Seingat Joanna Savita Glara (Joanna), Adibrata Gavin Wilaga (Gavin) dalam ingatannya hanyalah sosok berkacamata yang kikuk, canggung dan terkadang sering bertingkah menggemaskan. Lelaki itu juga tidak tampak membencinya ataupun menunjukkan tanda-tanda bermusuhan. Itulah yang Joanna rasakan saat mereka berdua menempuh bangku perkuliahan di tempat yang sama.
Jadi, setelah bertahun-tahun berlalu dan Joanna bertemu lagi dengan Gavin yang secara kebetulan tiba-tiba menjadi atasannya di salah satu firma hukum, Joanna pikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Setidaknya itulah yang Joanna yakini sebelum sosok Gavin yang ada di depannya bukan lagi sosok seperti yang dia ingat, melainkan sudah berganti menjadi sosok penuh percaya diri yang dingin, galak, dan menyebalkan. Lebih-lebih pada dirinya.
Belum lagi kehadiran Ben, anak magang baru di tempat Joanna bekerja, sosok misterius yang berhasil membangkitkan rasa cemburu Gavin, yang secara mengejutkan sukses menjungkirbalikkan hidup Joanna hanya dalam waktu satu malam.
Hanya seorang penikmat fiksi yang gemar mengkhayal. Pecinta nasi goreng yang juga moody-an, dan si pemalas yang gemar bekerja keras. Bisa diajak ngobrol lewat instagram @despersaa
Joanna adalah sosok penyelamat dalam hidup Gavin. Namun, percakapan yang tidak sengaja dia dengar di acara reuni membuat pandangannya pada Jo berubah. Satu tahun kemudian, mereka dipertemukan kembali sebagai atasan dan bawahan. Meskipun berusaha menghindar, nyatanya Joanna masih menjadi magnet bagi Gavin. Dia harus secepatnya menyatakan perasaannya sebelum Ben, anak baru di kantornya, bertindak.
First time baca karya penulis. Not a good impression. Tema pekerjaan yang diambil cukup menarik: hukum. Sayang, meskipun diselipkan bagian riset mengenai dunia hukum, porsinya masih sedikit, plus nggak bisa blend dengan alur.
Soal karakterisasi, bagiku sudah lumayan, kecual fakta Jo & Gavin jadi kayak pasangan anak muda yang baru masuk kerja alih-alih pasangan dewasa. Oh, beberapa pertengkaran mereka itu kekanakan banget, sih. I mean, Gavin ini seorang bos (lawyer pula), tapi egois banget. Terus mereka ini kayak nggak ada sibuk-sibuknya kalau dipikir-pikir. Padahal, ini Kantor lawyer besar, hmmm.
Mungkin buku ini memang bukan mangkukku. Semoga bertemu karya lain dari penulis yang lebih cocok. Oh, yang suka office romance, boleh coba baca buku ini, kali aja cocok dengan seleramu.
Honestly, ceritanya, masih apa ya, Wattpad able bgt........ unpopular opinion, tapi aku ngerasa chemistry antara Joana sama Gavin masih kurang, bgt????? Even di scene wktu mrka kissing(& things), feel-nya, aku ga dapet sama sekali jujur.. ya kayak gatau, rasanya flat.
One thing yg agak bikin aku 🤨🤨🤨 wktu Gavin mentioned make Lamborghini for his daily car sih, aneh bgt aja, orng pake mobil modelan Lamborghini buat daily used, aplgi buat ukuran orng yg kerjanya jadi pengacara 🤷🏻♀️🤷🏻♀️🤷🏻♀️🤷🏻♀️wari wiri ketemu klien, saksi ahli, ke pengadilan, ke kantor, pake Lamborgini??????? Agak, kurang make sense sih, di aku, walaupun ya mungkin, beneran ada yg kyk gt, who knows🤷🏻♀️
Mau gamau aku jd membandingkan. Novel despersa yg mirip sama novel ini adalah The Boss Next Door. Sama2 tentang atasan dan bawahan, tapi aku merasa versi Easy Peasy adl versi upgradenya TBND. Dr segi karakter lebih matang. Karakternya konsisten. Ada alasan knp Gavin jd galak pas di kantor. Knp di waktu lain dia bs kliatan gemesin. Aku suka krn ada yg melatarbelakangi perubahan sikapnya dan aku suka bagaimana penulis sudah menujukkan di awal mana karakter Gavin 'yg asli'.
Pdhl konfliknya sederhana. Kali ini jg ga bawa2 mantan. Cukup konflik batin ttg masa lalu keduanya (itupun sederhana) + karakter yg matang, itu sudah cukup utk menggerakkan cerita. Dan terasa bgt disini tulisan despersa beda sama buku2 awalnya. Aku gatau dimana bedanya, tp aku ngerasa lebih rapih dan lebih enak. Pdhl novel dia yg sblm2nya jg udah bagus kan tp ini kayak ih ternyata bs lebih bagus lagi. Aku seneng bgt deh bisa menikmati improvement dr tulisan desepersa 🥰😍.
Yang paling aku suka pas baca novel ini adalah perubahan Gavin dari yg galak ke gemes trus galak lagi gemes lagi, itu lucu buat aku! wkwkwwk. Itu bukan tanpa alasan ya. Gavin ini aslinya emang pemalu yang gampang saltingan gitu, tp dia kalo dia lagi emosional dia nggak marah2 tapi yang diem, dingin, ketus, galak. Makannya Joanna selama ini ngerasa digalakin terus sama Gavin soalnya Gavin klo sama Joanna bawaannya sakit hati mulu sih 🤭. Tapi lucu aku suka. Mana Gavin ini gampang bgt bikin kesimpulan 😭, udah gitu kesimpulan dia selalu salah wkwk.
Untuk tulisan despersa di titik ini aku dah gamau bahas lagi sih. Bisa ngikutin sampe 8 buku beliau udah jelas krn aku nyaman sama tulisannya. Apalagi semakin kesini semakin upgrade dan makin improve jd aku seneng banget ngikutinnya.
Suka banget sama scene pekan olahraga
Ben Raisa Gavin lucu banget wkwkwk Raisa sih ga expec tdia karakternya terlalu serius kek robot dan lucu banget apalagi waktu sama Ben, si Ben keliatann bocah bangettttt
Aduh aku kangen banget deh komedi ga ketebak gini terutama si Ben sama Raisa ketawa sampe ngik ngik. Mereka sangat berpotensi jadi tokoh utama di buku lainnya wkwk.
OMG dan aku gak memperkirakan bakal ada plot twist
Ceritanya sangat sederhana konfliknya semua sederhana jadi aku gak sampe kepikiran kesana 😭😭😭
Biasanya aku suka nebak2 tp mungkin krn aku menikmati ceritanya jd aku ga tll fokus nebak2
Ada part yg menurutku terburu2tapi at the end of the day closurenya bikin aku tersentuh jadi termaafkan hehehe. Soalnya spill rahasianya sangat cepat aku belum sempat mencerna informasinya karena terlalu beruntun.
Easy Peasy Despersa Penerbit Namina Books, 2023 Tebal 316 Halaman Paperbook - Selesai. Dan aku suka cerita penulis satu ini. Jujur untuk karya-karya penulis sebelumnya aku merasa kurang bisa masuk ke perasaan si tokoh yang disampaikan penulis. Sedangkan cerita kali ini tuh sederhana, ringan dan ngalir banget ceritanya, asyik deh. - Dibuka dengan beberapa bab awal yang di buka dari sisi Gavin. Bagian ini cukup membosankan karena mungkin mengikuti karakter Gavin yang kaku dan workaholic kali ya, tapi ketika sosok Joanna muncul, ritme ceritanya berubah cepat, dan aku suka. Penulis menggunakan pov 3. Hanya tadi di awal dominan Gavin jadi rada slow burn. Dan setelahnya berubah ke satsetsatset. - Teman satu kampus dan ketemu lagi dengan status sebagai atasan dan bawahan pasti bikin sedikit canggung, ya kan. Apalagi nyatanya ada kenangan masa lalu ketika masih sama-sama yang membuat rasa canggung makin meningkat terlebih nyatanya Gavin memiliki rasa pada Joanna. Sayangnya Gavin selalu overthingking dan nggak percaya diri untuk bisa maju duluan. - Untuk karakter Gavin dan Joanna. Mereka di mataku sama-sama mengemaskan. Gavin yang kurang percaya diri dan jadi pria yang alem dan banyak sungkan serta malu-malu kalau hanya berdua dengan Joanna, tapi ketika di kantor, berubah menjadi sosok lain yang tegas, dingin dan seakan sulit disentuh. Sedangkan Joanna tipikal perempuan model samson, kuat, percaya diri dan independen banget. - Untuk alur, ada beberapa flashback yang membuat para pembaca mengetahui apa yang terjadi sebelum mereka ketemu di kantor yang sama. Hal-hal receh yang bikin ketawa dan ikutan kesel serta malu. Meski nggak banyak flashback yang diceritakan. Kisah mereka tetap menarik. Ditambah dengan konflik yang cukup plot twist. - Untuk penyelesaiannya pun aku suka. Dan satu lagi karena ini genre romance. Jadi ada beberapa adegan asmara 18+ yang mungkin kalau kalian nyaman silakan dinikmati aja, atau kalau tidak bisa dilewatkan meski tidak banyak. Dan buat kalian pencinta office romance. Buku ini bisa jadi pilihan perjalanan kalian.
I might be a bit biased, but let me tell you, Despersa's writing has me head over heels! It's this perfect blend of humor and fun with characters whose emotions and chemistry are off the charts.
Picture this: a law firm setting where our protagonist, Joanna, finds herself reunited with her college BFF-turned-boss, Gavin. Back in the day, Gavin was this adorable, bespectacled goofball. Fast forward to their present-day encounter, and Gavin's transformed into this cold, fierce, and annoying figure. But wait, there's a twist – what if Gavin's iciness masks a secret love for Joanna, sparked by the incident where she heroically carried him to the clinic after a fainting spell? And that's not all – throw in Ben, an intern vying for Joanna's attention, and you've got a juicy, complex story.
The anticipation of those jaw-dropping plot twists keeps me hooked on Despersa's books, especially this one. There's a touch of insanity in this author's storytelling that just leaves me wide-eyed. And can we talk about the sizzling romance between Joanna and Gavin? It had me feeling butterflies left and right. Sure, I was a bit let down when Gavin dropped the L(ove)-bomb, and Joanna immediately swooned, but love conquers all, right? The emotional rollercoaster isn't about their known pasts but the unknowns that make the story pop.
Joanna, with her stoicism and grace in the face of life's craziness, is a character to adore. She handles her complicated life with maturity, and even when Gavin jumps to conclusions, she calmly sets the record straight. This dynamic adds an extra layer of charm to their relationship. Despersa has crafted a tale that's not just a page-turner but a journey into the intricacies of love, pasts, and the unexpected. Trust me; you won't want to put this one down!
Awalnya beli buku ini karena covernya cantik banget! Edge kertasnya pun diwarnai senada dengan covernya, turquoise. Lucu banget! Pas mulai buka halaman demi halaman pertama, jeder!
Jarak tulisan antar barisnya deket banget! Pusing bacanya. Setelah baca beberapa lembar lama-lama jadi terbiasa juga sih, walau bikin mata gak nyaman.
Novel ini tentang romance ringan dan lumayan menghibur. Hanya saja, selama baca novelnya, aku ngerasa vibes drakornya kental banget. Beberapa adegan seperti si Joanna tidak sengaja jatuh dan menimpa Gavin yang membuat orang lain mengira mereka sedang berpelukan mesra. Atau saat Joanna demam tinggi, lalu saat Gavin datang menjenguknya, Joanna merasa dia sedang halu sehingga dia mencium Gavin tanpa sadar. Bahkan bagian dialog bergumamnya juga seperti di drakor, misalnya, setiap tokohnya mau menjawab sesuatu yang gak pasti, selalu diawali dengan “Itu…”.
Beberapa dialog basa-basi dan humornya agak cringe. Konfliknya kurang greget, namun terbantu dengan beberapa spesial bab di akhir bagian sebagai pemanis kisah happy endingnya.
Namun sampai akhirnya aku selesai baca novelnya, aku masih belum menemukan alasan kenapa novel ini diberi judul Easy Peasy.
Untuk para penggemar drakor, mungkin novel ini bakalan pas dibaca. Yang tidak terlalu suka drakor, mungkin agak gak masuk dan kurang cocok.
Tapi tetap worth to read kok buat bacaan ringan di waktu senggang.
My Review: Sampai sekarang aku masih gak paham korelasi antara judul buku dengan isinya. Tetapi, buku ini cukup oke untuk dinikmati. Walau cukup banyak juga yang menggangu.
Pertama, dari segi layout buku. Demi apapun aku pusing baca layout buku ini yang jarak spasinya antar baris terlalu dekat😭😭 udah mah baca digital, font kecil, device yang dipake hp, jarak antar baris deket2 banget. Get well soon mataku☺️🔥 Tolong lah penerbitnya kedepan nya jangan terlalu dekat jarak antara baris.
Kedua, gaya bahasa. Gaya bahasa nya masih kaku. Walau gak sekaku buku terjemahan. Untungnya aja gaya bahasanya gak bikin buku ini terlalu cringe karena tertutup sama scene komedi di buku ini. Scene sedikit 'panas' juga oke penulisannya. Dialog antar tokoh nya juga Alhamdulillah ya tau penempatan kapan pakai formal dan informal😙
Ketiga, alurnya menurut aku agak membingungkan terutama bab-bab awal. Perpindahan waktunya cepat banget. Kuliah trus tiba2 reuni tiba2 kerja wkwkwk. Kurang smooth. Gk hanya itu sih tp itu yang paling mencolok.
salah satu yang aku suka dari buku "Easy Peasy" ini adalah covernya yang cantik banget! 😽🌷 perpaduan warnanya SECANTIK ITU.
aku mau bahas karakter Joanna yang kocak, kekuatan fisiknya yang luar biasa bukan main!! bayangin aja bisa angkat karung beras. 🥹🤝🏻
apalagi pas Joanna yang salah paham beberapa kali sama anggota keluarga Gavin dan mereka yang lagi berduaan tuh PASTI ADA AJA ORANG LAIN DI APARTEMEN GAVIN, SERIUSAN! scene ini juga salah satu yang bikin aku capek ketawa. 🙋🏻♀️
celetukan Radit sama Gavin scene aku juga suka! 🙆🏻♀️
hal yang bikin aku kurang suka sama buku ini adalah blurb-nya ngga sesuai dengan eksekusi di bukunya 😣 entahlah aku berharap Gavin sama Joanna ngga secepat itu untuk ungkapin rasa sayang mereka. dan di bagian pertengahan sampai akhir hampir kayak ngebahas kehidupannya Joanna, bukan perkembangan hubungan Joanna dan Gavin.
but it nice to meet them, so from me 3.9/5~🧸🪽
This entire review has been hidden because of spoilers.
dulu pernah baca ini di wattpad tapi ngga tau endingnya gimana. akhirnya bisa baca bentuk fisiknya.
aku udah cukup familiar dengan tulisan despersa yang 'begitu' hahahhaha.
baca buku despersa itu selalu sambil nahan malu. kayak akulah sang female lead yang lagi mengalami kejadian memalukan akibat perbuatan sendiri. beneran aku yang malu banget kayak aku yang ngelakuin.
di buku ini, aku lebih kenikmati waktu gavin dan joanna sebelum pacaran. tapi terhitung cepet sih sejak mereka ketemu lagi dan segala peristiwa yang bikin akhirnya mereka pacaran.
untungnya ada selipan cerita latar belakang keluarga joanna yang bikin buku ini isinya ngga cuma tentang skinship doang. khas despersa banget. jadi aku masih bisa menikmati sampai habis.
bahasa formal yang juga khas despersa banget buat aku ngga masalah walaupun ada beberapa bagian yang sedikiiiiiit bgt bikin cringe
Ini buku ke-3 karya Despersa yg kubaca di ipusnas. Lumayanlah walaupun ada adegan panas nya dibab² 25 ke atas terutama bab spesial, namun ga terlalu menyapu kisah asli juga pekerjaan para tokoh. Cerita ini masih lumayan dewasa dan tidak semengganggu seperti novel Despersa yang judulnya "The Boss on My Bed". Tapi tetap ya kalo boleh kasih batas untuk 19+ menurut aku. Cuma aku ga suka dengan tokoh Joanna yang selalu menarik kesimpulan sendiri. Padahal yg lain belum bicara. Sempet geregetan dibagian itu sih hehe. Sisanya bagus kok.
Nggak tau apakah hanya aku yang salah atau gimana, atau mungkin karena aku bacanya ebook, itu teh jarak perbarisnya kecil banget, jadi ngebacanya teh agak pusing. Kalau buat ceritanya sih masih lumayan lah ya, cuma agak bingung aja, di blurb kan ceritanya si Gavin ini dingin, galak, dan menyebalkan, tapi aku tidak menemukan sisi Gavin yang seperti itu, menyebalkan mungkin iya, tapi galak dan dingin? Kayaknya tidak. Terus hahaha, harus jujur ini setelah Gavin sama Jo pacaran, tipe pacarannya tuh kayak pacaran alay ABG gitu lhoo wkwkw, lucu sih tapi kadang geli juga, tapi gapapa dah wkwk.
Cerita yang aku tunggu-tunggu untuk terbit. Cerita Joana yang sangat berjuang dalam kehidupanya dan selalu menurut apa kata-kata mama nya walaupan mamanya ini bukan kandung. Cerita ini bukan hanya berkisah percintaan Joana dengan Bos nya Gavin yang juga teman seangkatan nya tapi juga cerita mengenai keluarganya joana yang selama ini tidak dia ketahui karena bekerja di Firma Hukum Papanya Gavin. Ceritanya seru banget lucu. jarang nemuin lead female kayak joana
Akhirnya setelah antre berbulan bulan dapet juga minjem buku ini di ipusnas. Karakter ceweknya unik di awal tapi makin ke tengah buku makin medioker, karakter cowoknya rada bingung jelasinnya kadang dibuat cool kadang dibuat cupu. Plot dan konfliknya yah okelah..cukup menarik untuk membuatku untuk tetap lanjut baca.
Overall ide cerita-nya oke,cuma mungkin eksekusi-nya mungkin bisa lebih diperbaiki lagi.
ceritanya bagus dan keren abiezzz🥹💗 aku ngga kepikiran kalau ternyata Gavin tuhh suka sama Joanaaa🫶🏻 dan akhirnya tumbuh bumbu-bumbu cinta yang diselingi konflik family,.. ITS SO AMAZING 👩🏼❤️💋👩🏻🤍 PROUD OF YOU KAK DESS!!🫶🏻🫶🏻🫶🏻🙆🏻♀️💗🤍
Punya ekspektasi tinggi sama novel ini karena aku pribadi suka plot satu cewek direbutin dua cowok. Tapi ternyata gregetnya novel ini cuma sampe di tengah aja. Momen pacarannya Joanna dan Gavin bukan jadi klimaks novel ini.
Rupanya kehadiran Ben di sini bukan jd orang ketiga. Itu yang menurutku bagus dan gak ketebak kalo cuma baca dari sinopsis.
Gavin yang digambarin galak di sinopsis pun gak berlangsung lama. Padahal aku harap adegan bersitegang antara Joanna dan Gavin lebih panjang.
Entah kenapa aku merasa dari tengah ke akhir, novel ini malah lebih fokus nyeritain latar belakang Joanna yang sungguh belibet😂 jadi dari bagian itu romance-nya cuma tipis-tipis.
Ada perisitiwa yang gak dijelasin di cerita kayak kenapa Joanna sama Bu Zulaiha memustuskan untuk pilih kota Makassar sebagai tempat hijrahnya.
Hampir dnf buku ini karena gregetnnya cuma sampe tengah. Tapi akhirnya berhasil juga aku selesai yang berarti buku ini masih worth to read.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Yeayy Akhirnya review novel ini juga. Sebagai pencinta romance aku puas banget sama novel ini karena ada unsur komedi yg bikin aku ngakak sepanjang ngabisin novel ini.
Personally, I do love this book! Novel ini tuh enak banget buat dibaca setelah habis baca buku yg berat2 atau lagi kena reading slump coba deh baca Novel ini. Poolll banget bikin mood jadi membaik lagi. Baca Novel ini kayak temen yg kocak banget makanya aku ga sabaran buat review ini buku ke kamu!
Aku Bakalan ceritain isi bukunya Seperti di Cover bukunya novel ini menceritakan mengenai Joanna dan Gavin mengenai kedekatan mereka dari masa kuliah sampai bekerja di satu Firma Hukum. Gavin yg di panggil Cup sama Joanna. Sebenarnya Gavin ga tau sama sekali makna Cup itu apa 😂
Sosok Juanna yg mudah berbaur + juga kocak.. Bikin aku ngakak2 sepanjang jalan cerita, belum lagi mamanya Gavin yg lebih kocak lagi bikin nambah ngakak sampe nangis.
Meskipun tulisannya kecil2 dan padat gitu ga Bakalan bikin kamu cape buat baca.. Baca Novel ini tuh kayak ngalir gitu.
Aku ga bisa spoiler 😅 buat kamu yg nyari buku yg ringan2 aku recommend buat baca buku ini!
Owh Iya disini ada adegan dewasa, buku ini cuman recommend buat usia 21+ yaa