun nggak mau membandingkan, saya memang lebih suka (dan terhibur) ketika membaca Hair-Quake ketimbang Fly Him to the Moon.
Oke, jujur saja, saya lebih banyak dongkolnya dibanding terhibur sewaktu membaca novel ini. Saya pun sempat kepingin skip dan langsung ke halaman akhir untuk mengetahui nasib kedua sahabat yang mendadak bermusuhan gegara seorang cowok ini. Karakter utamanya lumayan annoying dan ya... ngeselin aja. Tapi, kayaknya memang dibikin begitu sih. Soalnya sebenarnya sikap Anjani sempat diprotes keluarga dan teman dekat, tapi ya tetap saja bebal. Topik utama, selain sisi romansa, memang kental sekali dengan nuansa persahabatan. Mariskova sepertinya ingin meng-highlight: seberapa besar pun kesalahan sahabat, semestinya tak lantas berujung jadi musuh. Menurut saya, ya.
Namun, saya tetap mengapresiasi novel ini. Kalau kamu cukup bisa menolerir karakter yang menyebalkan, tetap bacalah novel ini. Apalagi buat kamu yang punya sahabat dekat, dilema persahabatan yang penuh ujian tergambar dengan gamblang di novel ini. Bisalah buat lucu-lucan dibahas sama sahabatmu.
Topik bahasan: 1. Cinta segitiga 2. Drama keluarga dan persahabatan 3. Gemerlap dunia artis televisi 4. Profesi: arsitek, selebritas/pembawa acara, dan bankir 5. Setting: Jakarta, Ciawi, dan Bandung
Berkisah mengenai Anjani yang memiliki sahabat karib sejak balita bernama Jelita. Jelita memang lebih cantik dan cetar dibanding Anjani. Hal itulah yang membuat Anjani kadang-kadang merasa sedih hanya menjadi bayangan Jelita. Jelita adalah cewe yang suka gonta ganti pacar dan sampai suatu kali, mantan Jelita, Donny, berupaya bunuh diri setelah diputuskan Jelita. Anjani pun jadi berselisih dengan Jelita karena pernah menolak Donny yang berusaha mendatangi Anjani demi bisa berhubungan kembali dengan Jelita. Disaat persahabatan mereka merenggang, Anjani dan Donny semakin akrab dan Donny mulai jatuh hati pada Anjani. Overall, kisahnya seru banget karena tema yang diambil lumayan seru tentang cinta segitiga melibatkan persahabatan. Suka banget dengan tokoh Anjani yang independen dan kuat. Disini gak suka dengan sikap Jelita yang angin-anginan.
Tema cerita tulisan Mariskova selalu berkenaan dgn dilema persahabatan dan cinta. Uniknya kisah2 hasil Mariskova selalu sulit ditebak arah ending-nya. Alhasil sepanjang cerita, pembaca diajak mikir. Untungnya kening ga sampai berkerut2 tingkat tinggi krn diksi2 dan cara bertutur penulis bagus banget. Ngaliiiiir, jd gampang diresapi. Kurangnya cuma satu. Ending-nya kurang panjang, hahaha
Chemistry para tokoh di sini oke2. Pun begitu karakter mereka. Mulai dari Tagor, Arif, Ridwan (trio arsitek yg gokil), Rani (adik yg manja-ceriwis), Tumi (pembantu si sumber gosip) ampe Pak Bagoes (klien yg ke-gap jln dgn Jelita). Jadi baca cerita Anja ini dijamin bakal diselingi ngakak, kesal, sedih, terharu, dan melting gegara puisi Donny.
Blurbnya sedikit menipu ya, kurang pas dengan segala adegan di dalam novelnya. Dari awal, aku sadar kalo yang jadi pasangannya Anjani adalah Donny. Tapi, dari awal pula aku sudah tidak menyukai Donny. Sikapnya benar-benar payah sebagai tokoh pemeran utama. Aku jauh lebih menyukai Tagor yang sangat mengenal Anjani. Donny menyukai Anjani, tapi sekali lirik ke Jelita, sahabat Anjani yang tentu parasnya seperti namanya membuat Donny buta karena cintanya pada Jelita dan melakukan usaha bunuh diri akibat diputuskan Jelita. Saat semua hal dalam hidupnya hancur, hanya ada Anjani yang mendukungnya.
Untuk halaman 100 ke bawah rada emosi bacanya dengan tingkah si jelita dan Anjani yg saya rasa tidak sesuai dengan umur mrka brdua. Tpi seiringnya baca udah tidak trllu kesal maupun jengkel apalagi ada karakter Tagor yg dewasa bhkan aku lebih suka dia daripada Donny.
Saat hubungan si jelita dan Anjani renggang disitu letak keseruan baca buku ini. Tapi sayang kenapa di akhir penyelesaian malah seakan kembali ke asal. Kurasa Anjani bukan sahabat yg baik terlebih lagi si Jelita. Ampun dah.
Meskipun ada sedikit perkembangan tokoh tpi tidak trllu mencolok.
Novel ini manis banget. Banyak nilai-nilai positif yang bisa aku tangkap, seperti:
Kesetiakawanan Kesempatan kedua selalu ada buat siapapun yang mau meminta/mencari True love never lies. Meski kadang … (agak klise nih) Cinta gak harus memiliki
Mbak Mariskova memaparkan berbagai karakter tokoh di novel ini dengan mendetail, sehingga pembaca tidak bingung ketika membaca novel ini. Dengan membaca novel ini, bisa membuat kita semakin memaknai hidup, dimana hidup itu penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Dan pada akhirnya nanti kita akan menuai hal yang sangat indah. Seperti halnya yang dilakukan oleh tokoh Anjani yang berjuang untuk menyatukan sahabatnya dengan Donny, mantan kekasihnya yang pada saat itu status Donny adalah sebagai kekasih Anjani. Dia berkorban untuk kedua orang yang dia sayang, walaupun itu berarti dia harus mengorbankan perasaannya.
Ketika membaca novel ini, kita tidak akan disibukkan dengan mencari-cari arti dari istilah baru yang sulit untuk dipahami, di sini, Mariskova menggunakan bahasa yang sangat familiar sehingga mudah untuk memahaminya. Mbak Mariskova meramu secara apik konflik yang terjadi di novel ini. Konflik yang begitu lekat dengan kehidupan nyata, dari masalah persahabatan, percintaan, dan pekerjaan. Semuanya seperti tersaji secara real, sehingga pembaca dapat dengan mudah memasuki alur cerita.
Di antara semua nilai positif di atas, kesempatan kedua aku lihat mendapat porsi lebih. Si Anjani mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki sikapnya dulu pada Donny, Donny juga mendapat kesempatan kedua untuk mendapatkan cinta sejatinya, Jelita mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki pertemanannya yang sempat rusak, bahkan Rania pun mendapat kesempatan kedua untuk menjadi adik yang lebih loyal kepada kakaknya. Tuh kan, it’s all about second chances!
Jujur saja, aku dulu mau membaca novel ini tuh ragu banget. Takut isinya jelek, abis covernya kurang menarik sih ya... Eh tapi ternyata bagus banget! Don't judge a book from cover lah ya hehe:D
Novel ini bisa dibaca oleh berbagai kalangan dari remaja sampai dewasa, karena masih memperhatikan norma-norma yang ada. Sehingga, tidak akan mempengaruhi pembaca untuk melakukan penyimpangan, karena memang, inti dari novel ini adalah sebuah pengorbanan dan perjuangan menjadi seorang sahabat sejati. Jadi, dengan membaca novel ini, kita bisa mengerti bahwa hidup itu perlu adanya sebuah pengorbanan dan perjuangan yang nantinya bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebik baik lagi.
Dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, buku ini sangat cocok menemani di kala santai. Selamat membaca!
Sinopsis : Jelita Gani dan Anjani Anjasmara adalah dua sahabat sejak kecil. Jelita seorang perempuan yang cantik tak terkira dan pintar luar biasa. Kecantikannya membuatnya dikitari oleh laki-laki dari berbagai jenis karakter, kepintarannya membuatnya dilimpahi kepopuleran, Jelita selalu menjadi matahari dimanapun dia berada. Anjani sahabat Jelita adalah seorang perempuan tomboy yang selalu memerankan sahabat setia. Sepanjang hidupnya Anjani menyaksikan para laki-laki berlomba mengejar Jelita, sepanjang hidupnya Anjani mengurusi laki-laki yang menggunakan dirinya untuk mendekati Jelita, sepanjang hidupnya Anjani merasakan sosoknya perlahan menghilang di balik awan setiap kali Jelita muncul. Seperti bulan ketika matahari muncul. Bagi Anjani, persahabatannya dengan Jelita lebih berharga dari laki-laki manapun sampai lalu sahabatnya itu berbalik memusuhinya ketika seorang pangeran impian datang menawarkan cinta. Masih tersisa luaskah hati Anjani bagi sahabatnya? Apakah Anjani rela menukar cintanya pada sang pangeran impian dengan persahabatannya dengan Jelita? Dari ketiga karya Mariskova yang pernah kubaca, buku ini merupakan yang tidak kufavoritkan. Sifat Anjani menurutku terlalu lembek dan bertolak belakang dengan penampilannya yang tomboy. Terlalu menyayangi sahabatnya yang bahkan tidak pernah memikirkan perasaannya. Sedangkan Jelita menurutku gak lebih dari serigala berbulu domba. Cantik dan anggun luarnya tapi dalamnya busuk. Terlalu merasa sok cantik hingga suka-suka dia mempermainkan perasaan laki-laki dan egoisnya itu lhooo luar biasa sampai perasaan sahabatnya yang terlalu sering mengalah untuknya tidak pernah dia pikirkan. Tapi lumayanlah karena segala rasa beteku pada tokoh Jelita terbalaskan diakhir cerita. Not badlah menurutku karena buku ini tetap menyuguhkan akhir yang bahagia untuk Anjani.
Pertama gw liat buku ini tuh beberapa tahun lalu, ditawarin sama mbak penjaga rental komik tapi karena gw gak tertarik dengan judulnya gw gak ambil tuh buku.
dan terus kebetulan toko buku belum ngelurin buku baru lagi sedangkan gw butuh bacaan jadi gw ambillah bukunya...secara si mbak komik itu gak pernah nunjukin buku jelek sama gw.
tapi setelah baca 5 bab gw langsung tu2p tuh buku... entah kenapa gw ngerasa aneh baca buku ini..
buku ini tuh nyeritain soal 2sahabat sejak kecil yang jatuh cinta dengan orang yang sama.,.dan gw rasa itu menarik,,secara gw juga pernah ngerasain hal yang sama *curcol :D
dan entah kenapa dari awal baca nih buku gw gak ngerasa ada yang namanya ikatan persahabatn antara anja sama jelita, emosinya anjani sebagai sahabat itu kurang mereka seperti sahabat yang ketemu waktu jaman kuliah dari pada sahabat dari kecil.
dan lagi jelita itu kan pembawa acara bukan artis atau selebriti tapi kok bisa sengetop itu ya??Chantal della aja gw gak kenal waktu jadi pembawa acara.
Well, meskipun awalnya aku sedikit ragu buat beli novel ini, tapi akhirnya aku beli juga whehehe.. persahabatannya bagus, ngena. cuma kadang ada beberapa kalimat yang menurut aku terlalu kaku untuk ukuran novel yang biasanya santai :) aku suka tiap kali Anjani lagi sama Rania, adeknya. mereka konyol banget meskipun selisih usianya kelewat jauh dan Rania kebanyakan rese daripada rame :D aku juga suka cara Mba Mariskova menggambarkan karakter Jelita yang sempurna dan selalu membayangi Anjani, tapi nyatanya mereka saling iri satu sama lain. untuk karakter Donny, he reminds me to someone banget. tapi dia punya niat berubah, dan itu patut diacungi jempol. sooo.. emm, mungkin akan lebih asik seandainya masalah Je sama Pak Bagoes itu dikelarkan sampai tuntas :) novel ini unik, dan buat kalian penggemar cerita persahabatan, you've to read this book :)
buku Mariskova yang udah aku baca sebelumnya itu 'to Tokyo to Love', kerasa beda waktu baca buku itu dengan 'Fly Him to The Moon'
Fly Him to The Moon.. aku suka cara Mariskova bercerita disini, memang ada beberapa kalimat yang diulang-ulang dengan jarak berapa halaman aja, dalam hati aku selalu komen "iyaa.. aku masih inget ko kalo itu begini-begini.." terus... puisi! ngomong2, puisi aslinya emang ky gitu ya? tulisannya dibikin model paragraf tanpa jeda titik koma (ada komanya sih,, dikit tapi) dari awal sampe akhir, sampe aku sendiri bingung mo ngasih spasi dimana. ato emang ada model puisi ky gitu kali ya, akunya aja yg gatau. tapi,, biar aja, aku tetep suka buku ini. aku bilang, ga ada tokoh yang percuma disini. Tagor, Ridwan, Arief, Tumi, Rania, terutama Rania, belakangan aku jadi sukka deh sama Rania - dengan wajah polosnya.
dua cewek yg namanya sama2 berawalan J. rumah deketan. tapi popularitas mereka berbeda. yg satu orang kantoran, yg satu lg suka nampil di tv sbg pembaca berita. ujung2nya hmm apa ya kata yg tepat? bukan ngerebutin sih, soalnya tu cowok udah dicampain duluan sm si penyiar tv, nah jatuh cinta sm si cewek kantoran, eh si penyiar tv ini malah "terlihat" cemburu. gitulah pokoknya hehehe. cuma kesel aja sama si doni itu, si cowok yg dicampakan ini adalah cowok yg bego (ekslektasi awal) ya habisnya cuma gara2 cinta aja sampe mau bunuh diri. gimana ga bego tuh? lembar ceritanya makin dibalik makin oke juga nih cowok. ternyata dari ke-bego-an dia, ada sisi yg almost perfect juga ya hahaha not bad lah kalo dia real di dunia nyata :p
Baru membaca 68 Halaman. Saya udah gakuat. Gaya bahasanya enak buat dibaca. Tapi idenya aja yang ga cocok sama aku. Ditambah lagi dengan karakter Donny yang menye menye. Kalo ada laki2 kya gini beneran, aku tendang dia.-___- Aku kira Donny cuma pemain sampingan gitu. Eh, gataunya jadi pemain utama juga. Seneb deh. Dan saya memutuskan untuk berhenti membaca deh. Maaf ya :(( Tapi kayanya emang bukan selerakuu
menurutku ceritanya bagus bagus aja sih, lumayan buat ngilangin jenuh, tapi emg rada gak nyambung sama juduhnya(?) .. Anyway, cerita ini lumayan pasaran ya ceritanya .. kayak 2 sahabat kepribadian berbeda, suka sama satu cowok yang sama, yang satunya "Perfect" yang satu lagi Tomboy but talented, lumayan bagus untuk orang yang suka genre romance trus banyak dramanya,, sukses terus kak Mariskova!!!!<3
Hmm lumayan sih ceritanya, cuma sedikit keganggu sama penggunaan dialog yang campur antara baku sama nggak baku, kayak "lo mengapa ja?" itu kan, dibacanya agak nggak enak, dan itu nggak sekali dua kali, tapi hampir semua, apalagi kalo dialognya Tagor. Terus kesel juga jir sama Jelita, kayak menurutku dia enggak mendapatkan karma yang harusnya dia dapatkan, sama penasaran juga kelanjutannya hubungannya sama Pak Bagoes
menceritakan tentang seorang saahabat yang terjebak dalam perasaan cinta terhadap mantan pacar sahabatnya... jelita, seorang wartawan yang feminin dan ngetop abis... dan anjani ,arsitektur yang tomboi ... keduanya telah bersahabat sejak kecil... hingga dewasa kini mereka terjebak dalam perasaan jatuh cinta terhadap lelaki yang sama.
I like Anjani :D mungkin terkesan bodoh dan mau aja dibodohin teman, tapi pada dasarnya sahabat, apalagi sahabat dari kecil, ya seperti Anjani dan Jelita. apa pun yang terjadi, susah lepas, dan susah untuk menjalani hidup tanpa sahabat kita. :) i felt good after reading this one. kadar lucu dan serius, cukup seimbang dan gak terkesan dipaksakan. gonna try to read her other books too. :)