Leng Cu, putri Cen Cu, ternyata selamat, walaupun buta. Hartanto mengetahuinya dan berusaha membunuhnya pula. Dia diselamatkan oleh tiga tikus yang sebenarnya merupakan anggota keluarga Kerajaan Kemingking, yang berhasil melarikan diri---karena mengucapkan mantra yang mengubah mereka menjadi tikus---saat kerajaan diserang. Ketiga tikus itu berharap mustika Naga dapat mengubah mereka menjadi manusia kembali.
Tetapi Leng Cu, yang harus menemukan mustika Naga, tercemar oleh kekuatan jahat Datuk Itam dan berubah menjadi manusia haus kekuasaan. Dari bawah situs yang digali oleh Rigel, gadis buta yang jelita itu mengambil mahkota kuno yang seharusnya dikenakan oleh raja yang akan dinobatkan, kemudian menghilang.
Meiliana Kristanti Tansri lahir di Jambi, 14 Mei 1974. Beberapa karyanya telah memenangkan Sayembara Cerber Femina : Perahu Kertas (Juara I, 1997), Bunga Jambu (Juara II,1999), Kupu-Kupu (Juara II,2000), dan Belajar Terbang (Juara I, 2001)
Membaca buku kedua dari trilogi mempelai naga, membuatku ingin membaca buku pertama dan ketiganya. Aku suka gaya bercerita klasik yg dituturkan oleh mbak Meiliana di sini. Karakter yang paling menarik di sini buatku adalah 3 ekor tikus dari istana. Secara keseluruhan, ceritanya cukup menarik sampai 3/4 dari buku. Namun, begitu sampai ke bagian akhir, antiklimaks sekali buatku. Karakter sang putri dijungkirbalikkan sebegitu rupa sampai karakter mulanya punah. Apakah ia selemah itu terbawa oleh mustika hitam? Kenapa Datuk Itam yang hatinya kelam saja bisa punya setitik kasih untuk keluarganya namun sang putri sama sekali lupa?
Di luar itu, aku tetap merekomendasikan untuk coba baca karya penulis lokal dengan gaya bahasa formal klasik seperti ini. Cukup fresh setelah banyak membaca buku dengan gaya penulisan modern atau kontemporer.
dan kerja keras akan memberikan buahnya kepada siapa saja yang cukup rendah hati untuk menanamnya - Meiliana K Tansri. Sepenggal dari kisah Gadis Buta dan Tiga Ekor Tikus. Cerita dongeng dari Negeri Jambi yang membuat pembaca seperti benar-benar mengalaminya, detail, terbawa pada satu konflik ke konflik yang lain. Novel ini bukan sekedar dongeng, melainkan hidup.
ternyata lumayan seru dan bagus. plotnya kompleks dan mengalir lancar, karakternya menarik dan settingnya gak biasa. sayang, tokoh utamanya kurang kinclong perannya dibanding tokoh2 lain.