Yang paling menyenangkan saat baca novel ini adalah narasinya. Narasinya seru, cenderung lucu, dan cukup berkesan.
Tentang Anjani yang bersahabat dengan Jelita sejak masih bayi, tetapi Anjani merasa kalau dia hanyalah "bulan" dalam kehidupan "matahari" Jelita.
Anjani bekerja sebagai arsitek di kantor Papanya sendiri dan dia cukup skeptis terhadap laki-laki karena ... dia sering menjadi pendengar cerita-ceritanya Jelita.
Anjani seorang pendengar dan pendiam. Dia terkesan kuat, tetapi rendah diri.
Dari sekian banyak tokoh di novel ini, hanya Anjani-lah yang dijelaskan secara detail dan juga mendapat perubahan dari kejadian-kejadian yang ditulis penulis.
Sementara karakter lain cenderung flat, melakukan sesuatu tanda dijelaskan alasannya kenapa.
Saya sedikitnya paham kenapa Anjani bisa lengket begitu pada Jelita, meski Jelita enggak layak disebut sahabat sejati. Hubungan kedua sahabat ini toxic. Anjani cenderung mengalah, Jelita jelas sama sekali tidak mau tahu apa pun tentang sahabatnya. Saya pikir, satu-satunya alasan Anjani bertahan sekian lama karena dia kagum pada sahabatnya itu. Dan tidak ada yang menyadarkan Anjani kalau kekagumannya itu malah membuat dia harus terlalu bekerja keras sebagai seorang teman (dia rela begadang, padahal sudah capek kerja seharian).
Namun, keluarga Anjani bukanlah keluarga toxic. Kehidupan keluarga Anjani jauh dari kata toxic itu sendiri, sehingga ... rasanya tidak masuk akal dia terlalu lama bersahabat dengan Jelita. Itu termasuk plot holes besar. (Atau mungkin, karena kedua orangtua bekerja, sehingga Anjani jarang berinteraksi dengan orangtuanya? Kalau kejadiannya memang begitu, saya bisa paham).
Nah, kepribadian Jelita sendiri tidak dijelaskan secara khusus, sehingga inilah yang bikin saya sebagai pembaca tidak suka dengan ending yang diberikan oleh penulis.
Lalu, untuk Donny yang menjadi sentral perubahan hidup Anjani, juga tidak dijelaskan secara jelas. Iya, dia menyesal bunuh diri. Tapi ... apa yang bikin mental dia sampai se-down itu? Apakah dia dari keluarga yang tidak harmonis? Lalu, apa saja yang dilakukan Jelita kepada dia? Dan, apa mungkin dia tiba-tiba langsung nyesal setelah bunuh diri? Orang yang berkali-kali ingin bunuh diri, tidak akan secepat itu merasa menyesal telah kehilangan sesuatu.
Overall, saya suka narasi dan pembawaan cerita Anjani.